Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Berawal dari Skripsi, Mahasiswa FH Unud Daftarkan Tari Pendet Memendak ke Kemenkumham

BALIILU Tayang

:

tari pendet
EBT: Ida Bagus Putra Swabawa Bukian, mahasiswa FH Unud menunjukkan pencatatan Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) Tari Pendet Memendak bersama pejabat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Berawal dari skripsi, Ida Bagus Putra Swabawa Bukian yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud) berhasil memperjuangkan pencatatan Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) Tari Pendet Memendak ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali. Selama ini Tari Pendet Memendak belum mendapatkan perlindungan hukum. 

Perjuangan pencatatan ini merupakan tindak lanjut dan langkah nyata dari tugas akhir/skripsi yang bersangkutan dengan judul “Penerapan Perlindungan Hukum Terhadap Tari Pendet Memendak Sebagai Ekspresi Budaya Tradisional di Pura Saren Gong Desa Kerambitan Kabupaten Tabanan”.

tari pendet
Tari Pendet memendak. (Foto: ist)

Ida Bagus Bukian menjelaskan bahwa, Tari Pendet Memendak merupakan tarian sakral yang dipegang teguh lintas generasi di Kabupaten Tabanan. Menurutnya perlindungan hukum terhadap Tari Pendet Memendak ini sangat penting dilakukan agar tidak terjadi peniruan atau penjiplakan terhadap karya cipta. Ketika terjadi tindakan peniruan, kustodian akan lebih mudah membuktikan dan mengajukan tuntutan karena sudah memiliki bukti berupa sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dengan nomor pencatatan EBT51202300111.

Selain itu Ida Bagus Bukian menjelaskan, alasan dirinya mendaftarkan EBT tersebut karena kepeduliannya terhadap budaya dan tradisi Bali dan terinspirasi dari kegiatan-kegiatan pengabdian BEM Fakultas Hukum Unud yaitu Sosialisasi Hukum dan Desa Binaan (Soshum Desbin) dan Pengabdian Masyarakat Iustitia. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita5613-Berawal-dari-Skripsi-Mahasiswa-Fakultas-Hukum-Universitas-Udayana-Daftarkan-Tari-Pendet-Memendak-ke-Kemenkumham.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pascasarjana Unud Terima Kunjungan Pascasarjana Universitas Palangkaraya

NEWS

Sinergi Pusat dan Daerah, Megawati Bersama Pimpinan Bali dan Badung Tinjau Penanganan Abrasi Pantai Kuta

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Dampingi Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta
DAMPINGI PRESIDEN KE-5: Bupati Wayan Adi Arnawa, dan Wabup Bagus Alit Sucipta saat mendampingi Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri, meninjau langsung penanganan abrasi di Pantai Kuta, Minggu (11/10). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Menjaga kelestarian pesisir Bali sebagai sentra pariwisata dunia menjadi komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah. Hari ini, Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, meninjau langsung penanganan abrasi di Pantai Kuta. Kunjungan kerja ini didampingi oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Minggu (11/10).

Langkah sinergis ini dilakukan untuk mengatasi ancaman kerusakan pesisir yang terus membayangi kawasan koridor pariwisata utama. Dalam peninjauannya, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa mitigasi infrastruktur di kawasan pesisir seperti Pantai Kuta tidak boleh dilakukan secara parsial.

“Penanganan infrastruktur, khususnya mitigasi abrasi pantai seperti di Pantai Kuta ini, tidak boleh dikerjakan secara sepotong-sepotong atau setengah-setengah,” tegas Megawati. Ia mengingatkan bahwa kelestarian pesisir Bali merupakan isu krusial yang berdampak pada keselamatan masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan masa depan Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Kita harus ingat dan sampaikan kepada generasi muda: jika kita tidak merawat dan menjaga alam kita, Bali ini bisa hilang,” tambahnya seraya mendorong keterlibatan BRIN dan para pakar guna menghasilkan kebijakan berbasis kajian ilmiah yang tepat sasaran.

Merespons arahan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen penuh dalam mengawal ketahanan pesisir demi keberlanjutan ekonomi masyarakat. Proyek penataan dan penanganan garis pantai saat ini terus dikebut secara konkret.

“Pantai Kuta memiliki nilai strategis yang harus dijaga sebagai ikon pariwisata internasional. Karena Pantai Kuta sudah terkenal di seluruh dunia, kita berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikannya sebagai ikon dan menjaga marwah Pantai Kuta,” ujar Adi Arnawa. Ia menambahkan bahwa proyek pedestrian dan restorasi pantai yang sedang berjalan di koridor Kuta-Legian-Seminyak difokuskan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan bagi seluruh wisatawan.

Baca Juga  FH Unud Lolos Perempat Final, Raih Juara 3 Lomba Debat Hukum XII Tingkat Nasional 2022

Berdasarkan data teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dipaparkan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Juno Asmoro, total panjang pantai di Bali mencapai 633 kilometer, dengan sekitar 215 kilometer diantaranya mengalami kondisi abrasi.

Pemerintah telah menginvestasikan Rp 1,2 triliun sepanjang periode 2007–2025 untuk menangani sekitar 130 kilometer pantai. Untuk menyelesaikan sisa 85 kilometer pantai yang masih kritis, dibutuhkan penanganan lanjutan dengan estimasi anggaran mencapai Rp 4 triliun. Pihak Kementerian PUPR turut mengusulkan adanya kajian bersama BRIN untuk mengidentifikasi dinamika iklim, kenaikan muka air laut, dan perubahan pola gelombang secara berkala.

Agenda peninjauan strategis ini juga turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Wakil Kepala BRIN Laksdya TNI (Purn.) Amarulla Octavian, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, PLT Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kuswara, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Periode 2019–2024 I Gusti Ayu Bintang Darmawati. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Denpasar Arya Wibawa Hadiri Pisah Sambut Komandan Kodim 1611/Badung

Harapkan Sinergitas TNI dan Pemkot Denpasar Tetap Terjaga

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pisah Sambut Dandim 1611/Badung
PISAH SAMBUT: Wawali Arya Wibawa di acara Pisah Sambut Dandim 1611/Badung dari Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P., kepada Letkol Inf. Kadek Muliarsa, S.Hub.Int., Minggu (11/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Pisah Sambut Komandan Kodim 1611/Badung dari Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P., kepada Letkol Inf. Kadek Muliarsa, S.Hub.Int., yang dilaksanakan di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Minggu (11/10).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.H., Sekda Kabupaten Badung, Dr. Ir. Ida Bagus Surya Suamba, S.T., M.T., IPM., Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, unsur Polri, jajaran Forkopimda Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, sejumlah penglingsir dan tokoh puri, jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta undangan lainnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Denpasar, pihaknya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Komandan Kodim 1611/Badung yang lama, Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, atas dedikasi, pengabdian, serta sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah.

“Selanjutnya, kepada Komandan Kodim 1611/Badung yang baru, Letkol Inf. Kadek Muliarsa saya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas. Semoga dapat melanjutkan sekaligus meningkatkan kerja sama yang telah terbangun dengan baik selama ini,” ujar Arya Wibawa.

Selain itu, Wawali Arya Wibawa meyakini bahwa sinergi antara unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan daerah. Terlebih, Kota Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali memiliki dinamika yang beragam dan membutuhkan kolaborasi serta komitmen bersama.

“Melalui momentum pisah sambut ini, mari kita terus memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kebersamaan demi mewujudkan Kota Denpasar dan wilayah sekitarnya yang aman, damai, harmonis, serta sejahtera. Semoga baik pejabat lama maupun pejabat baru Komandan Kodim 1611/Badung senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam menjalankan amanah,” tutupnya.

Baca Juga  Pascasarjana Unud Terima Kunjungan Pascasarjana Universitas Palangkaraya

Komandan Kodim 1611/Badung yang lama, Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung, stakeholders, jajaran, serta masyarakat atas kerja sama selama bertugas sebagai Dandim 1611/Badung.

“Terlebih, dinamika yang beragam dimiliki Kabupaten Badung dan Kota Denpasar yang merupakan barometer pariwisata, tentu isu keamanan menjadi prioritas. Berbagai pengalaman kerja seperti penanggulangan bencana banjir di wilayah kerja Kodim 1611/Badung beberapa waktu lalu terbukti telah berhasil dilewati dan dilaksanakan dengan baik berkat koordinasi TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait. Diharapkan kerja sama yang baik ini dapat terus dilanjutkan dan dijadikan pembelajaran bagi TNI agar semakin manunggal dengan rakyat,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1611/Badung yang baru, Letkol Inf. Kadek Muliarsa, meminta doa restu dan arahan dari pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait agar ke depan dapat dilancarkan dalam menjalankan tugas.

“Tentu tanpa dukungan seluruh pihak, kami tidak akan dapat menjalankan tugas dengan maksimal. Selamat kepada pendahulu saya, Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, dan kami ucapkan semoga sukses serta dilancarkan dalam mengemban tugas di tempat yang baru,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dampingi Presiden RI V Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta, Gubernur Koster dan Wagub Dorong Sinergi Penanganan Pesisir

Published

on

By

Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta
BERI PENGARAHAN: Presiden RI V yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, memberi pengarahan saat meninjau kondisi abrasi di Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (11/10/2026) siang. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mendampingi Presiden RI V yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, meninjau kondisi abrasi di Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (11/10/2026) siang.

Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, lembaga riset, akademisi, dan pemerintah daerah dalam menangani persoalan abrasi pantai, khususnya di Bali.

Menurut Megawati, penanganan abrasi tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus mempertimbangkan karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Orang-orang pintar di lembaga, kementerian, harus memahami bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Jadi jangan berpikir seperti menangani benua atau daratan kontinental,” tegasnya.

Megawati mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan mengesampingkan ego sektoral dan mengedepankan kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan dalam merumuskan solusi penanganan abrasi.

“Jadi kerjanya jangan sepotong-sepotong,” ujarnya.

Ia juga mendorong penerapan kearifan lokal Bali, khususnya filosofi Tri Hita Karana, sebagai landasan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Nilai tersebut dinilai relevan dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan kawasan pesisir Bali.

Perubahan Iklim Jadi Tantangan Serius bagi Wilayah Pesisir

Megawati turut menyoroti ancaman perubahan iklim, termasuk pemanasan global dan pencairan es di kutub, yang berpotensi memperburuk kondisi wilayah pesisir negara kepulauan seperti Indonesia.

Ia mendorong para ilmuwan, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi konkret melalui penguatan riset, inovasi teknologi, serta kerja sama lintas sektor.

“Ingat, ancaman dari global warming, pencairan es di kutub kian terasa bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Bertahun-tahun lalu sudah dibahas dan kita sebagai penerus harus mampu mencari solusi terbaik,” katanya.

Baca Juga  Prodi S2 Kenotariatan FH Unud Gelar Seminar Bedah Buku

Abrasi Pantai Kuta Ancam Infrastruktur dan Aktivitas Pariwisata

Abrasi di kawasan Pantai Kuta menjadi perhatian serius karena berdampak terhadap kondisi fisik pantai, fasilitas publik, serta aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Pada 2026, kondisi abrasi dilaporkan semakin mengkhawatirkan akibat pengaruh cuaca ekstrem dan gelombang laut yang kuat. Laju kemunduran garis pantai diperkirakan mencapai 1,9 meter per tahun sehingga menyebabkan kawasan berpasir yang dimanfaatkan wisatawan semakin menyempit.

Terjangan gelombang juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk jalur pejalan kaki, tembok pembatas, dan area aktivitas pedagang.

Kondisi tersebut memerlukan penanganan berkelanjutan mengingat Pantai Kuta merupakan salah satu ikon pariwisata Bali yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat.

Pemerintah Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Pengaman Pantai

Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antarlembaga, Triono Junoasmono, menyampaikan bahwa pemerintah terus mengupayakan penanganan abrasi melalui pembangunan infrastruktur pengaman pantai.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan pemecah gelombang (breakwater) di bagian selatan Pantai Kuta oleh Balai Wilayah Sungai bersama pemerintah daerah. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meredam energi gelombang laut dan mengurangi dampak abrasi terhadap kawasan pesisir.

“Pantai di Bali adalah aset strategis, bukan sekadar untuk wisata, tetapi juga menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sekitar 30 Persen Garis Pantai Bali Terdampak Abrasi

Triono mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen dari total garis pantai Bali yang panjangnya lebih dari 1.300 kilometer telah terdampak abrasi.

Dari kondisi tersebut, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk menangani sekitar 85 kilometer garis pantai.

Ia berharap kunjungan Ketua Dewan Pengarah BRIN bersama jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dapat memperkuat koordinasi serta mempercepat upaya penanganan abrasi di Bali.

Baca Juga  Samakan Persepsi, Unud Gelar ‘’Sharing Knowladge Tracer Study’’

“Dari 30 persen dari 1.300 kilometer lebih garis pantai di Bali yang terkena abrasi, kami masih menyisakan PR sepanjang 85 kilometer untuk ditangani. Mudah-mudahan dengan kunjungan Ibu Ketua Dewan Pengarah BRIN dan pihak terkait lainnya bisa segera diselesaikan,” katanya.

Peninjauan kondisi abrasi Pantai Kuta tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BRIN Prof. Amarulla Octavian, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, serta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca