Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 Kamis (23/4) Positif Nambah 15, Sembuh 8, Dewa Indra: Waspadai Transmisi Lokal

BALIILU Tayang

:

sde
KETUA HARIAN GUGUS TUGAS COVID-19 BALI DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Dewa Made Indra melaporkan perkembangan update Covid-19 di Bali sampai Kamis petang (23/4-2020) terjadi penambahan kasus positif sebanyak 15 orang atau jumlah akumulatif positif 167 orang dan sembuh sebanyak 8 orang atau jumlah akumulatif sembuh 55 orang.  

Dari 15 kasus positif yang ditemukan hari ini, kata Dewa Indra, 3 di antaranya terinfeksi di Bali atau transmisi lokal dan 12 imported case yakni 11 pekerja yang punya riwayat perjalanan ke luar negeri dan 1 orang terinfeksi dari daerah terjangkit di luar Bali.

‘’Namun hari ini ada kabar baik. Dimana pihak rumah sakit melaporkan sebanyak 8 orang dinyatakan sembuh. Mereka terdiri dari 5 pekerja migran Indonesia (PMI) dan 3 orang transmisi local,’’ terang Dewa Indra saat video conference, Kamis Petang (23/4-2020) di Kantor Dinas Kominfos Provinsi Bali Renon Denpasar.

Artinya, kata Dewa Indra, ada peluang sembuh terbuka bagi siapa saja. Entah itu kasus imported case atau transmisi lokal. Semuanya memiliki peluang yang sama untuk sembuh. Dengan demikian jumlah akumulatif sahabat yang sembuh 55 orang. ‘’Untuk yang meninggal astungkara dilaporkan nihil, semoga tidak ada lagi tambahan yang meninggal ke depannya,’’ ujar Dewa Indra seraya memaparkan pasien yang masih berada atau masih dalam perawatan sebanyak 108 orang. Mereka dirawat di 11 rumah sakit rujukan dan karantina yang dikelola Pemerintah Provinsi Bali.

Dari jumlah akumulatif positif 167 orang sampai hari ini, Dewa Indra merinci lebih detail yakni kelompok WNA masih 8 orang, sedangkan  WNI menjadi 159 orang. Dari 159 orang WNI dibagi dua menurut dimana mereka terinfeksi. 159 terdiri dari 127 orang mereka terinfeksi secara imported case, artinya terinfeksi di negara lain atau di daerah lain yang terjangkit. ‘’Sebanyak 127 orang ini saya bagi 106 orang PMI yang baru pulang dari luar negeri dan 21 orang non-pekerja migran.

Baca Juga  Sebelum Dipulangkan, Satpol PP Denpasar Rapid Test Dua Orang Tanpa Identitas dan Satu ODGJ

Selanjutnya 32 orang tertinfeksi melalui transmisi local. Kalau dijumlahkan imported case 127 orang, transmisi lokal 32 orang maka jumlah akumulatif positif 159 orang WNI.

‘’Kasus melalui imported case tentu harus kita terima karena memang ada arus balik dari para pekerja migran yang pulang ke kampung halamannya. Artinya mereka memang terjangkitnya di luar negeri dan di luar daerah,’’ ujar Dewa Indra.

Yang perlu kita waspadai bersama, tegas Dewa Indra,  adalah angka yang terinfeksi melalui transmisi lokal. Dimana infeksinya di Bali melalui interaksi dengan orang-orang yang lebih dulu terkonfirmasi positif Covid-19. Hari ini dilaporkan ada 3 orang positif melalui transmisi lokal. Itu artinya masih ada saudara kita, sabahat kita, warga masyarakat yang belum disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, belum disiplin menggunakan masker, belum disiplin menjaga jarak fisik, belum disiplin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Kalau kita belum bisa meningkatkan kedisiplinan maka bukan tidak mungkin pertambahan kasus positif melalui transmisi lokal akan terjadi lagi.

Saran yang paling efektif meredam penularan melalui transmisi lokal, Dewa Indra mengatakan berulang-ulang karena faktanya masih terus terjadi, ‘’Jadi mari kita bersama-sama untuk menghentikan penyebaran melalui transmisi lokal dengan cara disiplin menggunakan masker, disiplin menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, sebisa mungkin mengurangi aktifitas di luar rumah, menghindari keramain dan kerumunan, karena kita tidak pernah satu siapa warga masyarakat yang terinfeksi. Karena banyak sekali orang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sakit.’’

Kawan-kawan yang positif yang berada di rumah sakit dan di karantina, kata Dewa Indra, banyak yang tidak menunjukkan gelaja atau terindikasi Covid-19. Ia dalam keadaan sehat, tubuhnya kuat tetapi melalui tes swab ternyata positif. Kepada mereka tentu sudah dikarantina dan sudah dirawat di rumah sakit.

Baca Juga  1 Orang Pasien Covid Meninggal lagi di Denpasar, 10 Orang Sembuh Hari Ini

Tetapi di masyarakat mungkin saja ada seperti itu bisa menginfeksi yang lain. Karena itu mari kita semua disiplin menggunakan cara yang sederhana seperti menggunakan masker. Melalui cara-cara sederhana itu kita berharap penyebaran Covid-19 melalui transmisi lokal bisa kita hentikan sampai di sini.

Sedangkan pertambahan kasus melalui imported case semasih ada sahabat kita yang pulang, maka pada saat yang sama ada peluang tambahan kasus positif. Tetapi itu kita tangani dengan baik di pintu masuk Bali baik di bandara maupun di pelabuhan. Dan kita berupaya memastikan tidak ada orang yang positif Covid-19  lalu lepas ke masyarakat. (*/gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wabup Badung Resmikan TPSSS-B3 di TPST Mengwitani

Atasi Ancaman Limbah Rumah Tangga Berbahaya

Loading

Published

on

By

TPST Mengwitani
RESMIKAN: Wabup Bagus Alit Sucipta saat meresmikan Tempat Penampungan Sementara Sampah Spesifik B3 dan Limbah B3 (TPSSS-B3) di TPST Mengwitani, Rabu (3/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Di tengah meningkatnya ancaman limbah berbahaya dari rumah tangga, Pemerintah Kabupaten Badung mengambil langkah konkret dengan meluncurkan Tempat Penampungan Sementara Sampah Spesifik B3 dan Limbah B3 (TPSSS-B3) di TPST Mengwitani, Rabu (3/6). Fasilitas ini menjadi role model yang disiapkan secara khusus untuk menampung limbah rumah tangga berbahaya sebelum dikelola lebih lanjut oleh pihak berizin.

Diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, peluncuran TPSSS-B3 dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Acara ini dihadiri Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali Nusra, Kadis Kehutanan dan LH Provinsi Bali, Kepala OPD Perangkat Daerah Kab. Badung, Camat se-Badung, Perbekel/Lurah se-Badung, Ketua GOW Kab. Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, pengelola TPS3R, Bank Sampah, serta pegiat lingkungan.

Wabup Bagus Alit Sucipta mengatakan, persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pengalaman Badung menghadapi persoalan sampah pasca penutupan TPA Suwung membuktikan bahwa masalah lingkungan dapat diatasi ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama.

“Badung bukan hanya etalase pariwisata Bali, tetapi juga etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. Apa yang terjadi di Badung akan cepat menjadi perhatian publik, termasuk persoalan sampah. Karena itu, menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia menuturkan, kesadaran masyarakat memilah sampah dari sumber kini terus meningkat di berbagai wilayah. Menurutnya, faktor terpenting keberhasilan pengelolaan tetap berada pada perubahan perilaku masyarakat.

“Saat ini masyarakat sudah mulai terbiasa memilah sampah. Mereka bahkan aktif menanyakan jadwal pengangkutan dan menyiapkan sampah dalam kondisi terpilah. Ini menunjukkan edukasi yang selama ini dilakukan mulai membuahkan hasil. Sehebat apa pun teknologi yang kita miliki, jika sampah tidak dipilah sejak dari rumah tangga, maka proses pengelolaannya tidak akan berjalan optimal. Kesadaran masyarakat adalah fondasi utama keberhasilan pengelolaan sampah,” ucapnya.

Baca Juga  Sebelum Dipulangkan, Satpol PP Denpasar Rapid Test Dua Orang Tanpa Identitas dan Satu ODGJ

Wabup juga mengatakan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang mewujudkan Badung yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Kita akan terus menghadapi berbagai tantangan, termasuk sampah rumah tangga dan kiriman sampah saat musim angin barat. Namun saya yakin, selama pemerintah dan masyarakat tetap kompak, setiap persoalan dapat kita selesaikan bersama. Semangat gotong-royong inilah yang harus terus kita jaga,” kata Bagus Alit Sucipta.

Sementara itu, Kepala Dinas LHK Badung Made Rai Warastuthi mengungkapkan, timbulan sampah spesifik rumah tangga yang mengandung B3 seperti baterai bekas, limbah elektronik, lampu neon, oli, cat, aerosol, hingga obat kadaluarsa terus meningkat.

“Selama ini masyarakat masih kesulitan menentukan tempat pembuangan limbah B3 rumah tangga. Melalui TPSSS-B3 ini, kami menyediakan fasilitas aman agar limbah berbahaya tidak bercampur sampah domestik biasa. Fasilitas ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekaligus mendukung Program Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) di Badung,” jelasnya.

Ia berharap TPSSS-B3 Mengwitani dapat menjadi role model di Bali melalui kolaborasi dengan desa, TPS-3R, dan bank sampah. Rangkaian peringatan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan donor darah bersama PMI Kabupaten Badung yang melibatkan petugas kebersihan serta staf DLHK. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Edukasi Dini Cegah Remaja Terjerat Narkoba, Bunda Anti Narkoba Gencarkan Sosialisasi

Published

on

By

Bunda Anti Narkoba Badung
SOSIALISASI: Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membuka Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMP Negeri 6 Mengwi, Rabu (3/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, membuka Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMP Negeri 6 Mengwi, Rabu (3/6). Kegiatan ini menjadi langkah strategis menjangkau kalangan pelajar guna memberikan pemahaman menyeluruh mengenai dampak buruk, risiko, serta konsekuensi hukum penyalahgunaan narkotika.

Kehadiran Nyonya Rasniathi Adi Arnawa turut didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung beserta jajaran, Pengawas dan Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Mengwi, Perbekel Desa Kekeran, serta narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menekankan bahwa sosialisasi sejak dini merupakan pilar utama paling efektif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Usia remaja menjadi masa transisi krusial yang rentan karena rasa ingin tahu yang tinggi dan pengaruh pergaulan.

“Usia remaja adalah masa emas pembentukan karakter, namun di sisi lain juga merupakan masa yang paling rentan terhadap pengaruh negatif dan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi seperti ini sangat penting dan mendesak untuk dilakukan, agar adik-adik sekalian memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menolak, menjauhi, dan berani berkata ‘tidak’ terhadap segala bentuk tawaran zat berbahaya tersebut,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran remaja, memberikan pengetahuan yang benar mengenai jenis dan dampak narkoba, serta memperkuat ketahanan diri para siswa. Sinergitas semua pihak menjadi kunci utama memutus rantai peredaran gelap di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang bahaya narkoba, memberikan pengetahuan yang benar mengenai jenis-jenisnya dan dampak yang ditimbulkan, serta memperkuat ketahanan diri adik-adik sekalian agar tidak terjerumus. Tidak hanya itu, kami juga ingin menegaskan bahwa ada konsekuensi hukum yang tegas, dan yang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan, baik dari diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga  Soal Covid-19 di Denpasar, Rai Mantra: GTPP harus tetap Semangat

Nyonya Rasniathi menyatakan, perang melawan narkoba memerlukan kerja sama kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan bebas narkoba. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Tenggelam Saat Berenang di Tukad Campuhan

Published

on

By

tukad campuhan
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi korban seorang remaja yang tenggelam saat berenang di Tukad Campuhan, Banjar Rangdu, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Rabu (3/6/2026). (Foto: Hms SAR)

Jembrana, baliilu.com – Seorang remaja dilaporkan tenggelam saat berenang di Tukad Campuhan, Banjar Rangdu, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Rabu (3/6/2026). Korban diketahui bernama I Made Negara (14), warga Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi kejadian tersebut pada pukul 14.30 Wita, dengan perkiraan waktu kejadian sekitar pukul 14.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pada Rabu siang pergi berenang bersama dua orang temannya di Tukad Campuhan. Saat berada di lokasi, korban yang diketahui belum mahir berenang diduga mengalami kesulitan di dalam air hingga akhirnya tenggelam. “Ada 3 orang, yang pertama mandi dengan melompat dari sandaran dum, langsung tenggelam,” jelas Dewa Hendri, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 15.00 Wita tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana yang berjumlah 10 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Setibanya di lokasi, tim segera melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan. Pada pukul 15.50 Wita, dua orang personel melaksanakan penyelaman sorti pertama di titik yang dicurigai sebagai lokasi tenggelamnya korban. “Melakukan penyelaman kurang lebih kedalaman 6 meter,” pungkasnya.

Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 16.07 Wita, ketika tim SAR gabungan berhasil menemukan korban di kedalaman kurang lebih 6 meter di dasar Tukad Campuhan dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi ke darat dan dibawa menuju Rumah Sakit Umum Negara.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut. Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi korban antara lain Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana sebanyak 9 personel, Polsek Mendoyo 4 personel, Bhabinkamtibmas Mendoyo 1 personel, Babinsa Mendoyo 1 personel, BPBD Jembrana 4 personel, Tagana Jembrana 2 personel, Polair Polres Jembrana 2 personel, Potensi 115 sebanyak 1 personel, serta keluarga korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Rai Mantra: Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Didominasi Usia 18-45 Tahun

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca