Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

26 Siswa Kelas 1-3 Badung Bersaing Jadi Terbaik Lomba Mewarnai PKB XLVIII Tahun 2026

BALIILU Tayang

:

lomba mewarnai pkb
LOMBA MEWARNAI: Tercatat 26 siswa-siswi SD dari Kabupaten Badung bersaing untuk menjadi yang terbaik “Wimbakara“ (Lomba) Mewarnai Sekolah Dasar (SD) kelas I hingga III pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung pada hari kedua pelaksanaan PKB di Gedung Museum Mahudara Mandara Giri Bhuwana, Kawasan Taman Budaya Art Center, Provinsi Bali, pada Minggu (14/6/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Tercatat 26 siswa-siswi SD dari Kabupaten Badung bersaing untuk menjadi yang terbaik Wimbakara (Lomba) Mewarnai Sekolah Dasar (SD) kelas I hingga III pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Lomba yang diikuti 132 orang siswa SD se-Bali tersebut berlangsung pada hari kedua pelaksanaan PKB di Gedung Museum Mahudara Mandara Giri Bhuwana, Kawasan Taman Budaya Art Center, Provinsi Bali, pada Minggu (14/6/2026).

Ketua Dewan Juri Lomba Mewarnai PKB XLVIII Tahun 2026 Dewa Putu Gede Budiarta bahwa menyampaikan lomba mewarnai merupakan agenda rutin PKB yang diselenggarakan setiap tahun. Dia menyatakan pelaksanaan lomba tahun ini melibatkan siswa SD kelas I hingga III agar kesempatan mengikuti lomba dapat lebih merata.

“Lomba mewarnai ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangkaian PKB. Tahun ini pesertanya siswa SD kelas I sampai III agar kesempatan berpartisipasi bisa lebih bergilir,” ujarnya.

Dia menyebutkan tema lomba mengacu pada tema besar PKB XLVIII Tahun 2026, yakni Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha. “Panitia telah menyiapkan gambar dasar yang kemudian harus diselesaikan peserta dengan pewarnaan dan kreativitas masing-masing. Penilaian lomba meliputi tiga aspek utama, yakni kesesuaian dengan tema, kreativitas, dan keharmonisan warna dengan penekanan pada kreativitas,” katanya.

Menurut Dewa Budiarta, kreativitas menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. “Ya, bagaimana peserta mengolah warna, menambahkan elemen pendukung, serta menampilkan hasil yang menarik dan harmonis. Selain itu kebersihan dan kerapian karya juga menjadi perhatian,” katanya.

Peserta diberikan waktu tiga jam untuk menuntaskan kreativitasnya. Seluruh karya dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari tiga orang seraya menambahkan, karya peserta dinilai oleh tiga juri dari ISI Denpasar yakni Dewa Budiarta sendiri selaku Ketua, Ni Made Purnami Utami dan I Made Ruta. Panitia menetapkan enam peserta terbaik yang terdiri dari juara I, II, III, serta juara harapan I, II, dan III.

Baca Juga  Bawakan Kisah ‘’Pralaya Senopati Salya’’ Khas Sulangai, Sanggar Seni Wayang Kulit Parwa Bendu Semara Tampil di PKB 2025

“Kami mencari enam karya terbaik. Selain menjadi ajang mengembangkan kreativitas anak-anak, penghargaan yang diperoleh juga dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkarya dan berprestasi,” katanya.

Sesungguhnya, kata dia, panitia menargetkan 200 peserta dalam lomba tersebut dengan mengundang masing-masing kabupaten dan Kota Denpasar 10 orang dan peserta umum yang mendaftar lewat link. Hingga masa pendaftaran ditutup, tercatat 180 lebih peserta mendaftar dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Sementara satu di antara orangtua peserta yang berasal dari Desa Buduk, Kabupaten Badung, Komang Tri Jayanthi, mengaku sangat bersyukur putrinya mendapat kesempatan mengikuti lomba tersebut. Siswa SD Imanuel, Dalung, itu tampil penuh percaya diri.

“Harapan kami kegiatan seperti ini terus dilaksanakan untuk mengembangkan bakat dan minat anak-anak, khususnya di bidang seni,” ujarnya.

Dalam hal penilaian hasil karya anaknya, dia menyatakan percaya kepada dewan juri yang telah dipilih panitia, karena memiliki kompetensi dan profesionalisme di bidangnya.

“Saya yakin juri yang dipilih sudah profesional dan kompeten. Apapun hasilnya nanti, tentu itu merupakan hasil terbaik sesuai penilaian yang telah dilakukan,” katanya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster Resmi Buka PKB XLVIII, Diikuti 23 Ribu Seniman dan Ratusan Sekaa, IKM/UMKM Digratiskan

Published

on

By

pembukaan pkb 2026
BUKA PKB: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII (Ke-48) Tahun 2026 pada, Sabtu (Saniscara Umanis, Sungsang), 13 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra (Art Center) Denpasar, yang ditandai dengan pemukulan gong. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII (Ke-48) Tahun 2026 pada, Sabtu (Saniscara Umanis, Sungsang), 13 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra (Art Center) Denpasar, yang ditandai dengan pemukulan gong dan disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Pangdam IX/Udayana, dan Kapolda Bali.

Dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali juga diserahkan piagam penghargaan Karisma Event Nusantara, dimana Pesta Kesenian Bali Ke-48 Tahun 2026 yang mengambil Tema: Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha, resmi terpilih sebagai bagian dari 125 Karisma Event Nusantara 2026. Piagam Penghargaan diserahkan langsung oleh Wamen Pariwisata, Ni Luh Puspa kepada Gubernur Bali Wayan Koster dan mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Walikota dan Bupati Se-Bali, Pimpinan Instansi Vertikal se-Bali, Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Bali, para seniman dan budayawan, serta ribuan masyarakat.

Tema PKB Tahun 2026 yang bermakna Memuliakan Jiwa Paripurna, yang selaras dengan upaya kita bersama dalam memuliakan unteng Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali, kata Gubernur Koster berlangsung dari tanggal 13 Juni 2026 sampai 11 Juli 2026, dengan menyajikan 10 materi pokok, yaitu: Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Kandarupa (Pameran), Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Kriyaloka (Lokakarya), Widyatula (Sarasehan), dan Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni), Jantra Tradisi Bali atau Pekan Kebudayaan Daerah dan Bali World Culture Celeberation atau Perayaan Kebudayaan Dunia di Bali.

Jantra Tradisi Bali merupakan apresiasi budaya untuk penguatan dan pemajuan kearifan lokal, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, pengobatan tradisional, permainan tradisional, serta olah raga tradisional Bali. Sedangkan Perayaan Kebudayaan Dunia di Bali adalah kegiatan apresiasi budaya dalam upaya mewujudkan Bali sebagai Pusat Kebudayaan Dunia (Bali Padma Bhuwana).

Baca Juga  Bawakan Kisah ‘’Pralaya Senopati Salya’’ Khas Sulangai, Sanggar Seni Wayang Kulit Parwa Bendu Semara Tampil di PKB 2025

“Kebesaran dan kemegahan Kebudayaan Bali kini telah mendapat pengakuan dunia sehingga melalui kebudayaan, Bali mampu bersaing di tataran pergaulan internasional,” ujar Gubernur Koster yang dengan konsisten melakukan Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya juga menekankan bahwa Pesta Kesenian Bali tahun ini, didukung oleh banyak seniman, yaitu 23.936 orang, partisipasi sebanyak 307 sekaa/sanggar/ yayasan seni baik lokal, nasional, maupun internasional. Pesta Kesenian Bali juga menjadi wahana etalase produk kerajinan dan kriya yang berkualitas dan unggul, yang diikuti oleh sebanyak 124 IKM dan 72 UMKM, mengikuti pameran secara gratis. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Bangga Tingginya Anak Muda dan Usia Dini Tampil Memukau di Pesta Kesenian Bali Ke-48

Regenerasi Pelaku Seni Budaya Bali Tumbuh Berkelanjutan, Jadi Sumber Kekuatan Ekonomi Pariwisata dan Kesejahteraan Masyarakat

Loading

Published

on

By

gubernur koster
SAMBUTAN: Gubernur Bali Wayan Koster memberikan sambutan pada pembukaan PKB XLVIII di Taman Werdhi Budaya Art Centre Denpasar, Sabtu, 13 Juni 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi tingginya keterlibatan anak muda dan usia dini pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII (Ke-48) Tahun 2026. Gubernur Koster menilai keterlibatan kawula muda merupakan bukti regenerasi pelaku seni dan budaya Bali terus tumbuh berkelanjutan. Hal ini bagi Gubernur Koster, sangat membahagiakan dan membanggakan bagi semua masyarakat Bali.

“Pesta Kesenian Bali tidak saja secara aktif diikuti oleh anak-anak muda, tetapi juga anak-anak usia dini yang berpartisipasi dengan berbagai karya menarik dan unik, serta mampu tampil dengan memukau. Kehadiran anak-anak muda beserta anak-anak usia dini menunjukkan bahwa, regenerasi pelaku seni dan budaya di Bali telah terjadi secara langsung dan berkelanjutan, mampu bertahan, bahkan berkembang semakin maju dalam menghadapi dinamika lokal, nasional, dan global,” jelas Gubernur Bali dua periode ketika membuka PKB XLVIII di Taman Werdhi Budaya Art Centre Denpasar, Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurut Koster, fakta ini menunjukkan bahwa, seni budaya di Bali tidak akan pernah mati, namun akan selalu hidup dengan penuh gairah dalam kehidupan masyarakat Bali yang harmonis. Ini sebagai implementasi visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, serta sesuai amanat dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru, 2025-2125.

“Bagi masyarakat Bali, kebudayaan berperan dalam berbagai aspek kehidupan; sebagai sumber nilai-nilai kehidupan, sebagai sumber karya seni yang kreatif dan inovatif, sebagai sumber pengembangan industri berbasis budaya branding Bali, sebagai sumber pengembangan ekonomi kreatif, dan sebagai basis kekuatan pengembangan pariwisata Bali, sehingga mampu memberi kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali secara Sakala – Niskala,” jelasnya.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Polsek Denbar Atensi Lomba Kreativitas Anak-anak

Oleh karena itu, kata Gubernur Koster, kebudayaan Bali yang sangat kaya, unik, dan unggul, meliputi adat-istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal yang merupakan warisan adiluhung harus terus kita pelihara bersama agar semakin kuat dan maju.

“Jangan pernah bosan menjaga kebudayaan Bali,” tutup Gubernur Koster yang disambut ‘aplaus’ oleh ribuan masyarakat Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster juga memberikan penghormatan kepada Gubernur Bali, periode tahun 1978-1988, Bapak Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, karena atas gagasannya mewujudkan Pesta Kesenian Bali (PKB).

Penghormatan tersebut disampaikannya langsung saat membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-48 Tahun 2026 dengan tema Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha pada, Sabtu (Saniscara Umanis, Sungsang), 13 Juni 2026 malam di Panggung Terbuka Ardha Candra (Art Center) Denpasar.

Dikatakan Gubernur Koster, bahwa dalam sejarahnya Pesta Kesenian Bali ke-1 terselenggara pada tanggal 20 Juni 1979, pada masa Pemerintahan Provinsi Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Bapak Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.

Astungkara, Pesta Kesenian Bali yang merupakan wahana terbesar dalam penyelenggaraan kebudayaan Bali, secara konsisten dapat dilaksanakan setiap tahun tanpa henti oleh Gubernur pada periodenya masing-masing.

“Kita bersyukur Gubernur, Wali Kota/Bupati se-Bali bersama para seniman dan budayawan serta seluruh komponen masyarakat Bali terus dengan semangat kuat, konsisten mendukung serta menyelenggarakan Pesta Kesenian Bali yang tahun 2026 ini sudah berjalan selama 48 tahun,” ucap Wayan Koster sembari mengemakan salam Pancasila yang diiringi kata Merdeka, Merdeka, Merdeka.

Secara fundamental dan komprehensif, penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali disebutnya semakin kokoh, berkualitas, dan menarik dengan diberlakukannya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Baca Juga  Sanggar Gita Bandana Praja Denpasar Pastikan Kesiapan Tampil di Ajang PKB XLVIII

Perkembangan ini dapat dilihat langsung dari karya seni yang ditampilkan semakin beragam dan berkualitas, semakin banyak seniman dan lembaga seni yang berpartisipasi, semakin bergairah penonton yang hadir menyaksikan Pesta Kesenian Bali selama sebulan, serta penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali juga semakin tertata, terarah, berkualitas, serta menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun.

Dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali Tahun 2026, dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Walikota/Bupati Se-Bali, Pimpinan Instansi Vertikal se-Bali, Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Bali, hingga para seniman dan budayawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Selaras dengan Tema “Feel The Grow” D’Youth Fest 6.0, Tekiber Hadirkan Operet Penuh Makna tentang Harmoni dan Pertumbuhan

Published

on

By

tekiber
OPERET: Penampilan Tekiber yang menghadirkan operet bertajuk “Princess Panda: The Art of Light and Shadow” penuh makna tentang harmoni dan pertumbuhan di ajang D’Youth Fest 2026. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Semangat kolaborasi dan kreativitas anak muda kembali terasa dalam gelaran D’Youth Fest 6.0, berbagai komunitas kreatif turut mengambil bagian untuk memperkaya pengalaman festival. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian hadir dari Teater Kini Berseri (Tekiber) melalui pertunjukan operet bertajuk Princess Panda: The Art of Light and Shadow, sebuah karya seni pertunjukan yang mengangkat pesan tentang keseimbangan hidup, harmoni, dan pertumbuhan.

Kehadiran Tekiber menjadi bagian dari semangat kolaboratif yang terus didorong dalam penyelenggaraan D’Youth Fest sebagai ruang bertemunya kreativitas lintas sektor dan lintas komunitas. Penampilan ini sekaligus memperkuat posisi D’Youth Fest tidak hanya sebagai festival hiburan, tetapi juga ruang ekspresi seni, edukasi, dan pengembangan karakter generasi muda.

Creative Director pertunjukan, I Gede Benny Dipo Pratama, menjelaskan bahwa tema Princess Panda: The Art of Light and Shadow dipilih untuk menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menemukan keseimbangan di tengah perbedaan.

Princess Panda: The Art of Light and Shadow mengangkat pesan tentang pentingnya keseimbangan dalam kehidupan. Melalui perjalanan para tokohnya yang berasal dari dunia dan pandangan yang berbeda, pertunjukan ini menggambarkan bagaimana harmoni dapat tercipta ketika perbedaan tidak lagi menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Selaras dengan tema REGROW, kisah ini mengajak penonton untuk bertumbuh melalui pemahaman, penerimaan, dan keberanian membangun kembali keseimbangan yang menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih baik,” ujar Benny.

Selaras dengan tema besar Feel The Grow yang diusung D’Youth Fest tahun ini, pertunjukan tersebut menjadi refleksi tentang bagaimana generasi muda dapat tumbuh kembali melalui kreativitas, empati, dan kolaborasi. Seni pertunjukan pun hadir sebagai medium yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan sosial yang relevan dengan dinamika kehidupan anak muda saat ini.

Baca Juga  Bawakan Kisah ‘’Pralaya Senopati Salya’’ Khas Sulangai, Sanggar Seni Wayang Kulit Parwa Bendu Semara Tampil di PKB 2025

Sementrara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti turut memberikan apresiasi atas partisipasi Teater Kini Berseri dalam mendukung semangat kolaborasi lintas subsektor kreatif di D’Youth Fest 6.0.

“Kami mengapresiasi keterlibatan Teater Kini Berseri yang telah memberikan suguhan seni pertunjukan berkualitas sekaligus memperlihatkan potensi luar biasa anak muda Denpasar. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa sektor kreatif memiliki peran besar dalam memperkuat identitas kota, sekaligus menjadi ruang positif untuk pengembangan karakter, kreativitas, dan produktivitas generasi muda,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua BKRAF Denpasar, Ari Setiya Wibawa, yang juga mengapresiasi kontribusi Teater Kini Berseri yang dinilai mampu menghadirkan warna berbeda dalam D’Youth Fest 6.0 melalui seni pertunjukan yang sarat makna.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tekiber dalam D’Youth Fest kali ini, dan dari tahun ke tahun selalu tampil memukau. Apa yang ditampilkan tidak hanya sebatas pertunjukan seni, tetapi juga menghadirkan pesan mendalam yang relevan dengan semangat REGROW. Ini membuktikan bahwa kreativitas anak muda melalui seni teater ini mampu memberikan edukasi sekaligus inspirasi bagi generasi muda lainnya,” ujar Ari.

Menurut Ari, kolaborasi dengan komunitas seni seperti Tekiber menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kota Denpasar. D’Youth Fest diharapkan menjadi ruang yang terus membuka peluang tumbuh bagi talenta muda untuk berekspresi, berjejaring, dan menciptakan karya-karya kreatif yang berdampak.

Benny dalam hal ini juga turut menyampaikan apresiasi atas dukungan BKRAF Kota Denpasar dan Pemerintah Kota Denpasar yang terus membuka ruang kreatif bagi anak muda melalui D’Youth Fest.

“Kami mengapresiasi BKRAF dan Pemerintah Kota Denpasar atas dukungannya dalam menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda melalui D’Youth Fest. Kami juga bangga dapat berpartisipasi melalui Operet This Week, sebagai salah satu rangkaian acara yang mengangkat potensi seni pertunjukan di kalangan anak muda,” ungkapnya.

Baca Juga  Jelang PKB Ke-48, Walikota Jaya Negara Pantau Kesiapan Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara

Menurutnya, Kota Denpasar memiliki potensi seni pertunjukan yang sangat besar, ditopang oleh talenta muda kreatif, komunitas yang aktif, serta kekayaan budaya yang terus menjadi inspirasi. Ia menilai seni pertunjukan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi, kolaborasi, serta peluang untuk anak muda terus produktif.

“Semoga D’Youth Fest terus menjadi wadah yang mendorong tumbuhnya talenta baru dan memperkuat Denpasar sebagai kota yang kreatif,” tutup Benny. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca