Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dihadiri 39 Negara, Gubernur Koster Buka APDT 2026

Tegaskan Bali Jaga Keseimbangan Pariwisata, Budaya, Lingkungan dan Ketahanan Energi

Loading

BALIILU Tayang

:

Gubernur Koster membuka APDT 2026 di Hotel Westin Nusa Dua yang dihadiri sekitar 800 peserta dari 39 negara.
BUKA APDT 2026: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition (APDT) 2026 yang dihadiri sekitar 800 peserta dari 39 negara bertempat di Hotel Westin, Nusa Dua, Badung pada Rabu (5/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition (APDT) 2026 yang dihadiri sekitar 800 peserta dari 39 negara bertempat di Hotel Westin, Nusa Dua, Badung pada Rabu (5/8). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi internasional yang memilih Bali sebagai lokasi penyelenggaraan konferensi teknologi pengeboran terbesar di kawasan Asia Pasifik tersebut.

“Selamat datang di Bali, pulau yang indah, masyarakatnya ramah, serta memiliki budaya yang unik dan tidak dimiliki daerah lain di dunia. Bali dikenal dan dicintai masyarakat internasional karena kami mampu menjaga budaya, tradisi, adat istiadat, dan kearifan lokal sebagai fondasi utama pembangunan,” ujar Gubernur Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada konsistensi masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya. Karena itu, Bali mampu menjadi destinasi wisata kelas dunia yang tetap memiliki identitas kuat di tengah perkembangan global.

Gubernur Koster mengungkapkan, beberapa waktu lalu dirinya menghadiri forum di London yang membahas perubahan iklim dan tantangan global.

Dari forum tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Oleh sebab itu, penyelenggaraan APDT 2026 di Bali dinilai memiliki arti strategis, bukan hanya bagi perkembangan teknologi di sektor energi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian bukan hanya penting bagi industri energi dan teknologi pengeboran. Kehadiran Anda juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Bali melalui meningkatnya tingkat hunian hotel, kegiatan usaha, dan sektor pariwisata. Terima kasih karena telah berkontribusi terhadap pariwisata Bali,” katanya.

Baca Juga  Fokus Pasarkan Produk Lokal, Gubernur Koster: Semua Produk Lokal Bali Terkenal, Mudah Dipasarkan

Dalam paparannya, Gubernur menjelaskan bahwa Bali merupakan daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui jalur udara telah mencapai lebih dari tujuh juta orang. Angka tersebut belum termasuk wisatawan yang datang melalui jalur laut maupun darat. Dari total lebih dari 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, sekitar 49 persen memilih Bali sebagai destinasi.

“Berdasarkan perhitungan kami, belanja wisatawan mancanegara menghasilkan devisa sekitar Rp 176 triliun. Artinya, kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata Indonesia mencapai sekitar 55 persen. Ini merupakan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian nasional,” jelasnya.

Di sisi lain, sektor pariwisata menopang sekitar 66 persen struktur perekonomian Bali. Karena itu, Pemerintah Provinsi Bali terus bekerja keras menjaga kualitas lingkungan, budaya, dan masyarakat agar Bali tetap menjadi destinasi yang lestari serta berdaya saing tinggi.

“Karena Bali sangat bergantung pada pariwisata, maka Bali harus dijaga. Alamnya harus lestari, manusianya harus berkualitas, dan budayanya harus tetap hidup. Itulah sebabnya kami menetapkan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun sebagai arah pembangunan jangka panjang agar Bali tetap eksis, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi untuk selamanya,” tegas Gubernur.

Ia menjelaskan, visi tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Semesta Berencana yang menjadi pedoman pembangunan Bali secara berkelanjutan dengan berlandaskan keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan sesuai nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Sebagai implementasi dari kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali terus menjalankan berbagai program strategis, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber yang dimulai dari rumah tangga, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pengembangan pertanian organik sebagai upaya mengurangi penggunaan pestisida yang merusak lingkungan dan mengancam keanekaragaman hayati.

Baca Juga  Harap Pertahankan Predikat WBBM, Menteri PAN-RB RI Tinjau Langsung RS Mata Bali Mandara

Selain itu, Bali juga terus mempercepat transformasi menuju energi bersih melalui kebijakan penghentian pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil serta mendorong penggunaan kendaraan bermotor berbasis baterai.

“Kami ingin Bali menjadi provinsi yang ramah lingkungan dan menjadi contoh pembangunan berkelanjutan. Karena itu kami terus memperkuat kebijakan energi bersih, pengurangan emisi karbon, serta penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Meski demikian, Gubernur Koster menegaskan bahwa energi tetap merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sejajar dengan kebutuhan akan pangan dan air. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, ketahanan energi menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan nasional.

“Saya berharap konferensi ini dapat melahirkan berbagai inovasi dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan energi dunia secara berkelanjutan. Indonesia harus mampu memastikan kebutuhan energi masyarakatnya terpenuhi, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Koster berharap kolaborasi internasional di sektor energi semakin kuat dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh negara.

“Semoga Indonesia semakin maju, khususnya di bidang energi, dan kerja sama internasional seperti APDT ini terus menghasilkan inovasi yang membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dunia,” tutup Gubernur.

Sebelumnya, Secretary-in-Charge ASEAN Council on Petroleum & Energy (ASCOPE), Henricus Herwin, menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara ASEAN dalam memperkuat ketahanan energi kawasan di tengah dinamika transisi energi global. Menurutnya, forum APDT menjadi wadah strategis untuk mempererat sinergi antarpelaku industri, pemerintah, dan organisasi profesi dalam mendorong inovasi teknologi pengeboran yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia, khususnya Bali, yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional tersebut.

Sementara itu, President Dynamic Drilling sekaligus anggota IADC Executive Committee, Manav Kumar Agarwal, mengatakan industri pengeboran saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari efisiensi operasional, keselamatan kerja, hingga tuntutan pengurangan emisi karbon. Karena itu, APDT 2026 diharapkan menjadi forum berbagi pengalaman, teknologi, dan praktik terbaik guna meningkatkan kinerja industri pengeboran di kawasan Asia Pasifik melalui kolaborasi yang lebih erat antaroperator, kontraktor, penyedia jasa, dan kalangan profesional.

Baca Juga  Pelaku Pariwisita dan GM Hotel Apresiasi Gubernur Koster Pancangkan Pembangunan Pariwisata Bali Melalui Regulasi dan Infrastruktur Fundamental

Adapun Deputy CEO PT Pertamina Hulu Energi, Virano G. Nasution, dalam Opening Remarks-nya menyampaikan bahwa Pertamina Hulu Energi merasa terhormat menjadi tuan rumah APDT 2026. Ia menekankan bahwa transformasi industri pengeboran menuju masa depan energi yang lebih efisien, cerdas, dan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui inovasi teknologi, penguatan sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas negara. Menurutnya, konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan mendorong lahirnya solusi-solusi baru bagi industri energi di kawasan Asia Pasifik. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Jelang Buleleng Festival 2026, Dishub Buleleng Siapkan Rekayasa Lalin

Published

on

By

Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra memaparkan rekayasa lalu lintas di kawasan Catus Pata jelang Buleleng Festival 2026.
PENGATURAN LALIN: Sejumlah ruas jalan di pusat Kota Singaraja akan diberlakukan pengaturan dan pengalihan arus, khususnya selama kegiatan Buleleng Festival 2026 yang dipusatkan di Catus Pata yang berlangsung pada 18–23 Agustus 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama pelaksanaan Buleleng Festival 2026. Sejumlah ruas jalan di pusat Kota Singaraja akan diberlakukan pengaturan dan pengalihan arus, khususnya selama kegiatan berlangsung pada 18–23 Agustus 2026.

Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra, mengatakan rekayasa lalu lintas telah dikoordinasikan dengan Satlantas Polres Buleleng. Pengaturan dilakukan karena sejumlah lokasi kegiatan BulFest menggunakan kawasan jalan, khususnya di sekitar Jalan Veteran, Jalan Ngurah Rai, dan Jalan Pahlawan.

Menurut Gunawan, pelaksanaan BulFest tahun ini memiliki pola berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Penggunaan kawasan Catus Pata sebagai salah satu lokasi panggung utama berpotensi memengaruhi kelancaran arus kendaraan, sehingga pengaturan dan penempatan petugas akan diperkuat pada titik-titik yang dinilai rawan kepadatan.

“Kami sudah sepakat dengan Polres Buleleng bahwa tidak akan menutup total. Masih bisa berakses, namun kami akan mengalihkan kendaraan-kendaraan besar, kendaraan truk, kendaraan berbadan atau bersasis sumbu tiga ke tempat-tempat yang memang tidak memungkinkan untuk dilalui,” ujar Gunawan saat dikonfirmasi, Selasa (11/8).

Ia menjelaskan, kendaraan dari arah selatan atau Denpasar menuju wilayah barat dapat diarahkan melalui Jalan Mayor Metra, Jalan Gajah Mada, Jalan Dr. Sutomo, hingga Jalan Ahmad Yani. Sementara arus dari arah timur atau Karangasem menuju barat akan diarahkan melalui Jalan WR Supratman, Jalan Surapati, Jalan Hasanuddin, Jalan Dr. Sutomo, dan Jalan Ahmad Yani.

Potensi kepadatan juga diperkirakan meningkat di Jalan Ahmad Yani karena menjadi salah satu jalur pengalihan. Dishub Buleleng mencatat sekitar 750 hingga 800 truk material dari arah Karangasem menuju Buleleng maupun Jembrana melintas setiap hari, sehingga pengaturan kendaraan berat menjadi perhatian khusus selama BulFest.

Baca Juga  Dukung Program Kejati Bali, Sekda Dewa Indra Dorong Penuntasan Dokumen Kependudukan Anak Telantar

Untuk arus dari arah timur menuju selatan, kendaraan akan diarahkan melalui Jalan WR Supratman, Jalan Sam Ratulangi, Jalan Setia Budi, Jalan Gempol, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Mayor Metra. Dishub juga telah memasang sejumlah rambu petunjuk untuk membantu pengguna jalan mengikuti jalur pengalihan yang telah disiapkan.

Ia menambahkan, pengaturan lalu lintas tidak hanya dilakukan saat puncak pelaksanaan festival. Aktivitas persiapan seperti pemasangan panggung dan proses bongkar muat telah berlangsung sehingga potensi gangguan arus lalu lintas mulai muncul sebelum BulFest resmi dibuka.

“Mulai sekarang akan ada ketersendatan arus lalu lintas di Jalan Veteran, Jalan Ngurah Rai dan Jalan Pahlawan. Kami sudah sepakat dengan Polres Buleleng bahwa tidak akan menutup total, tetapi pengaturan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk memperhatikan rambu serta mengikuti arahan petugas selama pelaksanaan BulFest. Pengendara juga diminta menghindari parkir di kawasan Catus Pata dan titik yang telah ditetapkan sebagai area steril agar arus lalu lintas dan akses menuju lokasi kegiatan tetap berjalan lancar. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Pembangunan Sekala-Niskala, Pemprov Bali “Ngaturang Pekeling” di Pura Agung Besakih

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin jajaran Pemprov Bali melaksanakan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih, Karangasem.
NGATURANG PEKELING: Jajaran Pemprov Bali yang dipimpin langsung Gubernur Bali Wayan Koster saat melaksanakan persembahyangan dan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (12/8), bertepatan dengan Tilem Sasih Karo, rahina Buda Umanis Tambir. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Bali, jajaran Pemprov Bali yang dipimpin langsung Gubernur Bali Wayan Koster melaksanakan persembahyangan dan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (12/8). Persembahyangan dilaksanakan bertepatan dengan Tilem Sasih Karo, rahina Buda Umanis Tambir.

Pelaksanaan Ngaturang Pekeling menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga keseimbangan pembangunan Bali secara sekala dan niskala.

Pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata, tetapi juga dilandasi nilai-nilai spiritual sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Melalui persembahyangan tersebut, Gubernur Wayan Koster bersama jajaran Pemprov Bali menghaturkan bhakti sekaligus memohon ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh upaya pembangunan Bali senantiasa memperoleh restu dan tuntunan, serta dianugerahi kerahayuan, keselamatan, kelancaran, dan kekuatan dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Momentum HUT ke-68 Pemerintah Provinsi Bali sekaligus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keharmonisan pembangunan Bali. Kemajuan pembangunan diharapkan tetap berjalan selaras dengan upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, serta kebudayaan Bali yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan keseimbangan antara aspek material dan spiritual sebagai fondasi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia secara sekala-niskala.

Dengan landasan tersebut, setiap proses pembangunan diharapkan tidak semata-mata berorientasi pada capaian fisik dan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga jati diri, kesucian, serta keberlanjutan Bali bagi generasi mendatang.

Persembahyangan berlangsung khidmat dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta istri, Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Baca Juga  Gubernur Bali Dengarkan PU Fraksi-Fraksi DPRD Bali, Mayoritas Dukung Tambahan Penyertaan Modal ke BPD Bali  

Rangkaian persembahyangan dipuput oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun dari Kadatuan Kawista Pura, Grya Belatungan, Tabanan. Seluruh rangkaian Ngaturang Pekeling berlangsung dengan khidmat sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan agar Bali senantiasa berada dalam keadaan rahayu, aman, damai, dan harmonis.

Melalui momentum HUT ke-68 ini, Pemerintah Provinsi Bali meneguhkan kembali semangat untuk melanjutkan pembangunan dengan tetap menjaga keseimbangan sekala-niskala, sehingga kemajuan yang dicapai tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjaga kelestarian alam, budaya, dan kehidupan Bali secara berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa “Nodya Karya Pujawali” Pura Dalem Sari Kapal

Published

on

By

HADIRI PUJAWALI: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pujawali piodalan majelihan di Pura Dalem Sari, Banjar Titih, Desa Adat Kapal, Mengwi, Rabu (12/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan komitmennya dalam memperkuat pembangunan berbasis budaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan infrastruktur strategis di Kabupaten Badung. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pujawali piodalan majelihan di Pura Dalem Sari, Banjar Titih, Desa Adat Kapal, Mengwi, Rabu (12/8).

Turut hadir mendampingi Bupati, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana beserta prajuru desa, tokoh masyarakat Luh Putu Suryaniti, Kelian Pura Dalem Sari sekaligus Ketua Panitia I Ketut Sukrayan beserta pengempon Pura Dalem Sari.

Bupati I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi kepada masyarakat Banjar Titih dan Desa Kapal yang terus menjaga persatuan serta melestarikan adat, budaya, dan tradisi keagamaan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Bupati menilai keberhasilan Badung sebagai daerah dengan pendapatan tinggi tidak terlepas dari sektor pariwisata yang bertumpu pada kekuatan budaya lokal.

“Pariwisata Badung berbasis budaya. Karena itu budaya harus terus dijaga dan dilestarikan agar tetap menjadi kekuatan utama daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga mengungkapkan dukungannya untuk pembangunan yang direncanakan masyarakat Banjar Titih. Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kebutuhan fasilitas publik dan aktivitas masyarakat setempat.

“Selain pembangunan fisik, tiyang juga sudah menjalankan program perlindungan sosial dan pendidikan untuk meringankan beban masyarakat kita di Badung,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menyediakan program kuliah gratis bagi masyarakat Kabupaten Badung yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Di sektor infrastruktur, ia juga sedang memprioritaskan pembangunan konektivitas kawasan pariwisata serta menjajaki peluang kajian pembangunan jalur bawah tanah untuk mendukung mobilitas dan daya saing pariwisata Badung.

Baca Juga  Gubernur Koster Bantu Ringankan Beban Warga, Serahkan Rp 1 M untuk Perbaiki Kerusakan Bangunan Pura Luhur Pucak Tinggah

“Sekarang saya sedang menyiapkan fasilitas untuk 1.205 orang untuk penguatan SDM kita di Badung, karena ini menjadi prioritas penting untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di tengah meningkatnya investasi yang masuk ke Badung dan diperkirakan akan membuka ribuan lapangan pekerjaan dalam beberapa kurun waktu mendatang,” kata Adi Arnawa.

Sementara itu, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Badung dalam pelaksanaan pujawali di Pura Dalem Sari. Ditegaskan bahwa Pura Dalem Sari yang diempon oleh masyarakat Banjar Titih merupakan simbol kebersamaan dan bakti masyarakat kepada Ida Bhatara.

Sudarsana juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong-royong dalam membangun desa adat serta melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca