Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Teliti Potensi Stem Cell Dalam Penanganan Striktur Uretra, IB Putra Pramana Raih Gelar Doktor Predikat Cumlaude

BALIILU Tayang

:

doktor
LULUS: Dr. dr. Ida Bagus Putra Pramana, Sp.U., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 380 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Cumlaude. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Bertempat di ruang sidang Pascasarjana lt. III, Gedung Pascasarjana Denpasar, pada Selasa, 23 Mei 2023 berlangsung ujian Promosi Doktor dengan kandidat promovendus, dr. Ida Bagus Putra Pramana, Sp.U., dengan judul disertasi “Pengaruh Adipose Derived Stem Cell dengan Kultur Hipoksia dan Normoksia Terhadap Kadar IL-10, TNF-α, FGF-2, Ekspresi Myofibroblast dan Pembentukan Jaringan Fibrosis pada Rekonstruksi Uretra Tikus”. 

Striktur (penyempitan) uretra yaitu fibrosis atau spongiofibrosis pada lumen uretra, yang dapat menimbulkan komplikasi lebih lanjut pada traktus urinarius dan menurunkan kualitas hidup pasien. Operasi rekonstruksi menjadi pilihan namun memiliki angka rekurensi sebesar 10 – 20 %, sehingga menimbulkan biaya tinggi dalam pengobatan. Stem Cell menjadi pilihan terapi yang dapat dikombinasi dengan operasi rekonstruksi. Masenkimal stem cell yang berasal dari Adipose memiliki kemampuan dalam mencegah terbentuknya jaringan fibrosis, selain itu letaknya yang superficial sehingga mudah dilakukan harvesting.

Lingkungan dalam mengkultur stem cell menjadi salah satu hal penting dalam meningkatkan viabilitas, kemampuan proliferasi dari stem cell dimana salah satu yang dapat dilakukan adalah melalui kultur hipoksia. Kultur hipoksia dikatakan dapat meningkatkan proliferasi dan viabilitas stem cell pasca-ditransplantasikan jika dibandingkan dengan kultur normoksia. 

Salah satu mekanisme dalam proses penyembuhan luka untuk menurunkan terbentuknya fibrosis adalah melalui penurunan kadar dari sitokin pro-inflamasi dan peningkatan sitokin antiinflamasi. Pengaruh ADSC dengan kultur hipoksia terhadap sitokin pro-inflamasi (TNF-α) dan anti-inflamasi, (IL-10 dan FGF-2) perlu dijelaskan lebih lanjut. 

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental pada hewan dengan randomized post test only control group design. Kesimpulan dari penelitian ini pemberian ADSC 2 x 105 dengan kultur hipoksia dapat meningkatkan factor pertumbuhan antiinflamasi dan antifibrosis seperti IL-10 dan FGF 2 dan menurunkan sitokin pro inflamasi seperti TNF-α. Pemberikan ADSC dengan kultur hipoksia juga dapat menurunkan terbentuknya myofibroblast pada hari ke 14 dan juga jaringan fibrosis pada hari ke-14. 

Baca Juga  Teliti Pergulatan Politik Kuasa Pilkada Gianyar, I Made Artayasa Raih Gelar Doktor di Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud

Novelty dari penelitian ini adalah bahwa pre-kondisi Hipoksia memiliki hasil yang lebih baik dalam mencegah terbentuknya jaringan fibrosis pada jaringan uretra dibandingkan pada kondisi ADSC dengan pre-kondisi normoksia dan hipoksia. Hal ini dapat terjadi karena adanya peningkatan dari IL-10 dan FGF-2 serta penurunan dari TNF-α, yang selanjutnya akan menurunkan ekspresi dari myofibroblast dan menurunkan pembentukan jaringan fibrosis.

Ujian dipimpin oleh Dekan FK Unud, Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes., dengan tim penguji : Prof. Dr. dr. I Gde Raka Widiana, Sp.PD-KGH (K) (Promotor); Dr. dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa,MARS, M.Kes,Sp.U, Subsp.Ped (Kopromotor I); Prof. Dr. dr. Tjokorda Gde Bagus Mahadewa, M.Kes., Sp.BS (K) Spinal, FICS., FINSS (Kopromotor II); Prof. Dr. dr. Soetojo, Sp.U(K); Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes; Prof. Dr. Ir. Ida Bagus Putra Manuaba, M.Phil; Prof. drh. I Nyoman Mantik Astawa, Ph.D; Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika; Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B.,Sp.OT(K); Prof. Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK (K).

Sedangkan undangan akademik adalah Dr. drh. Hamong Suharsono, M.Kes Dr. dr. I Made Mulyawan, Sp.B.Subsp.BD(K); Dr. dr. Ketut Kwartantaya Winaya,Sp.KK(K)., FINSD., FAADV; Dr. dr. I Wayan Niryana, M.Kes., Sp.BS(K); Dr. dr. I Gusti Ngurah Wien Aryana,Sp.OT (K). 

Pada ujian kali ini, Dr. dr. Ida Bagus Putra Pramana, Sp.U., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 380 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Cumlaude. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2986-Doktor-Ilmu-Kedokteran-Teliti-Potensi-Stem-Cell-Dalam-Penanganan-Striktur-Uretra.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Rasniathi Adi Arnawa Dilantik Jadi Duta Budaya dan Ketua Pakis MDA Badung 2026–2031

Published

on

By

Badung, baliilu.com – Nyonya Rasniathi Adi Arnawa resmi mengemban dua peran dalam pelestarian adat di Kabupaten Badung. Ia dilantik sebagai Duta Budaya Kabupaten Badung sekaligus dikukuhkan sebagai Ketua Pasikian Paiketan Krama Istri (Pakis) Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung masa bakti 2026–2031.

Prosesi pelantikan dan pengukuhan tersebut berlangsung dalam rangkaian upacara mejaya-jaya di Kantor MDA Kabupaten Badung, Minggu (11/10). Selain pengurus Pakis, prosesi ini juga mengukuhkan prajuru Pasikian Pecalang dan Pasikian Yowana MDA Kabupaten Badung untuk masa bakti yang sama.

Pelantikan Nyonya Rasniathi sebagai Duta Budaya dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Badung, Luh Suryaniti, yang hadir mewakili Bupati Badung. Sementara itu, pengukuhan prajuru ketiga pasikian (Pakis, Pecalang, dan Yowana) dipimpin langsung oleh Bendesa Madya MDA Kabupaten Badung, Ida Bagus Gede Widnyana.

Usai prosesi, Rasniathi Adi Arnawa menyatakan komitmennya untuk mengabdi penuh kepada masyarakat adat di Kabupaten Badung melalui dua tanggung jawab baru yang diembannya tersebut.

“Kami akan semaksimal mungkin melakukan dan mengerjakan tugas-tugas serta menjalankan fungsi kami di desa adat. Kami akan ngayah di Badung, baik sebagai Pakis maupun sebagai Duta Budaya. Kami semua mengabdi untuk kemajuan Badung yang kita cintai bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, momentum pelantikan ini harus menjadi titik balik untuk menguatkan eksistensi dan kontribusi Pakis agar dampak positifnya semakin dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Harapan kedepannya, Pakis Kabupaten Badung bisa lebih terdengar gaungnya. Kami akan semaksimal mungkin menjalankan tugas dan fungsi kami sebagai Pakis, dan saya juga sebagai Duta Budaya Kabupaten Badung,” imbuh Rasniathi.

Ketua Panitia Kegiatan, I Ketut Nuridja, menjelaskan bahwa pengukuhan bersama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan MDA Kabupaten Badung. Langkah ini juga bertujuan memacu partisipasi generasi muda dalam membentengi tradisi, seni budaya, serta kearifan lokal Bali di tengah arus modernisasi.

Baca Juga  Teliti Pergulatan Politik Kuasa Pilkada Gianyar, I Made Artayasa Raih Gelar Doktor di Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud

Pada kesempatan yang sama, Bendesa Madya MDA Kabupaten Badung, Ida Bagus Gede Widnyana, berharap sinergi antara majelis adat dan pemerintah daerah terus terjaga demi kelancaran program kerja di tingkat desa adat.

“Semoga kedudukan dan kehadiran Bapak/Ibu di tempat ini berkenan untuk membimbing kami, agar berguna dalam mendampingi desa adat serta selaras dengan pelaksanaan serta ketentuan program kerja pemerintah. Semoga keselamatan dan kesejahteraan senantiasa menyertai jagat Badung, jagat Bali, dan semuanya,” ucap Ida Bagus Gede Widnyana.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, serta perwakilan dari PHDI, Listibiya, dan Widyasaba Kabupaten Badung. Hadir pula para prajuru MDA Kabupaten Badung beserta jajaran pengurus tingkat kecamatan se-Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Pusat dan Daerah, Megawati Bersama Pimpinan Bali dan Badung Tinjau Penanganan Abrasi Pantai Kuta

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Dampingi Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta
DAMPINGI PRESIDEN KE-5: Bupati Wayan Adi Arnawa, dan Wabup Bagus Alit Sucipta saat mendampingi Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri, meninjau langsung penanganan abrasi di Pantai Kuta, Minggu (11/10). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Menjaga kelestarian pesisir Bali sebagai sentra pariwisata dunia menjadi komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah. Hari ini, Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, meninjau langsung penanganan abrasi di Pantai Kuta. Kunjungan kerja ini didampingi oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Minggu (11/10).

Langkah sinergis ini dilakukan untuk mengatasi ancaman kerusakan pesisir yang terus membayangi kawasan koridor pariwisata utama. Dalam peninjauannya, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa mitigasi infrastruktur di kawasan pesisir seperti Pantai Kuta tidak boleh dilakukan secara parsial.

“Penanganan infrastruktur, khususnya mitigasi abrasi pantai seperti di Pantai Kuta ini, tidak boleh dikerjakan secara sepotong-sepotong atau setengah-setengah,” tegas Megawati. Ia mengingatkan bahwa kelestarian pesisir Bali merupakan isu krusial yang berdampak pada keselamatan masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan masa depan Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Kita harus ingat dan sampaikan kepada generasi muda: jika kita tidak merawat dan menjaga alam kita, Bali ini bisa hilang,” tambahnya seraya mendorong keterlibatan BRIN dan para pakar guna menghasilkan kebijakan berbasis kajian ilmiah yang tepat sasaran.

Merespons arahan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen penuh dalam mengawal ketahanan pesisir demi keberlanjutan ekonomi masyarakat. Proyek penataan dan penanganan garis pantai saat ini terus dikebut secara konkret.

“Pantai Kuta memiliki nilai strategis yang harus dijaga sebagai ikon pariwisata internasional. Karena Pantai Kuta sudah terkenal di seluruh dunia, kita berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikannya sebagai ikon dan menjaga marwah Pantai Kuta,” ujar Adi Arnawa. Ia menambahkan bahwa proyek pedestrian dan restorasi pantai yang sedang berjalan di koridor Kuta-Legian-Seminyak difokuskan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan bagi seluruh wisatawan.

Baca Juga  Perdalam Kedokteran Keluarga, Prodi Magister IKM FK Unud Gelar Kuliah Tamu

Berdasarkan data teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dipaparkan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Juno Asmoro, total panjang pantai di Bali mencapai 633 kilometer, dengan sekitar 215 kilometer diantaranya mengalami kondisi abrasi.

Pemerintah telah menginvestasikan Rp 1,2 triliun sepanjang periode 2007–2025 untuk menangani sekitar 130 kilometer pantai. Untuk menyelesaikan sisa 85 kilometer pantai yang masih kritis, dibutuhkan penanganan lanjutan dengan estimasi anggaran mencapai Rp 4 triliun. Pihak Kementerian PUPR turut mengusulkan adanya kajian bersama BRIN untuk mengidentifikasi dinamika iklim, kenaikan muka air laut, dan perubahan pola gelombang secara berkala.

Agenda peninjauan strategis ini juga turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Wakil Kepala BRIN Laksdya TNI (Purn.) Amarulla Octavian, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, PLT Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kuswara, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Periode 2019–2024 I Gusti Ayu Bintang Darmawati. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Denpasar Arya Wibawa Hadiri Pisah Sambut Komandan Kodim 1611/Badung

Harapkan Sinergitas TNI dan Pemkot Denpasar Tetap Terjaga

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pisah Sambut Dandim 1611/Badung
PISAH SAMBUT: Wawali Arya Wibawa di acara Pisah Sambut Dandim 1611/Badung dari Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P., kepada Letkol Inf. Kadek Muliarsa, S.Hub.Int., Minggu (11/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Pisah Sambut Komandan Kodim 1611/Badung dari Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P., kepada Letkol Inf. Kadek Muliarsa, S.Hub.Int., yang dilaksanakan di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Minggu (11/10).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.H., Sekda Kabupaten Badung, Dr. Ir. Ida Bagus Surya Suamba, S.T., M.T., IPM., Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, unsur Polri, jajaran Forkopimda Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, sejumlah penglingsir dan tokoh puri, jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta undangan lainnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Denpasar, pihaknya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Komandan Kodim 1611/Badung yang lama, Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, atas dedikasi, pengabdian, serta sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah.

“Selanjutnya, kepada Komandan Kodim 1611/Badung yang baru, Letkol Inf. Kadek Muliarsa saya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas. Semoga dapat melanjutkan sekaligus meningkatkan kerja sama yang telah terbangun dengan baik selama ini,” ujar Arya Wibawa.

Selain itu, Wawali Arya Wibawa meyakini bahwa sinergi antara unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan daerah. Terlebih, Kota Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali memiliki dinamika yang beragam dan membutuhkan kolaborasi serta komitmen bersama.

“Melalui momentum pisah sambut ini, mari kita terus memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kebersamaan demi mewujudkan Kota Denpasar dan wilayah sekitarnya yang aman, damai, harmonis, serta sejahtera. Semoga baik pejabat lama maupun pejabat baru Komandan Kodim 1611/Badung senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam menjalankan amanah,” tutupnya.

Baca Juga  Teliti Perfoma Pertumbuhan Sapi, Arnold Christian Tabun Raih Gelar Doktor Ilmu Peternakan Fapet Unud

Komandan Kodim 1611/Badung yang lama, Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung, stakeholders, jajaran, serta masyarakat atas kerja sama selama bertugas sebagai Dandim 1611/Badung.

“Terlebih, dinamika yang beragam dimiliki Kabupaten Badung dan Kota Denpasar yang merupakan barometer pariwisata, tentu isu keamanan menjadi prioritas. Berbagai pengalaman kerja seperti penanggulangan bencana banjir di wilayah kerja Kodim 1611/Badung beberapa waktu lalu terbukti telah berhasil dilewati dan dilaksanakan dengan baik berkat koordinasi TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait. Diharapkan kerja sama yang baik ini dapat terus dilanjutkan dan dijadikan pembelajaran bagi TNI agar semakin manunggal dengan rakyat,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1611/Badung yang baru, Letkol Inf. Kadek Muliarsa, meminta doa restu dan arahan dari pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait agar ke depan dapat dilancarkan dalam menjalankan tugas.

“Tentu tanpa dukungan seluruh pihak, kami tidak akan dapat menjalankan tugas dengan maksimal. Selamat kepada pendahulu saya, Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, dan kami ucapkan semoga sukses serta dilancarkan dalam mengemban tugas di tempat yang baru,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca