Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Prof. Ardika Muliakan FIB Unud Sebagai Top 100 Ilmuwan Sosial di Indonesia

BALIILU Tayang

:

ardika
Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (Unud), Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (Unud), Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A., masuk dalam Top 100 Ilmuwan Sosial di Indonesia. Prof. Ardika menduduki peringkat ke-47 dalam daftar tersebut. Guna mendorong agar semakin meningkat jumlah dosen di lingkungan Unud yang masuk Top 100 Ilmuwan Sosial di Indonesia, maka Prof. Ardika dengan senang hati untuk berbagi seputar tips dan trik.

Top 100 Ilmuwan Sosial merupakan ajang bergengsi dalam konteks lingkungan dunia akademis. Jajaran ilmuwan yang masuk Top 100 ini pun berasal dari berbagai negara, meliputi Afrika, Asia, Eropa, Amerika Utara, Oceania, Arab League, ECCA, BRICS, Amerika Latin dan COMESA. Peringkat Top 100 sebagaimana dimaksud, meliputi beberapa rumpun keilmuan, yaitu Pertanian dan Kehutanan, Seni, Desain dan Arsitektur, Bisnis dan Manajemen, Ekonomi dan Ekonometrika, Pendidikan, Teknik dan Teknologi, Sejarah, Filosofi, Teologi, Hukum dan Ilmu Hukum, Kedokteran, IPA dan Ilmu Sosial. Untuk sampai masuk di dalam jajaran TOP 100 juga bukan perkara mudah. Tidak ada unsur manipulasi dalam proses seleksinya, mengingat mekanisme perangkingannya didasarkan atas H-indeks dan Citation dari personal ilmuwan itu sendiri.

”Senang dan tidak menyangka bisa masuk peringkat 47 dari Top 100 Peneliti Keilmuan Sosial di Indonesia,” ungkap Prof. Ardika. Sebagai dosen yang pernah dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Dekan Fakultas Sastra Unud selama 2 periode jabatan, Prof. Ardika juga dikenal sebagai pribadi yang sangat senang bergaul. Tidak heran, selama berkarir sebagai akademisi, Prof. Ardika juga terlibat aktif dalam beberapa organisasi nasional dan internasional, seperti Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Perhimpuanan Ahli Epigrafi Indonesia (PAEI), dan Indo Pacific Prehistory Association (IPPA).

Baca Juga  Bekerja Sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, FIB Unud Kirim 20 Mahasiswa Magang

Guru besar yang pernah menempuh studi magister dan doktoral di Canberra, Australian National University ini juga berbagi tips dan trik kepada rekan-rekan dosen di Unud agar dapat menyusul untuk masuk dalam jajaran Top 100 Ilmuwan Sosial. “Kepada sejawat Guru Besar dan dosen Unud agar tetap memperhatikan kebaruan/novelty dalam penelitian dan segera menerbitkannya dalam jurnal yang bereputasi,” imbuh Prof. Ardika.

Sebagai penutup, Prof. Ardika juga menegaskan agar seluruh dosen Unud dapat membina hubungan baik dengan jaringan keilmuan, baik di dalam maupun luar negeri guna kebutuhan penerbitan dan/atau konferensi di bidang keilmuan masing-masing. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sasar Tiga Desa di Kintamani, Ketua TP PKK Bali Dorong Kesadaran Kesehatan dan Pengelolaan Sampah

Published

on

By

PKK Bali
SERAHKAN BANTUAN: Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyerahkan bantuan saat menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi yang menyasar tiga desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (24/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi yang menyasar tiga desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (24/4). Tiga desa tersebut yakni Desa Pinggan, Desa Sukawana, dan Desa Kintamani.

Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya kaum ibu, terkait kesehatan keluarga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa peran ibu rumah tangga sangat strategis dalam menjaga kesehatan keluarga, termasuk dalam merawat hewan peliharaan. Ia mengingatkan agar anjing peliharaan dirawat dengan baik dan rutin divaksinasi guna mencegah penyebaran penyakit, khususnya rabies.

“Jika terjadi kasus gigitan anjing, masyarakat harus segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat agar dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong kader PKK untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan warga di sekitarnya. Ia mencontohkan adanya warga di Banjar Paketan, Desa Sukawana, yang mengalami xerosis cutis atau kondisi kulit kering, yang kini telah diarahkan untuk mendapatkan penanganan medis dengan dukungan Dinas Kesehatan dan rumah sakit terkait.

Di sisi lain, Ny. Putri Koster menyoroti meningkatnya populasi lalat di wilayah Kintamani yang dinilai berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta memperbaiki pola pengelolaan sampah.

“Lalat bisa menjadi pembawa bakteri. Karena itu, kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Dalam hal pengelolaan sampah, ia kembali menegaskan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah organik, menurutnya, dapat diolah langsung dari rumah tangga, pasar, sekolah, hingga tempat ibadah. Sementara sampah anorganik dipilah menjadi sampah daur ulang yang dapat dikelola di TPS3R dan sampah residu yang ditangani menggunakan mesin insinerator.

Baca Juga  FIB Unud dan FIB Unair Berkolaborasi Tingkatkan Capaian IKU

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, mengingatkan pentingnya peran orang tua, khususnya ibu, dalam mengawal pola asuh anak pada masa emas pertumbuhan, yakni usia 0–5 tahun.

Ia mengimbau agar orang tua membatasi penggunaan telepon genggam pada anak-anak karena dapat berdampak pada kesehatan serta membentuk kebiasaan yang kurang baik di masa depan.

“Pola asuh yang tepat akan menentukan kualitas generasi ke depan. Mari kita lebih bijak dalam mendampingi anak,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ny. Putri Koster juga menekankan pentingnya pemanfaatan potensi pangan lokal. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau demonstrasi memasak olahan pangan lokal dalam program Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Desa Kintamani.

Sebagai bagian dari aksi sosial, TP PKK Provinsi Bali juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat di setiap lokasi kegiatan, berupa beras sebanyak 6.000 kilogram, telur 400 krat atau 12.000 butir, serta 400 kotak susu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader PKK dapat menjadi motor penggerak perubahan di tingkat desa sekaligus menjadi teladan dalam penerapan pola hidup sehat dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KLH Bali Klarifikasi Video Sampah di Estuary Dam Tanah Kilap: Kondisi Terkini Bersih dan Terkendali

Published

on

By

sampah dam tanah kilap
KLH Provinsi Bali merilis video keadaan terkini Estuary Dam Tanah Kilap yang dilengkapi dengan informasi tanggal dan titik koordinat lokasi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, memberikan klarifikasi atas beredarnya video di akun Instagram infobalinese.id yang menarasikan kondisi Estuary Dam Tanah Kilap dipenuhi sampah kiriman usai hujan mengguyur Kota Denpasar.

Menurut Arbani, narasi dalam video tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi terkini di lapangan. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung serta mendokumentasikan situasi terbaru di lokasi.

“Video yang beredar kemungkinan diambil pada momen tertentu saat terjadi peningkatan debit air dan kiriman sampah dari hulu. Namun kondisi tersebut bersifat sementara dan telah ditangani oleh petugas di lapangan,” jelasnya di Denpasar, Jumat (24/4).

Sebagai bukti, KLH Provinsi Bali merilis video pembanding yang dilengkapi dengan informasi tanggal dan titik koordinat lokasi. Dalam rekaman tersebut, terlihat kondisi Estuary Dam Tanah Kilap sudah bersih dan terkendali, bahkan dimanfaatkan warga untuk aktivitas memancing.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan di kawasan Estuary Dam Tanah Kilap dikoordinir oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida sebagai instansi yang memiliki kewenangan pengelolaan wilayah sungai.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang tidak disertai konteks waktu yang jelas.

“Peran masyarakat sangat penting, tidak hanya dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya, tetapi juga dalam menyebarkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab,” tambahnya.

KLH Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi permasalahan sampah, khususnya di kawasan aliran sungai dan pesisir. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  “FIB Goes to School”, Sosialisasi dan Promosi FIB Unud ke SMAN 2 Mengwi
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dukung Penguatan Segitiga Ekosistem, Tangkal Tindak Kekerasan Anak

Published

on

By

Gubernur Koster
HADIRI TALKSHOW: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri talkshow segitiga ekosistem perlindungan anak di lingkungan sekolah yang berlangsung di Gedung Presisi Polda Bali, Jumat (24/4/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menaruh perhatian serius pada upaya pencegahan terjadinya tindak kekerasan pada anak. Ia mendukung penguatan segitiga ekosistem yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat dalam upaya menangkal terjadinya tindak kekerasan pada anak. Hal itu disampaikan Gubernur Koster dalam sambutan saat menghadiri talkshow segitiga ekosistem perlindungan anak di lingkungan sekolah yang berlangsung di Gedung Presisi Polda Bali, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang melibatkan tenaga pendidik dan para siswa ini juga menghadirkan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dan Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya. Talkshow diisi dengan deklarasi menolak intoleransi, radikalisme,  ekstremisme dan terorisme.

Mengawali sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa saat ini anak-anak tidak hanya menghadapi tuntutan akademik, tetapi juga tekanan sosial, dinamika psikologis, serta arus ideologi yang dapat mempengaruhi cara berpikir dan cara mereka dalam memandang kehidupan. Salah satu persoalan yang belakangan menjadi perhatian serius adalah fenomena kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.

“Ini adalah persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, menurunnya sensitivitas sosial serta lemahnya ketahanan nilai, makin memperbesar risiko penyimpangan perilaku di kalangan pelajar. Terdapat pula ancaman nyata berupa penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang menyasar generasi muda sebagai kelompok rentan.

Menurut dia, ancaman ini sering hadir secara halus melalui narasi sederhana, konten digital tanpa pengawasan, maupun interaksi sosial yang membentuk pola pikir secara bertahap.

“Inilah tantangan nyata yang kita hadapi bersama, yang menuntut kewaspadaan, keseriusan, serta langkah yang terarah dan berkelanjutan,” tambahnya.

Masih dalam sambutannya, Gubernur Bali dua periode ini menegaskan bahwa upaya menghadapi situasi ini tidak dapat dilakukan secara parsial.

Baca Juga  FIB Unud Lepas 209 Calon Wisudawan Periode Oktober 2023

“Dibutuhkan pendekatan yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkesinambungan melalui segitiga ekosistem perlindungan anak, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ungkapnya.

Keluarga merupakan fondasi utama dalam penanaman nilai kehidupan. Sekolah menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat karakter dan memperluas wawasan. Masyarakat berperan sebagai lingkungan sosial tempat nilai diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keterpaduan yang kuat tiga ekosistem akan membentuk sistem perlindungan yang kokoh dan berlapis.

Pada bagian lain, ia mengapresiasi Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri yang menginisiasi kegiatan talkshow. “Pendekatan yang dilakukan menunjukkan bahwa penanganan ancaman telah berkembang ke arah yang lebih komprehensif, tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga melalui pencegahan berbasis edukasi, literasi, serta penguatan wawasan kebangsaan,” urainya.

Langkah ini menurutnya sangat tepat dan visioner, karena ancaman ideologi tidak cukup dihadapi dengan pendekatan keamanan semata, melainkan harus diimbangi dengan penguatan nilai, karakter, dan kesadaran kolektif.

Menutup sambutannya, Gubernur Koster minta kepala sekolah mampu membangun sistem pendidikan yang berorientasi pada perlindungan dan pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh.

“Kepada para guru, khususnya guru BK, perkuat fungsi pendampingan, pembinaan, dan deteksi dini. Kepekaan Saudara adalah kunci dalam mencegah berbagai potensi permasalahan. Lalu kepada para orang tua dan komite sekolah, keterlibatan aktif saudara adalah fondasi utama dalam membangun ketahanan anak,” pungkasnya.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyambut baik kolaborasi lintas lembaga dalam menggelar talkshow yang berkaitan dengan upaya perlindungan anak. Ia menilai, ini adalah bentuk kolaborasi nyata melindungi generasi muda dari berbagai ancaman seperti intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme.

“Mari kita lanjutkan dan tingkatkan kolaborasi lintas sektor baik di pusat maupun daerah untuk memastikan deteksi dini. Respons cepat dan pendampingan yang tepat bagi anak-anak,” tutupnya.

Baca Juga  Pererat Kerja Sama, UGM Gelar Kunjungan Kuliah Lapangan ke FIB Unud

Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya dalam sambutannya menyampaikan sejumlah langkah yang telah dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan pada anak. Langkah preventif dilakukan melalui police goes to school dan edukasi literasi digital.

“Langkah preventif ditempuh dengan mengintensifkan patroli siber, komunikasi, koordinasi dan kolaborasi aktif di bidang pendidikan. Kita juga melakukan langkah represif seperti penegakan hukum dan deradikalisasi terhadap mereka yang terpapar radikalisme, intoleransi hingga jaringan terorisme,” urainya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca