Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Anggota DPRD Badung Yandinata: Gubernur Koster Tolak Timnas Israel Bertanding di Bali Merupakan Kebijakan Sangat Tepat

Dalam Upaya Menjaga Ketentraman dan Melindungi Bali dari Adanya Pro-Kontra Terhadap Israel

Loading

BALIILU Tayang

:

yandinata
Anggota DPRD Badung dari Fraksi PDI Perjuangan, I Putu Alit Yandinata (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Anggota DPRD Badung dari Fraksi PDI Perjuangan, I Putu Alit Yandinata menilai kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster dengan menyampaikan surat kepada Menpora RI untuk memohon Menpora agar mengambil kebijakan melarang Tim Israel ikut bertanding di Bali, merupakan kebijakan yang sangat tepat dalam upaya untuk menjaga ketentraman dan melindungi Bali dari adanya pro-kontra terhadap Israel.

Kader PDI Perjuangan yang menunjukkan sikap setianya dalam menjalankan ideologi Bung Karno ini juga mengatakan, keputusan yang diambil Bapak Gubernur Bali, Saya yakin telah berdasarkan kajian yang matang dengan memperhitungkan pro – kontra yang bisa berdampak terhadap pariwisata Bali.

“Jadi kalau Saya melihat langkah yang dilakukan Gubernur Bali saat ini dengan menolak kehadiran timnas Israel di Bali, saya meyakini pak Gubernur Koster memiliki kajian matang dan pasti mempunyai makna untuk menjaga eksistensi pariwisata Bali ini agar tetap eksis berdasarkan kebudayaan Bali,” kata Alit Yandinata sembari menyatakan Pariwisata Bali merupakan sektor yang sangat rentan dengan berbagai isu. Jadi Jarum jatuh pun di Bali akan menjadi isu besar, analoginya seperti itu, dan kami melihat statement, langkah Pak Gubernur kita ini lebih cenderung mengedepankan keamanan dan kenyamanan pariwisata yang ada di Bali untuk kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Teriakan Pak Yan Menggema, Generasi Muda Bali Antusias Sambut Gubernur Koster saat Saksikan Lomba Barong Ket PKB 2025

NEWS

Wayan Koster Kobarkan Semangat Pendidikan di HUT SMKN 3 Kintamani

Ungkap Perjuangan dari Buruh hingga Gubernur Bali

Loading

Published

on

By

gubernur koster
HADIRI HUT: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-17 SMKN 3 Kintamani yang berlangsung di Desa Dausa, Kintamani, Bangli, Senin (11/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-17 SMKN 3 Kintamani yang berlangsung di Desa Dausa, Kintamani, Bangli, Senin (11/5). Kehadiran Gubernur Koster didampingi Sang Nyoman Sedana Arta serta dua mantan Bupati Bangli, I Nengah Arnawa dan Made Gianyar, disambut hangat ribuan siswa, guru, serta masyarakat setempat.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Wayan Koster tidak hanya memberikan arahan sebagai kepala daerah, tetapi juga membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan sejak kecil. Di hadapan para siswa, Koster mengenang masa kecilnya yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi di desa.

Ia mengaku sejak duduk di bangku kelas 4 SD sudah bekerja membantu orang tua, mulai dari memburuh nyangkul, membajak sawah, hingga mengangkut bata merah dan bahan bangunan dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer. Kehidupan keluarga saat itu sangat sederhana, bahkan makanan sehari-hari hanya ubi, talas, dan singkong.

“Waktu SD kelas 4 saya sudah bekerja membantu keluarga. Semua hasil kerja tidak pernah saya pakai sendiri, langsung diserahkan ke ibu untuk biaya sekolah,” ungkap Koster.

Koster mengatakan kehidupan keras yang dijalaninya sejak kecil justru membentuk karakter disiplin dan mental kuat. Dari lima bersaudara, hanya dirinya yang mampu menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi karena keterbatasan biaya keluarga.

Namun keterbatasan itu tidak mematahkan semangatnya. Berbekal kemampuan akademik di bidang matematika, fisika, dan kimia, Koster diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) meski harus berangkat dengan bekal hasil menjual ayam, anak sapi, serta bantuan kerabat.

Untuk bertahan hidup di Bandung, ia mengajar les privat matematika sambil kuliah. Dari penghasilan itulah ia membiayai hidupnya, bahkan membantu keluarganya di kampung.

Baca Juga  LNG Sidakarya Segera Dibangun, Amdal akan Terbit Akhir September, Koster: Dibangun 3,5 Km dari Pantai

“Kalau hidup susah jangan menyerah. Saya bisa sampai di titik ini karena kerja keras, disiplin, dan ditolong banyak orang baik,” ujarnya disambut tepuk tangan para siswa.

Koster Tak Ingin Anak Bali Putus Sekolah

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menegaskan bahwa perhatian besarnya terhadap sektor pendidikan lahir dari pengalaman hidupnya sendiri. Ia mengaku tidak ingin ada anak-anak desa di Bali yang putus sekolah hanya karena tidak memiliki biaya.

Karena itu, saat menjadi anggota DPR RI, dirinya aktif memperjuangkan berbagai kebijakan pendidikan nasional, mulai dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bantuan siswa miskin, hingga penyusunan regulasi kesejahteraan guru dan dosen yang melahirkan tunjangan profesi guru.

“Guru-guru sekarang yang mendapat tunjangan profesi itu lahir dari perjuangan panjang. Dari nol menyusun konsepnya,” kata Koster.

Menurutnya, pendidikan merupakan jalan utama memutus rantai kemiskinan dan membangun masa depan bangsa. Ia juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan di Bali, termasuk perjuangannya menghadirkan minimal satu SMA dan satu SMK di setiap kecamatan.

Koster menyebut pembangunan sekolah di desa bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang membangun sumber daya manusia Bali yang unggul dan berdaya saing global.

Dalam arahannya kepada siswa, Koster memberi motivasi agar generasi muda Bali tidak minder berasal dari desa. Ia menilai lulusan SMK kini memiliki peluang besar bekerja di dunia internasional, terutama di sektor pariwisata dan hospitality.

Ia mengapresiasi perkembangan SMKN 3 Kintamani yang kini memiliki hampir 900 siswa dengan jurusan-jurusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Jurusan hotel dan restoran ini sangat cocok karena Kintamani adalah kawasan wisata internasional,” ujarnya.

Menurut Koster, banyak lulusan sekolah vokasi Bali kini bekerja di Jepang, Korea Selatan, Eropa hingga kapal pesiar internasional. Ia menilai anak-anak Bali memiliki karakter unggul seperti disiplin, jujur, dan cepat beradaptasi sehingga sangat dihargai di luar negeri.

Baca Juga  Teriakan Pak Yan Menggema, Generasi Muda Bali Antusias Sambut Gubernur Koster saat Saksikan Lomba Barong Ket PKB 2025

“Anak-anak Bali di mana pun bekerja selalu dinilai baik. Mereka disiplin, jujur, dan mau bekerja keras,” katanya.

Ia pun meminta para siswa serius mempersiapkan diri sejak dini dengan memperkuat keterampilan dan kemampuan bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Jepang, Korea, maupun Mandarin.

“Kekayaan yang tidak pernah habis adalah ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Dalam suasana yang hangat dan penuh canda, Koster juga sempat memanggil para siswa yang memiliki nama depan Komang dan Ketut. Momen tersebut menjadi perhatian karena Koster menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya Bali, termasuk keberlangsungan sistem penamaan tradisional Bali yang berkaitan dengan kelahiran anak.

Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap keberlangsungan keluarga Bali dengan empat keturunan, Koster secara pribadi menyerahkan santunan kepada siswa dengan urutan kelahiran anak ketiga yakni Komang dan anak keempat yakni Ketut. Bantuan tersebut diberikan langsung di hadapan para siswa dan guru yang hadir.

“Gunakan ini untuk membeli buku-buku pelajaran ya anak-anak,” ujar Koster.

Ucapan tersebut langsung dijawab kompak oleh para siswa penerima bantuan dengan kata “Iya”, yang disambut tepuk tangan dan senyum hangat para hadirin. Momen sederhana itu menghadirkan suasana emosional sekaligus memperlihatkan kedekatan Koster dengan generasi muda Bali.

Di akhir sambutannya, Koster meminta pihak sekolah terus meningkatkan kualitas pendidikan agar SMKN 3 Kintamani berkembang menjadi sekolah vokasi terbaik di Bali. Ia bahkan meminta berbagai kebutuhan pembangunan sekolah segera diajukan untuk diprogramkan pada tahun mendatang.

Kepsek SMKN3: Koster Peduli Bangun Pendidikan Bangli Sejak Duduk di DPR RI

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Kintamani, I Komang Widiada, menyampaikan bahwa keberadaan sekolah tersebut lahir dari perjuangan masyarakat serta dukungan banyak pihak yang peduli terhadap pendidikan di Kintamani, termasuk peran Wayan Koster saat masih berada di legislatif.

Baca Juga  Anggota DPRD Badung Made Yudana Hadiri ‘’Karya Melaspas’’ di Pura Dalem Batur

“Sejarah berdirinya SMKN 3 Kintamani adalah karena ada orang-orang baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perkembangan sekolah berlangsung sangat pesat. Dari awal berdiri dengan sekitar 119 siswa, kini jumlah peserta didik mencapai 897 orang dan banyak lulusan telah bekerja di luar negeri maupun menjadi wirausaha mandiri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

BKKBN Bali Dorong Kota Denpasar Miliki TPA Negeri, TP PKK Siap Berkolaborasi

Published

on

By

bkkbn bali
AUDIENSI: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih saat melakukan audiensi dengan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di Gedung Santi Graha Denpasar, Selasa (12/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah pusat melalui Kemendukbangga/BKKBN (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) terus mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri di masing-masing daerah.

Menindaklanjuti hal tersebut, BKKBN Provinsi Bali mengarahkan Pemerintah Kota Denpasar untuk segera merealisasikan pembangunan TPA Negeri di Kota Denpasar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih saat melakukan audiensi dengan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di Gedung Santi Graha Denpasar, Selasa (12/5).

Dalam audiensi tersebut, Sukardiasih mengatakan pemerintah pusat saat ini gencar mendorong pemerintah daerah agar memfasilitasi minimal satu Tempat Penitipan Anak (TPA) di setiap daerah.

TPA bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan keluarga berkualitas adalah dengan menyediakan pengasuhan terintegrasi (Holistik-Integratif) yang aman, nyaman, dan edukatif. TPA bertindak sebagai mitra orang tua untuk memenuhi hak tumbuh kembang anak, sekaligus memfasilitasi produktivitas ekonomi orang tua, terutama ibu bekerja.

Ia menjelaskan, Perwakilan BKKBN Provinsi Bali pada tahun 2026 fokus menjalankan program “Bangga Kencana” (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) dengan pendekatan komprehensif guna menurunkan angka stunting.

“Program unggulan percepatan penurunan stunting dilaksanakan melalui Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan pendekatan gizi, air bersih dan sanitasi bagi 8.116 keluarga risiko stunting,” ujarnya.

Selain itu, BKKBN Bali juga melaksanakan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai edukasi keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak guna mencegah stunting, serta program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) sebagai tempat pengasuhan anak yang sehat.

Baca Juga  Anggota DPRD Badung Made Yudana Hadiri ‘’Karya Melaspas’’ di Pura Dalem Batur

Menurut Sukardiasih, program-program BKKBN Provinsi Bali tersebut dapat disinergikan dengan program Pemerintah Kota Denpasar, termasuk program yang dijalankan TP PKK Kota Denpasar.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan Pemerintah Kota Denpasar telah merancang pembangunan TPA Negeri. Adapun lokasi yang direncanakan yakni di kawasan Lapangan SMPN 4 Denpasar dan eks Bank Mayapada.

“Untuk langkah selanjutnya kami berharap dinas terkait bisa mulai bergerak untuk proses pembangunan TPA tersebut,” ujarnya.

Antari Jaya Negara menegaskan TP PKK Kota Denpasar siap berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi Bali dalam mendukung berbagai program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.

Lebih lanjut dijelaskan, TP PKK Kota Denpasar selama ini juga memiliki program rutin Posyandu Paripurna yang memberikan pelayanan kepada lansia, ibu hamil dan balita di wilayah kelurahan. Sedangkan di desa, kegiatan serupa dilaksanakan melalui dukungan anggaran APBDes. Setelah kegiatan Posyandu Paripurna berakhir, masing-masing wilayah diharapkan mampu melaksanakan kegiatan secara mandiri setiap bulan.

Selain itu, TP PKK Kota Denpasar juga menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) gratis bagi masyarakat yang terindikasi stunting. Tak hanya itu, TP PKK Kota Denpasar juga memiliki kegiatan “Menyapa dan Berbagi” dengan menyasar lansia, ibu hamil dan balita. Dalam kegiatan tersebut masyarakat tidak hanya mendapat pelayanan kesehatan dan sosialisasi kesehatan, namun juga diberikan PMT untuk membantu meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DPW ILDI Kota Denpasar Siap Kolaborasi Dukung Berbagai Program Pemkot Denpasar

Published

on

By

DPW ILDI Denpasar
AUDIENSI: Pengurus DPW ILDI Kota Denpasar yang diketuai Ni Ketut Seniwati, SE saat melaksanakan audiensi dengan Pembina K3S Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di Gedung Santi Graha Denpasar, Selasa (12/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dewan Perwakilan Wilayah Ikatan Langkah Dansa Indonesia (DPW ILDI) Kota Denpasar menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan program Pemerintah Kota Denpasar. Komitmen tersebut disampaikan jajaran pengurus DPW ILDI Kota Denpasar yang diketuai Ni Ketut Seniwati, SE saat melaksanakan audiensi dengan Pembina K3S Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di Gedung Santi Graha Denpasar, Selasa (12/5).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW ILDI Kota Denpasar, Ni Ketut Seniwati mengatakan bahwa komunitas yang dipimpinnya bukan sekadar wadah senam atau aktivitas hiburan semata. Menurutnya, dansa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.

“Dansa sangat baik untuk kesehatan jantung dan kardiovaskular, meningkatkan fleksibilitas, memperkuat otot, serta menjaga keseimbangan tubuh. Selain itu, dansa juga efektif meningkatkan fungsi kognitif atau daya ingat serta membantu meredakan stres,” ujarnya.

Seniwati menambahkan, selain aktivitas olahraga, DPW ILDI Kota Denpasar juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan bakti sosial di tengah masyarakat. Untuk itu pihaknya berharap mendapat dukungan dan arahan dari Pembina K3S Kota Denpasar agar program-program sosial yang dijalankan dapat bersinergi dengan kebutuhan masyarakat.

“Dalam kegiatan bakti sosial ini kami ingin berkolaborasi dan mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat, khususnya di Kota Denpasar,” ungkapnya.

Sementara itu, Pembina K3S Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara memberikan apresiasi terhadap keberadaan dan semangat DPW ILDI Kota Denpasar dalam mendukung kegiatan sosial dan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, program-program yang dimiliki DPW ILDI memiliki potensi untuk dikolaborasikan dengan program Pemerintah Kota Denpasar melalui K3S Kota Denpasar. Pihaknya juga siap melakukan koordinasi lebih lanjut guna menyesuaikan program yang dijalankan dengan kebutuhan masyarakat di Kota Denpasar.

Baca Juga  LNG Sidakarya Segera Dibangun, Amdal akan Terbit Akhir September, Koster: Dibangun 3,5 Km dari Pantai

“Kami mengapresiasi keberadaan komunitas DPW ILDI Kota Denpasar. Tentunya program-program yang ada bisa dikolaborasikan dan nantinya akan dikonsultasikan kembali sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca