Thursday, 22 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 (4/7) Bali, Dewa Indra: Cegah Penyebaran Covid-19 Ada Penyesuaian Kriteria dan Persyaratan Pelaku Perjalanan

BALIILU Tayang

:

de

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali, melalui Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali Sabtu (4/7-2020) petang terjadi penambahan kasus positif sebanyak 91 orang. Mereka terdiri dari 1 orang WNA dan 90 orang WNI (2 orang imported case dan 88 orang transmisi lokal). Jumlah kumulatif pasien positif sebanyak 1.797 orang.

Sedangkan jumlah pasien yang telah sembuh mencapai 937 orang. Pada hari ini bertambah 24 orang WNI. Mereka terdiri dari 2 orang imported case dan 22 orang transmisi lokal.

de

Jumlah pasien yang meninggal sebanyak 18 orang terdiri dari 16 orang WNI dan  2 orang WNA. Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 842 orang yang berada di 14 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Gran Mega dan BPK Pering. 

Dewa Indra yang juga selaku Sekda Bali menyampaikan melalui siaran persnya bahwa jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal, secara kumulatif sejumlah 1.427 orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2020 tanggal 26 Juni 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 19 (Covid-19), dengan ini disampaikan beberapa penyesuaian kriteria dan persyaratan pelaku perjalanan sebagai berikut:

de

a. Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yaitu pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan sebagai kriteria perjalanan orang;

b. Persyaratan perjalanan orang dalam negeri:

1). Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang dengan kendaraan pribadi bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku;

2). Setiap individu yang melakukan perjalanan orang dengan transportasi umum darat, perkeretaapian, laut dan udara harus memenuhi persyaratan: i). Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah); ii). Menunjukkan surat keterangan uji test PCR dengan hasil negatif atau surat keterangan uji rapid-test dengan hasil non-reaktif yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan. iii). Menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR dan/atau rapid-test.

3). Persyaratan perjalanan orang dalam negeri dikecualikan untuk perjalanan orang komuter dan perjalanan orang di dalam wilayah/kawasan aglomerasi.

Baca Juga  Menghina Orang di Facebook, bisa Fatal Akibatnya

4). Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler. Appstore: https://apps.apple.com/id/app/pedulilindungi/id1504600374 dan Playstore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkom.tracencare

c. Persyaratan perjalanan orang kedatangan dari luar negeri:

1). Setiap individu yang datang dari luar negeri harus tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku: i). Setiap individu yang datang dari luar negeri harus melakukan PCR test pada saat ketibaan, bila belum melaksanakan dan tidak dapat menunjukkan surat hasil PCR test dari negara kedatangan; ii). Pemeriksaan PCR test perjalanan orang kedatangan luar negeri dikecualikan pada PLBN (Pos Lintas Batas Negara) yang tidak memiliki peralatan PCR, dengan melakukan rapid test dan menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) serta dikecualikan untuk perjalanan orang komuter yang melalui PLBN dengan menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/otoritas kesehatan.

2). Selama waktu tunggu hasil pemeriksaan PCR Test, setiap orang wajib menjalani karantina di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah; atau

3). Memanfaatkan akomodasi karantina (hotel/penginapan) yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina Covid-19 dari Kementerian Kesehatan;

4). Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler. Appstore: https://apps.apple.com/id/app/pedulilindungi/id1504600374 Playstore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkom.tracencare

de

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandar Udara dan Pelabuhan Dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Terkait hal ini, disampaikan hal sebagai berikut:

a. Seluruh penumpang dan awak alat angkut moda transportasi udara dan laut baik pribadi maupun umum dalam melakukan perjalanan dalam negeri harus dalam keadaan sehat dan menerapkan prinsip-prinsip pencegahan dan pengendalian COVID-19 antara lain menggunakan masker, sering mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak satu sama lain (physical distancing), menggunakan pelindung mata/wajah, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar, Sembuh Nambah 11 Orang, Kasus Positif Nambah 10 Orang

b. Selain menerapkan prinsip-prinsip pencegahan dan pengendalian COVID-19 pada angka 1, penumpang dan awak alat angkut yang akan melakukan perjalanan dalam negeri harus memiliki: 1) surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif yang berlaku paling lama 14 (empat belas) hari atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibodi nonreaktif yang berlaku paling lama 14 (empat belas) hari, sejak surat keterangan diterbitkan; dan 2) kartu kewaspadaan sehat atau Health Alert Card (HAC).

c. Surat keterangan pemeriksaan RT-PCR atau surat keterangan pemeriksaan rapid test penumpang dan awak alat angkut yang melakukan perjalanan dalam negeri diterbitkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah dan swasta yang ditetapkan oleh dinas kesehatan daerah kabupaten/kota.

d. Dalam hal dinas kesehatan kabupaten/kota belum menetapkan fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat menerbitkan surat keterangan pemeriksaan RT-PCR dan surat keterangan pemeriksaan rapid test, pemeriksaan RT-PCR atau pemeriksaan rapid test dapat dilakukan di: i) rumah sakit rujukan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) tertentu atau laboratorium pemeriksa COVID-19, yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan; ii) rumah sakit atau klinik yang bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan yang melaksanakan pelayanan penerbitan International Certificate of Vaccination (ICV); atau iii) rumah sakit/laboratorium lain milik pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

e. Kartu kewaspadaan kesehatan atau Health Alert Card (HAC) diperoleh dengan mengunduh aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC) melalui Google Play/ App Store atau dengan mengakses melalui inahac.kemkes.go.id, dan diisi pada saat keberangkatan baik secara elektronik maupun nonelektronik.

f. Pada saat pembelian tiket pesawat dan/atau kapal, penumpang yang akan melakukan perjalanan dalam negeri wajib menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibodi nonreaktif kepada pihak maskapai/operator pelayaran/agen perjalanan secara elektronik maupun non elektronik, dan telah mengunduh aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC) serta telah mengisinya.

g. Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan di bandar udara atau pelabuhan keberangkatan melakukan kegiatan : i) pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang dan awak alat angkut; ii) validasi surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibodi nonreaktif milik penumpang dan awak alat angkut, dengan cara membubuhkan paraf dan stempel di sudut kanan atas; dan iii) memastikan kartu kewaspadaan kesehatan atau Health Alert Card (HAC) secara elektronik maupun non elektronik telah diisi oleh penumpang atau awak alat angkut.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster: Kualitas Alam Bali Menurun, Harus Diperbaiki

h. Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan di bandar udara atau pelabuhan kedatangan melakukan kegiatan: i) pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang dan awak alat angkut; dan ii) verifikasi kartu kewaspadaan kesehatan atau Health Alert Card (HAC) elektronik maupun non elektronik yang dibawa oleh penumpang.

i. Dinas kesehatan daerah provinsi/kabupaten/kota dapat mengakses informasi kedatangan pelaku perjalanan dalam negeri yang melalui bandara atau pelabuhan ke wilayahnya melalui aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC).

Untuk itu dimohon pengertian masyarakat untuk mematuhi peraturan dan lebih baik tetap di tempat. Masyarakat Bali yang akan mudik lebih baik mempertimbangkannya. Pengetatan ini tidak hanya dilakukan Pemprov Bali namun juga pemerintah daerah lain juga melakukan hal yang sama. Untuk itu sebaiknya tidak mudik tetap di tempat. Begitu pula krama Bali yang ada di luar daerah khususnya di daerah yang melakukan PSBB atau daerah zona merah dimohon agar tetap di tempat jangan dulu pulang ke Bali. Kepulangan krama Bali bisa berdampak negatif pada anda, keluarga dan masyarakat Bali, karena kita tidak tahu jika  kita terinfeksi atau tidak sampai  dilakukan tes. Untuk itu masyarakat Bali diminta tetap tinggal di tempat dulu kecuali  ada hal yang sangat penting atau mendesak.

Mengingat transmisi lokal Covid-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, maka diminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin kita semua dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran Covid-19 pasti bisa kita hentikan.

‘’Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapa pun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19 sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi Covid-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain,’’ ujar Dewa Indra. (gs)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Silaturahmi Bersama Ketua Ikatan Keluarga Sumba

Published

on

By

Ikatan Keluarga Sumba
PERTEMUAN: Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., selaku Kabid Humas Polda Bali melakukan pertemuan dengan Ketua Ikatan Keluarga Sumba (IKKES) Fredik Billy, Rabu (21/2/2024). (Foto: Hms Polda Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., selaku Kabid Humas Polda Bali menyampaikan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Ketua Ikatan Keluarga Sumba (IKKES) Fredik Billy, Rabu (21/2/2024).

Pertemuan tersebut dilakukan terkait beberapa peristiwa akhir-akhir ini sudah cukup membuat resah akibat ulah oknum warga Sumba terlibat masalah hukum di Wilkum Polda Bali.

‘’Dalam pertemuan itu kami minta kepada bapak Fredik Billy selaku Ketua Ikatan Keluarga Sumba, yang saat itu didampingi para pengurus IKKES dan perwakilan warga Sumba, agar selalu mengingatkan dan memberikan arahan serta ketegasan terhadap warga Sumba khususnya yang ada di Bali untuk ikut menjaga kamtibmas di Bali, dimana tempat mereka beraktivitas dan melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya,‘‘ ujar Jansen.

‘‘Selain itu untuk oknum warga Sumba yang sedang bermasalah kami pastikan akan diproses dengan tegas dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,‘‘ sambungnya.

Jansen berharap dengan adanya pertemuan antara IKKES dengan kepolisian, dapat memberikan efek positif bagi warga Sumba yang lain untuk dapat menyadari betapa pentingnya menjaga situasi kamtibmas.

Selesai pertemuan tersebut, Fredik Billy bersama pengurus dan perwakilan warga Sumba langsung membuat video imbauan dan ajakan kepada seluruh warga Sumba untuk ikut berperan menjaga keamanan Bali dan bersama memastikan Bali tetap damai dan tertib. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wujud Sinergitas Pemkot Denpasar dan TNI, Sekda Rai Iswara Buka TMMD di Desa Kesiman Kertalangu
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kantor SAR Denpasar Gelar Donor Darah Peringati HUT Ke-52 Basarnas

Published

on

By

basarnas denpasar
DONOR DARAH: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar saat menggelar kegiatan donor darah yang melibatkan instansi terkait dan juga stakeholder pada Kamis pagi, 22 Februari 2024. (Foto: Hms SAR)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka memperingati HUT ke-52 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menggelar kegiatan donor darah yang melibatkan instansi terkait dan juga stakeholder pada Kamis pagi, 22 Februari 2024. Dalam kegiatan ini Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali dan melibatkan beberapa tenaga medis.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Kusworo, S.E., M.M. yang membuka kegiatan donor darah secara virtual mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan simbol kepedulian dan keberanian kita berbagi untuk berbagi.

“Donor darah itu tindakan mulia yang sederhana namun berdampak luar biasa, setiap tetes darah yang bapak-ibu sumbangkan pada hari ini sangat berarti untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.E. mengatakan kegiatan donor darah ini dilaksanakan secara serentak di seluruh UPT di Indonesia dan dilakukan rutin setiap tahunnya dalam rangka peringatan HUT Basarnas.

Ditambahkannya, dari 70 orang peserta yang ikut berpatisipasi, kita berhasil mengumpulkan 55 kantong darah. “Target kita 52 kantong darah, syukur kita mendapatkan lebih. Semoga darah yang dikumpulkan dapat bermanfaat bagi banyak orang,” terangnya.

Dalam kegiatan ini Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar juga menyerahkan piagam ucapan terima kasih kepada PMI Provinsi Bali yang telah berkontribusi dalam kegiatan donor darah tahun ini. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Wayan Koster: Kualitas Alam Bali Menurun, Harus Diperbaiki
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sebanyak 469 Peserta Ikuti Seleksi Pakibraka 2024 Badung

Published

on

By

kengbangpol
Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Badung I Nyoman Trisna Aditya Warma. (Foto: Kominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sedang melaksanakan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Pakibraka) di tingkat Kabupaten melalui pendaftaran online.

Sebanyak 469 peserta calon Paskibraka yang terdiri dari 297 laki-laki dan 172 perempuan, mendaftarkan dirinya di website paskibraka.bpip.co.id.

Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Badung I Nyoman Trisna Aditya Warma mengatakan, seleksi Paskibraka Kabupaten Badung sampai saat ini sudah berjalan sampai dengan pendaftaran online, dan sedang dilaksanakan pendataan untuk dipanggil kembali dan melaksanakan tes selanjutnya.

“Sesuai dengan arahan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), awalnya yang kami laksanakan sosialisasi pembukaan pendaftaran kepada seluruh SMA/SMK di Kabupaten Badung. Kami juga sudah memasang baliho guna mendukung sosialisasi tersebut,” ujarnya, Rabu (21/2/2024).

Ia menjelaskan, seleksi Paskibraka ini memiliki beberapa tahapan antara lain, seleksi administrasi, seleksi Pancasila dan wawasan kebangsaan, lanjut ke seleksi intelegensia umum, seleksi kesehatan, seleksi parade, seleksi baris-berbaris dan kesamaptaan serta seleksi kepribadian.

Setelah dinyatakan lolos seluruh tahapan tersebut, maka akan diumumkannya hasil akhir dari tes tersebut.

“Nantinya kita mencari calon Paskibraka sejumlah 70 orang dengan 35 orang laki-laki dan juga 35 perempuan yang akan dididik dan dilatih di lapangan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Mereka juga akan melaksanakan tugas pengibaran di tempat yang sama,” tambahnya.

Untuk calon Paskibraka yang lolos, akan mendapatkan fasilitas baju latihan, hotel dan Pusdiklat selama 14 hari sebelum pengibaran, sehingga diharapkan calon Paskibraka dapat lebih fokus dan semangat dalam mengabdi kepada negara melalui bidangnya.

“Saya berharap semoga kita bisa mempersiapkan anak muda yang lebih kreatif dan juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi serta mempunyai rasa bela negara, menuju generasi emas 2045 mendatang,” harapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Terkait RUU Provinsi Bali: Gubernur NTB dan NTT Setuju, namun Jangan Sampai Hilangkan Sejarah Berdirinya 3 Provinsi

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca