Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Tabanan Hadiri High Level Meeting TPID Provinsi Bali

Serius Tangani Inflasi di Daerah

Loading

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali di Ruang Rapat Gedung Gajah, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Selasa (6/9). (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com  – Serius dalam menangani inflasi di daerah, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Gajah, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Selasa (6/9).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Gubernur Bali Wayan Koster tersebut turut dihadiri oleh seluruh Bupati/Walikota se-Bali, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Sekda, Asisten II serta para OPD  terkait dan instansi vertikal di tingkat Provinsi Bali dan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Pertemuan yang digelar sejak pagi hari tersebut sebagai tindak lanjut dari rilis BPS pada Bulan Agustus 2022 lalu, bahwa secara tahunan Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 6,39% (yoy), lebih tinggi dari inflasi Nasional sebesar 4,69% (yoy) dan hasil Rakor Terbatas Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tanggal 1 September 2022, menargetkan sampai dengan akhir tahun inflasi Provinsi Bali berada di bawah 5% (yoy), serta beberapa isu strategis yang berpengaruh terhadap inflasi di Bali.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan langkah strategis dan kebijakan percepatan pengendalian inflasi di Bali melalui keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif dengan melibatkan para pemangku kepentingan. Bupati Tabanan, Sanjaya, dalam pertemuan ini mengajak serta jajaran OPD terkait untuk mem-breakdown langkah dan upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mempercepat pengendalian inflasi selama 4 bulan ke depan tahun 2022 secara garis besar.

Adapun hal yang menjadi pembahasan yakni berdasarkan data dari Diskepa 2022, dari 20 jenis komoditi pangan di Kabupaten Tabanan pada minggu V Bulan Agustus 2022, terdapat 3 jenis komoditi yang stoknya kurang yaitu cabai rawit, jeruk dan pisang dan penyumbang inflasi tertinggi adalah cabai dengan total kebutuhan / minggu (ton) sebanyak 16,82 dan stok di angka 5,01.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Badung, Bupati Giri Prasta Komit Sejahterakan Masyarakat Badung

Sementara hasil survey harga pada 3 pedagang pengecer pada 3 pasar yakni Pasar Dauh pala, Pasar Tabanan dan Kediri, harga komoditas pada tanggal 5 September, terdapat kenaikan pada 4 komoditas pangan yang tertinggi ialah cabai rawit merah yang naik sebanyak Rp. 5000, dari yang sebelumya Rp. 45.000 menjadi 50.000 per kilo.

Menghadapi kenaikan tersebut upaya percepatan pengendalian inflasi 4 bulan ke depan di Kabupaten Tabanan telah melakukan penanaman cabai di Desa Rejasa sejumlah 10 Ha, mengingat penyumbang inflasi berasal dari volatile foods (komoditas hortikultura). Dan melalui Perumda Dharma Santhika, Pemkab Tabanan mengadakan ±13.300 bibit cabai sebagai yang akan diserahkan kepada desa di Kabupaten Tabanan masing-masing sebanyak 100 bibit. Program ini menggandeng Tim Penggerak PKK untuk ditanam di pekarangan rumah masyarakat. Serta selalu melakukan pemantauan harga pasar dengan melalui aplikasi SIGAPURA di Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan laporan dari enumerator di dinas ketahanan pangan.

Langkah selanjutnya yakni peningkatan Kerja sama Antar Daerah (KAD) Kabupaten Tabanan dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pangan dengan melakukan kerja sama bersama Kabupaten Bangli, Kabupaten Gianyar, Kota Denpasar, PT Good Station Tjipinang Jaya Jakarta, dan kerja sama dengan Marriot Group.

Lebih lanjut dalam menjangkau harga, Kabupaten Tabanan juga melakukan ragam kegiatan seperti melakukan survey harga pasar secara rutin dan melakukan pasar rakyat di beberapa wilayah di Tabanan pada Bulan Agustus Lalu, tercatat pada Pameran Penjualan Komoditas Pertanian di Gedung I Ketut Maria, Pasar Rakyat Gubug yang kala itu menjual komoditas bawang merah, serta pasar rakyat di lapangan parkir Pura Muncak Sari, dan selanjutnya mempersiapkan bentuk subsidi melalui BTT, dana desa sesuai kemampuan keuangan daerah. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan Tinjau Pengerjaan Relokasi Patung Bung Karno

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

BPBD Gianyar Tangani Longsor di Jalur Jasan-Timbul, Akses Jalan Kembali Terbuka

Published

on

By

BPBD Gianyar
TANGANI BENCANA: BPBD Gianyar saat menangani kejadian bencana tanah longsor yang disertai tumbangnya serumpun bambu di jalur Jasan–Timbul, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, pada Selasa (13/1/2026) malam. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar bergerak cepat menangani kejadian bencana tanah longsor yang disertai tumbangnya serumpun bambu di jalur Jasan–Timbul, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, pada Selasa (13/1/2026) malam.

Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 20.30 Wita dan mengakibatkan material tanah serta bambu menutup badan jalan, sehingga menghambat akses lalu lintas dan menimpa satu unit kendaraan roda empat.

BPBD Kabupaten Gianyar bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektor segera melakukan penanganan di lokasi kejadian mulai pukul 21.30 WITA hingga 01.30 Wita atau selama kurang lebih empat jam. Penanganan melibatkan unsur BPBD Gianyar, Bimas dan Babinsa Desa Sebatu, serta PUPR Kabupaten Gianyar.

“Hingga penanganan tahap awal selesai, progres pembersihan material longsor telah mencapai sekitar 60 persen. Akses jalan sudah dapat dilalui dan kendaraan yang terdampak berhasil dievakuasi. Sementara itu, proses lanjutan akan dilaksanakan oleh PUPR Kabupaten Gianyar untuk memastikan kondisi jalan aman dan normal sepenuhnya,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta.

Dalam kejadian tersebut, dilaporkan kerusakan sedang pada satu unit mobil jenis Karimun. Korban yang merupakan Kelihan Dusun Tegal Payang, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, dilaporkan dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka.

Lebih lanjut Ngurah Dibya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya saat melintasi jalur rawan longsor, terutama pada malam hari dan saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan potensi bencana di lingkungan sekitar melalui call center 112 Gianyar.

“Tetap waspada terhadap kondisi cuaca exstrim, hindari berkendara pada jalur rawan longsor terlebih pada malam hari. Bila menemukan kondisi darurat silahkan hubungi call center 112 Gianyar,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Ngenteg Linggih di LPD Desa Adat Kutuh

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Komisi III Dukung Peningkatan Kesejahteraan Hakim Ad-Hoc

Published

on

By

Hakim Ad-Hoc Indonesia
RDPU: Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Forum Solidaritas Hakim Ad-Hoc Indonesia di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta pada Rabu (14/1/2026). (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Komisi III DPR RI memberikan dukungan kuat terhadap aspirasi yang disampaikan oleh Forum Solidaritas Hakim Ad-Hoc Indonesia dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Rabu (14/1/2026). Diketahui, Rapat tersebut membahas aspirasi para hakim ad-hoc terkait perlunya perubahan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2013 juncto Perpres Nomor 42 Tahun 2023 tentang hak keuangan dan fasilitas hakim ad-hoc.

Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta, menyampaikan bahwa DPR memahami posisi strategis hakim ad-hoc dalam sistem peradilan. Menurutnya, kehadiran hakim ad-hoc bersifat imperatif karena tanpa mereka, persidangan tertentu tidak dapat berjalan. Oleh karenanya, ia memandang perlunya dukungan terhadap kesejahteraan para hakim Ad-Hoc.

“Karena peran hakim ad-hoc sangat menentukan, negara wajib memberikan jaminan perlindungan dan pemenuhan hak secara adil agar mereka dapat menjalankan tugas tanpa risiko,” ujar Wayan dalam Rapat yang berlangsung di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.

Dalam kesimpulan rapat, Komisi III pun meminta pemerintah melalui kementerian terkait bersama Mahkamah Agung RI untuk melakukan evaluasi dan kajian menyeluruh terhadap Perpres Nomor 5 Tahun 2013 juncto Perpres Nomor 42 Tahun 2023. Evaluasi tersebut secara khusus menyasar penyesuaian hak dan fasilitas hakim ad-hoc, seperti tunjangan kemahalan, tunjangan keluarga, tunjangan beras, jaminan kesehatan, serta hak non-gaji lainnya.

Selain itu, Komisi III juga meminta Mahkamah Agung memberikan perlindungan kepada hakim ad-hoc yang menyampaikan aspirasi, selama dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami juga sembari mengimbau agar perjuangan aspirasi tetap dilakukan secara proporsional dan tidak sampai mengganggu jalannya persidangan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-5, Bupati Tabanan Sampaikan Tanggapan atas Pemandangan Umum Fraksi
Lanjutkan Membaca

NEWS

Seminar Bedah Buku Sistem Pengobatan Tradisional Berbasis Aksara Bali di IAHN-MK

Perkuat Perspektif Kesehatan Holistik Berlandaskan Kearifan Lokal

Loading

Published

on

By

Pengobatan Tradisional bali
BEDAH BUKU: Seminar Bedah Buku Sistem Pengobatan Tradisional Berbasis Aksara Bali yang berlangsung di aula rektorat Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan (IAHN-MK) Singaraja pada Rabu (14/1). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Seminar Bedah Buku Sistem Pengobatan Tradisional Berbasis Aksara Bali menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman mengenai kesehatan holistik yang berpijak pada kearifan lokal Bali. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, pemerintah provinsi, akademisi, tokoh budaya, serta pemerhati kesehatan yang dilaksanakan di aula rektorat Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan (IAHN-MK) Singaraja pada Rabu (14/1).

Bupati Buleleng yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Drs. I Nyoman Wisandika menekankan bahwa kesehatan harus dipahami secara menyeluruh.

“Berbicara mengenai kehidupan kesehatan individu, tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik saja, tetapi juga menyangkut kesehatan mental, emosional, sosial, dan spiritual,” ujarnya.

Lebih lanjut Wisandika menyampaikan bahwa konsep Tri Hita Karana menjadi landasan penting dalam membangun kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Bali.

“Menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan merupakan kunci untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan individu maupun masyarakat,” kutipnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten juga mengapresiasi penyelenggaraan seminar bedah buku ini sebagai ruang untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan sistem pengobatan tradisional Bali dalam kerangka pelayanan kesehatan yang profesional.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. I Nengah Duija, M.Si. turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Seminar bedah buku ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai budaya dan spiritual yang terkandung dalam sistem pengobatan tradisional Bali, khususnya yang berbasis aksara dan sastra Bali,” pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa usada Bali sebagai warisan pengetahuan leluhur memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan seiring dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat saat ini.

Baca Juga  Sinergi Bangli Kendalikan Inflasi dan Digitalisasi Pembayaran Jelang Galungan

Sementara itu, Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali yakni Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes turut menegaskan pentingnya pendekatan kesehatan yang berakar pada kearifan lokal.

“Pendekatan kesehatan berbasis budaya lokal sejalan dengan upaya membangun sistem kesehatan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, forum seperti seminar bedah buku ini menjadi ruang penting untuk mempererat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan sistem pengobatan tradisional Bali yang adaptif dan profesional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca