Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Universitas Trisakti Anugerahi Gubernur Bali Wayan Koster ‘Sustainability Leadership Award’

Ekonomi Kerthi Bali Wayan Koster Bangkitkan Perekonomian Bali Pasca Terpuruk Akibat Pandemi Covid-19   

Loading

BALIILU Tayang

:

Gubernur Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster saat menerima penghargaan dari Pjs. Rektor Universitas Trisakti, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA Sabtu (Saniscara Kliwon, Landep) 3 Juni 2023. (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Universitas Trisakti menganugerahi Gubernur Bali, Wayan Koster penghargaan nasional ‘Sustainability Leadership Award’ bertepatan pada Rahina Tumpek Landep, Sabtu (Saniscara Kliwon, Landep) 3 Juni 2023. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Pjs. Rektor Universitas Trisakti, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA kepada Murdaning Jagat Bali, Wayan Koster di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar yang disaksikan langsung oleh Pimpinan OPD Pemerintah Provinsi Bali, Rektor UNHI, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS dan disaksikan secara daring oleh jajaran Universitas Trisakti.

Universitas Trisakti menilai ‘Sustainability Leadership Award’  ini berhak diberikan kepada Gubernur Bali, Wayan Koster. Karena Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali yang memimpin Pemerintah Provinsi Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru adalah pemimpin daerah yang mampu membangkitkan ekonomi dengan mengimplementasikan kinerja Ekonomi Kerthi Bali ditengah keterpurukan perekonomian nasional dan Bali akibat Pandemi Covid-19.

  Universitas Trisakti selain menganugerahi Gubernur Bali, Wayan Koster penghargaan nasional ‘Sustainability Leadership Award’, tercatat pula memberikan apresiasi kepada Ketua Kelompok Petani Garam Sarining Segara Klungkung, PT. Impack Pratama Industri, Tbk, dan Kerthi Bali Research Centre yang telah berkontribusi nyata mewujudkan konsep Ekonomi Kerthi Bali.

Dalam acara tersebut, Gubernur Wayan Koster bersama Pjs. Rektor Universitas Trisakti, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Universitas Trisakti untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Provinsi Bali.

Rektor Universitas Trisakti, Prof. Kadarsah Suryadi melaporkan, penghargaan ini diberikan, setelah sebelumnya mengamati kinerja pemimpin di Indonesia pasca 2 (dua) tahun yang lalu seluruh dunia termasuk Provinsi Bali mengalami Pandemi Covid-19 yang memberikan dampak terhadap penurunan kualitas kesehatan, penurunan di segala sektor perekonomian hingga berakibat terjadinya masalah sosial.

“Sebelum pemberian penghargaan ini dilaksanakan kami awali dengan serangkaian kegiatan sejak Februari tahun 2022 atau saat itu Pandemi Covid-19 sedang melanda kita. Selanjutnya kita melakukan observasi langsung ke lapangan untuk melihat rangkaian implementasi konsep Ekonomi Kerthi Bali yang didukung oleh akademik, bisnis, comunity, dan government,” urainya.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa Universitas Trisakti yang bekerjasama dengan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) melakukan kegiatan sebagai berikut : 1) mengadakan diskusi secara virtual dengan tema ‘Bangkitkan Baliku’ pada 17 Februari 2022; 2) melakukan Konferensi Ekonomi Kerthi Bali pada 16 April 2022 di Bali, pada acara ini Universitas Trisakti ikut memaparkan konsep tujuan pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali; 3) melakukan asesmen lingkungan, sosial, dan tata kelola atas program Ekonomi Kerthi Bali pada 26 – 29 Desember 2022; dan 4) melakukan pendampingan atas program kerjasama dengan PT. Impack Pratama Tbk dan BCA untuk kegiatan kawasan produksi di Perancak, Jembrana yang telah diresmikan, Jumat 2 Juni 2023 oleh Ny. Putri Suastini Koster sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali.

Baca Juga  Wagub Paparkan Pariwisata Bali yang Berkelanjutan dan Berkualitas kepada Mahasiswa IPB Internasional

Selama kunjungan lapangan pada 2 – 29 Desember 2022, Tim dari Universitas Trisakti dan UNHI telah melakukan observasi atas penerapan peraturan Pemerintah Daerah yang mendukung program Ekonomi Kerthi Bali. Kunjungan dilakukan ke sektor pertanian, kelautan, dan perikanan, industri, IKM dan UMKM, koperasi, serta sektor pariwisata. Program – program setiap sektor ini, telah memberi pemberdayaan ke masyarakat yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat, sehingga bisa mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Atas semua kegiatan yang baik ini, dan terutama didukung dengan Peraturan Daerah yang menjadi payung kegiatan, maka kami memberikan apresiasi kepada Gubernur Bali, Wayan Koster berupa penghargaan ‘Sustainability Leadership Award’ sebagai bentuk dukungan atas implementasi konsep Ekonomi Kerthi Bali dan dukungan atas percepatan tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dukungan dan apresiasi ini  diwujudkan juga dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Daerah Provinsi Bali dengan Universitas Trisakti. “Kami sangat berharap agar kegiatan yang sudah ada dapat dibina dan dikembangkan untuk mencapai keberlanjutan. Harapan selanjutannya agar program – program diversifikasi Ekonomi Kerthi Bali dapat dikembangkan dan tidak berhenti sampai disini, sehingga benar – benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat Bali,” bebernya.

Ditambahkannya bahwa kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster di masa Pandemi Covid-19 telah melakukan transformasi ekonomi Bali secara struktural dan transformasi perubahan dalam tata cara kehidupan dunia usaha.

“Transformasi ekonomi tersebut sangat membangun ekonomi Bali menjadi lebih hijau dan berkelanjutan dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali. Sekali lagi, atas segala upaya tersebut, maka Universitas Trisakti memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster yang telah mengimplementasikan konsep Ekonomi Kerthi Bali untuk terus dilaksanakan demi terwujudnya pembangunan Bali yang sehat, berbudaya, ramah lingkungan, dan menjadi kebanggaan Indonesia untuk generasi saat ini hingga yang akan datang,” tutupnya.

Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto : ist)

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Universitas Trisakti yang telah memberikan penghargaan sebagai Gubernur Bali atas kebijakan melakukan transformasi perekonomian Bali dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali.

Baca Juga  Workshop Kampanye Making City Resilient 2030 Provinsi Bali menuju GPDRR 2022

Gubernur Bali menceritakan, lahirnya ide transformasi perekonomian Bali ketika Pandemi Covid-19 muncul yang memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan dan perekonomian Bali. Karena sejak lama ekonomi Bali sangat bergantung dengan pariwisata. Sumbangan pariwisata terhadap perekonomian Bali lebih dari 54 persen. Suka dukanya menjadi daerah pariwisata, ketika situasi normal jumlah kedatangan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara sampai mencapai target bahkan melebihi target, sehingga langsung berdampak terhadap tingginya pertumbuhan perekonomian Bali yang selalu berada di atas pertumbuhan nasional. Kemudian duka menjadi daerah pariwisata, ketika Bali mengalami gangguan berupa ancaman keamanan seperti pernah terjadi Bom Bali I, Bom Bali II yang membuat

perekonomian Bali langsung terganggu, karena pariwisatanya terganggu. Namun kedua peristiwa tersebut cepat bisa dipulihkan.

“Namun yang betul – betul memberikan dampak besar terhadap kepariwisataan Bali dengan waktu yang sangat lama, ialah munculnya Pandemi Covid-19. Pertama kali kasus ini muncul di Bali pada tanggal 10 Maret 2020, tahun 2021 muncul varian delta, dan terus berkembang sampai dua tahun lebih Pandemi Covid – 19 menimpa Bali. Dalam keadaan ini, Saya bekerja ekstra keras menangani Pandemi Covid – 19 bekerjasama dengan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Bupati/Walikota, Camat, Desa Dinas/Kelurahan, hingga Desa Adat dengan memberlakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),” paparnya.

Dijelaskannya bahwa Bali lebih dulu menerapkan kondisi darurat Covid-19 dari nasional. Sebelum adanya PPKM dirinya juga terlebih dahulu menerapkan Pengendalian Covid – 19 berbasis Desa Adat.

“Ketika sejumlah negara memberlakukan lockdown, termasuk banyak yang memancing supaya Indonesia hingga saya didorong untuk menerapkan lockdown, namun saya ambil keputusan kebijakan lockdown tidaklah tepat,” tegas mantan Anggota DPR RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dengan kesabaran dan kecerdasannya, Murdaning Jagat Bali, Wayan Koster memberlakukan sejumlah tahapan untuk mengendalikan Pandemi Covid – 19, baik secara niskala maupun sakala, yaitu : 1) Ngrastiti Bhakti ke seluruh Pura di Bali untuk memohon restu kepada alam Bali agar Covid – 19 bisa lebih cepat dikendalikan; 2) Mempelajari Lontar Widhisastra Roga Sanghara Bhumi; 3) Membentuk Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 berbasis desa adat; 4) Memprogramkan vaksinasi berbasis desa adat dengan hasil vaksinasi pertama 108 persen, vaksinasi kedua 98 persen, dan vaksinasi booster 80 persen hingga menjadikan Bali sebagai provinsi paling tertinggi dan tercepat di Indonesia dalam melaksanakan vaksinasi Covid – 19; dan 5) Memberlakuan kebijakan wisatawan mancanegara (wisman) masuk ke Bali tanpa karantina tanggal 7 Maret 2022, dengan hasil tidak ada peningkatan kasus, meskipun sampai Desember 2022 kunjungan wisman ke Bali meningkat dari yang ditargetkan, yaitu berjumlah 2,1 juta.

Baca Juga  Wujudkan Pelayanan Publik AUM, Pemkab Tabanan Tandatangani Rencana Kerja dengan Ombudsman RI Provinsi Bali

Kebijakan niskala dan sakala yang saya laksanakan dalam melakukan pengendalian Pandemi Covid – 19 bertujuan untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mempercepat kepercayaan publik di tingkat nasional hingga internasional terhadap Bali.

“Ini strategi yang sangat efektif, sampai Bapak Kapolri, Bapak Panglima TNI beserta Pemerintah Pusat memberikan Bali penghargaan dengan kategori Penanganan Pandemi Covid – 19 terbaik,” kata Wayan Koster yang disambut tepuk tangan.

Dampak Pandemi Covid – 19 terhadap ekonomi Bali sangat terasa, tercatat perekonomian Bali pada tahun 2020 rata – rata mengalami kontraksi minus 9,31 persen atau terendah di Indonesia dan dalam sejarah terendah di Bali. Kemudian tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Bali membaik menjadi minus 2,47 persen, tahun 2022 semakin membaik dengan tumbuh positif sampai akhir tahun secara akumulatif 4,84 persen, dan triwulan I tahun 2023 perekonomian Bali mencapai 6,04 persen atau di atas nasional.

Kenapa perekonomian Bali di triwulan I tahun 2023 bisa mencapai 6,04 persen? Meskipun pariwisata Bali belum normal akibat wisatawan domestik belum mencapai 60 persen akibat harga tiket pesawat yang mahal dan wisman rata – rata ke Bali hanya 14 ribu sampai 15 ribu perhari.

“Jadi perekonomian Bali di triwulan I tahun 2023 bisa mencapai 6,04 persen, karena hal ini diakibatkan oleh adanya perubahan struktur perekonomian Bali yang berkontribusi terhadap PDRB,” ungkap Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Walaupun demikian, dengan Pandemi Covid – 19 pelajaran pertama yang Kita raih adalah ilmu baru, pengetahuan baru, paradigma baru untuk memecahkan masalah yang belum pernah ada teorinya. Pelajaran kedua yang didapat adalah bagaimana agar ekonomi Bali ke depan tidak lagi bergantung pada dominasi satu sektor pariwisata, namun ekonomi Bali harus ditransformasikan melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali dengan memiliki 6 sektor unggulan, yaitu : 1) Pertanian dengan pertanian organik; 2) Sektor Kelautan dan Perikanan,

3) Sektor Industri Manufaktur dan Industri Budaya Branding Bali, 4) Sektor IKM, UMKM dan Koperasi, 5) Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital, dan 6) Sektor Pariwisata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Klarifikasi Kapendam IX/Udayana Terkait Ranpur Anoa yang Terparkir di Area Student Center Universitas Udayana

Published

on

By

Kapendam IX/Udayana Kolonel Amrizal Nasution
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Menanggapi unggahan di media sosial Instagram yang memperlihatkan kendaraan tempur (Ranpur) Anoa bernomor 9557-IX terparkir di area Student Center Universitas Udayana, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan bahwa keberadaan kendaraan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan tugas pengamanan Very Very Important Person (VVIP).

“Benar, Ranpur Anoa tersebut merupakan kendaraan yang disiapkan untuk mendukung tugas pengamanan VVIP. Pada Rabu, 21 Oktober 2026, setelah melaksanakan Apel Gelar Pasukan di Makorem, kendaraan bergerak menuju titik penempatan sesuai arahan unsur pengamanan VVIP,” jelas Kolonel Inf Amrizal Nasution, Jumat, 23 Oktober 2026.

Kolonel Amrizal menjelaskan, Ranpur Anoa tiba di area parkir Universitas Udayana sekitar pukul 10.00 WITA karena lokasi pos pengamanan yang dituju tidak memiliki area parkir yang memadai. Area parkir kampus dipilih dengan pertimbangan jaraknya yang relatif dekat dengan lokasi posyandu, setelah memperoleh izin dari petugas keamanan dan dosen Universitas Udayana.

“Penempatan kendaraan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian teknis di lapangan untuk mendukung pelaksanaan tugas pengamanan. Selanjutnya, penempatan dan pergerakan kendaraan tetap mengikuti arahan unsur yang bertanggung jawab dalam pengamanan VVIP,” tambahnya.

Selanjutnya, Pada Kamis, 22 Oktober 2026, Ranpur Anoa tersebut bergerak menuju markas kompi untuk pengisian bahan bakar, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem, guna menempati kedudukan pengamanan VVIP sesuai arahan yang telah ditentukan.

Kapendam menegaskan bahwa keberadaan Ranpur Anoa di area parkir Universitas Udayana berkaitan dengan kebutuhan pelaksanaan tugas pengamanan VVIP, bukan untuk kepentingan di luar tugas kedinasan.

“Kami mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijak dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari unggahan yang belum menyajikan kronologi secara utuh. Apabila membutuhkan penjelasan lebih lanjut, masyarakat dapat mengacu pada keterangan resmi dari pihak terkait,” pungkas Kolonel Inf Amrizal Nasution. (gs/bi)

Baca Juga  Ketua GOW Denpasar Hadiri Puncak Peringatan HUT Ke-59 BKOW Provinsi Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Jajaki Peluang Ekspor Sapi Bali ke Timor-Leste, Dorong Kerja Sama Peternakan yang Saling Menguntungkan

Published

on

By

Gubernur Koster terima kunjungan Pejabat Peternakan Timor-Leste
TERIMA KUNJUNGAN: Gubernur Bali Wayan Koster, menerima kunjungan Sekretaris Negara Peternakan, Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (MALFF) Timor-Leste, H.E. Mr. José Vieira de Araújo, Lic. CSH., Lic. Dir., MD., M.AP, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (22/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, menerima kunjungan Sekretaris Negara Peternakan, Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (MALFF) Timor-Leste, H.E. Mr. José Vieira de Araújo, Lic. CSH., Lic. Dir., MD., M.AP, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Kamis (22/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di sektor peternakan, khususnya potensi ekspor sapi Bali untuk mendukung pengembangan populasi dan peningkatan kualitas ternak di Timor-Leste.

Pertemuan ini sekaligus menjadi tindak lanjut komunikasi yang telah terjalin antara Pemerintah Timor-Leste dan Pemerintah Provinsi Bali dalam menjajaki kerja sama peternakan yang saling menguntungkan.

Melalui kerja sama tersebut, Bali berpeluang memperluas pasar bagi komoditas peternakan daerah, sementara Timor-Leste dapat memanfaatkan potensi sapi Bali untuk mendukung peningkatan produksi ternak dan penguatan ketahanan pangan.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Timor-Leste menyampaikan ketertarikan untuk menjajaki pasokan sapi dari Bali guna mendukung pengembangan sektor peternakan di negaranya.

Pembahasan awal mencakup kemungkinan ketersediaan hingga 10.000 ekor sapi. Namun, angka tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui pendataan dan kajian teknis untuk memastikan jumlah ternak yang tersedia dan memenuhi persyaratan perdagangan.

Menanggapi peluang tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya koordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait untuk memastikan potensi pasokan sapi Bali berdasarkan kondisi di lapangan.

Pendataan perlu mencakup jumlah ternak yang dapat dipasarkan, usia, jenis kelamin, asal ternak, kondisi kesehatan hewan, serta kesiapan peternak dan fasilitas pendukung.

Langkah ini diperlukan agar rencana kerja sama dapat disusun berdasarkan data yang akurat, dengan tetap memperhatikan kebutuhan peternak lokal dan keberlanjutan populasi sapi Bali.

Gubernur Koster menegaskan pentingnya kesiapan teknis dan pemenuhan ketentuan yang berlaku sebelum peluang ekspor sapi Bali ke Timor-Leste dapat ditindaklanjuti.

Baca Juga  Workshop Kampanye Making City Resilient 2030 Provinsi Bali menuju GPDRR 2022

Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan meliputi persyaratan kesehatan hewan, karantina, transportasi ternak, kapasitas pengiriman, serta prosedur administrasi dan perdagangan internasional.

Seluruh tahapan tersebut memerlukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga yang berwenang agar mekanisme perdagangan dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan di Indonesia maupun Timor-Leste.

Selain memastikan kelancaran pengiriman, pemenuhan persyaratan teknis dan administratif juga penting untuk memberikan kepastian bagi kedua pihak serta melindungi kepentingan peternak Bali.

Selain menjajaki peluang perdagangan sapi, pertemuan tersebut turut membahas potensi kerja sama dalam pengembangan kapasitas peternak dan pertukaran pengetahuan di bidang peternakan.

Kerja sama yang dapat dikembangkan antara lain mencakup pembibitan, peningkatan mutu genetik ternak, pengelolaan peternakan, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia.

Gubernur Koster menyambut baik peluang kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada perdagangan ternak, tetapi juga mendukung pengembangan sektor peternakan secara berkelanjutan.

Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peternak dan pelaku usaha peternakan di Bali maupun Timor-Leste.

Dorong Kerja Sama yang Konkret

Gubernur Koster berharap peluang kerja sama yang telah dibahas dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis antara Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Timor-Leste, serta kementerian dan lembaga terkait.

Koordinasi lanjutan diperlukan untuk memastikan kebutuhan ternak, potensi pasokan, persyaratan perdagangan, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung.

Pemerintah Provinsi Bali juga perlu memastikan bahwa pengembangan peluang perdagangan sapi tetap memperhatikan keberlanjutan populasi ternak dan kepentingan peternak lokal.

Melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, kerja sama Bali dan Timor-Leste diharapkan dapat berkembang menjadi kemitraan yang konkret, produktif, dan saling menguntungkan, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak di sektor peternakan. (gs/bi)

Baca Juga  Jadi Gubernur Bali Definitif Mulai 7 Februari, Koster Siap ‘‘Super Gaspol" Jalankan Program Kerja

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster: Pariwisata Jadi Indikator Penting Pertumbuhan Ekonomi Bali

Published

on

By

Gubernur Koster hadiri Temu Wirasa Stakeholders
HADIRI TEMU WIRASA: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Temu Wirasa Stakeholders 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Jumat (23/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa sektor pariwisata masih menjadi tumpuan utama perekonomian Bali. Oleh karena itu, perkembangan kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi dan pertumbuhan ekonomi Bali. Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Temu Wirasa Stakeholders 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Jumat (23/10/2026).

“Secara umum, melihat ekonomi Bali bagus atau tidak itu sederhana, dapat dilihat dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali, baik wisatawan asing maupun domestik, apakah naik atau turun,” ujar Gubernur Koster.

Menurut Gubernur Koster, pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor ekonomi masyarakat, mulai dari perhotelan, vila, restoran, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), transportasi, hingga pertanian dan penyediaan pangan. Dengan karakteristik tersebut, peningkatan kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha pariwisata, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Gubernur Koster mengungkapkan bahwa kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Bali pada 2025 mencapai sekitar 66 persen. Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa dinamika pariwisata memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perekonomian daerah. Karena itu, keberlanjutan sektor pariwisata menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Bali.

Dari sisi kunjungan wisatawan, Gubernur Koster menyampaikan bahwa perkembangan wisatawan mancanegara (wisman) hingga akhir September 2026 menunjukkan tren positif dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Meskipun sempat mengalami penurunan pada Februari hingga April 2026 akibat dinamika geopolitik global, kunjungan wisman kembali pulih dan menunjukkan peningkatan.

Baca Juga  Wujudkan Pelayanan Publik AUM, Pemkab Tabanan Tandatangani Rencana Kerja dengan Ombudsman RI Provinsi Bali

Gubernur Koster juga menyoroti capaian kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 yang mencapai sekitar 7,05 juta kunjungan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali, bahkan melampaui jumlah kunjungan sebelum pandemi Covid-19 pada 2019.

Sejalan dengan perkembangan pariwisata, perekonomian Bali pada 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 5,82 persen. Gubernur Koster menilai capaian tersebut memiliki arti penting karena struktur perekonomian Bali terutama ditopang oleh sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat, bukan oleh eksploitasi sumber daya alam seperti pertambangan minyak dan gas bumi.

“Bedanya ekonomi berbasis sumber daya alam dengan ekonomi pariwisata sangat jauh. Kalau ekonomi berbasis sumber daya alam, seperti tambang, minyak, gas, dan emas, hanya terkonsentrasi di satu tempat. Namun, kalau ekonomi berbasis pariwisata, dampaknya menyebar ke seluruh kabupaten/kota di Bali,” jelasnya.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa meskipun aktivitas pariwisata cenderung terkonsentrasi di Denpasar, Badung, dan Gianyar, manfaat ekonominya turut dirasakan masyarakat di kabupaten/kota lainnya. Kebutuhan sektor pariwisata terhadap produk pertanian, bahan pangan, kerajinan, transportasi, dan berbagai jasa pendukung menciptakan keterkaitan ekonomi antardaerah di Bali.

Kinerja perekonomian Bali juga tercermin dari sejumlah indikator sosial yang menunjukkan perkembangan positif. Tingkat kemiskinan Bali tercatat sebesar 3,42 persen, tingkat pengangguran terbuka sebesar 1,45 persen, serta rasio Gini sebesar 0,333. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali turut diikuti oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat yang relatif baik.

Dengan memperhatikan perkembangan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat, Gubernur Koster optimistis pertumbuhan ekonomi Bali pada 2026 akan menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Jadi, kalau dibandingkan pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2026 dengan tahun 2025, pasti jauh lebih bagus,” tegas Gubernur Koster.

Baca Juga  Di Kampung Baru, Wayan Koster: Saya Punya Kenangan Mendalam

Kendati demikian, Gubernur Koster mengingatkan adanya tantangan yang perlu mendapat perhatian, khususnya penurunan kunjungan wisatawan domestik yang antara lain dipengaruhi oleh kenaikan harga tiket pesawat domestik. Menurutnya, wisatawan domestik memiliki peran penting dalam menjaga pergerakan sektor pariwisata dan aktivitas perekonomian Bali secara keseluruhan.

Gubernur Koster menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan dan ketahanan sektor pariwisata karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut kehidupan sosial masyarakat Bali.

“Sekarang, pariwisata menjadi tumpuan ekonomi Bali. Artinya, hidup kita di Bali bergantung pada pariwisata. Kalau ini terganggu, dampaknya tidak hanya ke ekonomi, tetapi juga ke bidang sosial dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa ketersediaan data dan informasi yang akurat dari para pemangku kepentingan memiliki peran strategis dalam memahami perkembangan perekonomian daerah serta mendukung perumusan kebijakan ekonomi yang tepat.

Achris menjelaskan bahwa informasi yang diperoleh dari para responden survei Bank Indonesia menjadi salah satu sinyal awal untuk mengidentifikasi perkembangan dunia usaha, perilaku konsumen, serta pergerakan harga di masyarakat sebelum data makroekonomi resmi dirilis. Informasi tersebut turut menjadi bahan dalam penyusunan proyeksi pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan rekomendasi kebijakan.

Dalam kesempatan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memperkirakan perekonomian Bali pada 2026 tetap tumbuh positif pada kisaran 5,4–5,9 persen. Sementara itu, inflasi diharapkan tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5 persen ± 1 persen.

Temu Wirasa Stakeholders 2026 mengusung tema “Data Pramana, Bali Rahayu: Bersinergi Mendorong Pertumbuhan Bali yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”. Kegiatan ini menjadi wadah penguatan sinergi antara Bank Indonesia, responden survei, dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas serta ketersediaan data ekonomi daerah.

Baca Juga  Terjaganya Pasokan Hortikultura Dorong Deflasi di Provinsi Bali

Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan pertukaran informasi yang berkelanjutan guna mendukung penyusunan kebijakan berbasis data. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan perekonomian Bali di tengah dinamika ekonomi global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca