Tabanan, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, semakin terkendalinya inflasi hingga pada akhir tahun 2022 di Provinsi Bali, merupakan hasil sinergi pengendalian inflasi di Bali yang semakin solid dan didukung oleh berbagai program yang semakin intensif antara jajaran Pemerintah Pusat, Daerah, dan Bank Indonesia dalam mengawal pengurangan inflasi di Bali.
Hal itu dikatakan Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan pada Pertemuan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bali-Nusra 2023 yang bertemakan “Sinergi dan Inovasi Ketahanan Pangan melalui Penguatan Kelembagaan dan Digitalisasi: Mepada Payu Antuk Bhuwana Bali Sentosa (Bersinergi Mewujudkan Bali yang Makmur)” yang digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Rabu (17/5/2023).
Pertemuan ini dihadiri Deputi 2 Bapanas Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Anggota DPR RI, para Bupati dan Walikota Se-Kabupaten/Kota di Bali, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Bali, Kepala OJK Kantor Regional VIII Bali-Nusra, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Provinsi Bali, Komisi XI DPR RI, Sekda Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta jajaran.
Gubernur Koster lanjut berharap koordinasi dan sinergi antar-Provinsi, Kabupaten, Kota di Provinsi Bali dan Nusra yang telah terjalin melalui TPID dan Gerakan Nasional Inflasi Daerah, dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi. ‘’Kita bersyukur karena selama ini sinergi dan koordinasinya selalu berjalan baik dan setiap minggu sekali diadakan rapat yang dipimpin oleh Mendagri dan hasilnya pun menunjukkan kemajuan dengan cepat,” papar Gubernur Koster.
Orang nomor satu di Bali itu juga menjelaskan, berdasarkan hasil rilis dari BPS, inflasi di Bali per April 2023, tercatat 0,04% month to month, dengan capaian ini tingkat inflasi tahunan Provinsi Bali sebesar 4,45% year on year, sedangkan capaian inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan Maret 2023, yang tercatat sebesar 5,46% dan diharapkan pada akhir tahun 2023 inflasi di Bali dapat tercapai sesuai target nasional diantaranya yaitu pada kisaran paling tinggi 4% dan terendah 2%.
“Untuk mencapai target yang dimaksud, dibutuhkan kerja sama dan sinergi dengan pihak terkait, khususnya dalam upaya stabilisasi harga, pengelolaan permintaan, menjaga kelancaran distribusi serta menjamin ketersediaan pasokan yang sejalan dengan program 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi yang efektif,” ungkap Gubernur. Diperlukan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Bali-Nusra 2023 guna tercapainya visi membangun Bali Era Baru.
Di momentum itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr. Drs. A. Fatoni.,M.Si memaparkan terkait solusi pengendalian inflasi, yakni diantaranya agar dijadikan sebagai kunci utama, yaitu prioritas dan sinergi dari semua stakeholder seperti saat penanganan pandemi Covid-19. Kemudian komunikasi publik, aktifkan TPID, aktifkan Satgas Pangan, BBM Subsidi tepat sasaran ke masyarakat tidak mampu, laksanakan Gerakan Penghematan Energi, Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen, Laksanakan kerja sama antardaerah dan intensifkan jaring pengaman sosial serta BPS (Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia (BI) provinsi untuk terus mengumumkan angka inflasi hingga Kabupaten/Kota.
“Saya yakin dengan semangat kebersamaan yang hari ini kita tunjukkan, dapat menunjukkan komitmen kita yang besar untuk bersama-sama mengendalikan inflasi dan bersama mengatasi persoalan-persoalan yang ada di daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat,” jelas Fatoni.
Selaras dengan tujuan dari GNPIP kali ini, sebagai tuan rumah acara, Bupati Tabanan Komang Sanjaya mendukung dengan kuat langkah-langkah sinergitas yang dilakukan serta berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai unsur maupun lintas lini guna mengurangi angka inflasi terutama di Tabanan. (gs/bi)