Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Studi Inovatif Manajemen Terapi Cairan pada Pasien Sepsis Antarkan Aryabiantara Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran

BALIILU Tayang

:

dokor
LULUS DOKTOR: Dr. dr. I Wayan Aryabiantara, SpAn-TI, Subsp-TI(K) dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke-402 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. (Foto: Hms Unud)

Denpasar, baliilu.com – Bertempat di Gedung Program Pascasarjana Lt. III Ruang Aula Kampus Denpasar, telah berlangsung ujian Promosi Doktor dengan kandidat promovendus, dr. I Wayan Aryabiantara, SpAn-TI, Subsp-TI(K)., dengan judul disertasi “Perbandingan Manajemen Terapi Cairan Restriktif Terkontrol Dinamis Non-Invasif dengan Manajemen Standar Statis pada Pasien Sepsis di Ruang Rawat Intensif: Kajian terhadap Kadar Syndecan-1, VCAM-1, Laktat Serum dan Perbaikan Skor SOFA” pada (22/12/2023).

Terapi cairan dan pemantauan hemodinamik pada pasien sepsis masih menjadi permasalahan. Pemberian cairan yang berlebihan pada pasien sepsis dapat menyebabkan terjadinya transudasi cairan ke jaringan interstitial yang akan menyebabkan gangguan perfusi jaringan sehingga terjadinya peningkatan laktat. Selain itu, disertai juga dengan peningkatan kadar Syndecan-1 (SDC-1) dan Vascular Cell Adhesion Molecule-1 (VCAM-1) yang merupakan biomarker penanda kerusakan endothelial glycocalyx. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbandingan manajemen terapi cairan restriktif terkontrol dinamis non-invasif dengan manajemen standar statis, dengan mengukur perubahan kadar SDC-1, VCAM-1 dan laktat serum serta menilai progresivitas perubahan skor SOFA pada pasien sepsis yang dirawat di Ruang Perawatan Intensif.

Rancangan penelitian ini yaitu Randomized Pre and Post Test Control Group Design dengan sampel penelitian pasien-pasien sepsis yang berusia antara 17-65 tahun yang dirawat di Ruang Perawatan Intensif yang diambil secara consecutive sampling dari bulan Juni 2023 hingga Agustus 2023. Sampel penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi yang memperoleh manajemen terapi cairan restriktif terkontrol non-invasif dan kelompok kontrol yang ditangani menggunakan manajemen terapi cairan standar statis. Pengambilan darah serial dilakukan pada jam ke-0, ke-6 dan ke-24. Data dianalisis menggunakan SPSS. Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif, dan analisis bivariat. Analisis bivariat yang digunakan uji Mann-Whitney, independent T-test dan Pearson Chi-Square test. Nilai p dianggap signifikan jika < 0.05.

Baca Juga  FK Unud, Ajinomoto dan Katadata Kampanyekan Risiko Mengkonsumsi Garam Berlebihan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya penurunan rerata kadar SDC-1 dan VCAM-1 pada kelompok intervensi. Penurunan kadar SDC-1 antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol signifikan pada perbandingan di ketiga waktu pengambilan (p< 0,05). Selain itu perbedaan pola penurunan rerata kadar VCAM-1 di ketiga waktu pengambilan juga signifikan secara statistik (jam ke-6 vs. jam ke-0: p=0,003; jam ke-24 vs. jam ke-6: p=0,002). Adapun perbedaan rerata penurunan kadar laktat tidak signifikan diantara kedua kelompok (p=0,416). Selain itu, perbandingan penurunan skor SOFA diantara kedua kelompok tersebut juga tidak signifikan secara statistik (p=0,447; p>0,05). Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam memilih manajemen atau metode terapi cairan pada pasien sepsis seiring dengan hasil penanda yang ditunjukkan pada penelitian ini.

Ujian dipimpin oleh Dekan FK Unud, Prof. Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes. dengan tim penguji: Prof. Dr. dr. I Made Wiryana, Sp.An-KIC (Promotor); Prof. Dr. dr. Tjok Gde Agung Senapathi, Sp.An., KAR (Kopromotor I); Prof. Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih,M.Kes (Kopromotor II); Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM; 5. Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes; Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B.,Sp.OT(K); Prof. Dr. dr. Tjokorda Gde Bagus Mahadewa, M.Kes.,Sp.BS (K)Spinal,FICS.FINSS; Prof. Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si; Prof. dr. I Made Ady Wirawan, S.Ked,MPH.,Ph.D; Prof. Dr. dr. A.A.Wiradewi Lestari, Sp.PK(K).

Sedangkan undangan akademik adalah : Dr. dr. I Putu Pramana Suarjaya, Sp.An, M.Kes,KMN,KNA,FIPM; Dr. dr. I Made Gede Widnyana, Sp.An. KAR; Dr. dr. I Wayan Suranadi, Sp.An.KIC; Dr. dr. I Wayan Eka Sutyawan, Sp. M(K); Dr. dr. I Gusti Agung Utara Hartawan, Sp.An,MARS,SH.

Pada ujian kali ini, Dr. dr. I Wayan Aryabiantara, SpAn-TI, Subsp-TI(K) dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke-402 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas4212-Studi-Inovatif-Manajemen-Terapi-Cairan-pada-Pasien-Sepsis-Antarkan-I-Wayan-Aryabiantara-Meraih-Gelar-Doktor-Ilmu-Kedokteran.html (gs/bi)

Baca Juga  FIB Unud Terima Kunjungan FKIP Universitas Jambi, Pelajari Tata Kelola Mutu Layanan

 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pastikan Pasokan BBM, Bupati Sutjidra Minta Pertamina Prioritaskan Buleleng dan Kawal Distribusi Bersama Forkopimda

Published

on

By

Bupati Sutjidra Pimpin Rakor Penanganan Antrean BBM
PIMPIN RAKOR: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bergerak cepat memastikan kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi Kabupaten Buleleng. Usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10), Bupati langsung terhubung dengan pihak Pertamina. Pembicaraan itu melibatkan Sales Area Manager Pertamina dan Kepala Depo Manggis, depo yang selama ini menjadi sumber pasokan BBM Buleleng.

“Kami sudah berkomunikasi selama lebih dari dua jam untuk membahas kepastian pasokan BBM bagi Kabupaten Buleleng,” ujar Bupati Sutjidra.

Dalam beberapa waktu terakhir, informasi mengenai pasokan BBM di Buleleng beredar simpang siur di tengah masyarakat. Kondisi ini membuat Pemkab Buleleng mendesak adanya jawaban yang pasti dari PT. Pertamina. Kepastian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah pengawalan di lapangan.

“Jika tidak ada kepastian, informasi akan terus simpang siur dan masyarakat akan terus menunggu tanpa kejelasan. Apabila sudah ada kepastian, akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati Sutjidra juga menyoroti pemerataan pasokan ke puluhan SPBU yang tersebar di Buleleng. Menurutnya, pasokan yang diterima daerah ini belum mencukupi dalam kondisi normal.  Hal inilah yang disampaikan kepada Pertamina agar Buleleng mendapat prioritas.

“Sekarang pasokan yang diberikan Pertamina di bawah 50 persen dari kebutuhan. Ini yang menjadi persoalan, karena itu kami memperjuangkan kebutuhan BBM di Kabupaten Buleleng untuk menjadi prioritas juga,” ungkapnya.

Pemkab Buleleng turut menggandeng unsur Forkopimda untuk memastikan distribusi berjalan aman begitu pasokan tiba. Dalam beberapa hari terakhir, TNI dan Polri telah membantu mengamankan SPBU yang mengalami antrean panjang. Kapolres dan Dandim juga menyatakan kesiapan ikut mengawasi. Namun ditekankan, bahwa ia bersama Forkopimda Buleleng memperjuangkan ke Pertamina agar pasokan BBM ke Buleleng bisa dipenuhi sesuai kebutuhan kondisi normal.

Baca Juga  Penuhi Undangan, Nanchang University Sambut Hangat Kedatangan Delegasi Universitas Udayana

“Kami akan mengawal distribusi bersama Forkopimda, tapi yang utama kami perjuangkan adalah pasokannya,” jelas Sutjidra.

Untuk memperkuat pengawasan, Pemkab mempercepat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM. Satgas ini akan bekerja memantau pasokan sekaligus pendistribusian, serta menelusuri penyebab menurunnya pasokan ke Buleleng. Struktur, pembagian tugas, mekanisme koordinasi, dan pola pelaporannya diminta segera dituntaskan.

“Satgas inilah yang akan memantau terus perkembangan pasokan dan pendistribusian BBM. Saat ini yang paling kami butuhkan adalah kepastian pasokan BBM untuk Buleleng, termasuk jumlah yang benar-benar dialokasikan,” pungkas Bupati Sutjidra.

Pemkab juga mendorong perluasan akses BBM hingga ke desa-desa melalui Pertashop. Saat ini, pasokan yang diterima gerai-gerai tersebut dinilai masih terlalu kecil dibandingkan kebutuhan warga. Selain itu, Pertamina diminta mengkaji pelibatan BUMDes agar distribusi menjangkau masyarakat yang jauh dari SPBU, dengan tetap memperhatikan ketentuan, kewenangan, dan aspek keselamatan.

Terkait antrean, Bupati Sutjidra menyampaikan memahami kondisi warga yang rela mengantre sejak malam hari, bahkan ada yang menginap di SPBU. Bupati Sutjidra juga mengucapkan terimaksih kepada masyarakat dan semua pihak, sehingga masyarakat yang mengantre BBM bisa tertib dan lancar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Evakuasi Lansia Terjatuh ke Jurang Sedalam 45 Meter di Sidemen Karangasem

Published

on

By

Tim SAR Evakuasi Korban Jatuh ke Jurang di Sidemen
EVAKUASI: Tim SAR saat mengevakuasi korban yang terjatuh di jurang, di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Sidemen Karangasem, Minggu (18/10/2026). (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem melaksanakan operasi SAR terhadap seorang warga lanjut usia yang ditemukan terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 45 meter di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu (18/10/2026).

Informasi kejadian diterima oleh petugas siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 12.15 Wita. “Kami di Pos SAR Karangasem menerima laporan dari Polsek Sidemen bahwa ada 1 orang warga terjatuh ke jurang kedalaman 45 meter, dan memohon bantuan evakuasi,“ jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem.

Korban diketahui bernama I Made Rauh, laki-laki, berusia 70 tahun. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Menurut kronologi awal, korban meninggalkan rumah pada Minggu dini hari. Beberapa waktu kemudian, anak-anak yang sedang memetik buah manggis menemukan korban di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 45 meter. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 300 meter ke arah timur dari rumah korban.

Mengingat kondisi medan yang terjal dan jalur evakuasi yang sangat sulit dijangkau, pihak terkait kemudian melaporkan kejadian tersebut untuk meminta bantuan tim SAR dalam proses evakuasi jenazah korban.

Pada pukul 12.35 Wita, personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem diberangkatkan menuju lokasi menggunakan kendaraan Rapid Deployment Land SAR. Tim tiba di lokasi pada pukul 13.15 Wita dan segera berkoordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat untuk mempersiapkan proses evakuasi.

Setelah melakukan persiapan selama kurang lebih lima menit, mereka melaksanakan evakuasi dengan menggunakan sistem lifting atau pengangkatan korban dari dasar jurang. Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, jenazah I Made Rauh berhasil dievakuasi pada pukul 13.50 Wita.

Baca Juga  Prodi Sarjana Fisioterapi dan Profesi Fisioterapi FK Unud Gelar Lokakarya Kurikulum

“Kendala yang kami hadapi yaitu di jurang yang kedalaman 45 meter dengan sudut 45 derajat,” terang Bhayangkara. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Operasi SAR ini melibatkan unsur dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Sidemen, Polres Karangasem, Babinsa Desa Sangkan Gunung, Damkar Karangasem, BPBD Karangasem, masyarakat setempat, serta pihak keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival Ke-10

Published

on

By

Duta Budaya Badung Hadiri Colours of Cultures Festival
HADIRI COCF: Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat hadiri Colours of Cultures Festival (CoCF) Ke-10 yang berlangsung di kawasan historis Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, Jumat (16/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Seni budaya Kabupaten Badung kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Delegasi kesenian Tari Kecak Kabupaten Badung tampil memukau dalam ajang bergengsi Colours of Cultures Festival (CoCF) Ke-10 yang berlangsung di kawasan historis Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, Jumat (16/10).

Kehadiran Badung dalam festival bertema “Tanda Mata Nusantara” ini menjadi bukti pengakuan luas terhadap kekayaan seni daerah. Festival tahunan yang berlangsung pada 16–18 Oktober ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara IndonesiaTIC dan FORKAPPSI, dengan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata RI, BUMN, BUMD, serta berbagai komunitas pecinta budaya tanah air. Pada tahun ini, CoCF telah resmi masuk dalam kalender eksklusif Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Penampilan ikonik Tari Kecak Badung disaksikan langsung oleh Duta Budaya Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, yang hadir memperkuat promosi pariwisata daerah didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Menteri Pariwisata, perwakilan Gubernur DKI Jakarta, Ketua FORKAPPSI, serta jajaran tokoh budaya nasional.

Selain mementaskan seni pertunjukan, rangkaian festival berskala nasional ini turut menghadirkan instalasi seni interaktif, pengalaman multisensori, pameran produk kerajinan dan cinderamata daerah, hingga eksibisi kuliner tradisional dari berbagai penjuru nusantara serta mancanegara.

Duta Budaya Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas performa luar biasa para seniman muda Badung di panggung utama CoCF 2026. “Tari Kecak bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan napas budaya leluhur kita yang terus hidup. Melalui ajang ini, kita tidak hanya memamerkan keindahan estetika seni Bali, tetapi juga menyampaikan pesan keragaman dan persatuan Nusantara. Semoga kehadiran Badung memperkuat posisi budaya kita di panggung nasional,” ujarnya.

Baca Juga  Dalam Rangka Dies Natalis Ke-60, Unud Gelar Donor Darah Targetkan 500 Kantong Darah

Melalui partisipasi aktif ini, Pemkab Badung berharap dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, sekaligus memperkuat citra positif Badung sebagai destinasi pariwisata dunia yang berwawasan budaya unggul. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca