Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

CABEM FKH Unud Selenggarakan Kuliah Umum Bertemakan “Zoonosis dan Rabies“

BALIILU Tayang

:

fkh unud
Calon Anggota Muda Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Angkatan 2022 pada Minggu, 20 November 2022, mengadakan kuliah umum. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Calon Anggota Muda Badan Eksekutif Mahasiswa (CABEM) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Angkatan 2022 pada Minggu, 20 November 2022, mengadakan kuliah umum yang diselenggarakan di Ruang Sidang Fakultas Kedokteran Hewan Unud. Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unud angkatan 2020, 2021 dan 2022.

CBEM FKH Unud pada Kuliah Umum perdananya mengangkat tema “Raising Awarness and Prevent the Spread of Zoonosis” yang lebih dispesifikasi lagi dengan judul “Join Hands and Protect the World from Rabies”. Pada dasarnya, tema ini diangkat agar informasi serta pengetahuan mengenai zoonosis khususnya rabies bisa disampaikan kepada mahasiswa sebagai calon tenaga kerja di bidang kedokteran hewan, terlebih, di Indonesia khususnya Bali, kasus rabies masih marak tersebar.

Pada kuliah umum ini, panitia pelaksana mengundang satu pembicara yang profesional dan tentunya berpengalaman dalam menangani kasus rabies. Terlebih, pembicara merupakan bagian dari Tim Pakar Rabies Provinsi Bali. Ia adalah Prof. Dr. drh. I Ketut Puja, M.Kes sebagai tenaga pendidik di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Direktur RSH Udayana, dan Tim Satgas PMK Provinsi Bali. Pada kegiatan ini, pembicara memberikan ilmu serta pengalaman yang bermanfaat bagi seluruh peserta.

Prof. Dr. drh. I Ketut Puja, M.Kes yang didampingi mahasiswi aktif Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana angkatan 2022, yaitu Rahmadini Hamdi Putri sebagai moderator secara garis besar, pembicara menyampaikan bahwa, ‘‘Zoonosis adalah penyakit menular dari hewan ke manusia. Adapun transmisi penularannya sendiri terbagi menjadi langsung dan tidak langsung. Contoh penyakit zoonosis yang penyebarannya secara langsung adalah flu burung, sedangkan contoh penyebaran penyakit zoonosis yang tidak langsung adalah rabies yakni dengan penyebaran melalui gigitan anjing dan sebagainya. Rabies sendiri termasuk penyakit zoonosis yang penyebarannya sangat banyak di Bali. Adapun peran mahasiswa kedokteran hewan sebagai calon dokter hewan dalam mencegah manajemen penyebaran penyakit zoonosis bisa dimulai dari hal sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan bisa mulai membuat adanya bank sampah.”

Baca Juga  Fapet Unud Tanda Tangani PKS, Sekaligus Beri Kuliah Umum di Fapet Unram
fkh unud
Prof. Dr. drh. I Ketut Puja, M.Kes saat menyampaikan materi kuliah. (Foto: ist)

Saat sesi diskusi dimulai, beberapa peserta mulai aktif mengajukan pertanyaan. Keantusiasan peserta untuk menyampaikan hal yang ingin mereka tahu menandakan bahwa peserta memperhatikan materi yang dibawakan oleh Prof. Dr. drh. I Ketut Puja, M.Kes dengan baik dan serius.

Setelah penyampaian materi dan sesi diskusi berakhir, acara dilanjutkan dengan sesi kuis yang dipandu oleh 2 panitia yang merupakan mahasiswa dan mahasiswi aktif Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Angkatan 2022, yaitu Andre Restu Trinada dan Gita Anggraeni. Sesi kuis kali ini menampilkan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang didapatkan 3 pemenang yaitu Claudya Shinta Bella sebagai juara pertama, Ni Kadek Dea Purnami sebagai juara kedua, dan Sang Ayu Putu Aura Setyaningsih sebagai juara ketiga.

Setelah berakhirnya sesi kuis yang dipandu oleh Andre Restu Trinada dan Gita Anggraeni, maka sampailah kegiatan kuliah umum perdana calon anggota muda Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana pada penghujung acara. Kegiatan Kuliah Umum “Join Hands and Protect the World from Rabies” diakhiri dengan pembagian link pengisian kuesioner kepada peserta kuliah umum sebagai bentuk penilaian kegiatan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2220-Calon-Anggota-Muda-Badan-Eksekutif-Mahasiswa-Fakultas-Kedokteran-Hewan-Universitas-Udayana-Menyelenggarakan-Kuliah-Umum-bertemakan-Zoonosis-dan-Rabies.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, DKPKP Gianyar Gelar Gerakan Pangan Murah

Published

on

By

pasar murah
PANGAN MURAH: Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) saat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan 25 peserta dari unsur UMKM, BUMD, kelompok tani, bulog, dan pelaku usaha pangan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya.

Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, Ir. I Gusti Agung Sri Widyawati, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah strategi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan kenaikan harga bahan pokok.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang memadai menjelang hari raya. Stabilitas pangan menjadi prioritas agar masyarakat merasa tenang dan daya beli tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, buah-buahan, serta aneka produk pangan lainnya persiapan hari raya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Gerakan Pangan Murah juga menjadi wadah yang mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung. Melalui keterlibatan kelompok tani, distributor, UMKM, dan pelaku usaha pangan, rantai distribusi dapat dipersingkat sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi lebih kompetitif.

Sri Widyawati menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya pada periode meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan,” tegasnya.

Baca Juga  FH Unud Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Akademisi Faculty of Law Maastricht University

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Sejak pagi hari, warga tampak memadati area kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat. Karena permintaan masyarakat, GPM akan dilaksanakan 2 hari (11-12 Juni 2026) khusus untuk buah – buahan.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, tersedianya kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi, serta masyarakat dapat menyambut dan menyelenggarakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan aman, nyaman, dan sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pelepasan Siswa Kelas XII SLB Negeri 1 Buleleng, Tampilkan Pameran Vokasi dan Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus

Published

on

By

slb negeri 1 buleleng
PELEPASAN: SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan pendidikan para siswa sekaligus menampilkan berbagai potensi dan kreativitas yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan di sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SLB Negeri 1 Buleleng Made Winarsa menyampaikan bahwa saat ini sekolah tersebut memiliki 157 siswa dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan khusus. Keberagaman tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga pendidik untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal dan inklusif.

Lebih lanjut disampaikan, SLB Negeri 1 Buleleng juga telah memiliki fasilitas asrama yang mampu menampung hingga 40 siswa. Asrama tersebut diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari daerah yang jauh dari sekolah, dengan syarat telah memiliki tingkat kemandirian yang memadai. Kehadiran asrama diharapkan dapat mendukung akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Buleleng maupun wilayah sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Winarsa juga memberikan motivasi kepada para orang tua siswa agar tidak pernah merasa putus asa dalam mendampingi anak-anak mereka. Menurutnya, setiap anak berkebutuhan khusus memiliki keistimewaan dan potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Di balik keterbatasan yang dimiliki, pasti ada kelebihan yang tertanam dalam diri setiap anak. Tugas kita bersama, khususnya para guru, adalah menggali dan mengangkat potensi tersebut ke permukaan sehingga dapat berkembang secara maksimal. Karena itu, jangan pernah merasa rendah diri dan tetaplah percaya pada kemampuan anak-anak kita,” ujarnya.

Melalui pameran karya dan pentas seni yang ditampilkan, para siswa menunjukkan berbagai kemampuan di bidang seni, keterampilan, dan kreativitas. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi dan berkarya apabila diberikan kesempatan, dukungan, serta lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

Baca Juga  CABEM FKH Unud Kelompok 2 Gelar Talk Show ‘’Obrolan Asik Seputar Zoonosis’’

Kegiatan pelepasan ini berlangsung penuh kebanggaan, tidak hanya bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah, tetapi juga bagi orang tua dan para guru yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang mereka. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memberikan perhatian serta dukungan terhadap pendidikan inklusif guna mewujudkan kesempatan yang setara bagi seluruh anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satgas Anti-Mafia Bola akan Kembali Diaktifkan, Cegah Judi Selama Piala Dunia 2026

Published

on

By

mafia bola
BERI KETERANGAN: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga penyelenggaraan Piala Dunia 2026 agar tetap menjadi ajang hiburan yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali Satgas Anti-Mafia Bola guna mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran hukum, khususnya praktik perjudian yang memanfaatkan momentum pesta sepak bola dunia tersebut.

“Beberapa waktu lalu kita pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali,” ujar Kapolri usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Kapolri menjelaskan, pengaktifan kembali Satgas Anti-Mafia Bola merupakan upaya preventif untuk mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia sebagai sarana melakukan tindak pidana, termasuk perjudian.

Menurutnya, Piala Dunia seharusnya menjadi ajang hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan.

“Jangan sampai momentum hiburan Piala Dunia ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum yang justru merusak semangat sportivitas,” tegasnya.

Kapolri juga mengimbau masyarakat agar menjadi penonton yang cerdas dan tidak terlibat dalam aktivitas perjudian selama perhelatan Piala Dunia berlangsung. Ia menekankan bahwa aturan hukum terkait perjudian di Indonesia telah diatur secara tegas sehingga harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Perjudian merupakan pelanggaran hukum yang aturannya sudah sangat jelas. Karena itu, masyarakat harus menghindari segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan perjudian,” ujarnya.

Selain melakukan langkah pencegahan terhadap praktik perjudian, Polri juga berupaya menghadirkan suasana menonton yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Untuk itu, Polri bekerja sama dengan LPP TVRI dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di berbagai satuan kewilayahan.

Baca Juga  Kuliah Umum Awali Kerja Sama Antara Fapet Unud dengan FP Universitas Sumut

Kegiatan nobar tersebut akan dilaksanakan mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh Indonesia sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memastikan perhelatan Piala Dunia dapat dinikmati secara aman, tertib, dan bebas dari praktik perjudian.

“Kami dari Polri akan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan nobar, mulai dari Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Kapolri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca