Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kerja Keras Gubernur Koster Diapresiasi

Walikota Bersama Masyarakat Denpasar Dukung Koster 2 Periode

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat diiringi tari Pendet pada acara tatap muka Gubernur Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya Art Centre pada, Selasa (Anggara Pon, Merakih) 21 Februari 2023. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam mengimplementasikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang dituangkan ke dalam 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru diapresiasi oleh Walikota Denpasar dan Wakil Walikota Denpasar, DPRD Bali, Ketua dan Anggota DPRD Kota Denpasar, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Camat, Perbekel, Lurah, Bendesa Adat, Tokoh Puri, serta Tokoh Masyarakat se-Kota Denpasar yang ditandai dengan menyampaikan pantun ‘naik jukung mancing udang lobster, dimasak dengan jamur enak lagi, mari kita dukung Bapak Wayan Koster untuk menjadi Gubernur lagi’.

Apresiasi dan dukungan dari masyarakat Kota Denpasar kepada Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati disampaikan pada acara tatap muka Gubernur Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya Art Centre pada, Selasa (Anggara Pon, Merakih) 21 Februari 2023 yang diiringi oleh Tari Pendet, Paduan Suara Kota Denpasar dengan lagu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Tari Sekar Jempiring, dan Tari Bapang Durga.

Mengawali acara tatap muka bersama masyarakat Kota Denpasar, Gubernur Wayan Koster yang didampingi Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyerahkan bantuan : 1) Bantuan Keuangan Khusus senilai Rp. 3,74 miliar ke Pemerintah Kota Denpasar; 2) Bantuan Aset Tanah sebanyak 23 Bidang Tanah yang dipergunakan untuk penyelenggaraan Pemerintahan Kota Denpasar seluas 4,99 Ha; 3) Bantuan Aset Tanah sebanyak 1 Bidang Tanah dengan luas 7,5 are kepada Desa Adat Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan; 4) Bantuan 3 Unit Bangunan seluas 20,4 are untuk penyelenggaraan Pemerintahan Kota Denpasar; 5) Bantuan 1 Bidang Tanah seluas 16,5 are kepada Desa Adat Penatih Puri, Kecamatan Denpasar Timur; 6) Bantuan Keuangan Khusus senilai Rp. 2,15 miliar kepada Pemerintah Desa se-Kota Denpasar untuk tambahan penghasilan Perbekel dan Perangkat Desa; 7) Bantuan Keuangan Khusus senilai Rp. 10,5 miliar kepada 35 Desa Adat se-Kota Denpasar; dan 8) Bantuan Keuangan Khusus sebanyak Rp 350 juta kepada 35 Subak dan Subak Abian se-Kota Denpasar.

Dengan kerja ekstra keras bersama, Gubernur Wayan Koster menyampaikan rasa syukur, karena kita mampu menangani pandemi Covid-19 dengan strategi paling efektif, sehingga Provinsi Bali meraih kategori terbaik, dan Bali kembali dipercaya menjadi daerah yang nyaman, aman, dan kondusif untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Atas hal itulah, Titiang berani menerapkan kebijakan tanpa karantina mulai 7 Maret 2022, pertama di Indonesia atas persetujuan Pemerintah Pusat, yang diiringi dengan meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali.

Baca Juga  20 Ribu Lebih Seniman Terlibat di Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026, Gubernur Koster Minta Dikelola Profesional dan Berkualitas

Jumlah wisatawan domestik yang datang ke Bali sampai Desember tahun 2022 telah meningkat, rata-rata mencapai 11.000 orang per hari, wisatawan mancanegara mencapai lebih dari 12.000 orang per hari atau kalau ditotal wisatawan yang datang ke Bali mencapai 23.000 sampai 25.000 orang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Itu belum yang lewat jalur darat atau nyeberang dari Ketapang – Gilimanuk. “Dengan interaksi yang cukup tinggi, wisatawan yang kembali dengan masyarakat Bali, astungkara tidak ada dinamika kasus Covid-19 sampai sekarang. Jadi pariwisata dan perekonomian Bali sekarang sudah pulih dan bangkit kembali,” kata Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Pulihnya pariwisata Bali berdampak langsung pada pemulihan perekonomian Bali, secara bertahap bangkit kembali. Pada tahun 2020, mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) dengan rata- rata sebesar -9,31% dan pada tahun 2021 masih mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) dengan rata-rata sebesar – 2,47%. Pada tahun 2022 ini, perekonomian Bali sudah tumbuh positif: pada triwulan I mengalami pertumbuhan sebesar 1,43%; pada triwulan II sebesar 3,05%; pada triwulan III sebesar 8,09%; dan triwulan IV sebesar 6,68% (YoY), sehingga rata- rata pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2022 positif sebesar 4,84%.

Selain bekerja ekstra keras menangani pandemi Covid-19, menjalankan agenda pembangunan, di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, Bali untuk pertama kalinya menjadi tempat Pertemuan Puncak Presidensi G-20 tanggal 15-16 November 2022. Pertemuan Puncak Presidensi G-20 dihadiri langsung oleh 17 Kepala Negara G-20, 3 Menteri Luar Negeri Wakil Kepala Negara G-20, 9 Kepala Negara Undangan, serta 14 Pemimpin Organisasi /Lembaga Internasional. “Pelaksanaan Presidensi G-20 di Bali telah mendapatkan manfaat secara langsung, dimana pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana dapat dukungan dari APBN sebanyak Rp. 800 miliar lebih. Sehingga fasilitas pariwisata Bali semakin baik dan berdaya saing, terutama di Kabupaten Badung dan berimbas ke Kota Denpasar. Jadi rangkaian Pertemuan Presidensi G-20 juga ikut memberikan kontribusi percepatan pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali. Nama Bali yang sudah terkenal, menjadi semakin terkenal dan branding Bali menjadi semakin kuat. Hal inilah yang harus kita syukuri, karena Bali dianugerahi kekuatan taksu alam Bali yang kita rawat dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujar mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

koster
Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati foto bersama pada acara tatap muka Gubernur Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya Art Centre pada, Selasa (Anggara Pon, Merakih) 21 Februari 2023

Usai Presidensi G-20, kepemimpinan Gubernur Wayan Koster kian dikenal dunia internasional dengan menghadiri acara United Nations, Groundwater Summit 2022, tanggal 7-8 Desember 2022, di Markas Besar UNESCO, Paris. Titiang memberi sambutan untuk memastikan bahwa Bali sangat siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Water Forum Ke-10, tanggal 18-24 Mei tahun 2024, pertemuan sangat besar akan dihadiri lebih dari 30.000 orang peserta. Pada saat memberi sambutan, secara khusus Titiang memperkenalkan Arak Bali, sebagai minuman yang diproses secara tradisional, cita rasa dan kualiatasnya tidak kalah dengan Sake-Jepang, Soju-Korea, dan Whiskey-Eropa. Di akhir acara dilaksanakan Cocktail Party dengan Arak Bali, para peserta dari berbagai negara memberi respon bahwa ternyata memang Arak Bali lezat dan berkualitas.

Baca Juga  PPK di Pemkot Denpasar Wajib Bersertifikasi Keahlian PBJ

Kepemimpinan Gubernur Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati lebih lanjut mendapat applause tepuk tangan, karena telah berhasil melaksanakan pembangunan infrastruktur monumental dan fundamental di Bali, diantaranya meliputi : 1) Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih di Karangasem; 2) Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung; 3) Pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwi; 4) Pembangunan 3 Pelabuhan sekaligus: Pelabuhan Sanur di Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan; 5) Pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng; 6) Pembangunan Bendungan Tamblang di Buleleng; 7) Pembangunan Bendungan Sidan di wilayah Badung-Bangli- Gianyar; dan 8) Pembangunan Tol Jagat Kerthi Bali, sepanjang 96 km, menghubungkan Gilimanuk-Mengwi.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Wayan Koster mengajak partisipasi Walikota Denpasar dan Wakil Walikota Denpasar, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Camat, Perbekel, Lurah, Bendesa Adat, sampai masyarakat se-Kota Denpasar untuk : 1) melakukan Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali; 2) melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta melaksanakan Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali secara tertib di Kota sampai ke tingkat Desa, Lurah/Desa Adat; 3) melaksanakan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Karena pasar tradisional masih menggunakan tas kresek, jadi ini harus ditegakkan untuk jangan lagi menggunakan tas kresek, pipet plastik, dan styrofoam; 4) mengelola sampah berbasis sumber, dengan tujuan agar Kota Denpasar tampil bersih dan indah; hingga 5) menggunakan Busana berbahan Kain Tenun Endek Bali setiap hari Selasa dan Busana Adat Bali setiap hari Kamis, Purnama, Tilem dan Hari Jadi Pemerintah Daerah, dengan memanfaatkan hasil kerajinan IKM/UMKM di Kota Denpasar pada khususnya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi dengan Pemerintah Provinsi Bali telah terjadi dengan sangat baik, salah satunya tercermin dari visi yang kami usung di Kota Denpasar, yaitu Menjadikan Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya menuju Denpasar Maju yang secara langsung merupakan bentuk perwujudan dari visi Pemerintah Provinsi Bali yaitu, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Pelaksanaan 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru sebagai langkah strategis yang dilaksanakan Bapak Gubernur Bali telah diimplementasikan di Kota Denpasar melalui Bantuan Hibah, Bantuan Keuangan Khusus serta pembangunan infrastruktur. Selama tahun 2021 hingga 2023, dimasa kepemimpinan kami di Kota Denpasar telah menerima lebih dari 20 bidang tanah dari Hibah Pemerintah Provinsi Bali yang telah kami manfaatkan sebagai taman terbuka hijau, taman janggan sebagai areal bermain anak – anak, perluasan parkir di RSUD Wangaya, pembangunan Balai Budaya dan Kreatif Hub Dharma Negara Alaya, pembangunan Mall Pelayanan Publik Graha Sewaka Dharma, dan pembangunan Kawasan Pura Agung Lokanatha. Selain itu juga kami pergunakan sebagai areal perkantoran, gedung sekolah, tempat pengolahan sampah terpadu TPS3R.

Baca Juga  Dihadiri 39 Negara, Gubernur Koster Buka APDT 2026

Pemerintah Provinsi Bali juga telah memberikan Bantuan Keuangan Khusus kepada Pemerintah Kota Denpasar yang kami manfaatkan sebagai salah satu penopang dalam menjalankan pembangunan dari berbagai Sektor Perekonomian yang diwujudkan untuk menata Pasar Kumbasari serta penyediaan sarana prasarana Pasar Pulakerti di Banjar Kaja, Desa Adat Sesetan. Pada Sektor Teknologi, informasi dan komunikasi, telah dipergunakan untuk mendukung program Bali Smart Island melalui pemasangan layanan Wifi Gratis di setiap Kota dan Fasilitas Umum seperti Puskesmas, Obyek Wisata dan Desa Adat. Untuk Sektor

Kesehatan, terdapat bantuan penanganan Covid-19 seperti BKK dari Tim Pengerak PKK serta BKK sharing JKN – KBS. Selanjutnya di Sektor Sosial Kependudukan digunakan dalam kegiatan pendataan kependudukan nonpermanen. Kemudian Sektor Pendidikan, kami dayagunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana sekolah. Sebagai upaya kami melestarikan adat dan budaya Bali yang adi luhung, kami manfaatkan juga untuk menunjang kegiatan Subak, partisipasi pada Pesta Kesenian Bali. Di samping itu, Bantuan Keuangan Khusus Pemerintah Provinsi Bali, juga kami manfaatkan untuk pembangunan krematorium Setra Badung.

“Kami juga sangat berterimakasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya hasil kerja keras Bapak Gubernur Wayan Koster yang telah memfasilitasi pembangunan infrastruktur di Kota Denpasar, utamanya membangun Embung Sanur yang berfungsi untuk menangulangi banjir di Kota Denpasar, dan membangun Pelabuhan Sanur yang menjadi penghubung Kota Denpasar dengan Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan di Kabupaten Klungkung. Bapak Wayan Koster juga memfasilitasi pembangunan 3 TPST untuk menangani sampah di Kota Denpasar, bahkan TPST Kesiman Kertalangu dibangun diatas lahan seluas kurang lebih 2 hektar,” jelas Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara seraya menyatakan atas dukungan kerja keras Bapak Gubernur Bali di Kota Denpasar, Saya menyampaikan pantun ‘Pulau Bali pulau atraksi, gemerlap lampu dan kembang api, Gubernur Bali penuh prestasi, Kota Denpasar akan tetap rapi’. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi-Fraksi

Soroti Krisis Air Bersih, Dorong Teknologi SWRO hingga Pelebaran Jalan

Loading

Published

on

By

Ketua DPRD Badung Serahkan Dokumen PU Fraksi kepada Bupati
SERAHKAN DOKUMEN: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyerahkan dokumen PU Fraksi-Fraksi DPRD Badung kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pada Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung, Kamis (5/11/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung pada Kamis, 5 November 2026, menggelar Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua dan segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam rapat tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menjelaskan bahwa agenda utama rapat paripurna ini adalah mendengarkan pandangan umum dari tiga fraksi yang ada di DPRD Badung—yakni Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, dan Fraksi PDI Perjuangan—terhadap empat Raperda, yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Dalam keterangannya usai rapat, Anom Gumanti menyoroti sejumlah catatan penting dari dewan, salah satunya terkait penuntasan krisis air bersih di wilayah Badung Selatan. Dewan mendorong Perumda Air Minum Tirta Mangutama tidak hanya bergantung pada sumber air konvensional, tetapi juga mulai mengkaji penerapan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih (Sea Water Reverse Osmosis / SWRO).

“Ketika melaksanakan penyelesaian kebutuhan air di Badung ini, dewan mendorong agar direksi melaksanakan atau mungkin melakukan teknologi SWRO, artinya bagaimana mengolah air laut untuk bisa menjadi air bersih,” ujar Anom Gumanti.

Baca Juga  DPRD Bali Gelar Rapat Paripurna Ke-17, Bahas Raperda RPJMD dan Pertanggungjawaban APBD 2024

Ia menambahkan, sebelumnya pasokan air di Kuta Selatan hanya mengandalkan Dam Estuari. Dengan adanya tambahan penyertaan modal yang baru, pihak perumda kini berencana mengambil air di wilayah Tukad Mati guna menambah suplai ke wilayah selatan, di samping harapan agar teknologi SWRO dapat segera direalisasikan.

Selain masalah air bersih, rapat paripurna juga menyoroti persoalan infrastruktur dan kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Kuta Selatan seperti Desa Pecatu. Dewan menerima usulan dari sejumlah fraksi agar jalan-jalan utama yang ada diperlebar atau dijadikan jalur operatif alternatif agar mobilitas pariwisata tidak terganggu.

Di sektor ketenagakerjaan dan keuangan, dewan mencatat adanya usulan untuk mengevaluasi dan meningkatkan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK). Terkait tren peningkatan pendapatan daerah, Anom Gumanti menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik serta perencanaan anggaran yang realistis.

“Intinya bahwa anggaran ini agar bisa tepat guna, tepat sasaran, dan kemudian lagi bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Anom Gumanti memastikan pihak legislatif akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana penyertaan modal yang telah disetujui. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kinerja pengelolaan sumber daya manusia dan program kerja benar-benar berada di jalur yang tepat (on the track) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung Terima Empat Raperda Strategis, Krisis Air di Bukit Jadi Sorotan Utama

Published

on

By

Fraksi PDI Perjuangan Serahkan Pandangan Umum di DPRD Badung
SERAHKAN DOKUMEN PU FRAKSI: Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom menyerahkan Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan kepada Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Badung menyatakan dapat menerima empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk selanjutnya ditetapkan menjadi peraturan daerah. Kendati demikian, persetujuan tersebut disertai berbagai catatan, koreksi, serta rekomendasi rinci yang akan dibahas lebih mendalam melalui rapat alat kelengkapan dewan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sikap politik tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Badung terhadap empat Raperda strategis. Rapat yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua serta segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom., memaparkan tanggapan fraksinya terhadap keempat Raperda yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Terkait penyertaan modal kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama sebesar Rp 150 miliar hingga tahun anggaran 2029—dengan alokasi Rp 37 miliar pada APBD 2027—Fraksi PDI Perjuangan menegaskan pentingnya landasan hukum yang kuat guna meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Fraksi PDI Perjuangan berharap penambahan modal ini dapat menyelesaikan masalah menahun di wilayah Bali Selatan.

Baca Juga  Gubernur Koster: Efek Ganda DBFW, Penggunaan Produk Lokal Bali Meningkat, Budaya Tetap Lestari

“Dengan adanya penambahan penyertaan modal ini, kami berharap Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama mampu mengatasi krisis air di daerah Bukit, seperti Desa Ungasan, Desa Pecatu, dan sekitarnya di Kecamatan Kuta Selatan. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi direksi untuk mengeluhkan kekurangan modal guna menuntaskan krisis air tersebut,” tegas Rai Wirata.

Sementara itu, untuk Raperda penyertaan modal kepada PT Jamkrida Bali Mandara, fraksi menyetujui pemenuhan kewajiban Pemkab Badung pada Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 10 miliar dari total rencana penyertaan modal Rp 150 miliar hingga 2030.

Terkait Raperda Pencabutan Perda No. 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan, fraksi menilai substansi aturan tersebut sudah tidak relevan dan berpotensi tumpang tindih. Pengaturan teknis kependudukan skala kabupaten dinilai cukup diatur melalui peraturan kepala daerah.

Rincian APBD Kabupaten Badung Tahun 2027

Dalam pandangannya terhadap Raperda APBD 2027, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti pentingnya menjaga stabilitas perekonomian dan keuangan daerah dalam menunjang pelayanan publik. Komposisi keuangan daerah dirancang dengan rincian sebagai berikut: Pendapatan Daerah: dirancang sebesar Rp 11.634.722.053.183,00, yang terdiri atas: Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 10.904.723.845.178,00, Pendapatan Transfer: Rp 729.998.208.005,00.

Belanja Daerah: Dirancang Rp 13.379.086.523.923,00, yang terdiri atas: Belanja Operasi: Rp 7.009.193.884.288,00, Belanja Modal: Rp 4.310.626.626.071,00, Belanja Tidak Terduga: Rp 145.421.455.883,00, dan Belanja Transfer: Rp 1.913.844.557.681,00.

Penerimaan Pembiayaan Daerah: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp 534.528.799.452,00 dan penerimaan pembiayaan utang daerah Rp 2.614.248.087.124,00 (termasuk pinjaman daerah Rp 2.079.719.287.672,00).

Pengeluaran Pembiayaan: Mencakup penyertaan modal pada Perumda Tirta Mangutama (Rp 37 miliar) dan PT Jamkrida Bali Mandara (Rp 10 miliar), serta pembayaran pembiayaan utang daerah sebesar Rp 822.883.616.384,00.

Baca Juga  Terima Audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali, Gubernur Koster Dorong Penguatan Produk Asli Bali

Usulan Infrastruktur, Penataan Kawasan, dan Evaluasi Kebencanaan

Selain memberikan persetujuan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, di antaranya:

Penuntasan pavingisasi gang, pelebaran serta pengaspalan Jalan Cemongkak menuju Buana Sari, pembuatan akses menurun ke Pantai Labuan Sait, dan pengaspalan Jalan Merpati di Desa Pecatu, Kuta Selatan.

Penataan Pantai Cemagi secara tuntas untuk kepentingan keagamaan, serta kelanjutan program trotoarisasi dari Mengening ke Munggu dan pembangunan jalan alternatif dari Banjar Seseh ke SD 2 Cemagi guna mengurai kemacetan.

Pembebasan lahan di sebelah utara Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala untuk dijadikan ruang terbuka hijau, sarana olahraga, rekreasi keluarga, serta wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal.

Di sektor penanggulangan bencana, Fraksi menyampaikan duka mendalam atas tragedi tanah longsor di kawasan glamping eco park Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didorong untuk segera melakukan penanganan darurat serta mengevaluasi potensi kerawanan bencana alam guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Menutup pandangannya, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung beserta jajaran eksekutif atas kerja keras dalam mengatasi kemacetan melalui pembukaan akses jalan baru di Kuta Selatan serta koordinasi intensif yang membuat pembahasan penyertaan modal dapat berjalan lebih cepat dari target. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wagub Giri Prasta Tinjau Bedah Rumah di Jembrana, Tekankan Kualitas Bangunan demi Kenyamanan Warga

Bersumber dari Perubahan APBD 2026, Bantuan Rp 75 Juta Diharapkan Hadirkan Hunian Layak bagi Keluarga Kurang Mampu

Loading

Published

on

By

Wagub Giri Prasta Tinjau Program Bedah Rumah di Jembrana
TINJAU BEDAH RUMAH: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, meninjau program bedah rumah Pemerintah Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, meninjau program bedah rumah Pemerintah Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11).

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah rumah keluarga I Gede Yogi Agus Cahaya di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi hunian penerima manfaat sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Wagub Giri Prasta Tinjau Program Bedah Rumah di Jembrana

Program bedah rumah tersebut bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sebesar Rp 75 juta.

Bantuan diperuntukkan bagi pembangunan rumah satu lantai seluas 30 meter persegi yang dilengkapi dua kamar tidur, teras, dan kamar mandi. Pembangunan rumah diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

Saat meninjau kediaman I Gede Yogi Agus Cahaya, Wagub Giri Prasta mendapati kondisi rumah yang tergolong tidak layak huni. Salah satu kamar tidur juga difungsikan sebagai dapur, sementara atap genteng mengalami kebocoran dan lantai teras masih berupa tanah.

Kondisi sanitasi rumah tersebut juga belum memadai. Kamar mandi mengalami kerusakan berat dan tidak memiliki atap. Selain itu, rumah keluarga tersebut belum terhubung dengan jaringan air bersih PDAM sehingga masih mengandalkan sumur tradisional untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Wagub Giri Prasta meminta agar pelaksanaan program bedah rumah benar-benar memperhatikan kualitas bangunan, mulai dari konstruksi hingga kelengkapan fasilitas dasar.

Ia menekankan bahwa pembangunan rumah tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga harus memastikan hunian yang dihasilkan layak ditempati serta mampu memberikan rasa aman, sehat, dan nyaman bagi penghuninya.

Baca Juga  Dihadiri 39 Negara, Gubernur Koster Buka APDT 2026

I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini, istri I Gede Yogi Agus Cahaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan bedah rumah yang diterima keluarganya. Ia mewakili suaminya yang saat kunjungan berlangsung masih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Matur suksma, Bapak Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, atas bantuan bedah rumahnya. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ungkapnya saat berdialog dengan Wagub Giri Prasta dan Bupati Jembrana.

Dalam kesehariannya, I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini bekerja membuat perlengkapan upakara berupa tamas, sedangkan suaminya bekerja serabutan. Keduanya berupaya memenuhi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang belum layak.

Selain meninjau kondisi rumah, Wagub Giri Prasta juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 500.000 kepada Putu Bagus Andi Yoga Sulung, anak pasangan I Gede Yogi Agus Cahaya dan I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian sekaligus motivasi agar Putu Bagus, yang saat ini duduk di kelas II SD Negeri Banyubiru, terus rajin belajar dan bersemangat menempuh pendidikan.

Melalui program bedah rumah ini, Pemerintah Provinsi Bali berupaya membantu masyarakat yang masih tinggal di hunian tidak layak, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca