Monday, 4 July 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Mei 2022, Kinerja Penjualan Eceran Diperkirakan Meningkat

BALIILU Tayang

:

trisno nugroho
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan ritel Bali pada Mei 2022 diperkirakan meningkat secara bulanan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang tercatat sebesar 92,95, atau secara bulanan tumbuh 1,47% (mtm). Pertumbuhan bulan Mei 2022 tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,32% (mtm). Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata di Bali. Selama bulan Mei 2022, rata-rata harian jumlah wisatawan domestik dan asing meningkat masing-masing sebesar 49% (mtm) dan 85% (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Trisno Nugroho kepada media, Jumat, 10 Juni 2022 menyampaikan kenaikan jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Bali terutama disebabkan libur panjang hari besar keagamaan nasional (HBKN) Idul Fitri dan kebijakan pelonggaran mobilitas masyarakat. Sementara itu, kenaikan jumlah kunjungan wisatawan asing disebabkan pembukaan direct flights dari luar negeri dan kebijakan pelonggaran PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri).

Trisno menambahkan perkiraan kenaikan kinerja penjualan ritel di Bali bulan Mei 2022 sebesar 1,47% (mtm) lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang mencapai 0,19% (mtm). Kenaikan tersebut bersumber dari penjualan kelompok barang makanan, minuman, dan tembakau serta peralatan informasi dan komunikasi yang masing-masing sebesar 4,0% (mtm) dan 3,8% (mtm), sedangkan kelompok suku cadang dan aksesoris mengalami kontraksi sebesar 4,3% (mtm). (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Baca Juga  BI Luncurkan SNAP dan Uji Coba Interkoneksi QRIS dengan Thai QR Payment
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

BI Bali: Inflasi Bali Juni 2022 Didorong Peningkatan Harga Pangan

Published

on

By

trisno
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali, inflasi Bali pada bulan Juni 2022 mencapai 0,92% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,71% (mtm) dan lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,61% (mtm).

Peningkatan inflasi di bulan Juni terutama bersumber dari kenaikan harga kelompok volatile food disusul core inflation. Sementara itu kelompok administered price mengalami deflasi. Secara tahunan, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 5,75% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 4,39% (yoy) dan inflasi nasional sebesar 4,35% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho melalui siara pers menyampaikan, bahwa kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 3,88% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei yang sebesar 0,71% (mtm). Kenaikan harga kelompok volatile food didorong oleh naiknya harga cabai rawit, cabai merah, bawang merah, tomat, telur ayam ras dan daging ayam ras.

‘’Naiknya harga komoditas cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan tomat disebabkan oleh penurunan pasokan dari produksi daerah sentra yang disebabkan cuaca kurang kondusif. Sedangkan, kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam ras disebabkan oleh kenaikan kebutuhan bahan pangan selama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan,’’ ungkap Trisno. Di sisi lain, laju inflasi volatile food tertahan oleh menurunnya harga minyak goreng yang dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, produksi CPO dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan melakukan pelarangan ekspor CPO pada Mei 2022.

Lebih lanjut Trisno membeberkan, kelompok barang inflasi inti (core) tercatat sebesar 0,45% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,80% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi core adalah canang sari, mie, upah asisten rumah tangga, bakso siap santap, dan kopi bubuk. ‘’Peningkatan harga canang sari dipengaruhi oleh kenaikan permintaan untuk perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan,’’ ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Bank Indonesia dan BMPD Gotong-royong Tangani Covid-19 di Bali

Sementara itu, kenaikan harga mie diakibatkan adanya kenaikan harga gandum sebagai bahan baku pembuatan mie, sedangkan kenaikan harga bakso diakibatkan meningkatnya harga daging ayam ras.

Di sisi lain, kata Trisno, barang administered price mencatat deflasi sebesar -0,09% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,39% (mtm). Deflasi terjadi terutama disebabkan oleh penurunan tarif angkutan antar-kota, angkutan udara, dan tarif kendaraan roda dua online.

‘’Fenomena ini didorong oleh kembali normalnya permintaan pada Juni 2022 setelah terjadi kenaikan pada bulan sebelumnya sehubungan dengan liburan Hari Raya Idul Fitri 2022,’’ ungkapnya.

Selanjutnya pada Juni 2022, tekanan inflasi diperkirakan bersumber dari kelompok administered price dan volatile food. Beberapa faktor yang dapat menimbulkan tekanan harga antara lain: i)kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) per 1 Juli 2022, ii) risiko penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK)yang berpotensi mengganggu pasokan daging ternak di tengah kenaikan permintaan sapi untuk Qurban, iii) kenaikan permintaan seiring dengan musim liburan sekolah bagi wisatawan domestik dan liburan musim panas bagi wisatawan mancanegara, serta iv) risiko turunnya produksi hortikultura saat curah hujan tinggi di Provinsi Bali akibat dampak angin monsun dari Australia.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah pada tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota senantiasa melakukan koordinasi dan komunikasi dalam forum High Level Meeting untuk melakukan pemantauan harga dan stok barang, melaksanakan kegiatan operasi pasar, serta peningkatan Kerja sama Antar-Daerah (KAD) untuk menjamin ketersediaan barang di Provinsi Bali. Untuk surveillance risiko PMK, dilakukan pengawasarn hewan ternak 24 jam di setiap pintu masuk baik bandara maupun pelabuhan, serta rencana vaksinasi kepada hewan ternak. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

BI Bali Inisiasi Digitalisasi Transaksi Ekonomi Berbasis Banjar

Published

on

By

banjar digital
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Komunitas Banjar Kreatif Desa dan BPD Bali meresmikan program "Banjar Digital" pertama di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, Kabupaten Buleleng. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka mendorong terciptanya ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien, serta untuk mendukung pemulihan ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Komunitas Banjar Kreatif Desa dan BPD Bali meresmikan program “Banjar Digital” pertama di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, Kabupaten Buleleng pada Jumat, 24 Juni 2022.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Komisi XI DPR RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Asisten II Pemerintah Kabupaten Buleleng, Kepala Cabang BPD Bali Cabang Singaraja, dan berbagai lapisan masyarakat Banjar Kelod Kauh.

Banjar Digital yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini merupakan suatu program mendigitalisasikan ekosistem di lingkungan banjar/desa se-Bali yang meliputi peningkatan kapasitas masyarakat dalam adopsi digital, termasuk pembekalan kepada UMKM lokal secara end-to-end terkait packaging produk, digital marketing dalam rangka perluasan pasar dan penggunaan alat pembayaran digital melalui QRIS. Banjar Digital juga mengembangkan penyediaan infrastruktur pembayaran digital kepada pedagang pasar dan UMKM, tempat ibadah, bank sampah, lembaga keuangan mikro serta mengoptimalisasikan peran BUMDes sebagai agen pemerintah dalam menerima pembayaran pajak dan retribusi secara digital.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa banjar secara khusus dipilih karena merupakan salah satu bentuk keunikan Bali yang berbeda dari wilayah lain. Selain itu, banjar merupakan unit terkecil dan yang paling dekat dengan masyarakat di Bali dengan wewenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. Sehingga, banjar diyakini dapat menjadi motor penggerak digitalisasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya menyampaikan apresiasi atas dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dalam penerapan digitalisasi yang diharapkan akan semakin mendorong roda ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat banjar/desa. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan peninjauan dan experience bertransaksi langsung dengan QRIS pada beberapa produk hasil Banjar.

Baca Juga  Digitalisasi Kawasan Mangrove Dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Hijau

Program Banjar Digital pertama di Banjar Kelod Kauh, Desa Panji, Kabupaten Buleleng ini diharapkan dapat diimplementasikan di seluruh banjar di Bali yang tercatat lebih dari 5.000 Banjar.

Pada akhirnya, melalui akselerasi transformasi digital berbasis banjar akan mampu meningkatkan transaksi ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mampu mengakselerasi pemulihan dan ketahanan ekonomi di Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Wagub Cok Ace Dorong Penguatan UMKM dalam Transformasi Ekonomi Bali

Bincang-bincang UKM Bersama Margie Gunawan di Warung Pulau Kelapa, Jalan Sanggingan Ubud, Kabupaten Gianyar

Published

on

By

wagub cok ace
Wagub Cok Ace dalam acara bincang-bincang UKM bersama Margie Gunawan di Warung Pulau Kelapa, Jalan Sanggingan Ubud, Kabupaten Gianyar. (Foto: Ist)

Gianyar, baliilu.com – Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah membuktikan ketangguhannya menjadi penopang perekonomian Bali yang mengalami guncangan hebat di tengah situasi pandemi Covid-19. Bercermin dari pengalaman itu, Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mendorong penguatan UMKM dalam transformasi ekonomi Bali. Wagub Cok Ace mengungkapkan hal tersebut dalam acara bincang-bincang UKM bersama Margie Gunawan di Warung Pulau Kelapa, Jalan Sanggingan Ubud, Kabupaten Gianyar pada Sukra Umanis Wuku Langkir (Jumat, 24 Juni 2022).

Lebih jauh ia menerangkan, transformasi ekonomi Bali pertama kali terjadi pada kisaran tahun 1922 hingga 1924 yang dipicu kedatangan wisatawan mancanegara. Karena menjanjikan kesejahteraan, sejak saat itu ekonomi Bali secara perlahan mulai bertransformasi dari agraris ke pariwisata. Dalam perjalanannya, pariwisata berkembang pesat, namun menimbulkan sejumlah persoalan karena masih dikelola secara sporadis.

Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata dengan manfaat dan persoalan yang ditimbulkan, pandemi Covid-19 yang tiba-tiba melanda dunia memberi ruang dan waktu bagi seluruh komponen masyarakat Bali merenungkan dan mengevaluasi kembali struktur perekonomian Bali. Guru Besar ISI Denpasar ini menyebut, sektor UMKM membuktikan ketangguhannya sebagai penopang ekonomi Bali di tengah situasi pandemi. Mereka yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata menjadikan UMKM sebagai alternatif untuk menyelamatkan perekonomian keluarga. Sekalipun tak seluruhnya berkembang, Wagub Cok Ace menyebut banyak di antara pelaku UMKM baru itu yang bisa bertahan.

Bicara lebih spesifik tentang faktor yang mempengaruhi suksesnya pengelolaan UMKM, Wagub Cok Ace menyampaikan tiga modal utama yang harus diperhitungkan yaitu background, modal dan pasar. Background yang dimaksudnya adalah latar belakang yang dimiliki oleh pelaku usaha seperti pendidikan dan hobi. “Ada yang memulai usaha hanya karena hobi atau latar belakang pendidikan saja. Akan lebih berpotensi berkembang bila yang bersangkutan memiliki keduanya,” ucapnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Bank Indonesia dan BMPD Gotong-royong Tangani Covid-19 di Bali

Menurutnya background seseorang akan sangat mempengaruhi warna dan metode usaha yang diterapkan pelaku UMKM. Dua hal lain yang menjadi penentu adalah perhitungan modal dan pasar yang tepat. Ia berpendapat, peluang pasar di Bali masih cukup terbuka bagi pelaku UMKM yang kreatif. Apalagi, perkembangan dunia digital memberi banyak kemudahan untuk lebih mendekatkan pelaku UMKM dengan konsumen.

Sementara dari segi permodalan, pemerintah meluncurkan sejumlah program untuk membantu UMKM. Pada bagian lain, Wagub Cok Ace menyambut baik penyelenggaraan bincang-bincang UMKM dan berharap kegiatan ini membawa dampak positif bagi kemajuan UMKM di Pulau Dewata.

Menambahkan penjelasan Wagub Cok Ace, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali I Wayan Ekadina menegaskan komitmen Pemprov dalam membantu UMKM. Ia dan jajarannya terbuka menerima pelaku UMKM yang hendak berkonsultasi terkait kendala yang dihadapi dalam mengelola usaha mereka.

Sementara itu, Restaurant Consultant sekaligus Advisor Warung Pulau Kelapa Margie Gunawan yang dihadirkan sebagai pembicara berbagi tips kepada pelaku UMKM.  Menurutnya, seseorang yang hendak terjun dalam dunia UMKM harus mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki serta kejelasan pangsa pasar.

Pada acara bincang-bincang, sejumlah pelaku UMKM menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi kepada Wagub Cok Ace. Persoalan tersebut antara lain kendala permodalan, sulitnya menembus pasar hotel hingga harga tawar yang tak sesuai. Di akhir acara, Wagub Cok Ace menerima bingkisan lukisan siluet wajah dirinya dari Yoga Pradipta. (gs/bi)

Advertisements
iklan galungan pemkot

iklan galungan pemprov
Advertisements
iklan galungan dprd bali
Advertisements
iklan galungan dprd badung
Advertisements
de
Advertisements
iklan stikom terbaru
Lanjutkan Membaca