Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pameran Serangkaian HUT Ke-43 Dekranas, Ny. Putri Koster Gaungkan Kekayaan Kain Tenun Tradisional Bali

Ibu Negara Hadiri Puncak HUT Ke-43 Dekranas di Medan

Loading

BALIILU Tayang

:

ny putri koster
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama jajaran dan Disperdindag Bali saat peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-43 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) tahun 2023 di Hotel Santika Premiere dan Lapangan Banteng, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (16/5). (Foto: ist)

Medan, baliilu.com – Ny. Putri Suastini Koster berkesempatan kembali untuk menampilkan Produk kerajinan khas Bali untuk unjuk gigi di tingkat nasional. Kali ini dalam gelaran peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-43 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) tahun 2023 yang juga menampilkan pameran/expo produk UMKM dari seluruh Indonesia. Kegiatan yang dihadiri dan dibuka oleh Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo tersebut berpusat di Hotel Santika Premiere dan Lapangan Banteng, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (16/5).

Ny. Putri Koster yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Bali dalam kesempatan tersebut mengatakan, produk kerajinan Bali terutama tenun sedang mendapatkan angin segar lewat surat edaran (SE) Nomor 04 Tahun 2021 Tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali yang dikeluarkan Gubernur Bali Wayan Koster.  “SE ini mewajibkan ASN dan masyarakat di Bali menggunakan kain tenun Endek Bali setiap Selasa. Juga penggunaan pakaian adat Bali setiap hari Kamis. Endek yang merupakan kain tenun ikat tradisional, kita kembangkan menjadi lebih kekinian,” ungkap Ny. Putri Koster sembari menjelaskan desain pakaian berbahan endek kepada para pengunjung dalam pameran tersebut. 

Sosok seniman multitalenta ini juga menjelaskan kain Tenun Gringsing yang adalah satu-satunya kain tenun tradisional Indonesia yang dibuat menggunakan teknik teknik double ikat dan memerlukan waktu 2-5 tahun. “Cuma hanya tiga tenun double ikat di dunia dan salah satunya Gringsing Bali,” jelasnya. “Gringsing Bali sudah punya indikasi geografis dengan sekitar 27 motif,” imbuhnya lagi.

ny koster
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster (kiri). (Foto: ist)

Sedangkan untuk karya terbaru, Ny. Putri Koster juga menunjukkan kain pantai beragam motif yang dilukis dengan tangan oleh para seniman lokal Bali. “Hand made banget, tapi dengan harga yang tidak seperti yang kita bayangkan. Seniman kita di Bali tidak mematok harga tinggi karena mereka membuat dengan rasa bahagia,” tuturnya, setengah berpromosi.

Baca Juga  Lestarikan Khasanah Etika Busana Wanita Bali, Ny. Putri Koster Gelar Pelatihan ‘’Pusung Tagel’’

Ny. Putri Koster yang dikenal sangat aktif mengupayakan pelestarian dan pengembangan kain tradisional Bali ini pun mengaku sangat berbangga bisa berkumpul dengan seluruh Dekranasda se-Indonesia yang disebutkannya punya ciri khas, keunikan dan keindahan masing-masing dalam produk kerajinannya. “Hal ini menunjukkan betapa kekayaan dan kecerdasan nenek moyang kita, mewariskan teknik pembuatan tenun ikat, beraneka motif yang tidak ada duanya di dunia,” ungkap wanita yang akrab disapa Bunda Putri ini.

Sementara itu di kesempatan berbeda, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta menerangkan bahwa dalam pameran yang berlangsung selama enam hari tersebut menghadirkan produk UMKM yang dianggap sudah mewakili para pengrajin lokal Bali. “Diantaranya ada tenun, kerajinan perak, kerajinan kulit, dan lainnya. Semuanya kita kurasi dengan baik,” jelasnya.

Jarta juga menyebut kain pantai lukis yang belakangan jadi inovasi para pengrajin ternyata cukup diminati oleh para pengunjung pameran. “Tentu kita berharap pameran ini bisa memaksimalkan potensi kerajinan di Provinsi Bali. Kita tentu ingin tampil lebih baik diantara 100 stand UMKM dari seluruh Indonesia ini,” pungkasnya.

Sedangkan dalam prosesi pembukaan, Ketua Umum Dekranas Hj. Wury Ma’ruf Amin menyebutkan, adapun makna yang tersirat pada tema yang diusung tersebut terkandung semangat bagi para perajin di Indonesia. Menurut istri Wapres RI ini, di usia ke-43 tahun, Dekranas hadir bersama Dekranasda sebagai wadah yang terus memberikan dukungan dengan menciptakan ekosistem wirausaha yang kreatif untuk perajin Indonesia yang berjaya.

ny koster
Peringatan HUT ke-43 Dekranas dihadiri dan dibuka oleh Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo di Hotel Santika Premiere dan Lapangan Banteng, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (16/5). (Foto: ist)

“Usia 43 tahun merupakan perjalanan panjang yang telah dilalui Dekranas dalam mengangkat potensi kerajinan nasional. Telah banyak upaya Dekranas untuk mewujudkan visinya sebagai lembaga yang handal dalam mendukung kemandirian ekonomi Indonesia sejak berdirinya dahulu pada 3 Maret 1980,” jelas Ny. Wury Ma’ruf Amin.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Apresiasi Festival Nusantara di GWK

Prosesi peringatan Hari Ulang Tahun Dekranas ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ibu Negara. Setelah itu dilanjutkan dengan pertunjukan Getaran Karya Rasa sebagai nafas perajin Indonesia, yang dicerminkan dalam sebuah karya seni yang didukung kurang lebih 120 seniman. Adapun tema yang diusung HUT Ke-43 Dekranas ini ‘Wirausaha Baru Tercipta, Perajin Berjaya!’

Dalam acara tersebut juga dihadiri Ketua Panitia HUT Dekranas, Endang Sri Hayati Budi Karya Sumadi, Ketua Harian Dekranas Tri Suswati Tito Karnavian, dan OASE Menteri Kabinet Indonesia Bersatu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Sasar Remaja Dini, Ketua Forum PUSPA Bali Pesankan Anak-anak Fokus Belajar, Hindari Bullying, dan Jauhi Pernikahan Dini

Published

on

By

Ketua Forum PUSPA Bali
SAPA ANAK-ANAK: Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyapa anak-anak usai menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP N 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyampaikan agar setiap remaja mampu menjaga diri dengan pembatasan yang terkontrol.

Menurutnya, masa remaja merupakan fase rentan ketika seseorang sedang mencari jati diri, sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan. Pengawalan terhadap tumbuh kembang, pergaulan, serta kepedulian terhadap masalah internal dan beban yang dirasakan anak tentu dapat memberikan perlindungan mental dan batin bagi mereka.

“Jangan biarkan mereka menghadapi masalahnya sendiri hingga merasa terbelenggu, putus asa, dan memilih jalan pintas. Sebagai orang tua di rumah maupun guru di sekolah, kita harus peka terhadap kondisi anak agar mereka tidak merasa sendiri dan kesepian,” ungkapnya saat menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP N 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/4).

Ia menambahkan, “Kita boleh sibuk dengan kegiatan masing-masing, tetapi jangan pernah lelah untuk mengawasi pergaulan dan kondisi putra-putri kita. Jangan lalai saat ekspresi wajah mereka berubah dari biasanya. Cobalah mendekati anak-anak saat mereka menyendiri, murung, bahkan mengurung diri di kamar. Jangan sampai mereka mengalami bullying di sekolah atau lingkungan luar rumah tanpa kita mengetahuinya, yang pada akhirnya dapat merusak mental anak.”

Dengan demikian, anak-anak akan mampu bertanggung jawab di sekolah—dengan belajar dan memperkaya pengetahuan sebagai fondasi diri yang lebih baik dan matang—di rumah dengan memanfaatkan waktu untuk membantu orang tua, serta di lingkungan dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan fokus menjalankan kewajiban sesuai niat baik. Mereka juga diharapkan mampu menyayangi diri sendiri, sehingga dapat menyayangi orang lain tanpa terjerumus dalam pergaulan bebas yang membahayakan masa depan, serta menjaga kepercayaan yang diberikan orang tua agar terhindar dari pernikahan dini.

Baca Juga  Jadi Narasumber Dialog Denpasar Siang, Ny. Putri Koster: Jangan Gengsi Gunakan Bahasa Ibu

Ny. Seniasih juga menegaskan agar tidak membiasakan berkata kasar, karena hal tersebut termasuk kekerasan verbal yang dapat melukai perasaan dan menimbulkan tekanan batin.

“Lakukan tugas dengan baik untuk membentuk pribadi dan karakter yang berpotensi menggapai masa depan, sehingga menjadi individu yang berkualitas,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menyampaikan bahwa bullying di sekitar anak-anak sangat memengaruhi semangat dan fokus mereka dalam belajar serta menjalani kehidupan. Anak-anak menghabiskan sekitar 8 jam di sekolah, 8 jam di rumah, dan 8 jam di luar keduanya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menanamkan kesadaran bahwa tanggung jawab terhadap diri sendiri sangatlah penting.

Merencanakan masa depan yang baik dengan melewati masa remaja yang berkualitas tentu menjadi impian setiap orang. Oleh sebab itu, pola pengasuhan dan perhatian orang tua menjadi hal yang krusial.

Pada kesempatan ini, sosialisasi yang menyasar remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama dilakukan untuk memberikan gambaran bahwa hidup membutuhkan perencanaan yang jelas dalam menentukan masa depan, sehingga langkah untuk mencapainya dapat lebih terarah dan sistematis. Oleh karena itu, penting untuk memperbanyak informasi mengenai bahaya pergaulan bebas dan seks bebas guna menghindari terjadinya pernikahan dini.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber lainnya, yakni Putu Astri Dewi Miranti dan Ni Made Mery Setianingsih, yang memaparkan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 2 Tahun 2025. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa kesehatan reproduksi adalah kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi, bukan semata-mata bebas dari penyakit atau disabilitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Pencarian, Korban Hilang di Pantai Kelingking Akhirnya Ditemukan

Published

on

By

Pantai Kelingking
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi korban dengan ambulans menuju Rumah Sakit Gema Santi. (Foto: Hms SAR)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Operasi SAR hari kedua terhadap seorang warga Desa Bunga Mekar yang dilaporkan hilang akibat terhempas ombak di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Jumat (25/4/2026) malam dalam kondisi meninggal dunia.

Upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan telah dilaksanakan sejak pagi hari. Pada pukul 06.00 WITA, seluruh personel melaksanakan briefing, pembagian area pencarian (search area), serta penyampaian rencana pergerakan. Tim SAR Gabungan menggunakan RIB 05 Denpasar bergerak dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida menuju area pencarian untuk melaksanakan penyisiran sorty pertama. Hingga pukul 11.15 WITA hasilnya nihil dan mereka merapat di Jungut Batu Tlatak, Nusa Ceningan. Upaya pencarian dilanjutkan sekitar pukul 13.57 Wita hingga pukul 16.30 Wita, namun tak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pencarian hari itu sempat menghadapi beberapa kendala, yakni akses penyisiran yang sulit, kondisi gelombang tinggi dan ombak pecah, serta perubahan arah dan kecepatan angin yang cukup ekstrem di sekitar garis pantai.

“Pada 17.50 WITA kami menerima informasi dari warga bahwa korban mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian,” ungkap Cakra Negara, Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida. Menindaklanjuti laporan tersebut, RIB 05 Denpasar segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

Pada pukul 19.15 WITA, korban akhirnya berhasil ditemukan pada posisi kurang lebih 803,62 meter dari lokasi kejadian awal. Usai dibawa ke darat, jenasah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Gema Santi menuju Rumah Sakit Gema Santi.

Diberitakan sebelumnya, korban bernama Nyoman Rame (49) hilang saat melakukan aktivitas memancing bersama anaknya di atas tebing Pantai Kelingking pada Jumat (24/4/2026). Saat itu, korban diduga terhempas ombak besar hingga terjatuh ke laut dan hilang.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Hadiri Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” di Karangasem

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan, di antaranya Unit Siaga SAR Nusa Penida, Pos TNI AL Nusa Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar, Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar, Polairud Polres Klungkung, BPBD Klungkung, petugas ambulans Gema Santi, serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Cari Seorang Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru

Published

on

By

pendaki tersesat di badukaru
Jalur pendakian hingga target terpisah dari rombongan. (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan terpisah dan tersesat dari rombongannya di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Informasi awal diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada hari Minggu (26/4/2026) pukul 04.40 Wita dari anggota BPBD Kabupaten Tabanan. Dari laporan tersebut, diperkirakan kejadiannya di hari Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Korban diketahui bernama Made Dibya (80), seorang warga asal Penebel, Tabanan.

Mulanya Made Dibya bersama 13 orang lainnya berangkat dari jalur pendakian Desa Sarin Buana kurang lebih pukul 06.00 Wita. Namun dalam perjalanan hanya 10 orang saja yang masih bisa melanjutkan pendakian. Sore harinya, saat mereka telah kembali tiba ke titik awal, baru disadari ada 1 orang belum bergabung. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Tabanan, akan tetapi korban belum berhasil ditemukan.

Pagi tadi, sebanyak 7 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berangkat menuju lokasi kejadian. Mereka dilengkapi dengan peralatan mountaineering, medis serta drone thermal untuk pencarian melalui udara dengan jangkauan yang lebih luas.

Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (7 personel), Polsek Penebel (2 personel), BPBD Kabupaten Tabanan (5 personel), masyarakat setempat dan rekan korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ny. Putri Koster Harap Puteri Cilik dan Remaja Bali 2021 Jadi Duta Anti Narkoba
Lanjutkan Membaca