Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar Adakan Pelatihan Program Goverment Transformation Academy

Tingkatkan Kompetensi Digital ASN

Loading

BALIILU Tayang

:

Pemkot Denpasar
Pemkot Denpasar saat mengadakan Pelatihan Program Goverment Transformation Academy, Senin (14/11). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Guna meningkatkan kompetensi digital Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kota Denpasar dan juga mendukung pelaksanaan agenda transformasi digital yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo khususnya di lingkungan intansi pemerintah, Pemerintah Kota Denpasar mengadakan Pelatihan Program Goverment Transformation Academy (GTA), Senin (14/11) bertempat di Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang.

Kegiatan ini di buka langsung Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana yang ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis. Tampak hadir dalam kesempatan ini Ketua Pokja GTA Kementrian Kominfo RI, Heri Abdul Azis, Kadis Kominfo dan Statistik Kota Denpasar, IB Alit Adhi Merta, Kepala Dinas BKSDM Kota Denpasar I Wayan Sudiana dan pimpinan OPD lainnya.

Tren perkembangan era industri 4.0 yang menghadirkan keterlibatan sebuah “sistem cerdas” begitu pesatnya. Perkembangan era ini membawa perubahan ke arah teknologi digital. Saya kira digitalisasi sudah masuk pada segala aspek kehidupan. 

Era teknologi saat ini menekankan unsur kecepatan, ketersediaan informasi dalam sebuah lingkungan di mana seluruh entitasnya terhubung dan saling berbagi informasi dengan mudah, demikian dikatakan Sekda Alit Wiradana saat membacakan sambutan Walikota Denpasar secara tertulis.

Lebih lanjut dikatakan Covid-19 telah menjadi momentum percepatan transformasi digital. Pandemi telah mengubah cara kerja, cara belajar, cara beraktivitas, cara berkreativitas sampai dengan cara bertransaksi finansial. 

“Dampak positif Covid-19 justru telah mendorong akselerasi transformasi digital, berpindah dari ruang fisik ke ruang digital.

Transformasi digital tidak terkecuali, merambah pula pada sektor pemerintahan. Terjadi peralihan yang cukup masif dari teknologi analog ke teknologi digital. Mekanisme dan proses pelayanan publik sudah diarahkan ke digitalisasi layanan.

Baca Juga  Pupuk Kebersamaan, TP PKK Denpasar Gelar “Gathering” Bernuansa Merah Putih

Untuk dapat memaksimalkan kerja digital ini, tentu perlu didukung aparatur yang “melèk digital”. Artinya untuk melaksanakan transformasi digital dibutuhkan talenta-talenta digital khususnya dikalangan ASN,” kata Alit Wiradana.

“Saya atas nama pemerintah Kota Denpasar menyambut baik atas fasilitasi yang diberikan sehingga ASN  Kota Denpasar mendapat kesempatan meningkatkan kompetensi dalam penguasaan teknologi informasi. Saya mengapresiasi langkah Kementerian Kominfo melalui program Government Transformation Academy (GTA) sebagai starting point peningkatan kompetensi digital. Program GTA ini juga menjadi momentum upaya peningkatan kompetensi ASN dalam mendukung akselerasi transformasi digital di instansi pemerintah khususnya di lingkungan pemerintah Kota Denpasar,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas BKSDM Kota Denpasar I Wayan Sudiana dalam laporannya mengatakan, syarat awal jumlah peserta minimal telah ditentukan yaitu 200 orang, dengan peminat pelatihan cukup banyak, tercatat 331 orang yang mengajukan permohonan keikutsertaan.

Untuk itu diadakan penelaahan dan validasi syarat peserta yang saat ini ditetapkan menjadi 258 orang peserta. Dari pegawai non ASN, staf ASN, tenaga pendidikan, pejabat struktural bahkan pimpinan OPD.

Dengan pelaksanan dibagi beberapa titik lokasi yaitu di BKSDM, Inspektorat, Diskominfo, Dispar, Disdukcapil dan di Kantor Camat Denpasar Utara, yang diselenggarakan serentak mulai tanggal 14 November sampai tanggal 18 November 2022 mendatang. (ays/eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Korban Jatuh ke Bendungan Ditemukan Meninggal Dunia

Published

on

By

Bendungan Banjar
PENCARIAN: Tim SAR saat mencari seorang pemuda terpeleset dan jatuh saat hendak buang air kecil di Bendungan Banjar, Kecamatan Mengwi, Badung, Jumat (17/4/2026) pagi. (Foto: Hms SAR)

Badung, baliilu.com – Seorang pemuda terpeleset dan jatuh saat hendak buang air kecil di Bendungan Banjar, Kecamatan Mengwi, Badung, Jumat (17/4/2026) pagi. Dugaan sementara menurut laporan, korban dalam pengaruh minuman keras.

Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi pada pukul 04.00 Wita dari Polsek Mengwi, Gede Artawan. Dalam keterangan saksi mata, diketahui estimasi kejadian kurang lebih pukul 02.00 Wita. Identitas korban atas nama Sugeng (laki-laki) asal Malang.

Merespons laporan kejadian, diberangkatkan 8 orang personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan segera mempersiapkan peralatan untuk turun mencari korban. Pada pukul 06.00 Wita, 1 orang personel dengan menggunakan kelengkapan selam mencari di seputaran pintu air bendungan, di ketinggian air 3-4 meter. Hasil penyelaman masih nihil.

Selanjutnya dilakukan penyisiran menuju hilir dan akhirnya menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. “Diperkirakan lokasi penemuan 10 sampai 15 meter dari lokasi terjatuh,” terang Gede Suastra, selaku koordinator lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Posisi ditemukannya pada kedalaman kira-kira sepaha orang dewasa dan masih menggunakan pakaian lengkap.

Lokasi penemuan berjarak ± 15 meter dari posisi korban terjatuh. Kemudian jenasahnya dibawa menuju RSUD Mangusadha Badung dengan menggunakan Ambulance PMI Kabupaten Badung.

Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan 8 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, 3 orang Polres Badung, 6 orang Polsek Mengwi, 2 orang Polair Polres Badung, 3 orang PMI Badung dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wawali Agus Arya Wibawa "Launching" Satu Data Denpasar
Lanjutkan Membaca

NEWS

Menteri LH Hanif Faisol Apresiasi 60% Warga Denpasar Sudah Memilah Sampah

Published

on

By

sampah denpasar
DAMPINGI MENTERI: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq berkunjung di TPST Kesiman Kertalangu, TPA Suwung, TPST Tahura 1 dan Tahura 2, serta lokasi TPS-3R Sesetan Jumat (17/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi kepada masyarakat Kota Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya yang dinilai telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan sampah. Hal tersebut disampaikan saat kunjungannya ke TPST Kesiman Kertalangu, Jumat (17/4).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri LH didampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster, serta Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Selain ke TPST Kesiman Kertalangu, rangkaian kunjungan Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq kali ini juga turut mendatangi lokasi TPA Suwung, TPST Tahura 1 dan Tahura 2, serta lokasi TPS-3R Sesetan.

Menteri LH Hanif Faisol mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang ada, lebih dari 60 persen masyarakat Bali telah mulai melakukan pemilahan sampah dari sumber. Menurutnya, capaian ini merupakan lompatan budaya yang luar biasa dan tidak mudah dilakukan.

“Ini adalah manifestasi kerja keras seluruh komponen masyarakat Bali, mulai dari gubernur, walikota, hingga perangkat desa adat. Membangun kebiasaan memilah sampah bukan hal yang mudah, namun Bali telah menunjukkan kemajuan yang signifikan,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa penanganan sampah di Provinsi Bali, khususnya di wilayah Denpasar dan Badung, kini menjadi fokus pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup bersama Pemerintah Provinsi Bali. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, di mana gubernur memiliki kewajiban melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pengelolaan sampah di daerah.

Lebih jauh, Menteri LH Hanif Faisol juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pelanggaran pengelolaan sampah. Dengan capaian pemilahan yang telah mencapai 60 hingga 70 persen, pemerintah daerah dinilai perlu menerapkan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) bagi masyarakat yang tidak memilah sampah atau membuang sampah sembarangan.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Pelaksanaan “Metatah” Massal di PHDI Denpasar

“Tidak adil jika masyarakat yang sudah disiplin tidak dilindungi. Siapa pun yang melanggar harus dikenakan sanksi tipiring, sebagai bentuk keadilan bagi masyarakat yang sudah berjuang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hanif juga menyoroti perkembangan operasional TPST Kesiman Kertalangu yang mulai beroperasi optimal sejak didirikan pada tahun 2021. Saat ini kapasitas pengolahan berada di kisaran 60–80 ton per hari, dan ditargetkan meningkat hingga 200 ton per hari pada Juni mendatang.

Selain itu, pengurangan beban sampah di TPA Suwung juga menunjukkan progres signifikan, dengan kapasitas penanganan yang mendekati 200 ton per hari. Ditambah dengan kontribusi TPA Tahura sekitar 100 ton per hari, total penanganan sampah melalui TPST di Bali diproyeksikan mencapai 500 ton per hari.

Menteri LH juga menegaskan bahwa praktik pembuangan terbuka (open dumping) di seluruh TPA di Bali wajib dihentikan paling lambat Agustus mendatang. Jika tidak, pemerintah pusat akan mengambil langkah hukum tegas terhadap pengelola TPA yang masih menerapkan sistem tersebut.

Khusus untuk TPA Suwung, direncanakan akan dikembangkan menjadi fasilitas pengolahan sampah berbasis energi (waste to energy). Oleh karena itu, kualitas sampah yang masuk harus terpilah dengan baik agar memenuhi kebutuhan teknologi tersebut.

“Ke depan, hanya sampah non-organik tertentu yang boleh masuk ke Suwung. Ini penting untuk mendukung operasional waste to energy dalam beberapa tahun ke depan,” jelasnya.

Hanif juga optimistis bahwa Bali mampu melakukan perubahan budaya pengelolaan sampah secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan dalam mengelola lingkungan.

“Negara maju tidak hanya ditandai dengan gedung tinggi, tetapi bagaimana mengelola sampah dengan baik. Kebersihan adalah cerminan budaya yang sesungguhnya,” imbuhnya.

Baca Juga  Produksi Lele Capai 339,1 Ton, Pemkot Denpasar Dorong Peningkatan Kelompok Budidaya

Sementara itu, penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber terus didorong, mengingat pemilahan sampah merupakan kewajiban setiap individu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008.

Pemerintah kabupaten/kota bertugas mengoordinasikan pengelolaan di wilayahnya, sementara gubernur berperan dalam pengawasan. Kementrian menentukan norma apa yang harus dilakukan oleh para bupati walikota, yakni meliputi tiga hal. Antara lain, menjadikan sampah sebagai sudut daya, meningkatkan lingkungan hidup dan menjaga kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, terhadap upaya pengelolaan sampah di Kota Denpasar, khususnya capaian lebih dari 60 persen masyarakat yang telah melakukan pemilahan sampah dari sumber.

Menurut Jaya Negara, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari desa adat, perangkat daerah, hingga komunitas lingkungan yang secara konsisten mengedukasi dan menggerakkan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Bapak Menteri. Ini menjadi motivasi bagi kami di Kota Denpasar untuk terus memperkuat gerakan pemilahan sampah dari sumber,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar terus menggencarkan berbagai program baik dari pengelolaan dari sumbernya, serta optimalisasi fasilitas pengolahan seperti TPST Kesiman Kertalangu, TPST Tahura, dan juga TPS-3R yang ada di desa dan kelurahan.

Pembagian komposter bagi masyarakat, kata Jaya Negara juga masih menjadi salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar untuk mendukung gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber. Pihaknya akan terus menggenjot pendistribusian bag komposter ini agar bisa segera diterima oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Jaya Negara juga menegaskan bahwa pihaknya juga siap menindaklanjuti arahan Menteri terkait penegakan aturan bagi pelanggaran pengelolaan sampah. Penegakan Peraturan Daerah, termasuk penerapan sanksi tipiring, akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan pendekatan edukatif.

Baca Juga  Wawali Agus Arya Wibawa "Launching" Satu Data Denpasar

“Tentu penegakan aturan akan kami lakukan, namun sebelumnya penegakan dilakukan kami harus memberikan pelayanan secara keseluruhan kepada masyarakat dulu, serta tetap diiringi dengan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat semakin sadar dan disiplin dalam memilah sampah,” tambahnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Kembali Dilantik Sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Denpasar Masa Bakti 2025-2030

Tekankan Sinergi untuk Perkuat Berbagai Bidang Pembinaan

Loading

Published

on

By

Arya Wibawa
PELANTIKAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa secara resmi dilantik kembali sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar untuk masa bakti 2025-2030 yang dilaksanakan di Gedung Graha Sewaka Dharma (GSD) Lumintang, Denpasar, pada Jumat (17/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa secara resmi dilantik kembali sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar untuk masa bakti 2025-2030.

Kegiatan pelantikan itu, juga sekaligus dilaksanakan guna melantik Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar, Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Denpasar dan Pengurus Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Denpasar Masa Bakti 2025-2030. Seluruh kegiatan pelantikan dilaksanakan di Gedung Graha Sewaka Dharma (GSD) Lumintang, Denpasar, pada Jumat (17/4).

Usai dilantik sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Denpasar masa bakti 2025-2030, Wawali Arya Wibawa dalam kesempatan yang sama juga melantik sejumlah Badan Kelengkapan dan Pendukung Kwartir Cabang Gerakan  Pramuka Kota Denpasar.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si. (Cok Ace) serta undangan terkait lainnya.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa pelantikan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat tata kelola organisasi Pramuka di tingkat cabang.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kwartir Cabang Pramuka Kota Denpasar yang telah menyelesaikan seluruh tahapan administrasi, termasuk perolehan rekomendasi dari Walikota Denpasar untuk susunan kepengurusan Mabicab, Kwarcab, hingga Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK),” katanya.

Cok Ace mengatakan kepada pengurus yang baru dilantik, amanah yang diemban merupakan wujud kepercayaan untuk memajukan pendidikan karakter kaum muda di Kota Denpasar. Tantangan ke depan semakin dinamis, terutama dalam menghadapi era digital.

Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung adanya Bidang Hubungan Masyarakat, Data, dan Digital dalam struktur kepengurusan ini untuk memastikan Pramuka tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Baca Juga  Lomba Kreasi Pangan Lokal Bali Jagadhita Culture Week IV 2023

“Saya berharap Kwarcab Pramuka Kota Denpasar terus bersinergi dengan Kwarda Pramuka Bali dalam mensukseskan program-program strategis ke depan. Mari kita jadikan semangat kolaborasi sebagai dasar untuk menciptakan inovasi-inovasi baru, baik dalam pembinaan anggota Pramuka muda maupun pengembangan anggota Pramuka dewasa,” tegas Cok Ace.

Sementara Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Denpasar masa bakti 2025-2030, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutannya menyampaikan terima kasih  dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk kembali mengemban amanah sebagai  Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Denpasar Masa Bakti 2025–2030.

“Kepercayaan ini tentu bukan sekedar kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus memajukan gerakan Pramuka di Kota Denpasar. Kita semua menyadari bahwa gerakan Pramuka bukan sekadar organisasi kegiatan  kepemudaan, tetapi merupakan wadah pendidikan karakter yang sangat strategis dalam menyiapkan generasi muda yang beriman, berkarakter kuat, cinta tanah air, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” paparnya.

Dalam perjalanan pembangunan Kota Denpasar, lanjut Arya Wibawa, Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh, kreatif, dan berbudaya. Oleh karena itu, pada masa bakti ini para pengurus akan terus memperkuat beberapa fokus pembinaan. pertama, penguatan  karakter generasi muda, kedua, pelestarian seni dan budaya Bali, dan ketiga, kepedulian terhadap lingkungan, khususnya  persoalan sampah.

Kita semua mengetahui bahwa isu lingkungan saat ini menjadi tantangan serius. Oleh karena itu, Pramuka harus bisa menjadi pelopor gerakan edukasi dan aksi peduli lingkungan. Kegiatan seperti bakti resik serentak di wilayah pesisir dan lingkungan masyarakat harus terus dihidupkan sebagai bentuk nyata pengabdian pramuka kepada alam.

“Saya percaya bahwa pramuka adalah gerakan pendidikan yang mengajarkan anak-anak untuk mencintai alam sekaligus menjaga kelestariannya,” ungkap Arya Wibawa.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Pelaksanaan “Metatah” Massal di PHDI Denpasar

Lebih jauh, Arya Wibawa juga mendorong setiap gugus depan untuk aktif melakukan kegiatan peduli lingkungan, mulai dari edukasi disertai aksi pengelolaan sampah sederhana, gerakan mengurangi plastik, hingga aksi bersih lingkungan secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Arya Wibawa juga menyampaikan, penguatan nasionalisme dan semangat kebangsaan. kelima, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keberhasilan pembinaan Pramuka tentu tidak lepas dari peran para pembina. Saya percaya bahwa pembina yang kuat akan melahirkan pramuka yang hebat, dan pramuka yang hebat akan melahirkan generasi masa depan yang unggul.

Arya Wibawa juga mengajak seluruh Majelis Pembina Cabang, Para Pengurus Kwartir, Para Pembina, serta seluruh anggota Pramuka untuk bersama-sama menguatkan gerakan pramuka di Kota Denpasar sebagai gerakan pendidikan yang relevan dengan zaman, peduli lingkungan, berakar pada budaya, serta mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.

“Mari kita  jadikan Pramuka sebagai gerakan pengabdian yang nyata, bukan hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi melalui aksi-aksi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Semoga amanah ini dapat kita jalankan dengan penuh dedikasi, semangat kebersamaan, dan tanggung jawab,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca