Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Surat Edaran Bersama PHDI, MDA dan Gubernur Bali: Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Saka 1942 Terkait Covid-19

BALIILU Tayang

:

de
SURAT EDARAN BERSAMA: Ditandatangani Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana, Bendesa Agung Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, dan Gubernur Bali Wayan Koster, Selasa (17/3-2020) di Gedung Gajah Jaya Sabha Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka pelaksanaan hari suci Nyepi tahun Saka 1942 di Bali, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan Gubernur Bali mengeluarkan surat edaran bersama tertanggal 17 Maret 2020.

Sosialisasi surat edaran yang ditandatangani Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana, Bendesa Agung Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, dan Gubernur Bali Wayan Koster, dibacakan oleh I Gusti Ngurah Sudiana di depan awak media lokal dan nasional, Selasa (17/3-2020) di Gedung Gajah Jaya Sabha Denpasar. Turut hadir Satgas Covid-19 Dewa Made Indra, Sri Begawan, dan sekretaris MDA Ketut Sumarta.

Surat edaran bersama pelaksanaan hari suci Nyepi Saka 1942 yang bertepatan dengan wabah Covid-19 yang dipaparkan Ngurah Sudiana, didasarkan pada arahan Presiden Republik Indonesia melalui pidato tanggal 15 Maret 2020 tentang perkembangan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Begitu  juga surat edaran Gubernur Bali No. 7194/Tahun 2020 tertanggal  16 Maret 2020 tentang panduan tindak lanjut terkait pencegahan, penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemerintahan Provinsi Bali.  

Demikian pula hasil rapat koordinasi Gubernur Bali, PHDI, MDA pada Senin Umanis Pujut 16 Maret 2020 di Gedung Gajah, Jaya Sabha Denpasar perihal pelaksanaan rangkaian hari suci Nyepi tahun Saka 1942 serta hasil pesamuhan PHDI Bali tertanggal 17 Maret 2020, maka pelaksanaan hari suci Nyepi Saka 1942 sebagai berikut.

Kegiatan melasti tawur Kesanga, hari suci Nyepi Saka 1942 dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Bagi desa adat yang wewidangan-nya berdekatan dengan segara, melasti di pantai. Bagi desa ada yang wewidangan-nya dekat danu melasti di danu. Bagi desa adat yang wewidangan-nya berdekatan dengan campuhan melasti di campuhan. Bagi desa adat yang memiliki beji atau pura beji melasti di beji. Dan bagi desa adat yang tidak melaksanakan melasti dapat melasti dengan cara ngubeng atau ngayat dari pura setempat.

Baca Juga  Songsong Pilkada Serentak 2020, Kwarda Bali Lantik Pengurus Saka Adhyasta

Bagi desa adat yang melasti di segara ngaturang banten guru piduka salaran ayam itik (bebek) dan tipat kelanan, pekelem itik katur ring Bhatara Baruna. Bagi desa adat yang melasti di danu, beji dan campuhan, ngaturang caru panglebar sasab merana (caru ayam ireng). Bagi desa adat yang melasti ngubeng atau ngayat, ngaturang caru panglebar sasab merana ring pangulun setra sake sidan (sesuai dengan situasi  setempat).

Sementara upacara tawur dilaksanakan secara serentak pada 24 Maret 2020 dengan tingkatan sebagai berikut. Tawur Agung ring Bencingah Agung Pura Besakih dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali bersama PHDI dan MDA pada pukul 09.00 Wita, nemu kerta ikang rat.

Tawur labuh gentuh ring catus pata kabupaten/kota dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/ kota bersama Parisada Hindu Dharma kabupaten/ kota dan majelis desa adat kabupaten/ kota pada pukul 13.00 Wita.

Tawur mance kelud ring catus pata desa adat dilaksankaan oleh masing-masing desa adat pada pukul 16.00 Wita. Biaya upacara dapat menggunakan dana desa yang bersumber dari APBD semesta berencana Provinsi Bali tahun 2020.

Upacara lan upakara setingkat keluarga dan rumah tangga dilaksanakan sesuai dengan surat edaran PHDI Bali.

Tawur Agung ring Bencingah Agung Pura Besakih, disertai dengan upacara pakerti yadnya di sad kertha kahyangan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali dan difasilitasi pemerintah kabupaten/kota.

Ring Luhur Puser Tasik Giri Toh Langkir Kabupaten Karangasem katur ring Ida Bhatara Druwa Rsi Akasa, sebagai bentuk pelaksanaan giri kerthi atau atma kerthi.

Ring Segara Watu Klotok Kabupaten Klungkung sapisanan ring Catur Bhagini utawi Catur Danu ring Bali sebagai bentuk pelaksanaan danu kerthi. Ring Pura Er Jeruk sebagai bentuk pelaksanaan jagat kerthi. Ring Pura Sakenen sebagai bentuk pelaksanaan segara kerthi. Ring Pura Pakendungan sebagai bentuk pelaksanaan swi kerthi atau jana kerthi. Ring Pura Batukau sebagai bentuk pelaksanaan wana kerthi.

Pengarakan ogoh-ogoh berkaitan dengan upacara tawur Kesanga, hari suci Nyepi tahun Saka 1942 sebagai berikut. Pengarakan ogoh-ogoh bukan rangkaian hari suci Nyepi sehingga tidak wajib dilaksanakan. Oleh karena itu pengarakan ogoh-ogoh sebaiknya tidak dilaksanakan. Namun bila akan tetap dilaksanakan maka pelaksanaan agar mengikuti ketentuan sebagai berikut.

Baca Juga  Harapkan SDM yang Mumpuni, Sekda Dewa Indra Pastikan SKB CPNS Transparan dan Tanpa Intervensi

Waktu pengarakan ogoh-ogoh tanggal 24 Maret 2020 pukul 17 sampai 19 Wita. Tempat pelaksanaan hanya di wewidangan banjar adat setempat dan sebagai penanggung jawab adalah bendesa adat, prajuru adat atau sebutan lain agar berjalan dengan tertib dan disiplin.

Dalam rangkaian upacara melasti , tawur, pengerupukan yang disertai dengan pengarakan ogoh-ogoh agar dapat dilaksanakan dengan memperhatikan imbauan bersama sebagai berikut. Membatasi jumlah peserta yang ikut dalam prosesi, perilaku hidup bersih dan sehat, para pemangku agar menggunakan sarana penyiratan yang sudah bersih untuk nyiratang tirta kepada krama. Tidak mengganggu ketertiban umum. Tidak mabuk-mabukan. Memiliki pengurus dan atau koordinator yang bertanggung jawab kepada prajuru banjar adat dan sebutan lain di wewidangan banjar adat setempat.

Bagi umat yang sakit atau kurang sehat agar tidak mengikuti rangkaian upacara. Guna menghindari penyebaran penyakit termasuk virus corona semua panitia dan peserta agar mengikuti prosedur tetap dari instansi yang berwenang. Melaksanakan catur brata penyepian dengan srada bhakti.

Bagi umat lain di Bali agar bersama-sama mendukung dan mensukseskan pelaksanaan hari suci Nyepi Saka 1942 dengan tetap menjaga dan merawat kerukunan antar-umat beragama.

de

Gubernur Bali I Wayan Koster kembali mengingatkan sesuai dengan isi surat bersama agar seluruh komponen masyarakat melaksanakannya dengan disiplin dan bertanggung jawab supaya rangkaian hari raya Nyepi tahun Saka 1942 yang sangat sakral di Indonesia khususnya di Bali bisa berjalan dengan baik.

Namun pelaksanaannya juga dari segi tatalaksana mengikuti kebijakan dan arahan dari bapak Presiden dan juga Gubernur Bali berkenaan dengan perkembangan virus corona yang saat ini tengah berlangsung dengan dinamis. ‘’Karena itu agar surat edaran ini berjalan dengan baik, saya menginstruksikan kepada kepala daerah, seluruh pemangku kepentingan pihak terkait ikut mengkoordinir, melaksanakan dan melakukan pengawasan agar surat edaran bersama ini betul-betul ditaati dengan baik sehingga Bali dapat menjalankan kegiatan hari raya Nyepi dengan khyusuk,’’ ujar Gubernur Koster.  

Baca Juga  Ny. Putri Koster tentang Pengawasan Prokes: Paling Elok dan Bijak Dilakukan oleh Diri Kita Sendiri

Gubernur Koster juga memohon kepada awak media sebisanya memuat secara utuh isi daripada surat edaran ini dan jangan dibuat sepotong-sepotong yang nanti bisa menimbulkan persepsi salah yang  bisa menimbulkan dampak negatif, yang sebenarnya niatnya baik.  ‘’Saya memohon ruang yang cukup di media kali ini untuk kepentingan kita bersama agar surat edaran ini bisa dicermati dan dilaksanakan secara utuh oleh masyarakat, ‘’ ujar Koster.

Bendesa Agung MDA Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menambahkan surat edaran bersama ini dirumuskan secara marathon sejak Senin hingga hasil yang maksimal dibacakan oleh Ketua Parisada Provinsi Bali. Dengan demikian semoga upacara melasti, tawur dan catur brata penyepian berjalan dengan hikmat, disiplin dan virus corona tidak akan meluas serta semoga santi jagadhita tetap bisa kita wujudkan di dalam keadaan wabah virus corona ini. (GS)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya di Banjar Karangenjung Bhakti Sembung

Published

on

By

bupati adi arnawa
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, Padudusan Alit, Wraspati Kalpa di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4).

Kehadiran orang nomor satu di Badung tersebut disambut hangat oleh Perbekel Desa Sembung I Ketut Sukerta, Bendesa Adat Sembung, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong masyarakat Banjar Karangenjung Bhakti. Menurutnya, kekompakan warga dalam ngayah merupakan cerminan nilai luhur yang harus diwariskan ke generasi penerus.

“Pelaksanaan yadnya ini bukan hanya wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga sarana memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa mendukung upaya warga dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Semoga upacara ini berjalan lancar, labda karya, sida sidaning don,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Selain aspek spiritual, Bupati juga menyelipkan pesan penting terkait isu lingkungan. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah, dimulai dengan memilah dari tingkat rumah tangga. Hal ini selaras dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Badung yang saat ini tengah fokus menangani masalah sampah, kemacetan, dan banjir.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya, I Gusti Made Oka, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara besar ini telah dimulai sejak 26 Maret 2026 yang diawali dengan prosesi nancep surya.

“Rangkaian berlanjut pada 4 April dengan upacara Mecaru Panca dan Rsi Gana. Kemudian pada 7 April dilaksanakan Melasti ke Segara Batu Bolong, dan puncak karya jatuh pada 8 April lalu. 11 April, merupakan prosesi Nyegara Gunung ke Pura Ulun Danu Beratan, yang kemudian dilanjutkan dengan mekebat daun, mendem bagia, nyenuk hingga prosesi nyineb sebagai penutup seluruh rangkaian karya,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Songsong Pilkada Serentak 2020, Kwarda Bali Lantik Pengurus Saka Adhyasta

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati dan Wabup Badung Pimpin “Bhakti Penganyaran“ Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Published

on

By

Ngusaba Kedasa
BHAKTI PENGANYARAN: Pemkab Badung saat “Bhakti Penganyaran“ saat “Karya Ngusaba Kedasa“ di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Jumat (10/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Sebagai wujud syukur dan komitmen menjaga keharmonisan alam, Pemkab Badung melaksanakan Bhakti Penganyaran dalam rangkaian Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Jumat (10/4).

Prosesi ini dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta. Kehadiran jajaran Pemkab Badung ini merupakan bentuk bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura Kahyangan Jagat tersebut.

Karya Ngusaba Kedasa sendiri memiliki makna mendalam bagi umat Hindu di Bali. Setelah puncak karya pada Purnama Kedasa tanggal 2 April 2026, rangkaian upacara akan berakhir pada prosesi penyineban, 12 April mendatang. Momentum ini menjadi ruang spiritual untuk memohon kerahayuan jagat serta kelestarian sumber air Danau Batur sebagai penopang kehidupan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran upacara, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan punia sebesar Rp 150 juta yang diterima langsung oleh Manggala Karya, Jero Gede Batur.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa Bhakti Penganyaran ini adalah bukti nyata tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keberlanjutan sumber daya alam Bali. “Melalui Bhakti Penganyaran ini, kami berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga sumber kehidupan, khususnya air dan kesuburan alam. Ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud tanggung jawab moral untuk mewariskan Bali yang lestari kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Sebagai salah satu Pura Kahyangan Jagat utama, Bupati juga menekankan peran sentral Pura Ulun Danu Batur dalam tatanan spiritual masyarakat. “Pura Ulun Danu Batur merupakan tempat memohon kepada Ida Betari Dewi Ulun Danu sebagai manifestasi penguasa danau serta sumber air kehidupan. Nilai-nilai dalam Karya Ngusaba Kedasa menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas,” ungkap Adi Arnawa.

Baca Juga  Update Covid-19 (13/9) di Bali, Tren Menurun Pasien Meninggal, Sembuh Bertambah 98 Orang

Turut hadir dalam persembahyangan bersama tersebut Sekda Badung IB Surya Suamba, jajaran pimpinan OPD, Ketua WHDI Kabupaten Badung Ny. Yunita Alit Sucipta, ASN di lingkungan Pemkab Badung, serta perwakilan PHDI, MDA, dan Listibya Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar “Ngaturang Bhakti Penganyar” Serangkaian Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Published

on

By

Bhakti Penganyar denpasar
BHAKTI PENGANYAR: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin “Bhakti Penganyar” rangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, bertepatan dengan Wraspati Umanis Wuku Sinta, Kamis (9/4). (Foto: bi)

Bangli, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar dalam rangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, bertepatan dengan Wraspati Umanis Wuku Sinta, Kamis (9/4).

Pelaksanaan Bhakti Penganyar tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Turut hadir Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede beserta, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Made Oka Cahyadi Wiguna beserta anggota, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Selain itu, hadir pula Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. Purnawati Ngurah Gede, serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya.

Sejak puncak Karya yang jatuh pada Purnama Kedasa pada tanggal 2 April lalu, Pura Ulun Danu Batur dipadati oleh para pemedek yang datang silih berganti untuk ngaturang bhakti. Pelaksanaan Bhakti Penganyar Pemkot Denpasar diawali dengan pengilen Tari Topeng Paseban dari Banjar Abian Kapas Kaja, dilanjutkan dengan Tari Rejang yang dibawakan oleh WHDI Kota Denpasar, DWP Kota Denpasar, PHDI Kota Denpasar serta staf Bagian Kesra Kota Denpasar.

Suasana khidmat semakin terasa dengan lantunan pesantian oleh Sekaa Santi TPLAH Kota Denpasar serta iringan gambelan dari Sekaa Gong Kesuma Jaya Banjar Abian Kapas Kaja. Rangkaian prosesi kemudian diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Oka dari Griya Tegeh Karang Lumintang, dan dilanjutkan dengan penyerahan punia.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan bahwa pelaksanaan Bhakti Penganyar tahun ini berjalan dengan lancar dan khidmat.

Baca Juga  Update Covid-19 (13/9) di Bali, Tren Menurun Pasien Meninggal, Sembuh Bertambah 98 Orang

“Pelaksanaan persembahyangan Bhakti Penganyar tahun ini berjalan dengan lancar dan khidmat,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, momen ini juga dimaknai sebagai ajang mulat sarira guna menjaga keseimbangan alam semesta beserta seluruh isinya.

“Melalui momentum ini, kita bersama-sama meningkatkan sradha dan bhakti serta memohon asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” jelasnya.

Jaya Negara menambahkan bahwa pelaksanaan Bhakti Penganyar juga merupakan wujud rasa syukur Pemerintah Kota Denpasar atas kelancaran dalam menjalankan swadharma membangun daerah.

“Semangat menyama braya diharapkan terus terjaga, sehingga yadnya sebagai wujud syukur dapat selaras dengan visi pembangunan Kota Denpasar dan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujarnya.

Sementara itu, Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duwuran menjelaskan bahwa Puncak Karya Pujawali Ngusaba Kedasa telah dilaksanakan pada 2 April lalu. Rangkaian penganyar berlangsung mulai 3 hingga 11 April mendatang yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Bali, sementara panyineban karya dijadwalkan pada 12 April mendatang.

Ia pun mengajak seluruh umat Hindu untuk tangkil dan ngaturang bhakti selama rangkaian karya berlangsung. Diharapkan melalui pelaksanaan Pujawali Ngusaba Kedasa ini, Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan kerahayuan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca