Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wagub Cok Ace Ajak Umat Hindu Bersiap Songsong Panca Wali Krama di Pura Mandara Giri Semeru Agung Tahun 2024 Mendatang

Prosesi Penyineban Tutup Rangkaian Karya Pujawali di Pura Mandara Giri Semeru Agung

Loading

BALIILU Tayang

:

wagub
NUWEK BAGIA PULA KERTHI: Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati nuwek Bagia Pula Kerthi serangkaian Karya Penyineban Pujawali di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Senduro, Lumajang pada Jumat (14/7). (Foto: ist)

Lumajang, Jatim, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) yang juga didampingi Ny. Tjok Putri Hariyani Ardana Sukawati, hadir dalam Karya Penyineban Pujawali di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Senduro, Lumajang pada Jumat (14/7) pagi. Prosesi tersebut merupakan rangkaian penutup dari Karya Pujawali selama 12 hari yang dihadiri ribuan umat Hindu dari seluruh Indonesia di Pura yang terletak di kaki Gunung Semeru, Jawa Timur ini.

Rangkaian penyineban ini ditandai dengan upacara Metetingkeb, Pepranian serta nuwek dan mendem Bagia Pula Kerthi. Diawali dengan prosesi Bhakti Penganyar oleh umat Hindu Kabupaten Lumajang dan UNHI Denpasar. Prosesi juga nampak semakin khidmat dengan penampilan sejumlah sesolahan (tarian) Wali baik Tari Bali serta Tari khas tanah Jawa yang diiringi tetabuhan gamelan khas masyarakat Hindu Tengger.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace sangat bangga dan mengapresiasi masyarakat Hindu Nusantara yang mau melebur menjadi satu dalam rangkaian persembahyangan pujawali ini. “Sudah 31 tahun kita melaksanakan upacara pujawali, sejak dimulai pada 1994 lalu,” jelasnya. “Atas nama Pemprov Bali saya ucapkan selamat pada umat sedharma dimanapun dan saudara umat Hindu di sekitar pura atas terselenggaranya upacara setelah selama 11 hari nyejer. Sudah berlangsung sukses dan secara umum berjalan lancar,” kata Wagub Cok Ace.

Menurutnya pula, meskipun ada sedikit berita simpang siur soal cuaca buruk di penyeberangan Bali ke Jawa, sehingga banyak juga umat yang batal ngaturang bhakti ke Pura Semeru Agung, namun tetap saja umat masih berbondong-bondong bersembahyang.

Astungkara, kemarin misalnya dari Pemkot Denpasar ada 50 bus dan lebih dari 1.500 umat datang ngaturang bhakti,” ujar Guru Besar ISI Denpasar ini.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Sambut Baik Konferensi Pendidikan PAUD Internasional di Bali

Diuraikan pula oleh Wagub Cok Ace, sudah sejak lama tepatnya sejak pelaksanaan Eka Dasa Rudra tahun 1963 di Besakih,  para Penglingsir bermimpi membangun Pura untuk ber-stananya Ida Sang Hyang Pasupati di Semeru. “Dan 23 Juni 1992, akhirnya terwujud dengan diresmikannya Pura Mandara Giri Semeru Agung oleh Mendagri Supardjo Rustam. Itu sudah 31 tahun yang lalu,” jelasnya. “Dan sejak mepedaginganmelaspas pada tahun 1992 itu, disusul 1993 upacara nugtugang. Maka titik nol pada 1994 kita gunakan awal siklus upacara di Pura Semeru Agung. Hari Piodalan Ida bhatara. Diputuskan pura statusnya pura kahyangan jagat jadi tidak ada umat yang tidak bersembahyang disini,” jelas Penglingsir Puri Ubud ini.

Karena itu pula menurut Wagub, hingga saat ini Pemprov Bali dan Pemkab dan kota di Bali masih turut mendukung penuh pelaksanaan upacara di Pura Mandara Giri Semeru Agung. “Dahulu sebelum pura ini dibangun, 7 putra ‘Beliau’ sudah ber-stana di Bali, berbeda dengan Ida Bhatara Lingsir di Semeru. Jumlah umat kita disini juga terhitung masih kurang untuk pengempon pura kita disini. Makanya pemerintah daerah kabupaten kota di Bali ikut serta sebagai wujud terima kasih masyarakat Bali atas waranugraha Ida Bhatara Semeru Agung. Kami baktikan hal tersebut setiap tahun,” urainya lagi.

wagub
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) saat menghadiri Karya Penyineban Pujawali di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Senduro, Lumajang pada Jumat (14/7). (Foto: ist)

Selain itu, Pria yang juga dikenal sebagai seniman tari ini juga menjelaskan tahun 2024 mendatang prosesi Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung mencapai siklus putaran untuk melaksanakan Upacara Panca Walikrama. “Ini upacara besar yang perlu persiapan tak hanya materi namun juga yasa kerthi, pikiran dan mental. Piodalan tahun 2024 berbeda. Ditandai tedunnya Ida Bhatara di Besakih, Lempuyang dan Batur dalam wujud tapakan Ida bhatara. Ada juga prosesi pelastian di segara sehingga untuk banten akan membengkak besar,” tandasnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Layanan Kas Keliling Peduli Mudik Bank Indonesia Bersama Perbankan Provinsi Bali

“Karenanya saya mohon mari kita sucikan pikiran menyongsong Panca Walikrama 2024. Apalagi berbarengan tahun politik. Mudah-mudahan Ida Bhatara memberikan keselamatan dan kerahayuan. Kami Pemprov Bali akan terus mendukung, meningkatkan sradha kami untuk pengabdian kami pada Ida Bhatara dan umat sekalian,” tambah Wagub Cok Ace.

Sementara itu, Budiono selaku Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur mengatakan pihaknya menyambut baik piodalan dan pujawali yang telah berjalan lancar selama 12 hari. Dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Pemprov Bali yang secara konsisten mensupport penuh piodalan dari tahun ke tahun. “Bagaimana pentingnya piodalan tiap tahun di pura yang kita cintai bersama. Waktunya pujawali saat ini adalah memperingati hari jadinya pura yang kita cintai. Patut umat Hindu berbakti memohon anugerah kepada-Nya,” kata Budiono.

“Sangat penting pula untuk betul-betul yakin dan tulus ikhlas dalam menjalankan bhakti kita pada Beliau. Dan juga karena di Jatim sendiri saya laporkan perkembangan dimana saat ini kami membina 525 pura, serta 400 ribu umat ditambah 250 pasraman di Jawa Timur,” ujarnya lagi.

Acara panyineban yang turut dihadiri ratusan umat Hindu dari pelosok Indonesia ini dipuput oleh dua sulinggih yakni Ida Pedanda Mas Dwija Putra dari Griya Mas Taman Sari, Baturiti, dan Ida Pedanda Selat Duda. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Diikuti 16 Sawa, Wagub Giri Prasta Hadiri Ngaben Massal Perdana Desa Adat Mengandang

Published

on

By

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyerahkan punia saat menghadiri upacara Ngaben Massal di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan.
SERAHKAN PUNIA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyerahkan punia saat menghadiri upacara Pitra Yadnya/Ngaben Kinembulan Sawa Prakerti di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (6/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Pitra Yadnya/Ngaben Kinembulan Sawa Prakerti di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (6/8). Ngaben massal yang diikuti 16 sawa ini menjadi yang pertama digelar di desa tersebut, sekaligus menandai kuatnya komitmen krama dalam menjaga tradisi leluhur.

Dalam sambutannya, Giri Prasta mengaku bahagia dapat hadir langsung di tengah masyarakat yang melaksanakan yadnya secara gotong-royong. Ia menyampaikan apresiasi atas kekompakan krama Desa Adat Mengandang yang bersama-sama menjalankan upacara sesuai dresta Bali.

“Apresiasi kepada krama yang telah bersatu, guyub, saling gotong-royong melaksanakan yadnya ini. Sagilik saguluk salunglung sabayantaka, paras paros sarpanaya,” ujarnya.

Wakil Gubernur Bali juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali terus mendukung pelaksanaan upacara yadnya sebagai bagian dari pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali.

Sementara itu, Bendesa Adat Mengandang Wayan Sudiana dalam laporannya menjelaskan bahwa ngaben massal ini bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga bentuk pelestarian budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Ini merupakan ngaben massal pertama yang kami laksanakan. Sebelumnya, kami melaksanakan ngaben metuun sesuai dresta Bali Aga di desa ini,” ungkapnya.

Rangkaian upacara telah berlangsung sejak 24 Juli dan akan berakhir pada 8 Agustus 2026. Puncak prosesi dijadwalkan pada 7 Agustus 2026, diawali dengan mecaru, dilanjutkan prosesi pengabenan, hingga upacara penyucian yang melibatkan pemangku, Ida Pandita, serta krama desa setempat.

Sebagai bentuk dukungan, Wagub Giri Prasta turut menyerahkan punia kepada panitia karya sebesar Rp 25 juta. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Sekaa Angklung sebesar Rp 5 juta, Sekaa Santhi sebesar Rp 2 juta, serta kepada pemangku sebesar Rp 4 juta. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Bali Cok Ace Harapkan IDI Bersinergi dengan Pemerintah dalam Tingkatkan Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Mapurwa Daksina”, Walikota Jaya Negara Apresiasi Pelaksanaan “Karya Atma Wedana”

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wawali I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Mapurwa Daksina rangkaian Karya Atma Wedana Maligia di Puri Agung Dangin Puri.
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar I Ngusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Mapurwa Daksina pada rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Utama di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri, Jumat (7/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Ngusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Mapurwa Daksina pada rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Utama di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri, Jumat (7/8).

Dalam acara ini juga hadir Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H, Penglingsir Puri Ageng Mengwi Ida Cokorda Mengwi XIII dan para Tokoh Puri di Kota Denpasar.

Rangkaian puncak karya diawali dengan prosesi Atetangi, dilanjutkan dengan puncak Karya Ngadegang Puspa Lingga serta Melaspas Puspa. Usai prosesi tersebut, dilaksanakan Upacara Mapurwa Daksina, yang kemudian dilanjutkan dengan Rsi Bujana dan Utpeti Stiti Puja. Seluruh rangkaian upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Made Karang, Ida Pedanda Gede Raka Timbul, Ida Pedanda Gede Putra Keniten, serta Ida Pedanda Buddha Jelantik Adnyana.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Karya Pitra Yadnya di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri.

Menurutnya, pelaksanaan karya ini mencerminkan sinergi dan kekompakan antara Puri Agung Dangin Puri dengan krama adat Denpasar dalam menjaga serta melestarikan tradisi dan nilai-nilai luhur agama Hindu di Kota Denpasar.

“Kekompakan antara puri dan krama adat dalam mendukung pelaksanaan karya ini patut diapresiasi. Tentunya karya ini memberikan manfaat sekaligus kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya sebagai umat Hindu Bali,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar senantiasa memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Bali.

“Sebagai pemerintah kami memberikan apresiasi serta dukungan atas pelaksanaan karya ini. Semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, memberikan makna spiritual, serta kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan upacara yadnya,” tambahnya.

Baca Juga  Terima Baleg DPR RI, Wagub Cok Ace Titip RUU Provinsi Bali Masuk Prioritas 2022

Sementara itu, Manggala Karya, Anak Agung Ngurah Made Mahendra menjelaskan bahwa keberadaan Puri Agung Dangin Puri dengan Desa Adat Denpasar merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan erat dan saling mendukung dalam pelaksanaan kegiatan adat maupun keagamaan.

Ia mengatakan, dalam pelaksanaan Karya Penileman Maligia Punggel Utama kali ini diikuti sebanyak 60 puspa, sebagai wujud kebersamaan dan semangat ngayah dari seluruh krama yang terlibat demi kelancaran pelaksanaan yadnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Wrespati Kalpa Agung” Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung di Pura Gunung Sari, Desa Adat Peraupan, Denpasar.
HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung, Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (5/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung, Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (5/8).

Wawali Arya Wibawa usai melaksanakan persembahyangan bersama mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Pihaknya juga mengharapkan setelah dilaksanakannya upacara Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan ini seluruh umat terutama warga Banjar Adat Jurang Asri dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal-hal negatif di lingkungan banjar setempat,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Karya, I Made Sueca mengatakan Karya Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan dilaksanakan karena rampungnya semua palinggih pura yang diperbaharui.

Pada hari ini kata Made Sueca, dilaksanakan upacara Puncak Karya Ngeteg Linggih, Mahingkup, Bangun Ayu, Padyus-dyusan. Adapun Pujawali ini yang dipuput oleh Ida Peranda Mpu Nabe Yoga Daksa Paramitha dari Griya Peraupan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Wakil Walikota Denpasar karena sudah hadir menyaksikan Puncak Karya upacara Ngenteg Linggih. Semoga karya ini labda karya dan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wagub Cok Ace: Saharsa Warsa Batuan Wujud Syukur Masyarakat
Lanjutkan Membaca