Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Apresiasi Gelaran Pesona Budaya Mertasari Ke-5 Desa Sanur Kauh

Jadi Wahana Gali Potensi Desa, Berikan Ruang Kreativitas Bagi Seniman, Pelaku Ekraf dan UMKM

Loading

BALIILU Tayang

:

jaya negara
PESONA BUDAYA MERTASARI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengunjungi Pesona Budaya Mertasari sekaligus mengikuti dan menyerahkan plakat dan selempang serangkaian Grand Final Pemilihan Teruna Teruni Desa Sanur Kauh pada pelaksanaan hari kedua di Kawasan Pantai Mertasari, Sanur pada Jumat (14/7). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi atas pelaksanaan Pesona Budaya Mertasari yang dikemas apik oleh Karang Taruna Yowana Kerthi Bhuana, Desa Sanur Kauh. Hal tersebut terungkap saat Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengunjungi Pesona Budaya Mertasari sekaligus mengikuti dan menyerahkan plakat dan selempang serangkaian Grand Final Pemilihan Teruna Teruni Desa Sanur Kauh pada pelaksanaan hari kedua di Kawasan Pantai Mertasari, Sanur pada Jumat (14/7).

Sejak tiba, Walikota Jaya Negara langsung bergerak meninjau stand yang tersedia. Beragam stand mulai dari kuliner, kerajinan dan kampanye peduli lingkungan turut hadir dalam kegiatan ini. Bahkan, Walikota Jaya Negara sempat berbincang hangat dengan seniman sekaligus perajin Tapel atau Topeng khas Sanur. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Bali, AA Gede Agung Suyoga dan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira serta undangan lainnya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi sekaligus kagum atas komitmen Desa bersama Karang Taruna dalam memberikan wadah serta ruang kreativitas bagi seniman, pelaku kreatif dan UMKM untuk terus bertumbuh. Dimana, melalui kegiatan semacam ini, UMKM dan perajin akan dikenal khalayak umum. Sehingga mampu meningkatkan target pasar serta menjadi wahana promosi berkelanjutan.

Lebih lanjut dijelaskan, melalui kegiatan ini tentunya diharapkan mampu menggali potensi wisata dan ekonomi kreatif di Desa Sanur Kauh. Terlebih melalui pemilihan Teruna Teruni Sanur Kauh yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam mempromosikan Sanur. Hal ini lantaran Sanur kita kenal sebagai kawasan pariwisata yang terkenal hingga ke mancanegara.

Baca Juga  Ny. Sagung Antari Jaya Negara Hadiri Pembukaan Posyandu Paripurna Kelurahan Serangan
jaya negara
Walikota Jayanegara menunjukkan topeng karya seniman Desa Sanur Kauh. (Foto: ist)

Ditambahkan Jaya Negara, sesuai dengan Visi Kota Denpasar yakni Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju (Makmur, Aman, Jujur dan Unggul), Kegiatan “Pesona Budaya Mertasari” ke-5 yang dilaksanakan oleh Karang Taruna Desa Sanur Kauh dapat menjadi referensi attraction atau daya tarik wisata berupa festival berbasis seni dan budaya di Kota Denpasar. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar sekaligus memberikan dampak bagi kelestarian budaya, kreativitas teruna teruni desa, lingkungan dan perekonomian masyarakat desa.

“Pada prinsipnya kami sangat memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan semacam ini, semoga kegiatan ini secara berkelanjutan mampu mendukung berkembangnya pelaku kreatif, seniman dan UMKM lokal, termasuk juga mempromosikan Sanur sebagai destinasi wisata unggulan yang kedepannya dapat mendukung perkembangan pariwisata di Kota Denpasar, khususnya Sanur itu sendiri,” ujarnya.

Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada didampingi Ketua Karang Taruna Yowana Kerthi Bhuana mengatakan, Made Dura Sanjaya mengatakan, pada tahun 2023 ini merupakan tahun yang sangat membahagiakan bagi Karang Taruna Yowana Kerthi Bhuana Desa Sanur Kauh. Dimana, pada tahun ini Acara Pesona Budaya Mertasari dapat kembali dilaksanakan. Hal ini lantaran setelah beberapa tahun ditiadakan karena pandemi Covid-19.

Dura Sanjaya mengatakan,  pelaksanaan Pesona Budaya Mertasari tahun ini dikemas dalam beberapa kegiatan utama. Yakni Pemilihan Teruna Teruni Sanur Kauh, Lomba Sepeda dan Lomba Ngelawar. Dimana, kegiatan rangkaian ini telah dilaksanakan dimulai dari awal Juni 2023 lalu.  Pada tahun 2023 ini, inovasi kegiatan yang merupakan pembaharuan dari tahun-tahun sebelumnya yakni Lomba Sepeda yang diikuti oleh 30 peserta.

“Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang kami laksanakan menjadi perhatian banyak pihak walaupun baru pertama kali diadakan namun peserta yang ikut serta melebihi dari perkiraan, kegiatan ini memiliki feedback yang baik untuk Desa sehingga kita dapat mengetahui potensi-potensi yang dimiliki oleh Warga Desa Sanur Kauh dan harapan kami semoga kegiatan lomba sepeda ini dapat diadakan setiap tahunnya,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Proses “Munggel Pelawatan Ida Ratu Ayu” Desa Adat Penatih

Selain itu, turut dilaksanakan Lomba Ngelawar yang diikuti oleh seluruh Sekaa Teruna Teruni se-Desa Sanur Kauh. Sedangkan acara Puncak Pesona Budaya diadakan selama 3 hari yakni dari tanggal 13 – 15 Juli 2023 yang dikemas dengan beragam kegiatan. Mulai dari Penampilan Budaya dari 12 Sekaa Teruna Teruni se-Desa Sanur Kauh dan Grandfinal Pemilihan Teruna Teruni Desa Sanur Kauh dengan peserta sebanyak 11 peserta. Sedangkan pada hari terakhir pada 15 Juli 2023 diadakan Music Festival.

“Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada seluruh sponsor, tenant dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini yang telah mensupport acara kami sehingga acara ini dapat berjalan sesuai dengan harapan dan sebagaimana mestinya, semoga kegiatan ini dapat digelar setiap tahun sebagai ajang menggali potensi dan pengembangan berbagai elemen di Desa Sanur Kauh,” ujarnya.

Untuk diketahui, serangkaian Grand Final Pemilihan Teruna Teruni Desa Sanur Kauh telah ditetapkan pemenang. Yakni Teruna Sanur Kauh 2023 yakni I Wayan Andre Wahyu Eka Putra dari ST. Dhananjaya, Banjar Danginpeken dan Teruni Sanur Kauh 2023 yakni Gusti Ayu Sri Eka Damayanti dari ST. Brahmarya, Banjar Abiantimbul. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri “Karya Rsi Gana” di Pura Desa Sibanggede

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta, menghadiri pelaksanaan Karya Rsigana, Melaspas dan Mendem Pedagingan di Pura Desa, Desa Adat Sibanggede, Abiansemal Badung, Selasa (2/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri pelaksanaan Karya Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan yang merupakan rangkaian Karya Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Medasar Caru Labuh Gentuh, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini di Pura Desa, Desa Adat Sibanggede, Abiansemal Badung, Selasa (2/6). Karya suci tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Geniten dari Griya Dalem Sibanggede dan Ida Pedanda Gede Watulumbang dari Griya Watulumbang Sibangkaja.

Wabup turut melaksanakan persembahyangan bersama serta mengikuti prosesi mendem pedagingan. Upacara ini merupakan rangkaian Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Medasar Caru Labuh Gentuh, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang bertujuan memohon kerahayuan jagat, keselamatan, kesejahteraan, serta menjaga keseimbangan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Selain sebagai wujud rasa syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, upacara ini juga menjadi sarana memohon anugerah kesehatan, kesuburan, kemakmuran, keharmonisan, serta perlindungan dari berbagai mara bahaya dan bencana bagi seluruh Krama Desa Adat Sibanggede. Sebagai bentuk komitmen dan dukungan Pemkab Badung terhadap pelaksanaan yadnya tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta secara simbolis menyerahkan bantuan dana sebesar Rp. 1,5 miliar yang diterima oleh Ketua Panitia Karya, I Ketut Darma.

Dalam sambrama wacananya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama Desa Adat Sibanggede yang telah bergotong royong menyelenggarakan karya suci tersebut. Ia mengaku bangga dapat hadir dan berbaur bersama masyarakat yang sedang melaksanakan yadnya sebagai bentuk rasa syukur dan sembah bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan serta mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kabupaten Badung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Tinjau Safari Kesehatan di Desa Peguyangan Kangin

Karya suci ini merupakan wujud nyata sraddha dan bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, labda karya, serta memberikan kerahayuan, kesehatan, dan keseimbangan bagi alam semesta beserta seluruh krama sehingga tercipta kehidupan yang rembah ripah loh jinawi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Ketut Darma melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Piodalan Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh di Pura Desa Sibanggede dilaksanakan berdasarkan hasil paruman krama Desa Adat Sibanggede. Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026 mendatang sedangkan Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini akan dilaksanakan pada 9 Juli 2026.

Terkait pendanaan, I Ketut Darma menjelaskan bahwa pelaksanaan karya didukung bantuan hibah Pemkab Badung sebesar Rp. 1,5 miliar, punia dari krama Desa Adat Sibanggede, serta punia dari para pengusaha yang berada di wilayah Desa Sibanggede. Selain bantuan dana, masyarakat juga memberikan dukungan berupa beras dan berbagai sarana upakara lainnya.

Ia juga menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan karya dalam pembuatan berbagai sarana upakara dilakukan secara bersama-sama oleh para serati, tukang ulam, serta krama adat yang berasal dari 12 banjar.  Dengan jumlah kepala keluarga (KK) yang terlibat mencapai kurang lebih 1.500 KK.

Turut hadir pada kegiatan tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Nyoman Laka, anggota DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Gede Wiradana, Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, Camat Abiansemal yang diwakili Kasi Pelayanan Umum Made Parmita, Bendesa Adat Sibanggede I Nyoman Surianta, Perbekel Sibanggede I Wayan Darmika, serta undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara “Melaspas” Wantilan di Pura Dalem Tegeh Gumi

Published

on

By

wawali arya wibawa
HADIRI UPACARA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Upacara Melaspas Wantilan di Pura Dalem Tegeh Gumi, Desa Dauh Puri Kauh bertepatan dengan Anggara Kasih Julungwangi, Selasa (2/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Melaspas Wantilan di Pura Dalem Tegeh Gumi, Desa Dauh Puri Kauh bertepatan dengan Anggara Kasih Julungwangi, Selasa (2/6). Upacara tersebut dilaksanakan lantaran proses renovasi bangunan wantilan tuntas dilaksanakan dengan bantuan hibah dari Pemkot Denpasar.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa, Dirut PT. Jamkrida Bali Mandara, AA Ngurah Adhi Ardhana, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Surya Antara, Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara serta undangan lainnya.

Perwakilan Pengempon Pura, I Putu Adiana mengucapkan terima kasih atas dukungan serta bantuan semua pihak dalam pelaksanaan pembangunan Wantilan Pura Dalem Tegeh Gumi. Dimana, dengan berakhirnya upacara melaspas ini maka tuntas pula proses pemugaran Wantilan ini.

“Kami atas nama pengempon pura mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sumbangsih semua pihak, terutama Pemkot Denpasar dalam mensukseskan pembangunan Wantilan Pura Dalem Tegeh Gumi,” ujarya.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, keberadaan wantilan ini tentunya memberikan manfaat bagi krama dalam mendukung pelaksanaan yadnya di Pura Dalem Tegeh Gumi.

“Tentunya kehadiran wantilan ini akan memberikan kemanfaatan bagi krama pengempon dalam pelaksanaan yadnya dan aci di Pura Salem Tegeh Gumi,” ujarnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas semangat krama pengempon Pura Dalem Tegeh Gumi. Kedepan, dengan adanya bangunan wantilan ini dapat memberikan kemanfaatan serta senantiasa menumbuhkan semangat menyama braya di lingkungan krama pengempon.

“Kami dari Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi atas semangat gotong royong krama pengempon Pura Dalem Tegeh Gumi. Semoga wantilan ini memberi kemanfaatan dalam menunjang kegiatan adat dan keagamaan, serta meningkatkan persatuan dan rasa menyama braya krama pengempon,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Pemkot Denpasar dan Pemprov Bali Gelar Persembahyangan Bersama

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Ngenteg Linggih” di Batunya, Wagub Giri Prasta Tekankan Pentingnya Gotong-royong dan Persatuan Krama

Published

on

By

Wagub Giri Prasta
HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri saat menghadiri Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit di Pura Desa, Desa Adat Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Selasa (2/6). (Foto: Hms Pemprov Bali)  

Tabanan, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya menjaga semangat gotong-royong dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai fondasi untuk mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan bersama.

Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit di Pura Desa, Desa Adat Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Selasa (2/6).

Dalam sambutannya, Giri Prasta mengaku bangga dan mengapresiasi kekompakan krama Desa Adat Batunya yang mampu melaksanakan karya besar secara bersama-sama. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan yadnya tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan kerja sama seluruh masyarakat adat.

Ia juga mengingatkan agar sarana dan prasarana suci yang telah dibangun dapat dipelihara dengan baik sebagai warisan bagi generasi penerus. Dengan demikian, anak cucu di masa mendatang dapat lebih fokus melanjutkan tradisi dan pengabdian kepada adat serta agama tanpa harus terbebani oleh pembangunan fisik pura.

“Kita banyak menjalankan adat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melaksanakan yadnya. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap bersatu agar perjuangan mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian dapat terlaksana dengan baik. Kebersamaan dan gotong-royong menjadi kunci eratnya persaudaraan di antara kita,” ujar Giri Prasta.

Mantan Bupati Badung dua periode tersebut juga mendorong masyarakat untuk terus memupuk nilai-nilai saling asah, asih, dan asuh dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, semangat gotong-royong akan membuat setiap pekerjaan terasa lebih ringan dan berbagai rencana pembangunan dapat diwujudkan secara bersama-sama.

Ia mencontohkan, apabila masih terdapat bangunan pura yang memerlukan penyempurnaan, termasuk Pura Pengubengan, maka perbaikannya dapat dilakukan melalui kebersamaan dan partisipasi seluruh krama.

“Kita terlahir sebagai makhluk sosial dan tidak bisa hidup sendiri. Oleh sebab itu, kolaborasi, sinergi, gotong-royong, dan kerja sama yang baik menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya.

Baca Juga  Ny. Sagung Antari Jaya Negara Hadiri Pembukaan Posyandu Paripurna Kelurahan Serangan

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Bali didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga turut melaksanakan persembahyangan bersama masyarakat setempat dalam rangkaian piodalan yang nyejer selama tiga hari.

Sementara itu, Bendesa Adat Batunya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran Wakil Gubernur Bali dan Wakil Bupati Tabanan dalam rangkaian karya tersebut. Kehadiran kedua pemimpin daerah itu dinilai sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat, agama, seni, tradisi, dan budaya Bali.

Selain memberikan punia, keduanya juga berkesempatan menyaksikan secara langsung jalannya Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit yang berlangsung khidmat dengan partisipasi penuh dari krama Desa Adat Batunya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca