Monday, 15 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Kesulitan Pemasaran ke Hotel dan Restoran, Ny. Putri Koster Apresiasi Pasar Tani di Tengah Pandemi Covid

BALIILU Tayang

:

de
HADIRI PASAR TANI, Ny. Putri Suastini Koster saat menghadiri pasar tani "Bali Menuju Organik" ke-4 dan penyerahan bibit kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten/Kota se-Bali, yang berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Jumat (3/7-2020).

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan Pasar Tani yang diselenggarakan setiap Jumat oleh Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Bali menjadi hal yang sangat positif dan patut diapresiasi, sehingga perlu melibatkan lebih banyak petani yang turut serta dalam Pasar Tani agar semakin bervariasi pilihan dagangan yang disiapkan. Selain itu dengan teknologi, petani juga dapat mempromosikan hasil panennya kepada masyarakat luas. Hal ini merupakan salah satu imbas dari pandemi Covid-19 yang mewabah saat ini, yang mengakibatkan adanya beberapa wilayah yang memberlakukan peraturan jam buka bagi pasar tradisional.

“Sebaiknya pasar tradisional tidak dibatasi jam bukanya, karena secara tidak langsung akan mengakibatkan bertumpuknya kerumunan akibat pembeli yang datang ke pasar saat jam yang sudah ditentukan. Namun jika pasar tradisional tidak ditentukan jam bukanya, maka pembeli pun akan datang pada jam yang tidak terbatas, sehingga dapat menghindari kerumunan,” ujar Ny. Putri Suastini Koster saat menghadiri pasar tani “Bali Menuju Organik” ke-4 dan penyerahan bibit kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten/Kota se-Bali, yang berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Jumat (3/7-2020).

Selain itu, Ny. Putri Koster juga mengingatkan pula untuk belajar menabung beberapa persen dari penghasilan yang kita dapatkan, sehingga terjadi wabah seperti saat ini kita semua akan siap dalam menghadapinya. Ia juga mengajak agar semua pihak mengikuti anjuran dan imbauan pemerintah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada, karena pada hakikatnya imbauan yang dikeluarkan semata-mata untuk kepentingan bersama dan untuk keselamatan semua pihak.

Pada situasi sekarang ini, menurut Ny. Putri Koster, kita tidak boleh berkerumun sesuai prosedur tetapnya, maka sangat penting untuk kita semua menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker.

Baca Juga  Kelurahan Sanur Gencar Data Penduduk Non-Permanen dan Edukasi Prokes Berniaga bagi Pelaku Usaha

Di pasar, pembeli dan petani langsung bertemu untuk membeli hasil-hasil pertanian. Diupayakan harganya murah, karena urusan perut jadi kebutuhan primer yang saat ini sangat diperlukan.

Meski di tengah keramaian pasar, hendaknya tetap mengutamakan protokol kesehatan, jaga kesehatan dan jaga jarak fisik, agar kerumunan tidak menjadi peluang kita tertular virus Corona.

Ny. Putri Suastini Koster mengatakan pemerintah harus ada ketika masyarakat membutuhkan, tetapi pemerintah juga harus mengedukasi mengajak masyarakat secara umum mandiri, kreatif di masa saat ini, selalu ada jalan untuk kita saat ini. “Bukan berarti harus diam di rumah tanpa harus memikirkan cara mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, petani dan kita semua harus berdiam diri di rumah, tetapi kita harus memiliki inovasi dalam meneruskan hidup dan menghasilkan uang di masa pandemi ini, dan harus tetap mengutamakan protokol kesehatan,” tegasnya.

de
SERAHKAN BIBIT, Ny. Putri Koster serahkan bibit tanaman kepada Ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Bali.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Bali untuk terus memberikan peluang bagi para petani untuk dapat bertemu langsung dengan konsumen, sehingga harga jual mereka akan seimbang dengan jerih payah mereka semasa menanam dan merawat hasil kebun mereka. Pasar tani ini akan dilakukan secara rutin setiap hari Jumat, dan warga sekitar yang ingin langsung berbelanja dari tangan pertama (petani) dipersilahkan langsung untuk datang dan berbelanja di pasar tani yang di selenggarakan di areal kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memfasilitasi bagi petani untuk bertemu dengan konsumen secara langsung, karena selama ini petani mengalami kesulitan dalam pemasaran. “Saat ini salah satu kendala petani mengalami kesulitan dalam pemasaran karena hotel dan restoran sebagian besar tutup akibat pandemi, sehingga kegiatan pasar tani ini disambut baik oleh para petani binaan dinas,” tegas Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Wisnuardhana.

Baca Juga  Ikuti Imbauan Pemerintah Terkait Covid-19, Toya Devasya Natural Hot Spring Ditutup Sementara

Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bibit cabai, bibit terong dan bibit tomat kepada Ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Bali dalam rangka mendukung program HATINYA PKK dan juga P2L (Pekarangan Pangan Lestari).

Nampak juga dilakukan penggak PKK secara mendadak yang diprakarsai oleh Ny. Putri Suastini Koster dengan membeli bahan kebutuhan pokok di pasar tani, yang kemudian disiapkan dan dibagi kepada beberapa staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. (*/gs)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Panen Raya di Bulan Mei Picu Bali Alami Deflasi

Published

on

By

bali deflasi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali, perkembangan harga Provinsi Bali pada Mei 2024 secara bulanan mengalami deflasi sebesar -0,10% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,32% (mtm) dan lebih dalam dibandingkan deflasi nasional sebesar -0,03% (mtm).

Namun secara tahunan, inflasi Provinsi Bali sebesar 3,54% (yoy), masih lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,84% (yoy). Secara spasial, Singaraja mengalami deflasi paling dalam yaitu sebesar -0,33% (mtm) atau 2,92% (yoy), diikuti Tabanan mengalami deflasi sebesar -0,28% (mtm) atau 3,56% (yoy), Badung mengalami deflasi sebesar -0,09% (mtm), atau 4,01% (yoy), dan Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,05% (mtm), atau 3,52% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui keterangan pers mengatakan berdasarkan komoditasnya, deflasi terutama bersumber dari penurunan harga beras, tomat, daging ayam ras, sawi hijau, dan cabai rawit. Penurunan harga beras dan cabai rawit didorong oleh melimpahnya pasokan sehubungan dengan masuknya musim panen raya di Provinsi Bali.

‘’Penurunan harga tomat dan sawi hijau sejalan dengan meningkatnya pasokan dari Jawa dan membaiknya cuaca. Selanjutnya, penurunan daging ayam ras didorong oleh meningkatnya pasokan dari Jawa dan menurunnya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak,’’ ujar Erwin.

Sementara itu, lanjut Erwin, laju deflasi yang lebih dalam tertahan oleh peningkatan harga bawang merah dan tarif parkir. Pada Juni 2024, terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain kenaikan harga minyak kelapa sawit global yang berpotensi merambat ke harga minyak goreng dan bahan bakar di dalam negeri, ketidakpastian cuaca memengaruhi kesuburan tanaman, termasuk tanaman gumitir yang menjadi salah satu komponen canang sari, serta adanya konflik global yang berpotensi berpengaruh pada harga komoditas global yang dapat merambat ke harga-harga dalam negeri.

Baca Juga  Di Kelurahan Sumerta, 18 KK yang Laksanakan Karantina Mandiri Dapat Sembako

‘’Namun, terdapat beberapa faktor yang berpotensi menahan kenaikan inflasi lebih tinggi, diantaranya peningkatan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat dan penurunan harga jagung global sebagai bahan baku ternak, khususnya daging ayam ras dan telur ayam ras,’’ ujarnya.

TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali secara konsisten melakukan pengendalian inflasi dalam kerangka kebijakan 4K antara lain: (i) Pelaksanaan kegiatan operasi pasar murah dan pemantauan harga terus diintensifkan, terutama untuk komoditas bahan pangan strategis; (ii) Imbauan Penjabat Gubernur Bali kepada jajaran di kabupaten/kota untuk memanfaatkan lahan pemerintah provinsi untuk ditanami tanaman bahan pokok sebagai salah satu langkah pengendalian inflasi; (iii) Mendorong kerja sama antardaerah dan pemberian benih unggul di beberapa kabupaten, seperti Badung dan Tabanan; serta (iv) Pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

‘’Melalui langkah-langkah tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2024 tetap akan terjaga dan terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1%,’’ pungkasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Hasil Survei Triwulan I 2024, Harga Properti Residensial di Bali Meningkat

Published

on

By

survei harga properti di bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Provinsi Bali mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer (saat pertama kali rumah diperjual-belikan) mengalami peningkatan. SHPR merupakan survei triwulanan terhadap sampel pengembang proyek perumahan (developer) di Provinsi Bali.

Peningkatan harga properti residensial tercermin dari perkembangan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan I 2024 tumbuh sebesar 1,48% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,43% (yoy). Peningkatan IHPR pada periode laporan terutama didorong oleh kenaikan harga di 3 (tiga) tipe properti yaitu kecil (luas bangunan ≤36 m2 ), menengah (luas bangunan antara 36 m2 sampai dengan 70 m2) dan besar (luas bangunan > 70 m2) yang masing-masing meningkat sebesar 1,77% (yoy); 2,13% (yoy); dan 1,07% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang masing-masing meningkat sebesar 0,90% (yoy), 0,19% (yoy) dan 0,33% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menyampaikan bahwa peningkatan harga properti residensial pada triwulan I 2024 diperkirakan dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bangunan. Selain itu, kenaikan harga properti residensial juga dipengaruhi oleh peningkatan penjualan rumah di pasar primer selama triwulan I 2024 yang masih tumbuh sebesar 14% (yoy) terutama ditopang oleh penjualan tipe rumah kecil dan besar, meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 21% (yoy).

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa meskipun penjualan properti residensial terus tumbuh, namun terdapat sejumlah faktor-faktor utama yang menghambat pengembangan maupun penjualan properti residensial primer di Bali antara lain: (i) Kenaikan harga bangunan (23,62%); (ii) Masalah perizinan (14,91%); (iii) Suku bunga KPR (13,48%); dan (iv) Proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR (10,89%).

Baca Juga  Gubernur Bali Launching QRIS untuk Dana Punia dan UMKM

Delain itu, SHPR juga menunjukan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial di Bali bersumber dari dana perbankan sebesar 45,00%; dana internal pengembang sebesar 43,75%; dan sisanya dari dana konsumen. Sementara itu, dari sisi konsumen, skema pembiayaan dalam pembelian rumah primer mayoritas menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan pangsa sebesar 76,92% dari total penjualan. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei April 2024, Penjualan Eceran Bali Diprakirakan Terus Tumbuh

Published

on

By

penjualan eceran bali
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada April 2024 diprakirakan melanjutkan peningkatan dari bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada April 2024 yang diprakirakan sebesar 110,7 atau meningkat 9,6% (yoy) dibandingkan bulan April 2023.  Hal ini mencerminkan kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali masih tetap terjaga atau berada di level optimis (>100).

Peningkatan IPR ini didorong oleh kegiatan konsumsi masyarakat pada periode Bulan Ramadhan hingga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri. IPR Bali terus dalam tren peningkatan selama 14 (empat belas) bulan terakhir. Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arahan pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan meningkatnya penjualan eceran tersebut didorong oleh pertumbuhan Sub Kelompok Sandang yang meningkat sebesar 4,7% (mtm), Kelompok Barang Lainnya sebesar 3,4% (mtm) dan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 3,1% (mtm). Hal ini sejalan dengan peningkatan kegiatan masyarakat pada saat periode HKBN Idul Fitri dan kuatnya daya beli karena adanya tambahan tunjangan hari raya (THR) bagi para pekerja dan banyaknya program potongan harga menjelang Lebaran.

Sementara itu, terdapat kelompok barang yang terkontraksi menahan penguatan penjualan eceran yakni pada Kelompok Barang Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar -3,5% (mtm) dan kelompok barang Suku Cadang dan Aksesori sebesar -1,4% (mtm). Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Juni 2024 diprakirakan menurun, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan mendatang tercatat sebesar 198,0 lebih rendah dari IEH bulan sebelumnya sebesar 200,0.

Baca Juga  Di Kelurahan Sumerta, 18 KK yang Laksanakan Karantina Mandiri Dapat Sembako

Dalam menjaga kinerja penjualan eceran dan tingkat konsumsi masyarakat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali senantiasa berkoordinasi erat dalam menjaga stabilitas harga komoditas agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi Bali tetap tumbuh kuat. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca