Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Sekda Adi Arnawa Hadiri Puncak Karya Pura Luhur Pucak Gegelang

BALIILU Tayang

:

adm
Sekda Adi Arnawa menyerahkan dana aci saat menghadiri Upacara Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Luhur Pucak Gegelang Desa Pelaga Petang, Rabu (19/4). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa dalam kesempatan ini mewakili Bupati Badung menghadiri Upacara Puncak Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Mapedudusan Agung, Paselang, Mapedanan, Medasar Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Luhur Pucak Gegelang Desa Adat Nungnung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Rabu (19/4). Turut hadir dalam kesempatan ini Anggota DPRD Badung I Gst Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, Penglingsir Puri Agung Carangsari lan Puri Agung Petang, Camat Petang AA Ngr. Raka Sukaeling, unsur Tripika Kecamatan Petang, Perbekel Desa Pelaga I Made Ordin serta tokoh masyarakat setempat.

Puncak Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Mapedudusan Agung, Paselang, Mapedanan, Medasar Tawur Balik Sumpah Agung ring Pura Luhur Pucak Gegelang ini dipuput oleh tiga sulinggih diantaranya Ida Pedanda Gede Isana Manuaba dari Griya Lebah Manuaba Abiansemal, Ida Pedanda Putra Sibang dari Griya Sibang Sanur, Ida Pedanda Gede Dharma Kerti dari Griya Budha Saraswati Batuan.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Adi Arnawa juga menyerahkan secara simbolis dana aci dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 1 miliar.

Dalam sambutannya Sekda Adi Arnawa mengucapkan rasa syukur angayubagia dalam kesempatan dan hari yang baik ini bisa hadir nyaksiang dan ikut ngrastiti bakti puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Luhur Pucak Gegelang dan semoga karya ini berjalan antar labda karya.

“Kehadiran Murdaning Jagat Badung sebagai Upasaksi dalam puncak upacara yang dilaksanakan hari ini, semoga dengan menjadi Upasaksi upacara hari ini ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Badung dan ini merupakan cihna bakti dari murdaning jagat Badung subakti ring Ida Betara dan masyarakat disini khususnya pengempon Pura Luhur Pucak Gegelang. Untuk itu mari kita bersama- sama tetap nunas ica mangde rahayu dan juga pendapatan daerah Kabupaten Badung agar bisa tetap meningkat dan semua sudah tahu pendapatan Kabupaten Badung berasal dari sektor pariwisata. Dumogi pemargi karya ini Ida Betara memberi kerahayuan dan juga para wisatawan mancanegara tidak ragu-ragu untuk datang berlibur ke Bali. Khususnya Kabupaten Badung semakin banyak wisatawan datang semakin banyak pula pendapatan daerah dari sektor pariwisata,” ucap Sekda Adi Arnawa.

Baca Juga  Wawali Jaya Negara Ngayah Mundut Ida Bhatara Sesuhunan di Pura Lombok, Serangkaian Upakara Magingsir

Lebih lanjut Sekda Adi Arnawa mengucapkan banyak terima kasih kepada tokoh masyarakat semua, semoga dalam melaksanakan upacara dalam keadaan baik dan selalu sehat agar upacara ini berjalan dengan lancar labda karya sida sidaning don, nemu jagad gemah, ripah, loh jinawi. “Serta saat melaksanakan upacara ini dengan hati yang tulus dan ikhlas dengan memiliki etikat yang baik Ning Nirmala agar pelaksanakan karya suci ini sukses dan lancar seperti yang diharapkan dan juga merupakan stiti bhakti kita kepada Ida Betara-Betari yang berstana di Pura Luhur Pucak Gegelang,” imbuhnya. Sementara itu Bendesa Adat Nungnung Sang Nyoman Sutena melaporkan bahwa Pura Luhur Pucak Gegelang keempon oleh 4 Desa Adat diantaranya Desa Adat Sandakan, Desa Adat Nungnung, Desa Adat Kiadan dan Desa Adat Bukian. “Upacara ini sudah terlaksana mulai dari tanggal 9 Februari 2023 dengan Ngeruak lan Nyukat Genah di Pura Luhur Pucak Gegelang, selanjutnya Tawur Agung kalaksanayang pada Sukra Kliwon Balapinanggal 14 April 2023, dan pada hari ini Puncak Karya nemonin Budha Kliwon Ugu pinanggal 19 April 2023 dan upacara ini nyejer selama 7 hari sampai 26 April 2023 nemonin Buda Paing Wayangkalaksanayang acara Penyineban ring Pura Luhur Pucak Gegelang,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” dalam Rangkaian Karya di Jero Abian Timbul

Published

on

By

Walikota Jaya Negara ngayah nyangging di Jero Abian Timbul
NGAYAH NYANGGING: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat “ngayah nyangging” dalam rangkaian “Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Wraspati Kalpa, lan Nyurud Ayu” di Jero Abian Timbul, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Sabtu (24/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, ngayah nyangging dalam rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Wraspati Kalpa, dan Nyurud Ayu di Jero Abian Timbul, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Sabtu (24/10).

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara menyampaikan bahwa upacara metatah atau mepandes merupakan salah satu upacara Manusa Yadnya bagi umat Hindu yang sarat akan makna spiritual. Upacara ini menjadi bagian penting dalam menyambut kedewasaan sekaligus sebagai simbol pengendalian diri terhadap Sad Ripu atau enam sifat musuh dalam diri manusia.

“Pelaksanaan metatah ini merupakan salah satu implementasi visi Vasudhaiva Kutumbakam, yakni semangat gotong-royong dalam mewujudkan bhakti kepada Sang Pencipta. Melalui pelaksanaan upacara ini, kita berharap tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan, sehingga kehidupan dapat berjalan selaras dan harmonis,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Panitia, I Gusti Ketut Wijaya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta dukungan Pemerintah Kota Denpasar. Ia juga mengapresiasi kesediaan Walikota Jaya Negara untuk turut ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya kehadiran Bapak Walikota yang turut ngayah sebagai sangging dalam prosesi metatah. Kami berharap seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar hingga selesai,” ungkap Gusti Ketut Wijaya.

Lebih lanjut, Gusti Ketut Wijaya menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai pada 18 Oktober 2026, yang diawali dengan upacara matur piuning, nanceb pampang, dan nuasen karya. Selanjutnya, pada Sabtu (24/10), dilaksanakan prosesi metatah, sedangkan puncak upacara Wraspati Kalpa, Nyurud Ayu, dan Mejaya-jaya dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10).

Baca Juga  Update Covid-19 (4/7) Bali, Dewa Indra: Cegah Penyebaran Covid-19 Ada Penyesuaian Kriteria dan Persyaratan Pelaku Perjalanan

Pihaknya berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar serta menjadi wujud bhakti dan kebersamaan krama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat dan beragama. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel”

Dipusatkan di Pantai Mertasari Sanur, Diikuti 535 Puspa

Loading

Published

on

By

Puncak Karya Maligia Punggel di Mertasari
HADIRI KARYA: Kehadiran Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara pada puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel” yang dipusatkan di Pantai Mertasari, Desa Adat Intaran, Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (21/10), bertepatan dengan Buda Umanis Dukut. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel yang dipusatkan di Pantai Mertasari, Desa Adat Intaran, Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (21/10), bertepatan dengan Buda Umanis Dukut. Upacara yang diselenggarakan oleh Griya Karang Tampak Gangsul, Griya Timbul Intaran Sanur, dan Griya Tambak Sari Intaran ini berlangsung khidmat dengan diikuti 535 puspa sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur.

Turut hadir Anggota DPD RI Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali Anak Agung Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, keluarga besar griya, penglingsir puri, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Hadir pula Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, dan Bendesa Adat Intaran I Gusti Agung Alit Kencana.

Rangkaian upacara telah dilaksanakan secara bertahap sejak awal Oktober 2026 dengan melibatkan keluarga, semeton, serta masyarakat yang turut ngayah dalam setiap prosesi. Sejumlah tahapan telah dilalui, mulai dari Mebiakala, Metatah, Muspa Ngendag, hingga berbagai prosesi persiapan menuju puncak karya. Puncak upacara diawali dengan Mundut Eteh-eteh Bhatara Lingga ke Peyadnyan, dilanjutkan dengan Ngadegang Puspa Lingga, Melaspas Puspa, serta Mepurwa Daksina. Seluruh prosesi dipuput oleh para sulinggih sesuai dengan tata cara dan tuntunan agama Hindu.

Di sela-sela prosesi, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan Pitra Yadnya memiliki makna mendalam sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur, sekaligus momentum untuk mempererat persaudaraan.

“Melalui upacara ini, kita tidak hanya menghormati leluhur, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan gotong-royong antarkeluarga serta semeton. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan labda karya, membawa kerahayuan bagi semua, dan nilai-nilai luhur ini terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Denpasar: Layani Kebutuhan Masyarakat Manfaatkan Media Online

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara juga berkesempatan mengikuti prosesi Ngadegang Puspa Lingga. Kehadiran dan keterlibatan dalam prosesi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali yang senantiasa dijaga melalui pelaksanaan upacara keagamaan. Kebersamaan keluarga besar griya, semeton, dan masyarakat dalam ngayah turut mencerminkan kuatnya semangat gotong-royong serta nilai kekeluargaan dalam kehidupan masyarakat Bali.

Setelah puncak karya, rangkaian upacara dijadwalkan berlanjut pada Kamis (22/10) melalui prosesi Pralina Puja, Putru Adi Parwa Saji, Pralina Puspa, hingga Nganyut ke segara. Selanjutnya, pada Sabtu (24/10), dilaksanakan prosesi Nyegara Gunung dengan rangkaian menuju Pura Goa Lawah, dilanjutkan dengan Ngelinggihang Dewa Pitara. Pelaksanaan karya ini melibatkan Pengrajeg Karya Ida Pedanda Gede Made Karang dan Ida Bagus Purwadana, Manggala Karya Ida Bagus Ambara, Ida Bagus Ngurah Aribawa, dan Ida Bagus Putu Suarjaya, serta Yajamana Karya Ida Pedanda Gede Raka Timbul. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkab Gianyar Gelar Mendak Ida Bhatara Padmasana, Diiring Peed Agung Menuju Padmasana Puspem Gianyar

Published

on

By

Peed Agung Mendak Ida Bhatara Padmasana
MENDAK IDA BHATARA: Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian upacara piodalan di Padmasana Puspem Gianyar yang juga pada hari sebelumnya telah dilaksanakan prosesi melaspas Padmasana Puspem Gianyar, sebagai wujud sradha bhakti dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama turut mengikuti prosesi Peed Agung, mengiringi Ida Bhatara Padmasana dari Padmasana Kantor Bupati Gianyar menuju Padmasana Puspem Gianyar. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi berbagai unsur upacara yang menambah suasana sakral sepanjang perjalanan menuju Padmasana Puspem Gianyar.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gianyar I Kadek Arnata menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan upacara di Padmasana Kantor Bupati Gianyar. Setelah rangkaian upacara awal selesai, prosesi dilanjutkan dengan Peed Agung atau iring-iringan suci mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Puspem Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini melibatkan para pemangku, pengayah, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar yang bersama-sama ngayah dalam mendukung kelancaran pelaksanaan upacara.

“Peed Agung diiringi Paiketan Pemangku yang turut Nguncarang Bajra, Lelontekan Uparengga, serta Tabuh Agung Adi Merdangga, Rejang, Gebogan, serta Lantaran Putih,” jelasnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan ngayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara, prosesi ini juga memperlihatkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Gianyar.

Baca Juga  Lihadnyana dan Serinah Akhiri Masa Tugas sebagai Pjs. Bupati Badung dan Karangasem

Melalui pelaksanaan upacara pemelaspasan hingga Piodalan Padmasana Puspem Gianyar ini, diharapkan seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar dan labda karya, serta memohon kerahayuan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar.

“Prosesi mendak dan Peed Agung ini menjadi momentum untuk memperkuat sradha bhakti sekaligus meneguhkan nilai menyama braya dan semangat ngayah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, sebagai wujud harmonisasi antara kehidupan pemerintahan, adat, dan spiritualitas masyarakat Bali,” pungkas Arnata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca