Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali di bawah naungan Ny. Putri Koster memang terkenal cepat bergerak dalam upaya edukasi dan pelestarian kekayaan seni, tradisi, kerajinan, dan budaya Bali. Hal itu bisa dilihat dalam penjabaran Kinerja Dekranasda sepanjang tahun 2019 s/d 2022 serta rencana kerja 2023 yang disampaikan oleh Ny. Putri Koster dalam acara “Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Manggala Utama PAKIS MDA, Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Provinsi Bali, Bergerak, Bekerja, Berbagi” bertempat di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Jumat (24/2/2022).
Di awal diangkatnya sebagai Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri itu mengaku menyadari permasalahan besar yang bisa sangat merugikan pengrajin Bali. Yaitu ditirunya motif kain tenun Bali endek dan songket serta diproduksi di luar Bali dan dipasarkan di Bali. “Ini tentu sangat merugikan pengrajin kita, motif kita ditiru, diproduksi massal di luar Bali lalu dipasarkan di Bali dengan harga sangat murah. Market kita diambil, perputaran uang tidak terjadi di Bali dan lama-lama pengrajin kita bisa gulung tikar,” tegasnya di hadapan sekitar 3.500 hadirin yaitu Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali Ny. Tjok. Putri Hariyani Ardana Sukawati, Ketua Gatriwara DPRD Bali Ny. Ningsih Wiryatama, TP PKK tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa, Ketua Dekranasda seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali, Manggala PAKIS se-Provinsi Bali, serta seluruh anggota PAI Daerah Provinsi Bali, serta Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Bali.
Fashion Show di acara “Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Manggala Utama PAKIS MDA, Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Provinsi Bali, Bergerak, Bekerja, Berbagi” bertempat di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Jumat (24/2/2022). (Foto: ist)
Untuk itu, pendamping orang nomor satu itu pun bergerak cepat dengan mengajak para IKM/UMKM untuk memproduksi pakaian berbahan dasar endek yang dibeli langsung kepada para pengrajin asli Bali. Demi menggugah minat para IKM/UMKM untuk terus bergandengan tangan memperkenalkan endek, maka Dekranasda Bali memfasilitasi mereka dengan berbagai pameran. “Seperti pada tahun 2019, Dekranasda Bali aktif mengajak IKM/UMKM berpartisipasi dalam beberapa pameran, seperti Pameran Batam, Pameran HUT TMII, Inacraft 2019, Kriya Nusa 2019, Pameran Kerajinan Rakyat Bali, Pameran Crafina, Pameran Indocraft 2019 dan Pameran Trade Expo Surabaya 2019,” tuturnya seraya menambahkan pada tahun 2019 sebanyak 122 IKM difasilitasi dan total omzet diraih adalah Rp. 604 juta.
Tahun 2020, seperti yang kita ketahui menjadi tahun perubahan, tidak hanya di Bali namun hingga seluruh dunia, ketika pandemi Covid-19 melanda. Sehingga beberapa program Dekranasda kala itu juga mengalami perubahan. Bunda Putri menambahkan, anggaran Dekranasda saat itu juga dialihkan untuk penanganan dampak Covid-19. Dekranasda Provinsi Bali sebagai wadah para pengrajin di Bali, langsung turun tangan membantu para pengrajin yang menjadi salah satu sektor paling terdampak oleh Covid-19. “Tahun 2020 kita fokus membantu meringankan biaya hidup para pengrajin, dengan memberikan bantuan sekitar 144.800 kg beras dan 90.000 pcs masker untuk 6.436 pengrajin di seluruh Kabupaten/Kota di Bali,” jelasnya.
Pameran sendiri dengan cepat dialihkan oleh Bunda Putri dari pameran offline menjadi pameran virtual. Pameran virtual pertama kala itu adalah pameran lukisan Agus Mertayasa yang menghadirkan 45 karya lukisan dan 5 baju dengan total omzet mencapai Rp. 95 juta lebih. Untuk mengulang kesuksesan pameran virtual pertama, Dekranasda Provinsi Bali kembali menggelar Pameran Virtual yang memfasilitasi 6 IKM dengan 50 produk, dan tak tanggung-tanggung omzet kala itu langsung menembus Rp 147 juta lebih.
Kecintaan pendamping orang nomor satu di Bali ini kepada kerajinan dan juga pengrajin Bali, membuatnya menelurkan gagasan berupa Pameran IKM Bali Bangkit yang berpusat di Taman Budaya Denpasar. Tujuan utama dari digelarnya pameran tersebut adalah untuk membantu para IKM/UMKM menjual produknya, serta membantu para pengrajin untuk terus memproduksi kerajinan Bali. “Saya mengkurasi dengan sangat ketat para IKM/UMKM yang pameran di Art Center. Mereka harus menjual kerajinan asli Bali yang bahan bakunya dibeli di pengrajin asli Bali. Saya tidak mau ada barang tiruan di sana atau menjual produk yang kualitasnya sangat rendah. Karena saya ingin memperkenalkan kerajinan Bali sebagai warisan budaya yang adiluhung kepada khalayak,” tuturnya.
Tidak hanya membantu menggelar pameran, Ketua Dekranasda Provinsi Bali juga gencar mempromosikan kerajinan Bali yang dijual di IKM Bali Bangkit. Ia aktif terus mengundang para ASN yang saat pandemi masih mempunyai penghasilan penuh, para pejabat negara, petinggi negeri, hingga para delegasi pertemuan internasional di Bali. Bahkan Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden juga sudah berkunjung ke IKM Bali Bangkit. Usahanya tersebut membuahkan hasil dengan catatan omzet sekitar Rp 16 miliar lebih di tahun 2021 dan melonjak sebesar Rp. 30 miliar lebih di tahun 2022.
“Untuk menarik minat pembeli, saya juga mengajak para ASN di seluruh OPD di Pemprov Bali, serta instansi dan organisasi di Provinsi Bali untuk berpartisipasi dalam Fashion Show karya IKM/UMKM yang pameran di IKM Bali Bangkit,” ujarnya. Pameran Bali Bangkit sendiri tidak hanya digelar di Taman Budaya, tapi juga di mall-mall, hingga booth-booth even internasional, serta pameran di e-commerce Balimall.id.
Tak hanya berhenti dalam memberdayakan para IMK/UMKM, Ny. Putri Koster menjaring anak-anak muda Bali yang bertalenta untuk mengembangkan kreativitas dan bisnis mereka dalam Bali Designpreneur Fashion Show 2022. Acara itu menampilkan karya-karya lima designpreneur terpilih. Selain difasilitasi fashion show mereka juga difasilitasi modal hingga percepatan izin berusaha.
Kerja keras memperkenalkan kerajinan Bali ke kancah internasional terus dilakukan oleh Dekranasda Provinsi Bali dengan Ny. Putri Koster sebagai ketuanya. Berawal dari ketertarikan Rumah Mode Prancis Christian Dior untuk menggunakan kain tenun endek Bali dalam koleksi musim semi. Di sini Pemprov Bali mendorong Dior untuk membeli tenun endek langsung dari pengrajin Bali. Kesuksesan kerja sama tersebut, secara langsung juga telah mempromosikan endek Bali di kancah internasional. “Sehingga itu menginspirasi saya untuk menggelar Fashion Show di Paris dengan menampilkan 40 rancangan busana dari 4 desainer dalam acara bertajuk Le Magnifique de Wastra Bali di akhir tahun 2022,” tuturnya. Pada kesempatan tersebut, para desainer juga mendapatkan kesempatan diundang oleh Christian Dior untuk mengunjungi rumah produksinya.
Sebanyak 3.500 peserta hadiri acara “Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Manggala Utama PAKIS MDA, Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Provinsi Bali, Bergerak, Bekerja, Berbagi” bertempat di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Jumat (24/2/2022). (Foto: ist)
Sementara rencana kerja tahun 2023, Dekranasda Provinsi Bali masih akan terus memperkenalkan produk kerajinan Bali, seperti Pameran Bali Bangkit tahun 2023, Fashion Show Akbar di GWK, Fashion Show di Tokyo Jepang, Pameran Display di Bandara Ngurah Rai, Pameran Kriya Nusa serta Pembuatan Majalah Bungan Sandat.
Bunda Putri berharap, ke depan kerajinan Bali, khususnya Tenun Ikat dan Songket bisa menjadi tuan rumah di Bali. Harus bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Bali terlebih dahulu lalu dipasarkan ke luar Bali bahkan hingga ke luar negeri. Ia juga berharap kelak Bali bisa menjadi superhub penjualan karya kerajinan nusantara. Gubernur Bali Wayan Koster tengah menyiapkan tempatnya yang rencananya berada di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, berupa tempat expo terbesar di Bali, bahkan menyaingi JCC. “Jadi nanti kita akan mendisplay karya-karya pengrajin kita di sana, bahkan karya asli dari pengrajin luar Bali. Diharapkan tempat tersebut juga bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Bali sehingga semakin mempopulerkan produk kerajinan Bali,” tandasnya. (gs/bi)
FOOD SAFETY: Seksi Dokkes Polres Gianyar saat melaksanakan kegiatan Food Safety di SPPG Polres Gianyar yang berlokasi di Jalan Raya Ir. Soekarno, wilayah Polsek Tampaksiring, Jumat (22/5/2026) mulai pukul 05.00 Wita. (Foto: Hms Polres Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, Seksi Dokkes Polres Gianyar melaksanakan kegiatan Food Safety di SPPG Polres Gianyar yang berlokasi di Jalan Raya Ir. Soekarno, wilayah Polsek Tampaksiring, Jumat (22/5/2026) mulai pukul 05.00 Wita.Polres Gianyar melaksanakan kegiatan Food Safety di SPPG Polres Gianyar mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Kegiatan tersebut melibatkan personel Seksi Dokkes bersama Ahli Gizi dan Kepala SPPG Polres Gianyar dengan melakukan pemeriksaan keamanan makanan terhadap seluruh menu yang akan disajikan kepada penerima manfaat Program MBG.
Pemeriksaan dilakukan melalui uji kimia terhadap lima jenis makanan, yakni nasi putih, ayam goreng madu, tahu cabe garam, tumis pokcoy wortel, dan buah melon. Dari hasil pemeriksaan, seluruh sampel dinyatakan negatif mengandung zat berbahaya seperti formaldehyde (HCHO), nitrit (NO2), arsen (As), maupun cyanide (CN), sehingga aman dan layak untuk dikonsumsi.
Selain uji kimia, tim juga melaksanakan pemeriksaan menggunakan metode Uji Organoleptik yang meliputi evaluasi sensorik melalui indera manusia. Pemeriksaan dilakukan terhadap aspek warna, bentuk, aroma, rasa, hingga tekstur makanan. Hasilnya, seluruh menu dinilai dalam kondisi baik dan sesuai standar porsi yang telah ditetapkan.
Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C. Kesuma menyampaikan bahwa kegiatan food safety ini merupakan bentuk komitmen Polres Gianyar dalam memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada masyarakat melalui Program MBG Polri.
“Melalui pemeriksaan secara menyeluruh ini, kami ingin memastikan bahwa makanan yang disajikan benar-benar aman, sehat, bergizi, dan layak dikonsumsi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolres Gianyar.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas makanan akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga standar keamanan pangan di lingkungan SPPG Polres Gianyar, sehingga program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (gs/bi)
PENGUKUHAN: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali melaksanakan upacara pengukuhan Achris Sarwani sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menggantikan Erwin Soeriadimadja yang menjalani masa purnabakti di Bank Indonesia pada Jumat, 22 Mei 2026, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kompleks Kantor Gubernur Bali. (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali melaksanakan upacara pengukuhan pada Jumat, 22 Mei 2026, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kompleks Kantor Gubernur Bali. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, secara resmi mengukuhkan Achris Sarwani sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menggantikan Erwin Soeriadimadja yang menjalani masa purnabakti di Bank Indonesia.
Pengukuhan ini dihadiri oleh Gubernur Bali yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bupati/Walikota, pimpinan instansi vertikal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbankan, perguruan tinggi, asosiasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya di Provinsi Bali.
Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Provinsi Bali, Bupati/Walikota di Bali dan jajaran Pemerintah Daerah, serta seluruh mitra kerja yang telah mendukung peran strategis Bank Indonesia di Bali. Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang baru merupakan estafet kepemimpinan yang menjadi bagian penting dari transformasi kelembagaan Bank Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah dan mitra kerja Bank Indonesia Provinsi Bali dalam pengembangan ekonomi dan keuangan daerah, UMKM, sistem pembayaran, dan pengelolaan uang rupiah, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi Bali sekaligus mendukung perekonomian nasional.
Destry Damayanti memberikan apresiasi atas kinerja pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi pada tahun 2025, yang mencapai 5,82%, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 5,48%. Capaian tersebut juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11%, sekaligus menempatkan Provinsi Bali sebagai salah satu dari lima provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia. Meski demikian, masih terdapat ruang yang luas untuk terus mengoptimalkan potensi daerah, khususnya dalam mengantisipasi tekanan ekonomi global dan mendorong arus wisatawan.
Selain itu, pengembangan quality tourism dan diversifikasi sektor-sektor unggulan sebagai sumber pertumbuhan baru, seperti sektor pertanian dan industri kreatif, termasuk UMKM, perlu terus didorong guna memperkuat pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih tinggi dan berkelanjutan ke depan.
Lebih lanjut, Destry Damayanti menyampaikan pesan penting kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang baru untuk terus menjaga sinergi bersama pemerintah daerah dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga stabilitas harga di Bali. Selain itu, upaya perluasan dan percepatan digitalisasi ekonomi serta sistem pembayaran perlu terus dioptimalkan sebagai game changer untuk meningkatkan produktivitas, inklusi keuangan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya mendorong percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah juga menjadi prioritas melalui pemanfaatan seluruh kanal pembayaran digital, termasuk QRIS, baik pada sisi penerimaan maupun belanja daerah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas, serta mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyampaikan apresiasi atas peran Bank Indonesia sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, menjaga stabilitas perekonomian, serta memperkuat transformasi ekonomi Bali, termasuk penguatan ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal. Bali harus tumbuh menjadi daerah yang maju secara ekonomi, namun tetap menjaga identitas, budaya, dan keberlanjutan lingkungan. “Ke depan, tantangan ekonomi akan semakin kompleks dan dinamis, terlebih dengan gejolak geopolitik global. Kepemimpinan yang visioner, sinergi yang kuat, serta kolaborasi lintas sektor yang semakin solid menjadi kunci dalam menavigasi perekonomian di tengah ketidakpastian,‘‘ ujarnya.
Sekda Provinsi Bali berharap Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dapat terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh stakeholder dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui semangat sinergi dan kolaborasi yang semakin kuat, serta kepemimpinan yang baru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus bersinergi dalam memitigasi risiko global dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Setiap langkah inovasi kebijakan akan difokuskan untuk mengawal stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bali untuk mendukung terwujudnya masyarakat Bali yang sejahtera. (gs/bi)
RAKOR: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri rapat koordinasi Pembangunan PSEL Denpasar Raya kawasan Benoa di Ruang Rapat Kertha Sabha, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (22/5). (Foto: ist)
Denpasar, baliilu.com – Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy merupakan salah satu solusi strategis untuk menangani kedaruratan sampah di Bali, terutama setelah kapasitas TPA Suwung semakin kritis dan muncul penumpukan sampah di berbagai wilayah seperti Denpasar dan Badung.
Pemerintah Provinsi Bali saat ini mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang. Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan pembangunan PSEL menjadi solusi jangka panjang untuk menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi ancaman lingkungan dan pariwisata Bali. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan sampah setelah penutupan TPA Suwung.
“Proyek PSEL untuk penanganan sampah di wilayah Denpasar dan Badung kini memasuki tahap persiapan pembangunan. Proyek strategis tersebut telah diproses oleh Danantara dan direncanakan akan mulai groundbreaking pada 8 Juli 2026 mendatang. Saat ini, proses pengurugan lahan sudah mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut. Lahan yang digunakan untuk proyek PSEL ini memiliki luas sekitar 6 hektar,” jelas Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng itu pada Jumat (23/5) di Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar.
Selain pembangunan PSEL, pemerintah daerah dikatakan Koster juga memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis sumber melalui TPS3R, TPST, dan pemilahan sampah rumah tangga. Pemilahan sampah organik dan anorganik dinilai penting agar proses pengolahan sampah menjadi energi berjalan optimal.
“Kebersihan Bali adalah fondasi utama menjaga Bali tetap kondusif sebagai destinasi wisata dunia. Sambil menunggu penyelesaian PSEL, gerakan bersih-bersih terus kita genjot,” terangnya.
Kehadiran PSEL ini menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di wilayah Denpasar dan Badung. Pemerintah menargetkan pada tahun 2028, permasalahan sampah di kedua daerah tersebut sudah dapat ditangani secara lebih optimal.
“Nantinya, fasilitas PSEL ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.200 ton sampah per hari. Kapasitas besar tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Bali,” imbuhnya.
Selain penanganan sampah baru, tumpukan sampah lama di kawasan TPA Suwung juga harus menjadi perhatian untuk diselesaikan. Tumpukan sampah yang telah mengendap selama bertahun-tahun di kawasan tersebut ditargetkan ikut diselesaikan bersamaan dengan pengembangan sistem pengelolaan sampah modern melalui proyek PSEL. Langkah ini dinilai penting agar persoalan sampah di wilayah Denpasar dan Badung dapat ditangani secara menyeluruh, tidak hanya untuk sampah harian tetapi juga sampah lama yang masih menumpuk.
Pemerintah berharap proses penanganan sampah lama di TPA Suwung dapat berjalan optimal sehingga kawasan tersebut nantinya bisa direvitalisasi dan dimanfaatkan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Apabila rencana tersebut berhasil direalisasikan, kawasan eks TPA Suwung diharapkan berubah menjadi area hijau yang lebih ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik sekaligus mendukung kualitas lingkungan di Bali.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak saat meninjau kick-off pematangan lahan milik Pelindo di Pasanggaran, menegaskan bahwa penanganan permasalahan sampah harus dilakukan secara bersinergi. Ia menyampaikan bahwa TNI AD siap mendukung pengelolaan sampah melalui metode pirolisis yang dinilai efektif dan ramah lingkungan.
“TNI AD siap mendukung berbagai program pemerintah dalam penanganan sampah melalui kegiatan karya bakti, edukasi lingkungan, hingga dukungan terhadap program pengelolaan sampah terpadu di daerah,” jelasnya.
Disampaikan pria yang juga pernah menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana tersebut, keunggulan pengolahan sampah oleh TNI AD diantaranya tanpa investasi pemerintah, mengelola sampah lama, tidak perlu subsidi pemerintah, ramah lingkungan dan tanpa emisi terbuka.
“Yang perlu didukung oleh pemerintah yakni prosedur administrasi (perizinan), jaminan penjualan solar hasil pengolahan sebagai sumber energi terbarukan,” ungkapnya.
Sementara itu, Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan menyampaikan Perpres 109/2025 memayungi kebijakan pengolahan sampah yang menghasilkan energi yakni menjadi Listrik, PSE BBM terbarukan, PSE Bio Energi serta Produk ikutan lainnya.
“Penggunaan teknologi PSEL dan PSE BBM terbarukan dapat mengurangı kedaruratan sampah di Denpasara dan Badung, baik timbulan sampah harian maupun TPA Suwung,” terngnya.
Disampaikan Nani, Bali telah ditetapkan sebagai lokasi pilot project pirolisis bersama lokasi lainnya (Jakarta, Surabaya, Bekasi, Bandung, Bogor, Semarang) yang dilaksanakan oleh TNI AD, dengan dukungan tim terpadu lintas Kementerian/Lembaga khususnya pada tahap persiapan dan pembangunan.
“Groundbreaking PSEL Denpasar Raya pada tanggal 8 Juli 2026 mendatang menjadi momentum terintegrasi penanganan sampah di hulu dan hilir,” tutupnya. (gs/bi)