Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kerja Nyata Dekranasda Bali Empat Tahun Terakhir

Ny. Putri Koster Berhasil Tingkatkan Eksistensi Tenun Ikat Bali Hingga Tembus ke Tingkat Dunia

Loading

BALIILU Tayang

:

ny koster
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Koster. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali di bawah naungan Ny. Putri Koster memang terkenal cepat bergerak dalam upaya edukasi dan pelestarian kekayaan seni, tradisi, kerajinan, dan budaya Bali. Hal itu bisa dilihat dalam penjabaran Kinerja Dekranasda sepanjang tahun 2019 s/d 2022 serta rencana kerja 2023 yang disampaikan oleh Ny. Putri Koster dalam acara “Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Manggala Utama PAKIS MDA, Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Provinsi Bali, Bergerak, Bekerja, Berbagi” bertempat di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Jumat (24/2/2022).

Di awal diangkatnya sebagai Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri itu mengaku menyadari permasalahan besar yang bisa sangat merugikan pengrajin Bali. Yaitu ditirunya motif kain tenun Bali endek dan songket serta diproduksi di luar Bali dan dipasarkan di Bali. “Ini tentu sangat merugikan pengrajin kita, motif kita ditiru, diproduksi massal di luar Bali lalu dipasarkan di Bali dengan harga sangat murah. Market kita diambil, perputaran uang tidak terjadi di Bali dan lama-lama pengrajin kita bisa gulung tikar,” tegasnya di hadapan sekitar 3.500 hadirin yaitu Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali Ny. Tjok. Putri Hariyani Ardana Sukawati, Ketua Gatriwara DPRD Bali Ny. Ningsih Wiryatama, TP PKK tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa, Ketua Dekranasda seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali, Manggala PAKIS se-Provinsi Bali, serta seluruh anggota PAI Daerah Provinsi Bali, serta Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Bali.

ny koster
Fashion Show di acara “Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Manggala Utama PAKIS MDA, Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Provinsi Bali, Bergerak, Bekerja, Berbagi” bertempat di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Jumat (24/2/2022). (Foto: ist)

Untuk itu, pendamping orang nomor satu itu pun bergerak cepat dengan mengajak para IKM/UMKM untuk memproduksi pakaian berbahan dasar endek yang dibeli langsung kepada para pengrajin asli Bali. Demi menggugah minat para IKM/UMKM untuk terus bergandengan tangan memperkenalkan endek, maka Dekranasda Bali memfasilitasi mereka dengan berbagai pameran. “Seperti pada tahun 2019, Dekranasda Bali aktif mengajak IKM/UMKM berpartisipasi dalam beberapa pameran, seperti Pameran Batam, Pameran HUT TMII, Inacraft 2019, Kriya Nusa 2019, Pameran Kerajinan Rakyat Bali, Pameran Crafina, Pameran Indocraft 2019 dan Pameran Trade Expo Surabaya 2019,” tuturnya seraya menambahkan pada tahun 2019 sebanyak 122 IKM difasilitasi dan total omzet diraih adalah Rp. 604 juta.

Baca Juga  Libatkan 9 Instansi, DBFW Sesi 2 Hari Ke-5 Tampilkan 80 Wastra Karya Desainer Lokal Bali

Tahun 2020, seperti yang kita ketahui menjadi tahun perubahan, tidak hanya di Bali namun hingga seluruh dunia, ketika pandemi Covid-19 melanda. Sehingga beberapa program Dekranasda kala itu juga mengalami perubahan. Bunda Putri menambahkan, anggaran Dekranasda saat itu juga dialihkan untuk penanganan dampak Covid-19. Dekranasda Provinsi Bali sebagai wadah para pengrajin di Bali, langsung turun tangan membantu para pengrajin yang menjadi salah satu sektor paling terdampak oleh Covid-19. “Tahun 2020 kita fokus membantu meringankan biaya hidup para pengrajin, dengan memberikan bantuan sekitar 144.800 kg beras dan 90.000 pcs masker untuk 6.436 pengrajin di seluruh Kabupaten/Kota di Bali,” jelasnya.

Pameran sendiri dengan cepat dialihkan oleh Bunda Putri dari pameran offline menjadi pameran virtual. Pameran virtual pertama kala itu adalah pameran lukisan Agus Mertayasa yang menghadirkan 45 karya lukisan dan 5 baju dengan total omzet mencapai Rp. 95 juta lebih. Untuk mengulang kesuksesan pameran virtual pertama, Dekranasda Provinsi Bali kembali menggelar Pameran Virtual yang memfasilitasi 6 IKM dengan 50 produk, dan tak tanggung-tanggung omzet kala itu langsung menembus Rp 147 juta lebih.

Kecintaan pendamping orang nomor satu di Bali ini kepada kerajinan dan juga pengrajin Bali, membuatnya menelurkan gagasan berupa Pameran IKM Bali Bangkit yang berpusat di Taman Budaya Denpasar. Tujuan utama dari digelarnya pameran tersebut adalah untuk membantu para IKM/UMKM menjual produknya, serta membantu para pengrajin untuk terus memproduksi kerajinan Bali. “Saya mengkurasi dengan sangat ketat para IKM/UMKM yang pameran di Art Center. Mereka harus menjual kerajinan asli Bali yang bahan bakunya dibeli di pengrajin asli Bali. Saya tidak mau ada barang tiruan di sana atau menjual produk yang kualitasnya sangat rendah. Karena saya ingin memperkenalkan kerajinan Bali sebagai warisan budaya yang adiluhung kepada khalayak,” tuturnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Pameran Bali Bangkit Bangkitkan Semangat Berkarya Pelaku IKM

Tidak hanya membantu menggelar pameran, Ketua Dekranasda Provinsi Bali juga gencar mempromosikan kerajinan Bali yang dijual di IKM Bali Bangkit. Ia aktif terus mengundang para ASN yang saat pandemi masih mempunyai penghasilan penuh, para pejabat negara, petinggi negeri, hingga para delegasi pertemuan internasional di Bali. Bahkan Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden juga sudah berkunjung ke IKM Bali Bangkit. Usahanya tersebut membuahkan hasil dengan catatan omzet sekitar Rp 16 miliar lebih di tahun 2021 dan melonjak sebesar Rp. 30 miliar lebih di tahun 2022.

“Untuk menarik minat pembeli, saya juga mengajak para ASN di seluruh OPD di Pemprov Bali, serta instansi dan organisasi di Provinsi Bali untuk berpartisipasi dalam Fashion Show karya IKM/UMKM yang pameran di IKM Bali Bangkit,” ujarnya. Pameran Bali Bangkit sendiri tidak hanya digelar di Taman Budaya, tapi juga di mall-mall, hingga booth-booth even internasional, serta pameran di e-commerce Balimall.id.

Tak hanya berhenti dalam memberdayakan para IMK/UMKM, Ny. Putri Koster menjaring anak-anak muda Bali yang bertalenta untuk mengembangkan kreativitas dan bisnis mereka dalam Bali Designpreneur Fashion Show 2022. Acara itu menampilkan karya-karya lima designpreneur terpilih. Selain difasilitasi fashion show mereka juga difasilitasi modal hingga percepatan izin berusaha.

Kerja keras memperkenalkan kerajinan Bali ke kancah internasional terus dilakukan oleh Dekranasda Provinsi Bali dengan Ny. Putri Koster sebagai ketuanya. Berawal dari ketertarikan Rumah Mode Prancis Christian Dior untuk menggunakan kain tenun endek Bali dalam koleksi musim semi. Di sini Pemprov Bali mendorong Dior untuk membeli tenun endek langsung dari pengrajin Bali. Kesuksesan kerja sama tersebut, secara langsung juga telah mempromosikan endek Bali di kancah internasional. “Sehingga itu menginspirasi saya untuk menggelar Fashion Show di Paris dengan menampilkan 40 rancangan busana dari 4 desainer dalam acara bertajuk Le Magnifique de Wastra Bali di akhir tahun 2022,” tuturnya. Pada kesempatan tersebut, para desainer juga mendapatkan kesempatan diundang oleh Christian Dior untuk mengunjungi rumah produksinya.

Baca Juga  Dior Puji Endek Bali
ny koster
Sebanyak 3.500 peserta hadiri acara “Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Manggala Utama PAKIS MDA, Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Provinsi Bali, Bergerak, Bekerja, Berbagi” bertempat di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Jumat (24/2/2022). (Foto: ist)

Sementara rencana kerja tahun 2023, Dekranasda Provinsi Bali masih akan terus memperkenalkan produk kerajinan Bali, seperti Pameran Bali Bangkit tahun 2023, Fashion Show Akbar di GWK, Fashion Show di Tokyo Jepang, Pameran Display di Bandara Ngurah Rai, Pameran Kriya Nusa serta Pembuatan Majalah Bungan Sandat.

Bunda Putri berharap, ke depan kerajinan Bali, khususnya Tenun Ikat dan Songket bisa menjadi tuan rumah di Bali. Harus bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Bali terlebih dahulu lalu dipasarkan ke luar Bali bahkan hingga ke luar negeri. Ia juga berharap kelak Bali bisa menjadi superhub penjualan karya kerajinan nusantara. Gubernur Bali Wayan Koster tengah menyiapkan tempatnya yang rencananya berada di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, berupa tempat expo terbesar di Bali, bahkan menyaingi JCC. “Jadi nanti kita akan mendisplay karya-karya pengrajin kita di sana, bahkan karya asli dari pengrajin luar Bali. Diharapkan tempat tersebut juga bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Bali sehingga semakin mempopulerkan produk kerajinan Bali,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bedah Buku Seri II, KPU Bali Bahas Penataan Dapil Berbasis Data dan Keadilan Representasi

Published

on

By

KPU Bali Gelar Bedah Buku Seri II di Undiknas
BEDAH BUKU: Kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penataan daerah pemilihan (dapil) tidak sekadar berkaitan dengan pembagian wilayah dan alokasi kursi, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap kelompok masyarakat memperoleh keterwakilan yang adil dalam proses demokrasi. Perspektif tersebut menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026).

Mengangkat tema “Penataan Daerah Pemilihan Berbasis Data dan Keadilan Representasi”, kegiatan ini mengulas buku Redistricting: A Manual for Analysts, Practitioners, and Citizens karya Peter A. Morrison dan Thomas M. Bryan. Kegiatan yang diselenggarakan secara hibrida ini dihadiri oleh 72 peserta secara luring dan 400 peserta secara daring melalui Zoom Meeting.

Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., membuka kegiatan dengan menyambut pelaksanaan bedah buku sebagai ruang pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi. Forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai penataan dapil melalui kajian ilmiah dan diskusi lintas perspektif.

Selanjutnya, Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menekankan bahwa penataan dapil harus didasarkan pada data yang akurat serta mempertimbangkan kondisi sosial, sejarah, dan budaya masyarakat. Menurutnya, penataan dapil tidak cukup hanya mengacu pada jumlah penduduk, alokasi kursi, dan batas wilayah administratif. Diperlukan pula pedoman yang jelas agar prosesnya dapat dipertanggungjawabkan, berlangsung transparan, serta meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari.

Pentingnya data dan prinsip keadilan tersebut kemudian diperdalam oleh Anggota KPU RI, Dr. H. Idham Holik, melalui pembahasan pengalaman penataan dapil di Amerika Serikat. Penggunaan teknologi sistem informasi geografis (GIS), prinsip kesetaraan keterwakilan, dan pelibatan masyarakat menjadi sejumlah hal yang dapat dipelajari. Meski demikian, praktik dari negara lain perlu disesuaikan dengan sistem pemilu dan karakteristik wilayah Indonesia agar penerapannya tetap relevan dengan kebutuhan demokrasi nasional.

Baca Juga  Libatkan 9 Instansi, DBFW Sesi 2 Hari Ke-5 Tampilkan 80 Wastra Karya Desainer Lokal Bali

Perspektif penyelenggara pemilu tersebut dilengkapi dengan pandangan akademisi. Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Perbawa menyoroti pentingnya memastikan keterwakilan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok minoritas serta komunitas dengan karakteristik sosial dan budaya tertentu.

Sementara itu, Prof. Dr. Ni Wayan Widiastini menekankan perlunya tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan pemangku kepentingan lainnya. Pelibatan publik dinilai penting untuk membangun transparansi dan kepercayaan, sekaligus mencegah potensi konflik dalam proses penataan dapil. Diskusi berlangsung dengan dipandu moderator Ni Putu Sri Widiastini.

Melalui Bedah Buku Seri II ini, KPU Bali berharap pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi dapat memperkaya pemahaman serta memperkuat kesiapan menghadapi proses penataan dapil mendatang. Partisipasi ratusan peserta secara luring dan daring juga memperluas ruang diskusi mengenai pentingnya penataan dapil yang berlandaskan data dan kajian ilmiah. Dengan mengedepankan keterbukaan, kondisi geografis, serta aspek sosial dan budaya, penataan dapil diharapkan mampu mewujudkan keterwakilan yang lebih adil dan inklusif, sekaligus mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kemenag Buleleng Gelar Utsawa Jnananing Sad Dharma #3

Merajut Karakter Generasi Muda Hindu Lewat Seni, Budaya dan Teknologi

Loading

Published

on

By

Wabup Supriatna Buka Utsawa Jnananing Sad Dharma #3
BUKA UTSAWA: Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna berfoto bersama usai membuka puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Jumat (9/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi moral dan spiritual generasi muda. Melalui Kelompok Kerja (Pokja) Penyuluh Agama Hindu, ajang puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 resmi digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Jumat (9/10).

Kegiatan yang dirancang sebagai ruang ekspresi dan pendalaman ajaran agama Hindu ini menyuguhkan berbagai mata lomba bernafaskan seni, budaya, serta pemanfaatan teknologi digital, seperti Dharma Wacana, Dharma Gita, Cipta Lagu Religi, Puja Tri Sandhya, Geguritan, hingga lomba video pendek.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya agenda tahunan yang diinisiasi para penyuluh agama ini. Dalam sambutannya, pihaknya menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh terhadap langkah strategis dalam membimbing generasi penerus bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Utsawa Jnananing Sad Dharma yang ketiga ini oleh kelompok penyuluh bekerja sama dengan Kementerian Agama. Ini adalah kegiatan yang sangat positif, khususnya di Kabupaten Buleleng, di mana kita memberikan kesempatan buat generasi kita untuk mendalami sisi budaya dan agama Hindu lewat berbagai lomba yang kaya filosofi serta seni budaya,” ujar Supriatna.

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara rutin setiap tahunnya demi memperkuat pemahaman keagamaan generasi muda melalui sarana sastra, Dharma Gita, hingga Dharma Wacana.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, turut mengapresiasi langkah progresif para penyuluh agama Hindu di Buleleng yang mampu meleburkan diri dengan dinamika adat, seni, dan budaya lokal.

Menurutnya, Utsawa Jnananing Sad Dharma merupakan manifestasi nyata dalam membangun etika, budi pekerti, dan karakter melalui sastra agama, melalui sinergi antara Kemenag, pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan para penyuluh.

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Pameran Bali Bangkit Bangkitkan Semangat Berkarya Pelaku IKM

Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi seremonial, tetapi konsisten menjadi cetakan lahirnya generasi muda Hindu Buleleng yang cerdas, berkarakter, moderat, dan berdaya saing global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pasar Rakyat TP PKK Bali di Badung Libatkan 131 Pelaku Usaha, Transaksi Capai Rp 322 Juta dalam Hitungan Jam

Published

on

By

Putri Koster Hadiri Pasar Rakyat TP PKK Bali di Badung
HADIRI PASAR RAKYAT: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten Badung, Jumat (9/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten Badung, Jumat (9/10). Kegiatan yang melibatkan 131 pelaku usaha dan pedagang lokal tersebut menjadi bagian dari upaya TP PKK Provinsi Bali dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan UMKM dan industri kecil dan menengah (IKM) di Bali.

Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” merupakan kelanjutan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah dirintis sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. Program tersebut berawal dari Pasar Gotong-royong pada masa pandemi Covid-19 untuk membantu pemasaran produk UMKM lokal yang terdampak, kemudian berlanjut melalui kegiatan Penggak PKK.

Memasuki periode kedua kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, program tersebut kembali dilanjutkan melalui Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” yang diselenggarakan secara bergilir di kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar bagi produk lokal, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ny. Putri Koster berharap Pasar Rakyat dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyediaan produk kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau. Hal ini dimungkinkan karena pedagang yang dilibatkan merupakan produsen atau pedagang langsung sehingga rantai distribusi dapat diperpendek.

Selain menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, Pasar Rakyat juga dimanfaatkan sebagai wadah silaturahmi dan penguatan sinergi antara TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota se-Bali. Ny. Putri Koster mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan di Kabupaten Badung dan berharap program serupa dapat dikembangkan hingga tingkat kecamatan untuk memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Sebagai wujud kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut turut diserahkan bantuan kepada 100 warga kurang mampu di Kabupaten Badung. Setiap penerima memperoleh paket bantuan berupa 20 kilogram beras, dua krat telur, satu liter minyak kelapa (tandusan), serta dua paket belanja yang disediakan oleh TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota.

Baca Juga  Dior Puji Endek Bali

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan TP PKK Provinsi Bali dalam penyelenggaraan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi”. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 131 pelaku usaha dan pedagang, terdiri atas 39 IKM, 64 UMKM kuliner dan olahan pangan, serta 28 pelaku usaha produk pertanian. Kegiatan juga diramaikan dengan kehadiran stan Turyapada Tower dan Bali Chef Community.

Antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan. Hingga pukul 09.30 WITA, nilai transaksi penjualan tercatat telah mencapai Rp 322 juta. Rasniathi optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat hingga kegiatan berakhir pada pukul 18.00 WITA, bahkan berpotensi melampaui capaian transaksi Pasar Rakyat yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya.

Penyelenggaraan Pasar Rakyat juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat, antara lain aksi gotong royong membersihkan kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, lomba mewarnai dan kolase tingkat TK se-Kabupaten Badung, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, serta kegiatan jalan santai dan senam pada sore hari.

Melalui perpaduan kegiatan pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan aktivitas kemasyarakatan, Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran TP PKK dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca