Connect with us

HOBIIS

Pandemi Covid-19 belum Kondusif, Bupati Jembrana Cup Ke-16 2020 Ditiadakan

BALIILU Tayang

:

de
AUDIENSI: Bupati Jembrana I Putu Artha menerima pengurus PBI Cabang Jembrana dipimpin Budi Darma terkait gelaran Bupati Jembrana ke-16 yang ditiadakan karena pandemi Covid-19.

Jembrana, baliilu.com – Meski Bali telah memasuki Tatanan Kehidupan Era Baru dan juga Jembrana masih dalam zone hijau, namun lomba burung berkicau tahunan bertajuk Bupati Jembrana Cup Ke-16    yang seharusnya digelar tanggal 9 Agustus 2020 ini urung dilaksanakan.

Tidak dilaksanakannya event yang selalu ditunggu-tunggu penghobi burung di seluruh Nusantara ini, khususnya penghobi burung di blok timur: Jawa Timur, Bali dan Lombok ini karena kondisi dan situasi Covid-19 yang dirasakan belum kondusif. Demikian tercetus dari audiensi pengurus Pelestari Burung Indonesia Cabang Jembrana dengan Bupati Jembrana I Putu Artha di ruang kerjanya, Rabu (29/7-2020).

Pada kesempatan tersebut Bupati Putu Artha berpesan, walaupun sudah memasuki tatanan kehidupan era baru atau new normal, agar kita selalu menjaga kesehatan dan selalu mengikuti protokol kesehatan aman Covid-19. ‘’Meskipun kami di Jembrana masih dalam zona hijau wajib bagi kita semua untuk selalu  menjaga diri kita masing-masing dengan cara menggunakan masker dan selalu rajin untuk mencuci tangan sehingga kita bisa terhindar dari Covid-19 yang sedang mewabah di negeri yang kita cintai ini,’’ ujar Bupati Artha berpesan.

Advertisements
de

Sementara itu, Ketua PBI Cabang Jembrana Made Budi Darma dalam kesempatan bertatap muka mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati I Putu Artha yang selama 10 tahun telah mendukung dan memberikan support kepada PBI Cabang Jembrana dalam melaksanakan lomba dan pameran burung berkicau di setiap tahunnya. ‘’Dan juga Pemerintah Kabupaten Jembrana yang telah menjalin kerja sama selama 15 tahun. Ke depannya kami selaku pengurus akan selalu berkreasi untuk melaksanakan lomba dan pameran burung Bupati Jembrana Cup berikutnya,’’ ujar Budi Darma menegaskan.

Ketua Bidang Organisasi PBI Pengda Bali Haryono yang ikut hadir berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Jembrana selalu menjalin kerjasama yang baik dengan PBI Cabang Jembrana sehingga event Bupati Jembrana Cup berikutnya akan terus berlanjut menjadi event legenda di Bali  khususnya dan di Indonesia pada umumnya. (*/yoga)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HOBIIS

Bupati Tabanan Harapkan Festival Bonsai Sebagai Ajang Pelestarian Lingkungan

Published

on

By

de
BUKA PAMERAN: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. membuka pameran bonsai, Rabu (1/12) di lapangan Dangin Carik, Tabanan. (Foto: Ist)

Tabanan, baliilu.com – Hampir sebanyak 700 bonsai dari berbagai jenis tanamam meramaikan Festival Bonsai ke-5 Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan. Ajang seni mengolah tanaman ini mendapat apresiasi sekaligus dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., Rabu, (1/12) di lapangan Dangin Carik, Tabanan. 

Seni yang mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan serta membuat akar menyebar di atas batu ini mencuri perhatian Bupati Sanjaya. Nampak saat itu, dengan didampingi oleh anggota DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana, Asisten dan OPD terkait serta unsur muspika Kecamatan Tabanan, ia sangat memperhatikan dan mengamati dengan rinci bentuk-bentuk bonsai.

Ia pun memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan festival bonsai ini apalagi digelar dalam rangkaian memperingati perayaan HUT Ke-528 Kota Tabanan. “Selaku Kepala Daerah, saya berharap inovasi ini tidak berhenti sampai di sini saja. Karena di samping sebagai hobi, ini juga merupakan bentuk pelestarian lingkungan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi,” ujar Sanjaya. 

Advertisements
de

Jika ini ditekuni dengan sungguh-sungguh, menurutnya mampu menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para pecinta bonsai. Apalagi dikatakannya bonsai dari warga Bali tidak kalah bagus dari bonsai luar Bali maupun luar negeri. “Bonsai memiliki nilai estetika yang tinggi, jadi tidak salah jika ada yang sampai bisa dihargai ratusan juta bahkan miliaran,” imbuhnya.

Untuk itu, ia juga berharap kepada seluruh pecinta bonsai agar menekuni dengan baik karena hal ini sangat potensial dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan. “Mudah-mudahan ke depannya festival bonsai ini semakin diminati oleh masyarakat. Mudah-mudahan juga Tabanan ke depannya bisa semakin jaya, sehingga perekonomian kita bangkit dan berimbas pada kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkas Sanjaya. 

Pada kesempatan yang sama, I Made Mudana selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan ini di samping sebagai hiburan juga untuk menggeliatkan sektor ekonomi kecil menengah di Tabanan. “Pertama hiburan dan di samping itu mudah-mudahan kegiatan ini mendorong ekonomi kecil menggeliat lagi karena kan bener-bener masa sulit sekali saat ini dengan adanya pandemi,” tuturnya.

Di samping itu, ia berharap lomba bonsai kali ini mampu menjadi wadah para pengrajin ataupun pengusaha bonsai untuk memasarkan produknya. “Lomba ini diikuti sekitar ratusan peserta dan ada sekitar 700 bonsai yang didominasi oleh bonsai endemik, seperti tanaman sentigi, beringin ataupun bunut. Tanaman dari luar juga ada,” imbuh Mudana. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

HOBIIS

Wagub Bali Apresiasi HDCI Laksanakan Rapimnas dan Pelantikan Pengurus Baru di Bali

Published

on

By

de
MEMBUKA: Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) HDCI, di Grand Hyatt Hotel, Nusa Dua, Badung, Jumat (26/11). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Wagub Bali menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas dipilihnya Bali sebagai tempat terselenggara “Berkibarlah Benderaku” yang diselenggarakan oleh Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Dengan terpilihnya Bali, secara perlahan perekonomian Bali di sektor pariwisata mulai berputar. Pemanfaatan sejumlah kamar hotel sebagai fasilitas memberikan angin segar bagi masyarakat pelaku wisata. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka  Artha Ardana Sukawati saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pengurus Pusat Pengda-pengcab dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) HDCI, di Grand Hyatt Hotel, Nusa Dua, Badung, Jumat (26/11).

Pengendalian pandemi Covid-19 semakin baik di Bali. Namun tidak serta merta membuat ekonomi Bali bangkit secara signifikan. Banyak faktor eksternal yang berpengaruh. Kondisi yang semakin memperparah adalah persaingan antardestinasi menyebabkan Bali masih tetap di posisi  terakhir pertumbuhan ekonomi di Indonesia. “Pandemi Covid-19 memberi dampak luas terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat Bali, yang menyebabkan perekonomian Bali menghadapi tekanan yang luar biasa. Hal ini menumbuhkan kesadaran bagi kita semua bahwa Bali tidak bisa lepas dari tingkat pengendalian Covid-19,” imbuh Wagub Cok Ace.

Bali yang berkomitmen untuk mempercepat pengentasan penularan Covid-19, mencatat telah terlaksananya vaksinasi tahap pertama yang mencapai 106 persen, sedangkan vaksinasi tahap kedua mencapai hampir 99 persen. Sehingga menjadikan Bali berada pada zona kuning, bahkan beberapa wilayah sudah berada di zona hijau.

Advertisements
de

Selain itu, pemerintah Provinsi Bali juga melakukan beberapa terobosan yakni membuka kegiatan lokal atau domestik, membuka pintu masuk Bali melalui Bandara Ngurah Rai.

“Tidak lepas dari kondisi eksternal yakni kondisi di negara luar Bali menjadi faktor bagi kita semua untuk mempertimbangkan kunjungan ke sini, karena bagaimanapun kesehatan adalah prioritas dan kepentingan yang harus diutamakan,” tegas Cok Ace.

Teddy Minahasa Putra yang terpilih sebagai Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) baru periode 2021-2026 mengatakan kegiatan yang dikemas dalam acara “Berkibarlah Benderaku” dilaksanakan selama tiga (3) hari yakni pada 25- 27 November 2021.

“Event ini diharapkan menjadi pelopor untuk membantu memulihkan UMKM di Bali dengan melakukan gathering yang dihadiri oleh ribuan member HDCI dari 68 Pengcab dan Pengda seluruh Indonesia dan bikers nusantara, yang serentak menuju Nusa Dua Bali untuk memeriahkan event ini,” tegasnya.

Kedatangan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) juga memberikan bantuan UMKM kepada 44 dagang makanan, 60 pengrajin karya seni serta memberikan bantuan uang sebesar Rp 375 juta kepada sejumlah pelukis dan pemahat. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

HOBIIS

Kontes dan Pameran Bonsai di Pecatu, Suiasa Apresiasi Komitmen Generasi Muda Tingkatkan Perekonomian

Published

on

By

PAMERAN BONSAI: Wabup Suiasa saat membuka kontes dan pameran bonsai di Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Senin (28/6).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka kontes dan pameran bonsai di Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Senin (28/6). Perlombaan bonsai yang bertemakan “Taru Prana Buana” mempunyai makna Pohon sebagai Nafasnya Bumi ini turut dihadiri Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Bendesa Pecatu I Made Sumerta yang juga anggota DPRD Badung beserta jajaran Desa Pecatu, Ketua LPM Desa Pecatu dan para peserta lomba bonsai.

Atas nama pemerintah daerah, Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi dan rasa bangga bahwa pelaksanaan kontes bonsai yang pertama kalinya sekarang dilaksanakan di Pecatu dan terlebih kegiatan ini diinisiasi oleh generasi muda yaitu ST. Widya Dharma Banjar Adat Tengah Pecatu. Ini memberikan harapan baru, optimisme bahwa kegiatan kontes ini bisa secara berkelanjutan dilaksanakan ke depannya.

“Saya berharap setelah dilaksanakannya kontes pertama ini, selanjutnya yang kedua dan ketiga dan seterusnya bisa dilaksanakan lagi, terlebih dengan dukungan perbekel dan tokoh Desa Adat Pecatu tentu akan lebih baik lagi ke depannya,” ujar Wabup Suiasa.

Advertisements
de

Wabup Suiasa mengatakan jarang ada kontes bonsai yang diselenggarakan oleh generasi muda, hal ini luar biasa dan menandakan generasi muda tidak hanya berkutat pada hal yang rutinitas tetapi mereka sudah memiliki visi yang maju dalam melestarikan lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan positif, di samping memperbaiki kualitas lingkungan juga memberikan multiplier effect baik itu meningkatkan baik itu dari segi ekonomi dan juga meningkatkan rasa kekeluargaan di antara para penggemar dan penikmat bonsai sendiri terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini. Jadi ada hiburan lain yang bisa dinikmati masyarakat, apalagi di Pecatu ini baru pertama kali dilaksanakan,” ujar Wabup Suiasa.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa membuka kontes dan pameran bonsai dengan penyematan bendera kepada bonsai yang mendapatkan juara 1 dan sekaligus memberikan dana motivasi sebesar Rp 5 juta kepada ketua panitia.

Sementara itu I Putu Aryanto selaku Ketua Panitia dan Ketua ST. Widya Dharma Banjar Adat Tengah Pecatu melaporkan kegiatan kontes dan pameran bonsai ini bekerjasama dengan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Kabupaten Badung. Kegiatan ini dilaksanakan dalam mengamalkan konsep Tri Hita Karana serta dalam memeriahkan Bulan Bung Karno Provinsi Bali yang ke-3 tahun 2021. Kegiatan yang mengundang para penggemar bonsai dari seluruh Bali ini diikuti sebanyak 306 pohon yang terdiri dari 36 bonsai dari kelas bonsai jadi dan 226 bonsai di kelas prospek dan turut partisipasi juga 5 bonsai eksibisi yakni bonsai yang sudah pernah mengikuti kontes di tingkat nasional. Dari jumlah peserta tersebut ada sekitar 95 pohon bonsai milik penggemar bonsai dari Desa Adat Pecatu yang ikut berpartisipasi. (bt)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca