Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wawali Arya Wibawa Dampingi Gubernur Koster Terima Kunker Wagub NTT

Bahas Berbagai Isu Strategis dan Upaya Mempererat Kerja Sama Antardaerah

Loading

BALIILU Tayang

:

Wawali Arya Wibawa
DAMPINGI GUBERNUR: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa berkesempatan mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol. (Purn) Drs. Johni Asadoma, M.Hum bersama jajaran pada Jumat (30/1) siang. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa berkesempatan mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi Wakil Gubernur NTT Irjen Pol. (Purn.) Drs. Johni Asadoma, M.Hum bersama jajaran pada Jumat (30/1) siang.

Pada kesempatan itu hadir pula segenap jajaran Pemerintah Provinsi Bali, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, unsur Polri, TNI dan instansi terkait lainnya.

Pertemuan dibalut rasa persaudaraan ini membahas berbagai isu strategis dan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemprov NTT. Secara garis besar, pertemuan ini juga turut membahas mengenai beberapa isu sosial dan juga kamtibmas, serta juga berbagai upaya yang akan dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi antardaerah.

Wawali Kota Denpasar Arya Wibawa pada kesempatan yang sama, turut mengapresiasi kehadiran Wagub NTT dan jajaran dalam upaya untuk mempererat tali silaturahmi.

“Kami di jajaran Pemkot Denpasar juga mengucapkan selamat datang kepada Wagub NTT dan jajaran di Kota Denpasar. Semoga kesempatan ini menjadi jalan untuk menguatkan kerja sama dan menjaga hubungan baik antara Pemprov Bali, Pemkot Denpasar dan Pemprov NTT, sejalan dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam atau gotong-royong bekerjasama,” ungkap Arya Wibawa.

Wakil Gubernur NTT Irjen Pol. (Purn.) Drs. Johni Asadoma, M.Hum menyebut senang dapat melawat ke Pemerintah Provinsi Bali dalam agenda menyapa para Diaspora NTT yang ada di Bali.

“Diaspora NTT tercatat telah hadir di Bali sejak 70 tahun yang lalu dan beberapa telah sukses berkontribusi kepada Bali di sejumlah bidang seperti olahraga. Hubungan yang baik ini semoga tidak dirusak oleh perbuatan segelintir oknum,” ungkapnya.

Lebih jauh, Johni Asadoma mengemukakan, ke depan melalui pertemuan ini, pihaknya akan berupaya untuk menjalankan kerja sama yang strategis dan pembenahan yang lebih baik mengantisipasi isu sosial dan kamtibmas yang melibatkan warga NTT di Bali.

Baca Juga  Koster Geram! Bentuk Tim Khusus Usut Usaha Asing yang Kepung UMKM Lokal di Bali

“Pertemuan dengan Gubernur Bali ini menjadi awal yang baik dalam melakukan pembenahan – pembenahan tersebut,” ujar Johni Asadoma. (eka/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster Lantik Enam Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Bali

Minta Bekerja Fokus, Cepat, Tulus dan Lurus

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster
LANTIK: Gubernur Bali Wayan Koster melantik enam Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali pada Selasa (3/2/2025). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster melantik enam Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali pada Selasa (3/2/2025).

Sesuai dengan Keputusan Gubernur Bali Nomor 175/04-C/HK/2026, Pejabat Pimpinan Tinggi Pertama yang dilantik antara lain Dr. Drs. I Made Rentin, AP., M.Si dilantik sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Masyarakat dari jabatan lamanya sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Selanjutnya Ida Bagus Gede Sudarsana, S.H. dilantik sebagai Inspektur Daerah Provinsi Bali yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali.

Kemudian Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali diisi oleh I Made Dwi Arbani, S.TP., M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali.

Sementara itu tiga pejabat pimpinan tinggi pertama lainnya diisi dari promosi Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali antara lain Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dijabat oleh Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si promosi dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Bidang Tradisi dan Warisan Budaya pada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali; Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali dijabat oleh Ngurah Satria Wardana, S.H., M.H., promosi dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Bagian Bantuan Hukum dan HAM pada Biro Hukum Setda Provinsi Bali dan Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali dijabat oleh I Made Suparta. AP., MT promosi dari jabatan sebelumnya sebagai Inspektur Pembantu Wilayah V pada Inspektorat Daerah Provinsi Bali.

Gubernur Koster menyampaikan akan memberikan pengarahan secara khusus setelah para Kepala Perangkat Daerah tersebut dilantik.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Terima Audiensi Bali Japan International College

Ia meminta agar para pimpinan yang dilantik dapat bergerak cepat. Bekerja dengan fokus, tulus dan lurus dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan Visi dan Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Di periode kedua ini, saya ingin tancap gas. Karena itu sedapat mungkin saya tidak mau melakukan perubahan lagi kecuali ada yang pensiun atau ada hal yang bersifat khusus,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Koster menambahkan bahwa sebisa mungkin menjaga stabilitas pemerintahan khususnya birokrasi yang tulang punggungnya diisi oleh para Kepala Perangkat Daerah.

Oleh sebab itu pengisian Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali menurutnya harus sesuai dengan Sistem Merit yang berlaku yaitu sesuai dengan prestasi, kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.

“Ada pejabat yang pensiun namun juga ada yang spesifik contohnya Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Pak Rentin. Tugas yang dijalani berat yang menjadi isu saat ini dan diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa sebelumnya Made Rentin dipilih langsung olehnya menjadi Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Bali karena melihat kepemimpinannya yang cepat dan responsif ketika menjabat sebagai Kepala BPBD Provinsi Bali.

Namun belakangan ia menyadari ternyata saat ini dalam keadaan kurang sehat sehingga ia memberikan kesempatan untuk melakukan perawatan terlebih dahulu hingga pulih kembali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

30 Perusahaan Ikuti Sosialisasi K3 dan Simulasi APAR dari Disnaker Gianyar

Published

on

By

Disnaker Gianyar
SOSIALISASI: Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar saat menyelenggarakan Sosialisasi K3 serta Simulasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Padma Ubud Resort, Selasa (3/2), dalam rangka Bulan K3 Nasional Tahun 2026. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar menyelenggarakan Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Simulasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang diikuti oleh 30 perusahaan se-Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini dilaksanakan di Padma Ubud Resort, Selasa (3/2), dalam rangka Bulan K3 Nasional Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, I Gede Suardana Putra, dan dihadiri oleh Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gianyar, para pelatih dan instruktur dari Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Gianyar, serta para peserta sosialisasi dari berbagai sektor usaha.

Dalam sambutannya, Gede Suardana Putra menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2026, yang diperingati mulai 12 Januari hingga 12 Februari 2026 dengan tema Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.

“Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang mewajibkan setiap tempat kerja menjamin keselamatan tenaga kerja dan orang lain yang berada di lingkungan kerja,” tegas Suardana Putra.

Dilanjutkannya selain mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970, kegiatan tersebut juga menindaklanjuti Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.04/MEN/1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), yang mewajibkan perusahaan menyediakan APAR sesuai standar dan dalam kondisi siap pakai.

Dalam kegiatan tersebut, diisi oleh narasumber dari Dinas Ketenagakerjaan dan Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, I Putu Adi Widyamika yang menekankan pentingnya pemenuhan norma K3, kewajiban perusahaan, serta peran pengawasan ketenagakerjaan dalam mendorong kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Terima Audiensi Bali Japan International College

Sementara itu, kegiatan simulasi penggunaan APAR dipandu oleh instruktur dari Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Gianyar, yang memberikan pembekalan teknis serta praktik langsung kepada peserta terkait penanganan awal kebakaran di lingkungan kerja.

Melalui kolaborasi lintas instansi antara Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gianyar, serta Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Suardana Putra berharap mampu meningkatkan kesiapsiagaan 30 perusahaan peserta sosialisasi dalam menghadapi potensi kebakaran serta memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja di Kabupaten Gianyar.

“Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Tenaga Kerja berkomitmen untuk terus mendorong pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan K3 secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di Kabupaten Gianyar,” pungkasnya.

Para peserta juga tampak antusias untuk mengikuti sosialisasi tersebut, terlihat dari kehadiran yang tepat waktu bahkan diskusi berjalan sangat menarik dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan para peserta terkait peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada usahanya masing-masing. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

UMKM Bali Pure Sembiran Raih Penghargaan Terbaik II Inovasi Produk Aman dan Berkelanjutan dari BPOM

Published

on

By

PENGHARGAAN: UMKM Bali Pure asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, berhasil meraih Penghargaan Terbaik II Lomba Inovasi UMKM Produk Aman dan Berkelanjutan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BPOM. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – UMKM Bali Pure asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, berhasil meraih Penghargaan Terbaik II Lomba Inovasi UMKM Produk Aman dan Berkelanjutan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penghargaan tersebut diumumkan pada 29 Januari 2026 di Jakarta, bertepatan dengan puncak peringatan HUT ke-25 BPOM.

Dikonfirmasi via telepon, Selasa (3/2), Ketut Sumayana selaku owner dan pengelola Bali Pure mengatakan penghargaan ini diberikan oleh BPOM sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku UMKM yang mampu menghadirkan inovasi produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga aman bagi konsumen dan berkelanjutan bagi lingkungan. “Tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga pernah dilaksanakan untuk komoditas pangan di tingkat Provinsi,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikan, bagi Bali Pure, capaian ini menjadi bukti nyata prestasi sekaligus pengakuan atas eksistensi UMKM Buleleng di tingkat nasional. Penghargaan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat pelaku UMKM lokal agar terus berkembang dan mampu bersaing dengan produk industri skala besar, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan keberlanjutan produk.

“Peran Bali Pure dalam menciptakan produk yang aman dan berkelanjutan diwujudkan melalui penggunaan bahan-bahan alami berbasis lokal serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan arahan BPOM. Selama proses produksi, Bali Pure juga mendapatkan pendampingan langsung dari LOKA POM Buleleng,” imbuhnya.

Diungkapkan oleh Sumayana, inovasi unggulan Bali Pure terletak pada pengolahan minyak VCO (Virgin Coconut Oil) menjadi produk bernilai tambah berupa body oil dan sabun VCO. Tidak hanya itu, air kelapa yang biasanya menjadi limbah dalam produksi VCO dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku sabun mandi, sejalan dengan konsep zero waste yang diterapkan perusahaan.

Baca Juga  Gubernur Koster Beri Jawaban Terhadap PU Fraksi DPRD Bali Terkait Raperda Haluan Pembangunan Bali

“Seluruh proses produksi dilakukan di Desa Sembiran dengan melibatkan lebih dari 20 tenaga kerja lokal, termasuk kelompok tani, ibu rumah tangga, dan remaja desa. Penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal menjadi faktor penting yang mengantarkan Bali Pure meraih penghargaan tersebut,” tegasnya.

Ditambahkan oleh Suma, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng, khususnya Dinas Dagperinkop UKM Buleleng melalui pendampingan PLUT Singaraja, serta pembinaan dari LOKA POM Buleleng di bawah kepemimpinan Rai Gunawan, S.Farm., Apt, beserta tim.

Di akhir, Suma menjelaskan selain fokus pada kualitas produk, Bali Pure juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Perusahaan secara rutin menyalurkan bantuan sembako dan zakat kepada masyarakat sekitar, serta memberikan jaminan penggantian produk apabila ditemukan kerusakan sebelum masa kedaluwarsa.

“Capaian kami ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi UMKM lainnya di Buleleng untuk terus berinovasi, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi dalam membangun ekonomi daerah yang berdaya saing, aman, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca