Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gelar Raker, Ketua DPRD Badung Dorong Dinas Pariwisata Lakukan Promosi Digital

BALIILU Tayang

:

Raker
DPRD Kabupaten Badung saat menggelar rapat kerja (raker) dengan sejumlah OPD di Ruang Pimpinan Sekretariat DPRD Badung, Kamis (19/1). (Foto : eka)

Badung, baliilu.com – Semua destinasi pariwisata di Kabupaten Badung diperhatikan infrastrukturnya diperhatikan utilitas dan fasilitasnya karena ini menjadi bagian daya tarik. Promosi juga sangat diperlukan baik secara digital untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke Daya Tarik Wisata (DTW) maupun desa wisata yang ada. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Badung Dr. Drs. Putu Parwata, MK., M.M., saat menggelar rapat kerja (raker) dengan sejumlah OPD di Ruang Pimpinan Sekretariat DPRD Badung, Kamis (19/1).

Hadir mendampingi Ketua saat raker, Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa, S.H., serta OPD terkait yakni Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Putu Parwata saat membuka raker menyampaikan bahwa sesuai dengan amanah dan tanggung jawab yang dijalankan di Kabupaten Badung agar bisa berjalan dengan baik dan lancar serta tetap diberikan jalan yang terbaik untuk membangun visi misi Bupati Badung sampai 2025. Oleh karenanya sebagai pimpinan DPRD ditugaskan oleh Bupati untuk melakukan rapat kerja dalam hal pelaksanaan program masing- masing OPD. Apa yang telah ditetapkan oleh DPRD oleh pimpinan dan anggota harus dijalankan dan dieksekusi secara detail dan rapat secara rutin dilakukan untuk mengevaluasi dan monitoring semua program  yang dilaksanakan di setiap OPD.

Ketua DPRD Kabupaten Badung Dr. Drs. Putu Parwata, MK., M.M. (Foto : eka)

Selepas raker, Politisi asal Dalung Kuta ini mengungkapkan bahwa rapat kerja pimpinan dengan 4 dinas terkait ada beberapa hal yang di-stressing khususnya  di Dinas Pariwisata. Seperti apa yang  diketahui bahwa sumber pendapatan  Kabupaten Badung itu bersumber dari pajak hotel dan restaurant. Namun demikian perlu dilakukan optimalisasi dengan kerja bersama menggali potensi.

Baca Juga  DPRD Badung Setujui Ranperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Ditetapkan Jadi Perda

“Jadi bukan saja di PHR nya tapi juga ada sektor- sektor yang lain yang bisa memberikan kontribusi teramasuk UMKM, industri kreatif termasuk pertanian. Nah inilah kita gabungkan bersama-sama supaya mempunyai pandangan yang sama terhadap membangun pemerintahan di Kabupaten Badung. Jadi tidak bisa berdiri sendiri pariwisata sendiri tapi tidak ada kerjasama dengan OPD yang lainnya. Pemerintahan  bersama ini kita bangun bersama-sama antara DPRD dan pemerintah termasuk  OPD- OPD nya kita ajak bersama-sama berkoordinasi,” terangnya.

Sejumlah catatan diberikan kepada Dinas Pariwisata diantaranya, agar semua destinasi pariwisata di Kabupaten Badung diperhatikan baik itu infrastruktur, utilitas, dan fasilitasnya karena ini menjadi bagian daya tarik. Dan bagaimana bisa meyakinkan publik bahwa pariwisata di Badung aman dan nyaman.

“Jadi inilah yang kita berikan catatan jangan sampai infrastrukturnya yang ada di DTW tidak bagus.Yang kedua kita ingin memberikan satu promosi secara digital. Kalau dulu kan ada selayang pandang ya kemudian ada berita di media dengan hard copy sekarang kan sudah tidak mungkin seperti itu. Jadi saya minta supaya 45 DTW dan 17 desa wisata  agar dijaga dan dimaintain sebaik mungkin sehingga kunjungan wisatawan domestik ini lebih banyak lagi. Kalau sekarang kan dari 17 itu kunjungannya baru 347.000, nanti bisa 1 juta bahkan lebih,” harapnya.

Disampaikannya juga, jika destinasi wisata desa bisa berjalan merata di Badung berarti perekonomian tumbuh subur, tumbuh bersama-sama. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan promosi, yang saat ini sedang populer yakni promosi secara digital baik melalui youtuber, blogger dan yang lain-lainnya. Hal ini wajib dilakukan di setiap destinasi yang ada.

Sementara untuk Dinas Koperasi Putu Parwata menegaskan untuk memberikan pembinaan pada koperasi. “Kalau tidak bisa dibina ya stop kemudian kita melakukan pembinaan kepada UMKM, dorong dia setelah UMKM bagus kasih modal setelah kasih modal pemasarannya dibantu. Inilah peran pemerintah termasuk juga agro dan pertaniannya ini yang kita bangun,” bebernya.

Baca Juga  Rancangan KUA-PPAS 2024 Kabupaten Badung Targetkan Rp 7,5 Triliun

Hal lain yang ditekankan Putu Parwata adalah pembenahan pada sumber daya manusia, sistem, dan mentalitas sehingga terjadi nanti pungutan pajak real time. Pemungutan pajak real time dan tetap memperhatikan undang-undang self assestment dilakukan hanya 3 bulan sekali menyerahkan bukti setor  yang sudah di posting setiap hari dan uangnya setiap hari day to day sudah masuk pajaknya ke masing-masing bank yang mana bank account-nya itu merupakan account daripada pemerintah.

“Inilah sinergitas bersama sebagai pemerintah yang kita bangun di Badung ini. Semua orang semua dinas di pemerintahan kita ajak bersama-sama, oleh karena itulah rapat kerja ini terus kita akan lakukan dan kita akan berikan masuk kepada semua OPD untuk kemajuan Badung,” tandasnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bunda PAUD Menyapa TK Kuncup Mekar Kuta Utara

Tanamkan Kesadaran Peduli Lingkungan Sejak Dini Lewat Dongeng

Loading

Published

on

By

Bunda PAUD Rasniathi Adi Arnawa menyapa anak-anak TK Kuncup Mekar di Kuta Utara dalam kegiatan edukasi kebersihan dan pengelolaan sampah.
BUNDA PAUD MENYAPA: Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, hadir dalam kegiatan "Bunda PAUD Menyapa" di TK. Kuncup Mekar, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (17/7). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, hadir menyapa generasi emas dalam kegiatan “Bunda PAUD Menyapa”. Kali ini kegiatan dilaksanakan di TK Kuncup Mekar, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, pada Jumat (17/7), dengan mengusung tema edukasi kebersihan dan pengelolaan sampah yang dikemas secara menyenangkan bagi anak usia dini.

Kehadiran Bunda PAUD didampingi langsung oleh Forum Anak Daerah (FAD) Badung dan Forum Generasi Berencana (Genre) Badung, yang turut aktif berinteraksi serta mengajak anak-anak mencintai lingkungan sekitar.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung beserta jajaran, Kepala Kanwil Disdikpora Kecamatan Kuta Utara, Pengawas TK Kecamatan Kuta Utara, Kepala SPNF SKB Disdikpora Badung, serta para guru dan seluruh anak-anak TK Kuncup Mekar.

Dalam arahannya yang hangat dan penuh kasih sayang, Bunda PAUD Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan kebahagiaannya dapat bertemu langsung dengan anak-anak yang ceria dan penuh semangat. Ia menekankan bahwa menanamkan kebiasaan baik, termasuk cara menyayangi dan menjaga kebersihan lingkungan, paling tepat dilakukan sejak usia emas.

“Kalian adalah tunas bangsa, kebahagiaan dan harapan kita semua. Mulai dari hal paling sederhana: buanglah sampah pada tempatnya, jaga kebersihan sekolah dan rumah kita, serta cintai alam tempat kita tinggal. Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus akan menjadikan kalian generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Suasana semakin hidup dan disukai anak-anak ketika perwakilan Forum Anak Daerah Badung dan Forum Generasi Berencana Badung tampil menceritakan dongeng edukatif tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Lewat alur cerita yang ringan, tokoh-tokoh yang disukai, serta gaya penyampaian yang akrab, pesan-pesan tentang kebersihan lingkungan dengan mudah dipahami dan diserap oleh anak-anak dengan penuh antusiasme.

Baca Juga  Rancangan Perubahan KUA-PPAS Badung 2024 Ditetapkan

Bunda PAUD juga mengapresiasi dedikasi para guru di TK Kuncup Mekar yang tak lelah mendidik dan membimbing anak-anak. Ia berharap sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat semakin kuat dalam membentuk pondasi karakter anak usia dini di Badung.

Kegiatan berlangsung hangat, penuh tawa, dan ditutup dengan pemberian dukungan sarana pendidikan kepada anak-anak TK sebagai wujud kepedulian nyata. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tutup MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar, Sekda Eddy Mulya Paparkan Keadaban Digital Citizenship

Published

on

By

Sekda Eddy Mulya menjadi narasumber sekaligus menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar dengan materi keadaban digital.
TUTUP MPLS: Sekretaris Daerah Kota Denpasar, yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menjadi narasumber bagi siswa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekaligus menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar pada Jumat (17/7) siang. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar, yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menjadi narasumber bagi siswa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekaligus menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar pada Jumat, (17/7) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy Mulya mengajak seluruh siswa peserta MPLS SMK PGRI 5 Denpasar untuk mendalami keadaban digital atau yang populer dengan istilah digital citizenship, yang merupakan sebuah pendekatan atau kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.

Kehadirannya di berbagai sekolah pada MPLS ini, kata Eddy Mulya menjadi komitmen dan kewajiban guna memproklamasikan, mengedukasi, dan menyampaikan bagaimana kita menciptakan sekolah dengan basis budaya yang aman, sehat, dan nyaman.

Lebih lanjut Eddy Mulya menekankan satu topik penting lainnya. Yakni, seluruh siswa saat ini berada di era adaptasi perubahan, era globalisasi, dan era digitalisasi. Seperti pesan sering disampaikan, kata Eddy Mulya, pihaknya mengajak untuk menghadapi proses globalisasi dan digitalisasi ini dengan sangat bijak, termasuk di dalamnya aspek-aspek digitalisasi.

“Pada sore hari ini, saya ingin mengajak adik-adik semua, mari kita jadikan SMK PGRI 5 Denpasar ini sebagai percontohan keadaban digital (digital citizenship),” ungkapnya.

Eddy Mulya kemudian memaparkan, definisi keadaban digital ini sebenarnya sangat mudah dan ringan. Ketika kita berhadapan dengan era dan arus globalisasi ini, keadaban digital dapat dijadikan sebuah pendekatan atau kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.

Agar pemanfaatan teknologi digital ini menjadi sangat efektif, lanjut Eddy Mulya, para siswa harus bisa menerapkannya di sepanjang waktu persekolahan, di rumah, di masyarakat, dan di mana saja berada. “Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk menggunakan teknologi digital seperti gawai (HP), laptop, komputer (personal computer), hingga iPad secara bijak,” tegasnya.

Baca Juga  Kapolda Bali Sambangi Puspem Badung di Hari Pertama Kerja

Lebih jauh, Eddy Mulya juga berpesan, manfaatkanlah berbagai media sosial dengan bijak. Begitu pula saat para siswa berada di kelas nanti, baik dalam menggunakan e-learning, menyusun PowerPoint, maupun aktivitas digital lainnya. Pihaknya sangat berharap semuanya dimanfaatkan dengan bijak.

“Saya menitipkan topik keadaban digital ini secara khusus kepada Ibu Kepala Sekolah dan kepada guru Teknologi Informasi (TI/IT) di sekolah ini. Dengan demikian, kita semua dapat bergerak cepat memanfaatkan teknologi terkini, namun tetap mempertahankan identitas bahwa SMK PGRI 5 Denpasar adalah sekolah percontohan keadaban digital,” katanya.

Sekolah ini lanjutnya, akan menjadi sekolah yang teristimewa ketika mampu menjadi pelopor keadaban digital, serta menjadi percontohan bagi sekolah dengan budaya yang Sehat, Aman, dan Nyaman (BASN). Salah satu poin penting dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman tersebut adalah melalui penerapan keadaban digital.

“Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) SMK PGRI 5 Denpasar resmi ditutup. Saya berharap adik-adik sekalian mendapatkan kesan teristimewa di sekolah ini. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan siap untuk memasuki tahun ajaran baru pada minggu depan,” ujar Eddy Mulya.

Sementara Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Nuning Kurniawati mengucap terimakasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan hadirnya Sekda Denpasar Eddy Mulya untuk memberikan motivasi dan menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar.

“MPLS SMK PGRI 5 Denpasar diharapkan dapat melahirkan generasi yang selain unggul dalam bidang akademik, juga berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman khususnya di keadaban digitalisasi,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua Pokja PAUD Ayu Kristi Arya Wibawa Tinjau Hari Terakhir MPLS, Tekankan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Published

on

By

Ketua Pokja Bunda PAUD Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa meninjau pelaksanaan MPLS di TK Sila Dharma dan SD Negeri 11 Pemecutan.
TINJAU MPLS: Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa bersama Ketua Persatuan Pelaksana Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulia saat meninjau pelaksanaan MPLS di 2 sekolah, yakni TK Sila Dharma Kota Denpasar, dan SD Negeri 11 Pemecutan, Jumat (17/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa bersama Ketua Persatuan Pelaksana Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulia meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di 2 sekolah, yakni TK Sila Dharma Kota Denpasar, dan SD Negeri 11 Pemecutan, Jumat (17/7). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses transisi siswa dari jenjang PAUD ke jenjang SD berjalan dengan lancar, nyaman, dan menyenangkan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Ni Made Ayu Agustini, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Nyoman Andika dan Bunda Paud Kelurahan Pemecutan, Ny. Komang Ayu Widiani Kusumajaya.

Dalam kunjungannya, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa turut serta dalam kegiatan MPLS seperti senam bersama dan bernyanyi, serta memberikan pesan moral kepada anak-anak agar belajar menjadi pribadi mandiri , serta terbentuk rasa yang aman, tenang, dan nyaman saat berada di sekolah.

“Kegiatan peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan MPLS berjalan lancar. Dalam kesempatan ini juga kami memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah mengemas MPLS dengan berbagai kegiatan edukatif yang bersifat non-akademik, seperti pengenalan lingkungan sekolah melalui permainan, bernyanyi, dan aktivitas kreatif lainnya. Sehingga nantinya para siswa yang baru akan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya serta terciptanya rasa aman, nyaman, dan bahagia saat berada di sekolah,” ujar Ayu Kristi.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar melalui Pokja Bunda PAUD dalam memastikan transisi anak usia dini menuju jenjang pendidikan dasar berjalan dengan nyaman dan menyenangkan.

Baca Juga  Kapolda Bali Sambangi Puspem Badung di Hari Pertama Kerja

Kepala Sekolah TK Sila Dharma, Ni Made Suci Purwani, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar. Ia menyatakan bahwa pelaksanaan MPLS di sekolahnya telah berjalan dengan baik dan sesuai pedoman, diawali dengan senam bersama, doa pagi, dan pengenalan lingkungan sekolah.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 11 Pemecutan, I Gusti Nyoman Sri Artini yang juga menyatakan bahwa meskipun sekolahnya pada tahun ini menerima 64 murid baru, MPLS tetap dilaksanakan dengan semangat dan penuh tanggung jawab.

“​Kami di sekolah berkomitmen untuk memberikan ruang bagi anak-anak agar merasa senang berada di sekolah. Selama masa MPLS ini, kami fokus pada pembangunan karakter dan pengenalan lingkungan melalui metode bermain. Kami memastikan anak-anak tidak merasa terbebani dengan ekspektasi akademis yang berat di hari-hari pertama mereka, sehingga mereka bisa lebih percaya diri dalam bersosialisasi dengan teman baru,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca