Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Laksanakan Riset Manajemen Agroindustri, Luswiantini Sukses Raih Gelar Sarjana Teknologi Pertanian

BALIILU Tayang

:

ftp unud
RAIH GELAR SARJANA TP: Ni Nyoman Dian Luswiantini berhasil meraih gelar Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP.) di Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ni Nyoman Dian Luswiantini yang kerap disapa Dian, baru saja (Juli lalu) berhasil meraih gelar Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP.) di Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Penelitian Dian dilakukan di bawah bimbingan I Wayan Gede Sedana Yoga, S.TP., M.Agb. dan Dr. I Gusti Ayu Lani Triani, S.TP., M.Si. dengan judul “Peramalan Permintaan dan Pengendalian Persediaan Produk Daging Babi Beku di PT. Rajaboga Jaya Nusantara”.

Luswiantini menjabarkan, penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang berkonsentrasi pada manajemen agroindustri yaitu melakukan peramalan permintaan dan pengendalian persediaan, dengan tempat penelitian dilakukan di PT. Rajaboga Jaya Nusantara yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produsen dan distributor daging babi beku. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan perusahaan saran metode yang dapat digunakan dalam meningkatkan manajemen perusahaan yang dimulai dari penglasifikasian produk yang ditawarkan perusahaan yang dikelompokkan berdasarkan tingkat pemakaian tertinggi dan biaya terbesar yang dikeluarkan perusahaan, penglasifikasian dibagi menjadi tiga kelas yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C. Produk terklasifikasi A merupakan produk yang menjadi prioritas dalam kontrol manajemen yang harus dilakukan perusahaan, baik itu dilanjutkan dalam melakukan peramalan permintaan dan pengendalian persediaan terhadap produk.

Dian melaporkan bahwa terdapat 5 jenis produk terklasifikasi A yaitu pork belly skin on, pork belly skin off, pork leg boneless, pork neck, dan pork shoulder dengan penyerapan biaya sebesar 71,43%.  Kemudian dalam penelitian Dian melakukan peramalan permintaan dengan 2 metode time series yaitu exponential smoothing dan linear trend line model. Ia juga melaporkan bahwa metode peralaman terbaik untuk jenis produk pork belly skin on, pork belly skin off, dan pork shoulder adalah dengan metode exponential smoothing. Sedangkan jenis produk pork leg boneless dan pork neck dengan metode peramalan terbaik yaitu dengan linear trend line model. Sumber:https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3382-Laksanakan-Riset-Terkait-Peramalan-Permintaan-dan-Pengendalian-Persediaan-Dian-Luswiantini-Berhasil-Raih-Gelar-Sarjana-Teknologi-Pertanian.html (gs/bi)

Baca Juga  FTP Unud Bangkitkan Kembali Potensi “Emas Hitam” di Desa Tampak Siring

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan

NEWS

ITB STIKOM Bali Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 1A, Dapatkan Potongan Biaya DPP dan Beasiswa Kuliah 

Published

on

By

ITB STIKOM Bali
Iklan penerimaan mahasiswa baru ITB STIKOM Bali Tahun Ajaran 2026/2027. (Foto: Hms ITB STIKOM Bali)

Denpasar, baliilu.com –  Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, ITB STIKOM Bali membuka penerimaan mahasiswa baru Gelombang 1A. Pada periode 28 Desember 2025 sampai dengan 31 Januari 2026 ini, mahasiswa mendapatkan potongan biaya DPP dan beasiswa kuliah.  Untuk registrasi bisa klik laman siap.stikom-bali.ac.id (*/gs)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  FTP Unud Inovasikan Tanaman sebagai Pewarna Alami di Desa Tunjuk
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi dan Teknologi Pertanian Modern pada Panen Raya di Karawang

Published

on

By

presiden prabowo ke Kertamukti
PENINJAUAN: Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)

Karawang, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026. Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan langsung pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom, seperti traktor dan rice transplanter, demonstrasi penggunaan drone pertanian, serta pemanfaatan pompa otomatis untuk mendukung efisiensi sistem irigasi.

Selain itu, Kepala Negara juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Bahkan, Presiden Prabowo turut mencicipi sejumlah produk hasil pertanian dan perkebunan yang ditampilkan pada pameran tersebut.

Salah satu inovasi hilirisasi yang dipamerkan adalah pengembangan produk gambir. Muhammad Makky dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman endemik Indonesia dengan potensi strategis yang besar.

“Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak dapat ditumbuhkan di negara lainnya. Jadi itu merupakan suatu tanaman endemik dan keunggulan karena tidak ada pesaing dari negara lain,” ujarnya dalam keterangan terpisah.

Ia menjelaskan bahwa gambir diolah dari daun yang direbus dan diperas hingga menghasilkan getah berbentuk pasta yang kemudian mengeras menjadi bongkahan. Di dalam bongkahan tersebut terdapat dua komponen aktif utama, yakni tanin dan katekin, yang sangat dibutuhkan dunia.

Muhammad Makky juga menekankan bahwa selama ini Indonesia masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan, sehingga nilai tambahnya lebih banyak dinikmati oleh negara lain. Oleh karena itu, ia berharap adanya dukungan pemerintah untuk pengembangan industri hilirisasi gambir di dalam negeri.

“Harapannya tentu Bapak Presiden dan melalui Pembantu Presiden, Menteri, dan struktur lainnya memberikan kesempatan dibukanya industri hilirisasi gambir, khususnya di sentra produksi yaitu di Sumatra Barat dan juga Sumatra Utara,” ucapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Dewi Ardiani, Penerima Beasiswa KIP-Kuliah Sukses Raih Gelar Sarjana Teknologi Pangan

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Temuan Kasus Super Flu di Indonesia, Perkuat Anggaran dan Protokol Kesehatan

Published

on

By

super flu
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah merespons temuan kasus “super flu” di Indonesia secara terukur dan berbasis sistem. Hal ini, tegasnya, tentu tanpa memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Super flu yang ramai diberitakan merujuk pada influenza A (H3N2) subclade K, sebagai sebuah varian baru influenza yang lebih mudah menular dan saat ini telah menyebar di berbagai negara. Peningkatan kasus dipengaruhi oleh ketidaksesuaian vaksin flu musim ini dengan strain dominan, serta rendahnya kekebalan populasi terhadap subclade tersebut. Super flu ini disebut memiliki penularan yang berlangsung lebih cepat, terutama pada anak-anak, remaja, dan lansia.

Menurut Edy, istilah super flu telah terpantau dalam sistem surveilans kesehatan nasional. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, namun pemerintah juga tidak boleh lengah dalam mengantisipasi dampaknya.

“Yang penting sekarang adalah memastikan kesiapsiagaan sistem kesehatan berjalan baik. Jangan hanya menyampaikan bahwa situasi aman, tetapi juga memastikan layanan kesehatan primer benar-benar siap di lapangan,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu melalui rilis yang diterima media, di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Edy menekankan bahwa isu super flu tidak bisa dilihat semata sebagai persoalan medis, melainkan juga berkaitan erat dengan kesiapan anggaran kesehatan. Dia menilai anggaran harus lebih diarahkan pada pencegahan, deteksi dini, dan penguatan surveilans penyakit, bukan hanya respons ketika kasus sudah meningkat.

“Penguatan puskesmas, laboratorium, dan sistem pelaporan penyakit menular harus menjadi prioritas belanja kesehatan. Ini penting untuk melindungi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta,” ujarnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Selain itu, Legiselator Dapil Jawa Tengah III itu meminta Kementerian Kesehatan segera mengeluarkan dan memperbarui protokol kesehatan yang jelas dan mudah dipahami publik dalam menghadapi peningkatan kasus influenza. Protokol tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki panduan yang seragam.

Baca Juga  Guru Besar FTP Unud Jadi Pembicara di ITEKES Bali

“Protokol kesehatan harus disampaikan secara terbuka dan konsisten. Termasuk soal penggunaan masker pada kondisi tertentu, kebersihan tangan, serta panduan bagi sekolah dan fasilitas umum,” katanya.

Di sisi lain, Edy mengingatkan agar komunikasi pemerintah tidak bersifat sensasional. Pengalaman pandemi Covid-19, menurut Edy, menunjukkan bahwa informasi yang tidak utuh justru dapat memicu kepanikan dan disinformasi.

“Kita perlu narasi yang berbasis data dan sains. Edukasi publik jauh lebih penting daripada istilah-istilah yang menimbulkan kekhawatiran,” tutur Legislator Dapil Jawa Tengah III ini.

Di sisi lain, Edy mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan disiplin menjaga kesehatan. Ia meminta publik mengikuti anjuran resmi pemerintah, tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan di media sosial, serta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca