Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Berlanjut, Kolaborasi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dengan TP PKK Provinsi Bali Dalam Misi Sejahterakan Masyarakat Tabanan

BALIILU Tayang

:

tabanan
AKSI SOSIAL: Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M. nampak eratkan harmonisasi dengan Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster dalam roadshow aksi sosial di Tabanan, Sabtu (13/5). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – “Menyapa dan Berbagi”, ialah aksi sosial yang telah gencar dilakukan semenjak masa awal pandemi Covid-19 dan telah berlangsung secara presisten hingga saat ini. Aksi sosial ini juga menjadi program unggulan TP PKK Provinsi Bali yang menekankan kerja sama dan kolaborasi dengan masing-masing TP PKK di Kabupaten/Kota di Bali. 

Seperti yang berlangsung pada hari ini, aksi sosial kembali berjalan secara roadshow, Sabtu (13/5), dimana Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M. nampak eratkan harmonisasi dengan Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster dalam keberlangsungan program, menyejahterakan masyarakat Tabanan secara silih berganti. Kali ini, aksi sosial berlangsung di 4 lokasi di Kecamatan Tabanan.

Dimulai sejak pagi, pemberian bantuan difokuskan pertama kali di Balai Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken yang kemudian dilanjutkan di Balai Banjar Sakenan Belodan, Desa Dajan Peken. Setelah itu berlanjut di Banjar Tegal Baleran, Desa Dauh Peken dan terakhir di Wantilan Yeh Gangga, Desa Sudimara. Di kesempatan itu, Ny. Putri Koster juga kembali menggandeng Kepala Perangkat Daerah Terkait di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Direktur Utama RS Mata Bali Mandara dan Ketua Pengurus Daerah IBI Prov. Bali.

Tak sendirian, Bunda Rai Sanjaya juga mengajak serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, para Kepala OPD Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, seluruh Pengurus TP. PKK Kabupaten, Ketua TP PKK dan Pebekel Desa setempat. Kegiatan diawali dengan pemberian bantuan secara simbolis dari Kadis Kesehatan Provinsi Bali yakni sebanyak 10 dus PMT bagi Balita dan bantuan 10 paket susu kepada ibu hamil oleh pengurus daerah IBI Provinsi Bali. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bantuan bibit ayam sebanyak 70 ekor dan bibit tanaman sayur-sayuran sebanyak 500 pohon dari Kadis Pertanian dan Ketahanan Provinsi Bali kepada Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan. 

Baca Juga  Gubernur Koster Perintahkan Kanwil Kemenkumham Bali Deportasi WNA yang Foto Tanpa Busana di Obyek Wisata Kayu Putih Tabanan

Sementara itu, sebagai tujuan utama aksi Menyapa dan Berbagi, Bunda Putri Koster telah menyiapkan bantuan yang dikhususkan pada 50 orang masyarakat kurang mampu di masing-masing daerah, dengan kriteria penerima bantuan yakni 10 orang lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas dan kader PKK serta balita. Dimana, jumlah bantuan yang disiapkan berupa 20 kg beras untuk masing-masing penerima dengan jumlah total 1 ton, 50 krat telur, 80 kotak susu untuk balita dan 80 kotak susu untuk lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas dan kader PKK. 

Dengan menggandeng kedinasan terkait, Bunda Putri Koster berharap, bantuan yang diberikan bisa memberikan manfaat yang maksimal, baik dalam segi kesehatan maupun kesejahteraan, terutama kesejahteraan pangan. “Selain bantuan, juga ada sosialisasi terkait kesehatan bagi ibu hamil agar anak-anak nanti tidak terlahir stunting, nanti saya minta Ibu Dokter dan Ibu Bidan untuk menyampaikan hal-hal yang perlu disosialisasikan, untuk menjaga kesehatan kita bersama,” sebutnya pagi itu. 

Selain sosialisasi, bantuan layanan kesehatan juga disediakan oleh Ketua TP PKK Provinsi seperti yang berlangsung pada hari ini (13/5) dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali melakukan tes IVA yakni tes pemeriksaan untuk perempuan guna pencegahan kanker, dan dari RS Bali Mata Bali Mandara yang mengadakan operasi mata gratis di Puskesmas Tabanan 3, bagi 18 orang pasien katarak terdaftar di Tabanan. 

“Terbukti dengan bergeraknya tenaga kesehatan di masyarakat, angka kematian ibu melahirkan dapat ditekan, dan kedepannya saya harapkan dengan sosialisasi seperti ini, angka anak-anak stunting juga bisa kita turunkan bahkan menjadi 0, walaupun kita tahu, angka stunting di Bali paling kecil di Indonesia, tapi bukannya tidak ada, dan kita menginginkan hal yang sama yaitu anak-anak terlahir sehat dan cerdas,” terangnya lebih lanjut. 

Baca Juga  Bunda Literasi Ny. Putri Koster Hadiri Peluncuran Buku Bersama Tokoh Nasional

Tak hanya berbicara perihal stunting dan bagaimana pencegahannya di masyarakat, di kesempatan itu, Bunda Putri Koster yang juga selaku Ketua Dekranasda juga bersosialisasi terkait busana dan pelestariannya yaitu pakaian adat Bali. “Dengan semakin intensnya kita memakai kebaya, saya minta mari kita kembalikan tatanan kebaya sesuai dengan estetika dan etika kita anak Bali. Mari kita perlihatkan jati diri kita, dimulai dari cara kita berbusana yang anggun, simple dan menampilkan estetika serta kesopanan,” pintanya. 

Menyambut sinergitas program yang berkesinambungan itu, Bunda Rai Sanjaya siapkan garda terdepan yakni kedinasan terkait di Tabanan serta kader-kader PKK se-kecamatan di Tabanan untuk ikut bergerak bersama menyukseskan Aksi Sosial. “Roadshow ini sudah berlangsung sejak kemarin di Kecamatan Pupuan, sekarang ini berlanjut di Kecamatan Tabanan, bantuan juga sudah didistribusikan dan diberikan langsung bagi para penerima bantuan dan manfaatnya sudah barang tentu bisa dirasakan bersama. Apalagi pemberian bantuan ini tidak hanya pangan, tapi juga ada berbagai jasa layanan kesehatan, seperti yang berlangsung hari ini, ada operasi mata katarak gratis di puskesmas 3 Tabanan,” terang Bunda Rai. 

Dukungan dan kesiap-siagaan, dinyatakan Bunda Rai akan terus diberikan, guna mewujudkan keberhasilan program bantuan ini. Dengan kolaborasi yang dijalankan, pihaknya berharap dapat memberikan manfaat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Tabanan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pansus TRAP DPRD Bali Bakal Evaluasi Total Aset Pemprov Bali Buat ICCB Renon Mangkrak 22 Tahun

Published

on

By

iccb
Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mulai menyoroti serius aset-aset milik Pemerintah Provinsi Bali di kawasan Renon, Denpasar. Salah satunya, proyek India Cultural Centre Bali (ICCB) yang diketahui mangkrak selama lebih dari 22 tahun.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah maupun belum dimanfaatkan secara optimal.

Sorotan aset Pemprov Bali untuk ICCB Renon, muncul setelah aset daerah tersebut diketahui mangkrak selama lebih dari dua dekade tanpa kepastian penyelesaian. Bahkan, kini Pansus TRAP DPRD Bali mulai mendalami berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penguasaan aset yang tidak sesuai regulasi.

“Nanti evaluasi, banyak aset-aset kita yang kemudian dikuasai dengan cara tidak benar. Ya, seluruhnya dievaluasi wilayah Renon ke depan akan diperdalam. Itu banyak Dumas dan banyak laporan,” kata Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H.,.M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Hal itu disampaikan usai menerima Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bali. Dari unsur tokoh agama hadir Ida Shri Bhagawan Yogananda, sementara dari kalangan tokoh masyarakat tampak mantan anggota MPR RI utusan Bali Jro Gede Sudibya. Turut hadir Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali dr. Wayan Sayoga, akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.

Dukungan generasi muda terhadap upaya pengawasan pembangunan Bali juga tampak kuat. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam audiensi tersebut, di antaranya BEM Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati, Universitas Dwijendra, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Mahadewa Indonesia, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hingga Universitas Saraswati.

Baca Juga  Bunda Literasi Ny. Putri Koster Hadiri Peluncuran Buku Bersama Tokoh Nasional

Made Supartha menilai persoalan aset daerah di Bali tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pengelolaan aset pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, bukan justru terbengkalai selama puluhan tahun. Namun, aset tersebut diketahui belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berstatus belum tuntas sejak awal perencanaan pada 2004.

Keberadaan aset mangkrak tersebut kini menjadi perhatian serius DPRD Bali, terutama setelah Pansus TRAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik aset daerah dan menemukan berbagai persoalan tata ruang, aset, serta perizinan.

Made Supartha memastikan evaluasi tidak hanya menyasar satu lokasi, tetapi seluruh aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah atau belum dimanfaatkan secara optimal. “Selain melakukan pendalaman terhadap laporan masyarakat, kami juga mendorong adanya kepastian kebijakan dari pihak eksekutif terkait status aset yang hingga kini masih menggantung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack mengaku baru mengetahui soal tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri permasalahan tersebut.

“Baru juga tau.”..!! Ayo nanti sama-sama telusuri,” jawab Dewa Jack secara singkat di Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Untuk diketahui, rencana pembangunan proyek ICCB atau Pusat Kebudayaan India tersebut sempat diresmikan Gubernur Bali (1998-2008), Dewa Beratha, Dubes India, Hemant Krishan Singh dan DG ICCR, Rakesh Kumar, hingga saat ini justru diketahui proyek tersebut mangkrak dan tidak ada tanda-tanda progress keberlanjutan, sehingga menjadi kewajaran publik mempertanyakan nasib aset Pemprov Bali yang dipergunakan untuk proyek tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir menilai persoalan aset tersebut perlu segera mendapatkan kepastian hukum dan kebijakan agar tidak terus terbengkalai selama puluhan tahun.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster Jadi Narasumber Dialog Interaktif RRI Singaraja

Dr. Somvir yang juga selaku Wakil Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menegaskan bahwa penggunaan aset daerah harus memberikan kejelasan bagi semua pihak. Ia juga mendukung penuh Ketua Pansus TRAP DPRD Bali melakukan evaluasi di Kawasan Renon.

Pansus TRAP DPRD Bali akan membuka aset Pemprov Bali secara transparan baik yang sudah atau terbengkalai. Evaluasi mulai dilakukan dari pusat kota atau jantung pemerintahan. Upaya itu agar aset jelas dan tata kota tertib. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, PHDI dan Bakesbangpol Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi kepada Masyarakat

Published

on

By

phdi denpasar
BAGIKAN DAGING BABI: Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat membagikan daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jelang hari Raya Galungan dan Kuningan, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), membagikan 300 paket daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6).

Hadir saat itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, dan pihak terkait lainnya.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka mengatakan, kegiatan pembagian daging babi ini diharapkan akan dapat memberikan kemanfaatan bagi umat yang akan merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Tentu harapannya ini akan membawa kemanfaatan bagi umat yang akan menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, menyampaikan, program ini merupakan implementasi dari spirit Vasudhaiva Kutumbhakam yang bermakna kita semua bersaudara atau menyama braya.

Sehingga diharapkan mampu menghadirkan semangat sagilik, saguluk, salunglung subayantaka dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan di tengah masyarakat.

“Pembagian daging babi ini juga merupakan salah satu implementasi dari semangat Vasudhaiva Kutumbhakam,” katanya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ny. Putri Koster Mengucapkan Rahajeng Rahina Tumpek Krulut
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Percepatan Penguatan Aksesibilitas Transportasi Keluar Masuk Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

aksesibilitas Bandara Ngurah Rai
FGD: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung dan mendorong percepatan upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, penguatan aksesibilitas merupakan kebutuhan mendesak mengingat strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Dewata.

Dukungan Gubernur Wayan Koster disampaikan dalam arahan saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6).

Mengawali paparannya, Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai bagian penting dari upaya penguatan aksesibilitas transportasi kaluar masuk bandara. Ia berpendapat, penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara menjadi perhatian urgen karena berkaitan dengan isu kemacetan. Jika tidak diantisipasi, ia khawatir persoalan ini dapat mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Selanjutnya, Gubernur Koster memberi gambaran tentang strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai dalam pembangunan bidang kepariwisataan.

“Pada tahun 2025, wisatawan manca negara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7 juta 50 ribu orang. Ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta. Jadi kalau ditotal, mencapai 16 juta lebih,” urainya.

Mencermati data tersebut, menurutnya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara dan kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia berharap, FGD menghasilkan rumusan yang komprehensif dalam upaya mengantisipasi kemacetan keluar masuk bandara dan kawasan sekitar khususnya Badung dan Denpasar.

“Petakan betul setiap titiknya. Ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan,” pintanya.

Ia berharap, seluruh komponen mendukung upaya ini agar segera bisa dikerjakan. Jika tidak ada hal yang sangat krusial, ia berharap FGD kali ini menghasilkan hal yang konkrit agar bisa segera dikerjakan. Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung rencana perluasan parkir dan terminal. Ia berharap, pihak pengelola bandara segera merealiasikan rencana tersebut.

Baca Juga  Ujung Tombaknya Ada di Desa, Ibu Putri Koster: PSBS PADAS Pola Baru Pengelolaan Sampah yang Ramah Lingkungan

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT. Angkasa Pura Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan FGD tahun lalu. Ia menyampaikan, kegiatan kali ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari berbagai komponen sehingga menghasilkan kajian yang lebih komprehensif. Menurutnya, upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara membutuhkan pendekatan integrasi, bertahap dan kolaboratif. FGD diisi penyampaian kajian dari akademisi Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya yang mendapat masukan dari sejumlah pihak untuk penyempurnaan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca