Saturday, 13 April 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Surat Edaran Bersama PHDI, MDA dan Gubernur Bali: Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Saka 1942 Terkait Covid-19

BALIILU Tayang

:

de
SURAT EDARAN BERSAMA: Ditandatangani Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana, Bendesa Agung Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, dan Gubernur Bali Wayan Koster, Selasa (17/3-2020) di Gedung Gajah Jaya Sabha Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka pelaksanaan hari suci Nyepi tahun Saka 1942 di Bali, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan Gubernur Bali mengeluarkan surat edaran bersama tertanggal 17 Maret 2020.

Sosialisasi surat edaran yang ditandatangani Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana, Bendesa Agung Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, dan Gubernur Bali Wayan Koster, dibacakan oleh I Gusti Ngurah Sudiana di depan awak media lokal dan nasional, Selasa (17/3-2020) di Gedung Gajah Jaya Sabha Denpasar. Turut hadir Satgas Covid-19 Dewa Made Indra, Sri Begawan, dan sekretaris MDA Ketut Sumarta.

Surat edaran bersama pelaksanaan hari suci Nyepi Saka 1942 yang bertepatan dengan wabah Covid-19 yang dipaparkan Ngurah Sudiana, didasarkan pada arahan Presiden Republik Indonesia melalui pidato tanggal 15 Maret 2020 tentang perkembangan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Begitu  juga surat edaran Gubernur Bali No. 7194/Tahun 2020 tertanggal  16 Maret 2020 tentang panduan tindak lanjut terkait pencegahan, penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemerintahan Provinsi Bali.  

Demikian pula hasil rapat koordinasi Gubernur Bali, PHDI, MDA pada Senin Umanis Pujut 16 Maret 2020 di Gedung Gajah, Jaya Sabha Denpasar perihal pelaksanaan rangkaian hari suci Nyepi tahun Saka 1942 serta hasil pesamuhan PHDI Bali tertanggal 17 Maret 2020, maka pelaksanaan hari suci Nyepi Saka 1942 sebagai berikut.

Kegiatan melasti tawur Kesanga, hari suci Nyepi Saka 1942 dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Bagi desa adat yang wewidangan-nya berdekatan dengan segara, melasti di pantai. Bagi desa ada yang wewidangan-nya dekat danu melasti di danu. Bagi desa adat yang wewidangan-nya berdekatan dengan campuhan melasti di campuhan. Bagi desa adat yang memiliki beji atau pura beji melasti di beji. Dan bagi desa adat yang tidak melaksanakan melasti dapat melasti dengan cara ngubeng atau ngayat dari pura setempat.

Baca Juga  Update Covid-19 Selasa (21/4) Positif Bertambah 10 Orang Imported Case 82,67%, Dewa Indra: Komposisi Tentukan Strategi Penanganan

Bagi desa adat yang melasti di segara ngaturang banten guru piduka salaran ayam itik (bebek) dan tipat kelanan, pekelem itik katur ring Bhatara Baruna. Bagi desa adat yang melasti di danu, beji dan campuhan, ngaturang caru panglebar sasab merana (caru ayam ireng). Bagi desa adat yang melasti ngubeng atau ngayat, ngaturang caru panglebar sasab merana ring pangulun setra sake sidan (sesuai dengan situasi  setempat).

Sementara upacara tawur dilaksanakan secara serentak pada 24 Maret 2020 dengan tingkatan sebagai berikut. Tawur Agung ring Bencingah Agung Pura Besakih dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali bersama PHDI dan MDA pada pukul 09.00 Wita, nemu kerta ikang rat.

Tawur labuh gentuh ring catus pata kabupaten/kota dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/ kota bersama Parisada Hindu Dharma kabupaten/ kota dan majelis desa adat kabupaten/ kota pada pukul 13.00 Wita.

Tawur mance kelud ring catus pata desa adat dilaksankaan oleh masing-masing desa adat pada pukul 16.00 Wita. Biaya upacara dapat menggunakan dana desa yang bersumber dari APBD semesta berencana Provinsi Bali tahun 2020.

Upacara lan upakara setingkat keluarga dan rumah tangga dilaksanakan sesuai dengan surat edaran PHDI Bali.

Tawur Agung ring Bencingah Agung Pura Besakih, disertai dengan upacara pakerti yadnya di sad kertha kahyangan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali dan difasilitasi pemerintah kabupaten/kota.

Ring Luhur Puser Tasik Giri Toh Langkir Kabupaten Karangasem katur ring Ida Bhatara Druwa Rsi Akasa, sebagai bentuk pelaksanaan giri kerthi atau atma kerthi.

Ring Segara Watu Klotok Kabupaten Klungkung sapisanan ring Catur Bhagini utawi Catur Danu ring Bali sebagai bentuk pelaksanaan danu kerthi. Ring Pura Er Jeruk sebagai bentuk pelaksanaan jagat kerthi. Ring Pura Sakenen sebagai bentuk pelaksanaan segara kerthi. Ring Pura Pakendungan sebagai bentuk pelaksanaan swi kerthi atau jana kerthi. Ring Pura Batukau sebagai bentuk pelaksanaan wana kerthi.

Pengarakan ogoh-ogoh berkaitan dengan upacara tawur Kesanga, hari suci Nyepi tahun Saka 1942 sebagai berikut. Pengarakan ogoh-ogoh bukan rangkaian hari suci Nyepi sehingga tidak wajib dilaksanakan. Oleh karena itu pengarakan ogoh-ogoh sebaiknya tidak dilaksanakan. Namun bila akan tetap dilaksanakan maka pelaksanaan agar mengikuti ketentuan sebagai berikut.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 21 Orang, Pasien Sembuh Bertambah 16 Orang

Waktu pengarakan ogoh-ogoh tanggal 24 Maret 2020 pukul 17 sampai 19 Wita. Tempat pelaksanaan hanya di wewidangan banjar adat setempat dan sebagai penanggung jawab adalah bendesa adat, prajuru adat atau sebutan lain agar berjalan dengan tertib dan disiplin.

Dalam rangkaian upacara melasti , tawur, pengerupukan yang disertai dengan pengarakan ogoh-ogoh agar dapat dilaksanakan dengan memperhatikan imbauan bersama sebagai berikut. Membatasi jumlah peserta yang ikut dalam prosesi, perilaku hidup bersih dan sehat, para pemangku agar menggunakan sarana penyiratan yang sudah bersih untuk nyiratang tirta kepada krama. Tidak mengganggu ketertiban umum. Tidak mabuk-mabukan. Memiliki pengurus dan atau koordinator yang bertanggung jawab kepada prajuru banjar adat dan sebutan lain di wewidangan banjar adat setempat.

Bagi umat yang sakit atau kurang sehat agar tidak mengikuti rangkaian upacara. Guna menghindari penyebaran penyakit termasuk virus corona semua panitia dan peserta agar mengikuti prosedur tetap dari instansi yang berwenang. Melaksanakan catur brata penyepian dengan srada bhakti.

Bagi umat lain di Bali agar bersama-sama mendukung dan mensukseskan pelaksanaan hari suci Nyepi Saka 1942 dengan tetap menjaga dan merawat kerukunan antar-umat beragama.

de

Gubernur Bali I Wayan Koster kembali mengingatkan sesuai dengan isi surat bersama agar seluruh komponen masyarakat melaksanakannya dengan disiplin dan bertanggung jawab supaya rangkaian hari raya Nyepi tahun Saka 1942 yang sangat sakral di Indonesia khususnya di Bali bisa berjalan dengan baik.

Namun pelaksanaannya juga dari segi tatalaksana mengikuti kebijakan dan arahan dari bapak Presiden dan juga Gubernur Bali berkenaan dengan perkembangan virus corona yang saat ini tengah berlangsung dengan dinamis. ‘’Karena itu agar surat edaran ini berjalan dengan baik, saya menginstruksikan kepada kepala daerah, seluruh pemangku kepentingan pihak terkait ikut mengkoordinir, melaksanakan dan melakukan pengawasan agar surat edaran bersama ini betul-betul ditaati dengan baik sehingga Bali dapat menjalankan kegiatan hari raya Nyepi dengan khyusuk,’’ ujar Gubernur Koster.  

Baca Juga  Masuki Musim Penghujan, DLHK Denpasar Intensifkan Perompesan

Gubernur Koster juga memohon kepada awak media sebisanya memuat secara utuh isi daripada surat edaran ini dan jangan dibuat sepotong-sepotong yang nanti bisa menimbulkan persepsi salah yang  bisa menimbulkan dampak negatif, yang sebenarnya niatnya baik.  ‘’Saya memohon ruang yang cukup di media kali ini untuk kepentingan kita bersama agar surat edaran ini bisa dicermati dan dilaksanakan secara utuh oleh masyarakat, ‘’ ujar Koster.

Bendesa Agung MDA Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menambahkan surat edaran bersama ini dirumuskan secara marathon sejak Senin hingga hasil yang maksimal dibacakan oleh Ketua Parisada Provinsi Bali. Dengan demikian semoga upacara melasti, tawur dan catur brata penyepian berjalan dengan hikmat, disiplin dan virus corona tidak akan meluas serta semoga santi jagadhita tetap bisa kita wujudkan di dalam keadaan wabah virus corona ini. (GS)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Pemkot Denpasar Peringati Tumpek Krulut, Dirangkaikan dengan Dharma Santhi Nyepi

Walikot Jaya Negara Ikuti Prosesi dan Persembahyangan Bersama

Published

on

By

tumpek krulut
Walikota Jaya Negara bersama para tamu undangan dalam kesempatan Peringatan Rahina Tumpek Krulut dan dirangkaikan dengan Dharma Santhi Nyepi, Sabtu (13/4) di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Rangkaian peringatan Rahina Tumpek Krulut yang digelar Pemkot Denpasar dikoordinir Bagian Kesejahteraan Rakyat, Setda Kota Denpasar pada Sabtu (13/4). Peringatan Rahina Tumpek Klurut yang jatuh setiap Saniscara Kliwon, Wuku Krulut dipusatkan di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung yang juga dirangkaian dengan Puja Dharma Santhi Nyepi, Tahun Saka 1946.

Peringatan Rahina Tumpek Krulut dipuput Ida Pedanda Gede Putra Keniten, Griya Satya Loka dan Dharma Wacana oleh Dr. Komang Indra Wirawan. “Wewalen” peringatan Rahina Tumpek Krulut meliputi, pembacaan Sloka dan Puja Dharma Santhi, Tari Rejang Dewa oleh siswa SMPN 1 Denpasar, Tari Rejang Taksu Bhuwana dari PHDI Kota Denpasar, Tari Rejang Renteng dari WHDI Denpasar, Rejang Napik Siti binaan I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Bebarongan, Gandrung, Bondres, hingga Tabuh Semarandana.

Tampak Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara hadir dan mengikuti prosesi Rahina Tumpek Krulut yang juga dihadiri Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Ketua Komisi I DPRD Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, Forkopimda Denpasar, pimpinan OPD Pemkot Denpasar, Ketua MDA Denpasar, A.A Ketut Sudiana, dan Ketua PHDI Denpasar, I Made Arka.

Walikota Jaya Negara disela-sela prosesi acara menjelaskan, filosofis dari perayaan Tumpek Krulut mencerminkan penghormatan terhadap alat musik sebagai bagian penting dari kehidupan dan budaya Bali yang menstanakan Dewa Iswara sebagai Dewa Suara. Keindahan suara banyak terdapat dalam karya seni, seperti gamelan atau alat musik. Selain itu, perayaan ini juga bertujuan untuk melestarikan dan mendorong keberlanjutan warisan budaya Bali.

“Sebagaimana tersurat dalam Lontar Prakempa dan Aji Gurnita, hari yang baik atau Dewasa Ayu untuk mengupacarai Sarwa Tetangguran atau Gamelan adalah Rahina Tumpek Krulut. Pada Rahina Tumpek Krulut kita memuja Dewa Iswara atau Kawiswara sebagai Dewa Keindahan, memohon waranugraha agar manusia terus menerus diberi kesenangan dan kebahagiaan Sekala-Niskala,” jelasnya

Baca Juga  Spraying Disinfektan Serentak Seluruh Bali, Wagub Cok Ace: Pemprov Bali Belum Lakukan Langkah Lockdown

Dikatakanya, Rahina Tumpek Krulut memiliki makna yang mendalam dalam konteks keberlanjutan budaya. Hari ini adalah waktu untuk merenungkan peran seni tradisional dalam kehidupan sehari-hari, serta untuk menghormati kreativitas dan keterampilan para seniman. Ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya merawat alat-alat musik dan peralatan tradisional, serta mempertahankan hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, bertepatan dengan Rahina Tumpek Krulut yang juga diperingati sebagai Rahina Tresna Asih yang bermakna kasih sayang. Hal ini juga berkaitan dengan visi misi mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan dilandasi spirit Weda Wakya “Vasudaiva Khutumbakam” yang mengandung makna dalam kehidupan ini kita semua bersaudara, atau menyama braya, menjalin hubungan yang harmonis dalam mewujudkan suatu kebahagiaan lahir batin.

“Dalam peringatan Tumpek Krulut mari kita maknai peran seni tradisional dan menghormati kreativitas para seniman, dengan merawat alat musik tradisional menuju keharmonisan bersama yang mengedepankan saling asah asih asuh, salunglung sabayantaka dalam pemaknaan Rahina Tresna Asih,” ujarnya. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri ‘’Pujawali’’ di Pura Kawitan Kayu Selem Songan

Published

on

By

Pura Kawitan Kayu Selem Songan
SERAHKAN DANA HIBAH: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan dana hibah secara simbolis saat menghadiri Pujawali di Pura Kawitan Kayu Selem Gwasong - Songan Banjar Kayu Selem, Kintamani, Bangli, Selasa (9/4). (Foto: Hms Badung)

Bangli, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Pujawali di Pura Kawitan Kayu Selem Gwasong – Songan Banjar Kayu Selem, Kintamani, Bangli, Selasa (9/4). Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, anggota DPRD Provinsi Bali terpilih Dapil Bangli Sang Putra Irawan, anggota DPRD Bangli I Wayan Wirya, dan anggota DPRD terpilih I Wayan Artom Krisna Putra, Camat Kintamani Ketut Hery Soena Putra serta unsur Tripika Kecamatan Kintamani, tokoh dan warga masyarakat Kayu Selem.

Bupati Giri Prasta juga menyerahkan bantuan dana Hibah Induk 2024 secara simbolis sebesar Rp 3,2 miliar untuk pembangunan pura serta secara pribadi membantu dana sebesar Rp 30 juta.

Giri Prasta mengucapkan, rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta Ida Batara-Batari yang berstana di Pura Kawitan Kayu Selem dan berharap seluruh krama pengempon diberikan keselamatan dan kerahayuan dalam melaksanakan karya pujawali.

“Kehadiran kami disini untuk meringankan beban krama semua dan ini murni dari pikiran yang suci dan ning nirmala, apalagi untuk masyarakat pengempon kawitan Kayu Selem khususnya, waktu banyak habis di adat seperti ada pitra yadnya, manusa yadnya dan dewa yadnya, piodalan di tingkat dadia sampai Sad Kahyangan itu waktu dan uang banyak habis di adat untuk meyadnya maka dari itu kami hadir di tengah-tengah masyarakat untuk meringankan beban masyarakat seperti saat ini. Untuk membangun Pura Kawitan Kayu Selem kami bantu sebesar Rp 3,2 miliar agar tuntas supaya masyarakat tidak mengeluarkan uang,” ucapnya.

Pujawali ini, lanjut Giri Prasta, dapat dikatakan Puja itu dilaksanakan oleh Sulinggih bersama Pemangku sedangkan Wali-nya dilaksanakan oleh welaka, ada Sekaa Gong, Pesantian, Topeng Sidakarya, tari Rejang lan Renteng itu yang dimaksud pujawali, dimana masyarakat laksanakan di hari yang baik ini.

Baca Juga  Kasus Covid-19 Bergerak Fluktuatif, GTPP Denpasar Ingatkan Kewaspadaan saat Perayaan Galungan

Sementara itu Manggala Karya I Wayan Suyasa, mewakili keluarga besar Kayu Selem seluruh Bali menghaturkan banyak terima kasih atas kehadiran Bupati Badung bersama para undangan lainnya. “Kami keluarga besar Kayu Selem sudah banyak dibantu untuk pembangunan di Pura Kayu Selem dari awal pembangunan diberikan bantuan sebesar Rp 3 miliar untuk pembangunan Pura Kayu Selem dan sekarang untuk melanjutkan pembangunan pura di jaba sisi juga kami dibantu dana Hibah Induk 2024 sebesar Rp 3,2 miliar. Sekali lagi saya mewakili keluarga besar Kayu Selem mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Badung Bapak Nyoman Giri Prasta,” ujarnya. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Sekda Alit Wiradana Hadiri Puncak ‘’Karya Angasti Puja Atma Wedana’’ Griya Gede Telaga Tegal

Published

on

By

sekda alit wiradana
NGUPASAKSI: Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat menghadiri sekaligus ngupasaksi Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Griya Gede Telaga Tegal Denpasar, Senin (8/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana menghadiri sekaligus ngupasaksi Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Griya Gede Telaga Tegal Denpasar, Senin (8/4). Rangkaian puncak Karya diawali dengan Atetangi, Ngadegang Puspa Lingga, Mapurwa Daksina dan Stiti Puja.

Sejak pagi hari tampak silih berganti masyarakat yang ikut serta dalam upacara mendatangi lokasi upacara. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Camat Denpasar Barat, Ida Bagus Made Purwanasara, Panglingsir Griya dan Puri, serta undangan lainnya.

Pengrajeg Karya, Ida Bagus Ngurah Widasna didampingi Prawartaka Karya, Ida Bagus Witamaja, menjelaskan, rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Griya Gede Telaga Tegal Denpasar ini telah berlangsung sejak tanggal 5 Januari lalu yang diawali dengan Matur Piuning Karya. Dilanjutkan dengan Upacara Nganam Daun Waringin pada tanggal 4 April.

Selanjutnya, pada tanggal 5 April dilaksanakan upacara Mepandes. Sedangkan puncak Karya dilaksanakan bertepatan dengan Tilem Sasih Kedasa pada 8 April. Setelah puncak karya, rangkaian dilanjutkan dengan Pralina Puja dan Nganyut ke Segara pada tanggal 9 April. Sedangkan upacara Nyegara Gunung akan dilaksanakan di Segara Pantai Goa Lawah pada 11 April mendatang.

Lebih lanjut dijelaskan, secara keseluruhan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Griya Gede Telaga Tegal diikuti oleh 304 pengiring sawa. Sedangkan untuk upacara mepandes diikuti oleh 179 peserta. Sehingga besar harapannya karya ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan harapan bersama.

Astungkara kita berharap seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita bersama,” ujarnya.

Sementara, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana memberikan apresiasi atas pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Griya Gede Telaga Tegal ini. Tentunya hal ini merupakan wujud sradha bhakti antara Griya atau Purahita dengan masyarakat atau Para. Sinergi ini tentu sangat baik dalam mewujudkan masyarakat Kota Denpasar yang paras paros sarpanaya dan sagilik, saguluk salunglung subayantaka sesuai dengan spirit Vasudhaiva Khutumbakam bahwa kita semua bersaudara.

Baca Juga  Masuki Musim Penghujan, DLHK Denpasar Intensifkan Perompesan

“Dengan pelaksanaan karya ini tentu kami berharap kedepannya dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, begitupun manusia dengan alam lingkungan harus tetap dijaga sebagaimana mestinya sehingga kehidupan tetap harmonis,” ujar Alit Wiradana. (eka/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca