Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buktikan Ubi Jalar Ungu Pengganti Estrogen, Sugiritama Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran

BALIILU Tayang

:

sugiritama
Dr. dr. I Wayan Sugiritama, M.Kes. saat menerima SK kelulusan usai ujian disertasi. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Berhasil membuktikan ubi jalar ungu sebagai alternatif pengganti estrogen, Promovendus dr. I Wayan Sugiritama, M.Kes. akhirnya meraih gelar Doktor Ilmu Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sugiritama mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomea Batatas L) Terhadap Metilasi DNA dan Ekspresi Reseptor Estrogen α dan β, serta Proliferasi Epitel Vagina Hewan Model Menopause”, pada Senin (26/6/2023), melalui ujian promosi doktor bertempat di ruang sidang Pascasarjana lt. III, Gedung Pascasarjana Denpasar.

Sugiritama menjelaskan, prevalensi atrofi vagina pada wanita menopause sangat tinggi dan dapat mengganggu kualitas hidup. Pada kasus atrofi vagina, epitel vagina menjadi sangat tipis dan mengalami penurunan maturasi, yang disebabkan oleh defisiensi estrogen. Estrogen melalui ERα dan ERβ berperan dalam mengatur proliferasi dan diferensiasi epitel vagina. Selain itu, melalui mekanisme epigenetik juga mampu mengatur ekspresi reseptornya. Pada kasus atrofi vagina, terjadi penurunan ekspresi ERα dan ERβ, serta penanda proliferasi sel ki-67.

Terapi Sulih Hormon (TSH) terbukti efektif dalam mengatasi gejala atrofi vagina, tetapi meningkatkan risiko kanker, sehingga perlu dicari alternatif pengganti estrogen. Fitoestrogen menjadi alternatif pengganti estrogen yang menjanjikan karena dapat berperan sebagai agonis estrogen tanpa menimbulkan efek samping yang berbahaya. Antosianin diketahui memiliki aktivitas sebagai fitoestrogen dan efektif dalam mencegah atrofi vagina. Umbi ubi jalar ungu yang dibudidayakan oleh petani di Bali memiliki kandungan antosianin yang tinggi, sehingga memiliki potensi dalam mencegah dan memperbaiki gejala atrofi vagina.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan metode Post Test Only Control Group Design yang bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol umbi ubijalar ungu terhadap tingkat metilasi DNA ERα dan ERβ, ekspresi mRNA ERα dan ERβ, ekspresi mRNA ki-67 dan tebal epitel vagina hewan model menopause. Sebanyak 32 ekor tikus Wistar betina umur 16-18 minggu yang telah diovariektomi bilateral dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu Kelompok Perlakukan (P) dan Kelompok Kontrol (P-). Kelompok P diberi ekstrak etanol umbi ubijalar ungu dengan dosis 400 mg/kg bb/ hari, sedangkan kelompok P- diberi saline 1 ml selama 30 hari. Pada akhir perlakuan hewan coba diterminasi, jaringan vagina diambil untuk dilakukan ekstraksi DNA, ekstraksi mRNA dan pembuatan slide histologi dengan pengecatan haematoksilin-eosin.

Baca Juga  Putu Eka Pitriyani Berhasil Meraih Gelar Doktor Ilmu Hukum di FH Unud

Hasil penelitian menemukan kelompok P memiliki tingkat metilasi DNA ERα dan ERβ signifikan lebih rendah dibandingkan dengan kelompok P-. Tingkat ekspresi mRNA ERα dan ERβ kelompok P signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok P-. Kelompok P juga memiliki ekspresi mRNA ki-67 dan tebal epitel vagina signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok P-. 

Kebaruan (Novelty) dari penelitian adalah bahwa ekstrak etanol umbi ubi jalar ungu terbukti efektif dalam mencegah atrofi vagina pada hewan model menopause yang ditandai oleh epitel vagina yang lebih tebal pada kelompok perlakuan dibandingkan kontrol. Pada penelitian ini dibuktikan bahwa ekstrak etanol umbi ubi jalar ungu dapat mengurangi tingkat metilasi DNA ERα dan ERβ, meningkatkan ekspresi mRNA ERα dan ERβ, meningkatkan ekspresi mRNA ki-67. Temuan ini mampu menjelaskan mekanisme ekstrak etanol umbi ubi jalar ungu dalam mencegah atrofi vagina pada hewan model menopause, yaitu melalui mekanisme epigenetik, pengaturan ekspresi reseptor estrogen dan peningkatan proliferasi epitel vagina.

Implikasi dari penelitian ini adalah terbukti bahwa ekstrak etanol umbi ubi jalar ungu memiliki aktivitas fitoestrogen pada hewan model menopause. Temuan ini menunjukkan potensi pengembangan umbi ubi jalar ungu sebagai bahan alternatif pengganti estrogen, yang membutuhkan penelitian lebih lanjut. Ubi jalar ungu perlu dipelajari lebih lanjut untuk mengetahui manfaatnya dalam mencegah dan mengatasi gejala-gejala menopause lainnya yang disebabkan oleh defisiensi estrogen. Selain itu, adanya bukti bahwa ekstrak etanol umbi ubi jalar ungu memiliki aktivitas epigenetik menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya, yang bertujuan untuk memahami pengaruh ubi jalar ungu pada tingkat metilasi DNA gen-gen lainnya, serta pada mekanisme epigenetik lainnya seperti pengaruhnya pada histon dan mikro-RNA.

Baca Juga  Angkat Pembentukan Legislasi Nasional Timor-Leste, Leonito Ribeiro Raih Gelar Doktor di FH Unud

Ujian dipimpin oleh Dekan FK Unud Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes., dengan tim penguji : Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes (Promotor); Dr. dr. Ni Made Linawati, M.Si (Kopromotor I); Dr. dr. Ni Putu Sriwidyani, Sp.PA(K) (Kopromotor II); Prof. Dr. dr. I Nyoman Adiputra, MOH., PFK; Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM; Prof. Dr. dr. A.A Ngurah Subawa, M.Si; Prof. dr. I Made Ady Wirawan, S.Ked, MPH., Ph.D; Dr. dr. I Made Sudarmaja, M.Kes; Dr. dr. Ida Ayu Ika Wahyuniari, S.Ked., M.Kes; dr. I Wayan Sumardika, S.Ked., M.Med.Ed., Ph.D. 

Sedangkan undangan akademik adalah Dr. dr. I Nyoman Hariyasa Sanjaya, Sp.OG, Subsp, K.Fm; Dr. dr. Luh Putu Ratna Sundari, S.Ked., M.Biomed; Dr. dr. Agung Wiwiek Indrayani, M.Kes; Dr. dr. Dewa Ayu Agus Sri Laksemi, M.Sc; Dr. dr. I Wayan Juli Sumadi, Sp.PA., Subsp.MS(K). 

Pada ujian kali ini, Dr. dr. I Wayan Sugiritama, M.Kes., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 388 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat sangat memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3204-Buktikan-Potensi-Umbi-Ubi-Jalar-Ungu-Sebagai-Bahan-Alternatif-Pengganti-Estrogen-I-Wayan-Sugiritama-Raih-Gelar-Doktor-Ilmu-Kedokteran.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

Baca Juga  Ni Luh Sukadani Raih Gelar Doktor Ilmu Peternakan Fapet Unud

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Kaji Isolat Sebagai Probiotik Antidiabetes, Puspawati Sukses Raih Gelar Doktor Ilmu Pertanian di FP Unud

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Ni Luh Sukadani Raih Gelar Doktor Ilmu Peternakan Fapet Unud

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Putu Eka Pitriyani Berhasil Meraih Gelar Doktor Ilmu Hukum di FH Unud

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca