Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tim Peneliti FMIPA dan Praktisi Praktekkan Diversifikasi Produk Lebah Kele-kele di Banjar Tegal Dukuh Taro

BALIILU Tayang

:

lebah kele-kele
PENGABDIAN: Fakultas MIPA Universitas Udayana pada 8 September 2023, bertempat di Tegal Dukuh Camp, Desa Tegal Dukuh, Taro, Tegallalang Gianyar, menggelar pengabdian kepada masyarakan tentang diversifikasi Produk Lebah Kele-kele (Tetragonula laeviceps). (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Fakultas MIPA Universitas Udayana pada 8 September 2023, bertempat di Tegal Dukuh Camp, Banjar Tegal Dukuh, Desa Taro, Tegallalang Gianyar, menggelar pengabdian kepada masyarakan tentang diversifikasi Produk Lebah Kele-kele (Tetragonula laeviceps). Program pengabdian yang dilaksanakan dalam rangka dies natalis ke-61 Universitas Udayana ini selain menghadirkan para peneliti dari Fakultas MIPA juga menghadikan praktisi lebah Kele dari Pondok Kele Sari Merta, Mengwi Badung.

Tegal Dukuh Camp yang menjadi Lokasi penyuluhan ini dikelola dan dimiliki oleh I Wayan Wardika, salah seorang alumnus dari Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana. Tegal Dukuh Camp sendiri merupakan tempat perkemahan alam yang unik dimana ratusan pohon palem raksasa ditanam dengan rapi untuk menciptakan suasana hutan yang teduh dan pedesaan. Wardika menyatakan sangat senang kedatangan para peneliti dari FMIPA Universitas Udayana, mendapat pengetahuan tambahan tentang bagaimana melakukan diversifikasi produk lebah kele, serta praktek pemindahan dan perbanyakan sarang dari sarang lama yang didapatkan atau diternakkan secara alami oleh pemilik ke sarang baru. Wardika berharap apa yang disampaikan oleh para peneliti ini dapat memberi manfaat yang besar bagi petani lebah maupun warga yang berminat pada budidaya lebah Kele.

Penyuluhan tentang manfaat madu, polen dan propolis sebagai bahan olahan produk makanan dan kesehatan ini diberikan langsung oleh Prof. Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D, salah seorang peneliti yang juga merupakan Dekan Fakultas MIPA. Watiniasih menjelaskan biasanya madu yang merupakan hasil dari lebah hanya dikonsumsi dengan diminum. Dalam penyuluhan ini dijelaskan bagaimana produk-produk lebah berupa madu dapat digunakan juga sebagai bahan tambahan pada teh, roti maupun pada masakan seperti pada daging ayam. Di samping itu produk lebah lain seperti pollen dan propolis pun dapat digunakan sebagai bahan obat herbal. Madu dioleskan pada bibir yang kering, diminum untuk obat tenggorokan kering, campuran antara madu dan pollen digunakan untuk masker, juga dikonsumsi untuk kesehatan saluran pencernaan. Propolis, pollen dan madu diketahui memiliki khasiat sebagai anti imflmatory, antibakteri dan virus, propolis sebagai antikanker dan mengobati penyakit kronis.

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi, FIB Unud Gelar Workshop Penulisan dan Penerbitan Karya Ilmiah

Melanjutkan penjelasan Prof. Watiniasih, praktisi Nyoman Gde Wismaya dari Pondok Kele Sari Merta, Mengwi menjelasakan dan mempraktekkan cara melakukan pemindahan sarang dari sarang lama/alami ke sarang baru dan bagaimana memperbanyak sarang. Dalam penjelasannya Wismaya menyampaikan bahwa pemindahan sarang dan perbanyakan sarang ini sangat penting dilakukan untuk tetap mempertahankan koloni sehingga produksi dapat tetap berkelanjutan.

Pengabdian yang tidak hanya dihadiri oleh bapak-bapak dan ibu-ibu warga Desa Taro yang merasa tertarik untuk mengembangkan lebah kele-kele (Tetragonula laeviceps) juga dihadiri oleh 7 orang mahasiswa magang MBKM Mandiri yang berasal dari Universitas Brawijaya Malang. Selama 4 jam penyuluhan dari pukul 10.00 – 14.00 Wita banyak pertanyaan terlontar seperti bagaimana ciri-ciri anakan calon ratu. Dimana diketahui salah satu hal yang sangat penting dilakukan dalam melakukan perbanyakan sarang/koloni lebah kele-kele adalah menemukan ratu baru.

Watiniasih dan Wismaya secara bergantian menjelaskan ciri-ciri mendetail mengenai calon ratu lebah dilihat dari ciri-ciri fisiologi/fisiknya. Watiniasih dan tim langsung mempraktekkan bagaimana tata-cara memindahkannya agar koloni kele-kele dapat tetap bertahan pada sarang baru. Terakhir yang tak kalah penting yang harus diperhatikan dalam beternak lebah kele adalah bagaimana menghadirkan sumber tanaman pakan yang baik untuk disediakan sehingga koloni tetap sehat dan dapat bertahan lama.

Di akhir acara, Watiniasih beserta para peneliti mengajak warga Taro untuk mulai ikut membudidayakan lebah madu kele-kele, karena manfaat yang diberikan sangat banyak. Hal ini diamini oleh para peserta yang merasa sangat puas dengan penjelasan yang diberikan oleh tim peneliti dan praktisi. Mereka mengungkapkan ketertarikannya dalam membudidayakan lebah madu kele. Disamping sebagai bahan pangan yang menyehatkan, warga mengetahui bahwa madu kele dikenal memiliki harga yang cukup mahal di pasaran. “Sehingga tentunya dapat menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” tandas salah satu peserta. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3640-Tim-Peneliti-FMIPA-dan-Praktisi-praktekkan-diversifikasi-Produk-Lebah-Kele-kele-di-Desa-Tegal-Dukuh-Taro-Tegalalang-Gianyar.html (gs/bi)

Baca Juga  FK Unud Matangkan Persiapan Menuju Akreditasi Internasional

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gubernur Koster Perkuat Sinergi Bersama Media Massa, Ajak Dukung Implementasi Haluan Bali 100 Tahun

Published

on

By

media
RAMAH TAMAH: Gubernur Bali Wayan Koster menggelar ramah tamah dan silaturahmi bersama awak media cetak, elektronik dan online di Gedung Kertasabha, Jayasabha, Denpasar, Minggu (4/1) malam. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menggelar ramah tamah dan silaturahmi bersama awak media cetak, elektronik dan online di Gedung Kertasabha, Jayasabha, Denpasar, Minggu (4/1) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali IB Surja Manuaba, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bali Gede Pramana, serta para pimpinan redaksi media baik cetak, elektronik maupun online.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada insan pers atas peran strategis media dalam mendukung penyampaian informasi program dan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali kepada masyarakat, khususnya pada periode kedua kepemimpinannya yang dimulai tahun ini.

Gubernur Koster menyampaikan selama lebih dari sepuluh bulan terakhir belum sempat melakukan pertemuan dan silaturahmi secara langsung dengan awak media. Namun demikian, ia menegaskan media telah berperan aktif membantu Pemerintah Provinsi Bali dalam menyosialisasikan berbagai program pembangunan melalui beragam pemberitaan platform media massa.

“Media memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan kepada masyarakat apa yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Berkat dukungan media, berbagai program dapat tersosialisasi dengan baik,” ujar Gubernur Koster.

Ia menegaskan, seluruh program dan kebijakan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025  merupakan bagian dari dimulainya landasan Haluan Bali 100 Tahun, yang menjadi arah pembangunan Bali ke depan serta menjadi pedoman dalam pelaksanaan agenda pembangunan lima tahun mendatang.

Lebih lanjut, Gubernur Koster menyampaikan bahwa arah pembangunan Bali ke depan ditujukan untuk mewujudkan Bali yang tumbuh kuat, berkembang, dan berdaya saing global, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.

Baca Juga  Akademisi FH Unud Hadiri Konsultasi Publik Setjen KKP RI

Sejumlah program strategis yang telah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya juga akan terus dilanjutkan dan diperkuat, antara lain penggunaan busana adat Bali, pelestarian aksara Bali, serta pemanfaatan dan penguatan produk lokal Bali.

“Bali memiliki warisan yang sangat berharga untuk diteruskan kepada generasi sekarang dan generasi mendatang. Pembangunan yang kami lakukan bukan hanya membangun secara fisik, tetapi membangun sebuah peradaban,” tegasnya.

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Haluan Bali 100 Tahun segera dimulai agar dapat menjadi pemahaman bersama bagi seluruh elemen masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster berharap dukungan dan sinergi media dapat terus terjalin dengan baik demi kelancaran pelaksanaan program pembangunan Bali ke depan, serta dirinya dan jajaran Pemprov Bali  menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi insan pers selama ini. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Korban Tenggelam di Tukad Badung Berhasil Ditemukan

Published

on

By

tukad badung
EVAKUASI: Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban yang tenggelam di Tukad Badung, Minggu (4/1). (Foto: Hms SAR)

Denpasar, baliilu.com – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan jasad Surya Fajar Irawan (37) pada Minggu siang (4/1/2026) pukul 11.35 Wita. Sebelumnya Fajar dilaporkan tenggelam saat mencari ikan pada Jumat sore (2/1/2026). Tubuhnya ditemukan terhimpit gorong – gorong tepat di lokasi hilangnya korban.

“Benar, tadi kerabat korban melaksanakan pencarian secara mandiri dan mendapatkan bagian kaki korban yang terhimpit gorong – gorong,” terang Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Wayan Juni Antara.

Mendapati laporan tersebut sembilan orang Tim SAR Gabungan langsung turun untuk melaksanakan proses evakuasi. Lokasi gorong – gorong yang sempit sedikit menyulitkan proses evakuasi korban.

“Lokasinya cukup sempit, setengah dari tubuh korban masuk ke dalam gorong-gorong, namun dengan segala upaya akhirnya Tim SAR Gabungan berhasil mengeluarkan tubuh korban,” imbuhnya.

Jasad korban baru bisa dievakuasi sekira pukul 11.35 Wita. Selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah menggunakan ambulance BPBD Kota Denpasar.

Juni Antara menjelaskan, pencarian korban dilakukan dengan membagi tim Rescue menjadi tiga titik yaitu, titik lokasi kejadian, titik DAM Buagan dan titik Muara Tukad Badung. Selain itu pencarian juga melibatkan sekitar 50 personil gabungan yang terdiri dari, Basarnas, SAR Samapta Polda Bali, Polairud Polda Bali, Brimob Polda Bali, TRC BPBD, BPBD Kota Denpasar, Lanal Denpasar, Balawista Denpasar, SAR MTA, Arjuna Rescue 115, Bali Ranger Community, Alfa Team, Bares keluarga korban dan masyarakat setempat. Lebih lanjut ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah membantu proses pencarian dengan penuh semangat dan dedikasi yang tinggi, dan kepada keluarga korban semoga selalu diberi ketabahan,” tutupnya.

Baca Juga  Jalin Kerjasama Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Pemkab Sumba Barat Kunjungi Unud

Dengan ditemukannya korban pada hari 2 pencarian maka Operasi Pencarian dan Pertolongan dinyatakan dihentikan. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Badung Hadiri Pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Tengkulung

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa
PENGUKUHAN BENDESA: Bupati Adi Arnawa saat menghadiri Pengukuhan Bendesa Adat dan Prajuru Desa Adat Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, di Wantilan Banjar Tengkulung, Tanjung Benoa, Sabtu (3/1). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri dan menyaksikan Pengukuhan Bendesa Adat dan Prajuru Desa Adat Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan di Wantilan Banjar Tengkulung, Tanjung Benoa, Sabtu (3/1) yang bertepatan dengan Tumpek Krulut dan Purnama Kapitu.

I Gede Eka Surawan kembali terpilih dan dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Tengkulung yang baru untuk masa bakti 2026-2031. Pengukuhan ini juga dihadiri Ketua DPRD Badung diwakili anggota DPRD I Wayan Sugita Putra, Majelis Desa Adat Kabupaten Badung, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Tanjung Benoa serta Bendesa Adat se-Kuta Selatan.

Bupati Adi Arnawa pada kesempatan tersebut mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada Krama Desa Adat Tengkulung yang sudah melaksanakan proses musyawarah mufakat dalam menetapkan Bendesa Adat Tengkulung. Untuk itu Adi Arnawa mengucapkan selamat ngayah kepada Bendesa dan Prajuru yang baru dikukuhkan serta mengingatkan ke depan para prajuru baru ini mempunyai tugas yang cukup berat dalam mengajegkan seni, adat, agama, tradisi dan budaya berlandaskan konsep Tri Hita Karana.

“Dengan semangat ngayah dan lascarya, kami yakin prajuru akan mampu melaksanakan swadharma dengan penuh rasa tanggung jawab,” terangnya.

Mengenai program Pemkab Badung di Tanjung Benoa, Bupati menyebut mulai tahun 2026 akan ada perbaikan jalan pratama dan secara bertahap dilakukan penataan kabel-kabel yang akan diturunkan. Dijelaskan, peningkatan infrastruktur memang menjadi fokus utama dalam upaya mengatasi kemacetan dan mendukung sektor pariwisata. Sehingga mulai 2026 dilaksanakan program infrastruktur di Kuta Selatan dengan membuat jalan baru di lingkar barat guna mengatasi kemacetan di GWK sehingga pariwisata Badung yang sebagian besar berfokus di Kuta Selatan dapat berjalan baik, aman dan nyaman. Selain infrastruktur, Bupati juga membuat program perlindungan sosial bagi masyarakat lansia usia 75 tahun ke atas dibantu Rp 3 juta setiap ulang tahun, bantuan Rp 2 juta setiap hari keagamaan serta program lainnya.

Baca Juga  FT Unud Gelar Focus Group Discussion

Sementara Bendesa Adat Tengkulung I Made Eka Surawan menyampaikan terima kasih telah dipercaya kembali sebagai Bendesa Adat Tengkulung untuk lima tahun ke depan.

“Sekarang ini merupakan ayahan kami sebagai prajuru desa adat yang kedua kalinya. Astungkara atas dasar rasa jengah lan lascarya didukung semangat krama, ayah-ayahan dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Atas nama Krama Desa Adat Tengkulung, ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Badung yang telah banyak membantu program desa adat terutamanya perbaikan Pura Desa, Puseh dan Bale Agung yang sudah baru dan nilainya mencapai Rp 7,6 miliar. Namun selesainya pembangunan pura, baru dapat diupacarai sebatas melaspas dan belum mampu menggelar karya ngenteg linggih. Untuk itu atas nama krama kembali ia mohon dukungan Bupati untuk membantu pelaksanaan karya tersebut yang rencananya dilaksanakan pada tahun 2027 nanti. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca