Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kuliah di ITB STIKOM Bali, 15 Mahasiswa Sumba Timur Magang Online Bergaji di Singapura

BALIILU Tayang

:

Mahasiswa
Ke-15 mahasiswa Sumba Timur foto bersama Ni Made Astiti, Julius Ngantung dan staf Distransnaker Sumba Timur. (Foto : ist)

Waingapu, baliilu.com  – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur di bawah kepemimpinan duet Bupati Drs. Khristofel Praing, M.Si., dan Wakil Bupati David Melo Wadu, S.T., membuat gebrakan visioner dengan mengirim 15 mahasiswanya melanjutkan kuliah di ITB STIKOM Bali sambil mengikuti magang online di Singapura. Menariknya para mahasiswa ini mendapat uang saku  yang nilainya lebih dari cukup sehingga bisa membiayai kuliahnya dan diri sendiri pada tahun kedua sampai tahun keempat atau tamat kuliah.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Kabupaten Sumba Timur Nicolas Pandarangga, S.TP., M.M., sebagai leading sector program kerja sama ini menerangkan, ke-15 mahasiswa tersebut terdiri dari 11 perempuan dan 4 laki-laki. Mereka adalah Valensia Nadila Rambu Djola, Yandrian Behar Ngunju Amah, Bonefasius Kopong, Adrin Kahi Leba, Erin Saputri Rohi, Chelin Pebriani Ataratu, Gracelia Alvira Rambu Ngguna, Yandriani Martha Djawa Huky, Narwasti Kapita, Yesiana Kahi Kalawua, Andrean Hama Duna, Steven Djuka Nau, Fargas Lari, Mechelia Djanggandewa dan Intan Sri Dewi Lusia Yinna.

“Pengiriman mahasiswa Sumba Timur ke ITB STIKOM Bali guna mengikuti magang di Singapura ini adalah tindak lanjut dari MoU antara Pemkab Sumba Timur dengan ITB STIKOM Bali yang sudah ditandatangani saat Wisuda ke-29 ITB STIKOM Bali pada 31 Mei 2022 lalu. Selanjutnya kami bergerak cepat sosialisaikan program ini untuk menjaring calon mahasiswa. Setelah melewati tahapan seleksi, terpilih 15 mahasiswa. Biaya program ini tahun pertama sepenuhnya menggunakan anggaran dari APBD Sumba Timur, sedangkan tahun kedua sampai tahun keempat dibiayai oleh mahasiswa dengan uang sakunya selama mengikuti magang,” kata Kadis Transnaker Sumba Timur, Nicolas Pandarangga ketika dihubungi dari Bali melalui telepon selularnya, Kamis (22/12/2022).

Baca Juga  Temui Gubernur Koster, Hungaria Tawarkan 100 Beasiswa Tiap Tahun untuk Generasi Muda Bali

Nicolas Pandarangga berharap, para mahasiswa terpilih dapat memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya demi masa depannya dan untuk kebaikan Sumba Timur lima tahun mendatang. Apalagi, tahun pertama ini mereka tidak perlu ke Bali tetapi tetap tinggal di Waingapu sehingga tidak ada biaya kos dan lain-lain. 

“Karena biaya kuliah tahun pertama sudah ditanggung Pemkab Sumba Timur maka kami berharap anak-anak belajar dengan baik, mengasah kemampuan di bidang teknologi informasi dan mengasah kemampuan berbahasa Inggris sehingga dapat mengikuti perkuliahan dengan baik dan saat penempatan kerja pada tahun kedua nanti sesuai harapan kita semua. Saya pribadi sangat yakin anak-anak Sumba Timur bisa melakukannya,” ucap Nicolas Pandarangga.

Kadis Transnaker Sumba Timur Nicolas Pandarangga menambahkan, kerjasama antara Pemkab Sumba Timur dengan ITB STIKOM Bali adalah salah satu inplementasi dari Program Bupati Drs. Khristofel Praing, M.Si., dan Wakil Bupati David Melo Wadu, S.T., yang dikenal dengan sebutan SEHATI atau Sejahtera, Harmoni, Tertib guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dalam menguasai teknologi informasi agar bisa bersaing dan memiliki komptensi di era digital ini, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi tetapi memiliki kemampuan di bidang IT.  

Julius Ngantung dan Ni Made Astiti mengapit Nicolas Pandarangga. (Foto : ist)

Direktur Kerjasama, Pemasaran, dan Humas ITB STIKOM Bali Dra. Ni Made Astiti, MM.Kom., bersama stafnya Julius Ngantung, S.E., MBA yang saat ini sedang berada di Waingapu, Sumba Timur, mendampingi Nicolas Pandarangga menambahkan, para mahasiswa asal Sumba Timur ini akan bergabung dengan mahasiswa lainnya pada beatch ke-6 yang memulai perkuliahan tanggal 4 Januari 2023 mendatang khusus untuk pemantapan Bahasa Inggris.

Ni Made Astiti menjelaskan, Lithan Edu Claas Singapura sebagai mitra ITB STIKOM Bali dalam hal ini akan memulai perkuliahan perdana pada Bulan Maret 2023, menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris dengan modul mata kuliah dari Lithan Edu Claas sesuai program studi yang dipilih mahasiswa.

Baca Juga  Komisi X Ingatkan Tanggung Jawab Moral Penerima Beasiswa LPDP

“Kebetulan anak-anak  Sumba Timur semuanya mengambil Program Studi Bisnis  Digital sehingga pilihan magangnya di Lithan Singapura nanti adalah Digital Bussines,” kata Ni Made Astiti.

Menurut Ni Made Astiti, ada lima manfaat yang diperoleh dari program kuliah sambil magang ini. “Pertama, mahasiswa memiliki pengalaman kerja atau magang di perusahaan internasional, kedua mahasiswa memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang bagus, ketiga mahassiwa memiliki pergaulan internasional tidak hanya di lingkungan ITB STIKOM Bali, keempat mahasiswa mempunyai penghasilan sehingga bisa membiayai kuliahnya dan membiayai diri sendiri, dan kelima yang lebih penting lagi pada akhirnya memiliki ijazah dari ITB STIKOM Bali,” terang Ni Made Astiti.

Pada kesempatan ini Direktur Kerjasama, Pemasaran dan Humas ITB STIKOM Bali  Ni Made Astiti tak lupa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Sumba Timur,  dan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Sumba Timur atas kepercayaan terhadap ITB SIKOM Bali menjadi tempat tujuan para mahasiswa asal Sumba Timur untuk melanjutkan pendidikan. (rsn/eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bareskrim Polri Jemput Paksa Influencer ZNM dan YouTuber RV Terkait Kasus Gas N2O ‘Whip Pink’

Published

on

By

whip pink
Gedung Bareskrim Polri di Jakarta. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengambil langkah tegas dalam mengusut tuntas kasus penyalahgunaan gas nitrous oxide (N2O) bermerek Whip Pink. Pada Jumat (29/5/2026), penyidik dari Subdit III terpaksa melakukan upaya penjemputan paksa terhadap dua figur publik, yakni seorang influencer berinisial ZNM dan seorang YouTuber berinisial RV. Tindakan tegas ini diambil lantaran keduanya dinilai tidak kooperatif setelah mangkir dari dua kali panggilan pemeriksaan resmi kepolisian.

Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol. Zulkarnain Harahap, membenarkan adanya tindakan penjemputan paksa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menjalankan prosedur pemanggilan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku sebelum akhirnya menerbitkan surat perintah penjemputan.

Dua kali dipanggil tidak datang dan Jumat, 29 Mei 2026, dikeluarkan surat perintah membawa untuk dihadapkan ke penyidik, ungkap Kombes Pol. Zulkarnain Harahap kepada awak media.

Dalam pusaran penyidikan kasus ini, pihak kepolisian juga telah melayangkan panggilan kepada saksi-saksi lain yang diduga turut menjadi konsumen dari produk gas tersebut. Terkait status saksi lainnya, Kombes Zulkarnain menjelaskan bahwa hanya saksi berinisial AM yang menyatakan komitmennya untuk memenuhi panggilan penyidik pada hari yang sama.

Untuk saksi APG konfirmasi akan hadir setelah Lebaran (Iduladha), imbuhnya memberikan keterangan terkait saksi yang berhalangan hadir.

Langkah pemanggilan deretan figur publik ini merupakan hasil pengembangan kasus pasca-penggerebekan pabrik produksi Whip Pink yang dikelola oleh PT Suplaindo Sukses Sejahtera (SSS) beberapa waktu lalu. Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menuturkan bahwa penyidik memang tengah membidik para konsumen yang secara aktif membeli dan menyalahgunakan tabung gas tersebut.

Baca Juga  Temui Gubernur Koster, Hungaria Tawarkan 100 Beasiswa Tiap Tahun untuk Generasi Muda Bali

Kasus ini semakin mencuri perhatian publik setelah influencer ZNM terekam dalam sebuah video viral di jagat maya, khususnya di platform Instagram. Dalam rekaman milik temannya tersebut, ZNM tampak tengah asyik melakukan aktivitas ngebalon, sebuah istilah populer yang merujuk pada penyalahgunaan gas N2O dengan cara dihirup hingga menimbulkan efek tertentu bagi penggunanya.

Subdit 3 akan melakukan pemanggilan beberapa konsumen yang melakukan pembelian tabung Whip Pink, salah satunya adalah influencer platform Instagram. Yang bersangkutan membeli dan menggunakan produk gas N2O Merk Whip Pink dan sempat viral di jagat media sosial Instagram, tutur Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.

Secara keseluruhan, Bareskrim Polri telah memetakan dan memanggil sejumlah nama yang diduga kuat terlibat sebagai konsumen. Selain influencer ZNM, daftar saksi yang dipanggil meliputi selebgram berinisial APG (21), YouTuber RV (29), AM (29), serta seorang warga sipil berinisial CD (29). Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas rantai peredaran dan penyalahgunaan gas N2O ini guna memutus tren berbahaya di kalangan generasi muda. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Anggaran Ringankan APBD Buleleng, Penataan Titik Nol Singaraja Siap Jadi Ikon Baru Kota Bersejarah

Published

on

By

titik nol singaraja
NARASUMBER: Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra, saat menjadi narasumber dalam talkshow yang digelar di Rumah Plastik Mandiri, Desa Petandakan, Sabtu (30/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja terus menjadi perhatian masyarakat. Selain digadang-gadang menjadi ikon baru kota bersejarah di Bali Utara, proyek tersebut juga dinilai strategis karena mampu menjawab berbagai kebutuhan perkotaan, mulai dari pengendalian banjir, penataan kawasan heritage, hingga pengembangan pariwisata. Menariknya, proyek ini dilaksanakan dengan inovasi anggaran sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng secara berlebihan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra, saat menjadi narasumber dalam talkshow yang digelar di Rumah Plastik Mandiri, Desa Petandakan, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Adiptha, penataan Titik Nol merupakan bentuk keberhasilan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membangun sinergi lintas pemerintahan untuk menghadirkan pembangunan strategis tanpa membebani kemampuan fiskal daerah.

“Proyek ini anggarannya kita inovasikan tanpa memberatkan APBD Kabupaten Buleleng. Pendanaannya berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung dan Pemerintah Provinsi Bali. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik sehingga pembangunan tetap bisa berjalan tanpa membebani keuangan daerah,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, penataan kawasan Titik Nol tidak hanya berorientasi pada keindahan kota. Di balik proyek tersebut terdapat fungsi penting sebagai upaya penanggulangan banjir yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah kawasan perkotaan Singaraja.

Lebih lanjut dijelaskan kawasan Titik Nol terdapat saluran utama yang memiliki peran besar dalam sistem drainase kota. Melalui proyek tersebut, saluran yang ada dimodernisasi dan ditingkatkan kapasitasnya agar mampu mengalirkan debit air secara lebih optimal menuju Tukad Banyumala.

“Tujuan awalnya memang untuk mengatasi persoalan banjir. Dengan peningkatan kapasitas saluran, diharapkan genangan yang selama ini terjadi di beberapa kawasan perkotaan seperti Jalan Anggrek, Kampung Anyar dan wilayah sekitarnya dapat berkurang secara signifikan,” kata Adiptha.

Baca Juga  ITB STIKOM Bali Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 4A TA 2025/2026

Selain aspek infrastruktur, penataan Titik Nol juga diarahkan untuk menghidupkan kembali identitas sejarah Kota Singaraja. Kawasan tersebut berada di jantung kota lama yang dikelilingi berbagai bangunan bersejarah dan memiliki nilai penting dalam perjalanan pemerintahan maupun perkembangan ekonomi Buleleng.

Adiptha mengatakan, keberadaan Kantor Bupati Buleleng, Gedung Gallery, Gedung Laksmi Graha, serta sejumlah bangunan heritage lainnya menjadikan kawasan itu layak dikembangkan sebagai pusat wisata sejarah perkotaan.

“Titik Nol adalah pusat kawasan bersejarah Singaraja. Penataan ini menjadi upaya untuk menghubungkan nilai-nilai sejarah yang kita miliki dengan kebutuhan kota modern. Kami ingin masyarakat dapat menikmati ruang publik yang lebih tertata sekaligus mengenal sejarah daerahnya,” ungkapnya.

Penataan juga dilakukan melalui pengaturan utilitas perkotaan. Jaringan kabel listrik dan telekomunikasi secara bertahap dipindahkan ke bawah tanah guna menciptakan lingkungan yang lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Lebih jauh, kawasan Titik Nol dirancang menjadi bagian dari jalur city tour yang menghubungkan sejumlah destinasi sejarah dan budaya di Kota Singaraja. Jalur tersebut nantinya akan terkoneksi dengan berbagai titik wisata, mulai dari Puri Agung Singaraja, Taman Bung Karno, sentra kerajinan perak dan songket Beratan, kawasan heritage SMAN 1 Singaraja, hingga Pabean dan Labuan Buleleng.

Ditambahkan, konsep tersebut juga akan diperkuat melalui penyelenggaraan Buleleng Festival pada Agustus mendatang. Kawasan Titik Nol dan Gedung Gallery direncanakan menjadi ruang ekspresi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal.

“Kami ingin kawasan ini benar-benar hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu fasilitas pendukung seperti Wi-Fi, toilet, keamanan, serta kantong parkir juga telah menjadi bagian dari perencanaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adiptha juga mengapresiasi tingginya perhatian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap berbagai program penataan kota di Buleleng. Menurutnya, kritik dan masukan yang konstruktif menjadi energi positif bagi pemerintah untuk terus melakukan penyempurnaan pembangunan.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster Serahkan Beasiswa Bank BPD Bali ke Siswa SMP, SMA, SMK, SLB dan Mahasiswa

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran. Kepedulian masyarakat menunjukkan bahwa mereka memiliki rasa memiliki terhadap daerahnya. Itu menjadi modal penting untuk membangun Buleleng yang lebih baik,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap penataan Titik Nol tidak hanya menjadi proyek fisik semata, tetapi mampu menjadi simbol kebangkitan kawasan kota lama Singaraja yang modern, tertata, dan tetap berakar pada nilai-nilai sejarahnya. Dengan dukungan masyarakat dan sinergi antarpemerintah yang terus terjalin, kawasan ini diharapkan menjadi ikon baru yang membanggakan sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Bali Utara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dukung Kesenian Inklusif, K3S Badung Fasilitasi Sekaa Arja Tuna Netra Tampil di PKB

Published

on

By

k3s badung
SERAHKAN BANTUAN: Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memberikan dukungan moril dan materiil kepada Sekaa Arja Duduk Tuna Netra Kabupaten Badung di Sekretariat DPC PERTUNI Badung, Kecamatan Abiansemal, Minggu (31/5). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memberikan dukungan moril dan materiil kepada Sekaa Arja Duduk Tuna Netra Kabupaten Badung di Sekretariat DPC PERTUNI Badung, Kecamatan Abiansemal, Minggu (31/5). Bantuan berupa sembako dan dana operasional sebesar Rp 10 juta ini diserahkan untuk mendukung persiapan mereka mewakili Badung dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) mendatang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Plt. Camat Abiansemal, Yayasan Bunga Bali, serta tim Gerakan Badung Peduli.

Nyonya Rasniathi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi atas dedikasi para seniman. Ia menegaskan keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk melestarikan budaya dan meraih prestasi.

“Saya sangat terharu dan bangga melihat semangat Bapak-Ibu sekalian. Apa yang Bapak-Ibu lakukan ini bukan sekadar berkarya seni, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa dengan kemauan yang kuat segala sesuatu dapat diwujudkan. Arja bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya yang harus kita jaga, dan Bapak-Ibu telah membuktikan bahwa Bapak-Ibu adalah pelestari budaya yang hebat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan ini merupakan wujud nyata kepedulian K3S Badung dan pemerintah daerah agar sekaa dapat berlatih dengan fokus. Kehadiran mereka di panggung provinsi diharapkan membawa nama harum daerah sekaligus menyampaikan pesan inklusi sosial.

“Kami berharap Bapak-Ibu dapat tampil percaya diri, tunjukkan bakat terbaik, dan buktikan kepada seluruh masyarakat Bali bahwa Sekaa Arja Duduk Tuna Netra Badung memiliki kualitas seni yang luar biasa,” tambahnya.

Ketua DPC PERTUNI Kabupaten Badung, Anak Agung Mayun, mengucapkan terima kasih atas perhatian besar tersebut. Dukungan ini menjadi penyemangat luar biasa bagi seluruh anggota untuk berlatih lebih keras demi menampilkan pertunjukan terbaik di PKB. (gs/bi)

Baca Juga  Komisi X Ingatkan Tanggung Jawab Moral Penerima Beasiswa LPDP

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca