Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Sanjaya Dukung Yadnya Krama Desa Lalanglingah dan Desa Adat Mambang

BALIILU Tayang

:

bupati sanjaya
DEWA YADNYA: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, Kamis (10/8), menghadiri upacara Dewa Yadnya yang dilaksanakan Krama di 2 Kecamatan. (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Selalu berkomitmen meningkatkan sinergi dengan rakyat adalah hal yang penting untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan menyeluruh di suatu daerah. Untuk itu, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, sangat konsisten hadir langsung memberikan dukungan terhadap pembangunan yang dilakukan krama/masyarakat guna bersama-sama mewujudkan visi menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.

Kali ini, Kamis (10/8), Bupati Sanjaya dan jajaran, menghadiri upacara Dewa Yadnya yang dilaksanakan Krama di 2 Kecamatan, yakni Karya Dewa Lingga Kertih, Pengenteg Linggih, Wrespati Kalpa Utama, Rsi Gana, Mapedudusan Madya di Pura Pengasahan, Banjar Dinas Pengasahan, Desa Lalanglinggah, Selbar, serta Nyaksi Upacara Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Mapedudus lan Mawrespati Kalpa di Pura Dalem Desa Adat Dukuhpulu Kaja, Desa Mambang, Seltim.

Selain apresiasi dan dukungan dalam kunjungannya, Bupati Sanjaya yang saat di Desa Lalanglinggah bersama Ketua DPRD Bali, salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda dan Kepala OPD terkait, Ketua MDA Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam setempat, dan di Desa Mambang bersama salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda, Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam setempat, juga memberikan bantuan kepada masyarakat guna meringankan beban masyarakat dalam pembangunan.

Semeton tiang semuanya, suksma pisan kali ini tiang bisa bertatap muka langsung dengan krama, saat krama tiang disini melaksanakan Yadnya. Tiang di Pemkab Tabanan memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, baik kepada Bendesa, Manggala Karya dan krama disini di kala telah menunjukkan bhakti kepada Ida Sesuhunan dan juga cerminan pelestarian tradisi, seni, adat, agama dan budaya yang ada,” ujar Sanjaya saat menghadiri Karya krama Lalanglinggah.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1945

Atas kekompakan dan semangat gotong-royong krama yang bahu-membahu mewujudkan pembangunan, Sanjaya mengatakan kehadiran pihaknya beserta jajaran merupakan sebuah kewajiban guna memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat. Terlebih, pembangunan yang dilakukan krama sangat selaras dengan visi Pemkab Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, dalam bidang pelestarian tradisi, seni, adat, agama dan budaya.

“Krama kita disini sudah sangat berkontribusi dalam mewujudkan visi menuju Tabanan Era Baru dalam bidang pelestarian Tradisi Adat, Agama dan Budaya yang ada. Untuk mewujudkan masyarakat yang Aman, Unggul dan Madani, inilah tugas kita di Pemkab Tabanan, satu sebagai pengayom, dua sebagai Guru Wisesa, tiga sebagai Murdaning Jagat. Di kala semeton tiang kompak bersatu membangun Karya, kami wajib hadir di tengah masyarakat bersama-sama berkontribusi agar Yadnya ini memargi antar labda karya sida sidaning don,” imbuh Sanjaya.

Sementara, Manggala Karya di masing-masing Desa Adat mewakili seluruh kramanya, menyampaikan apresiasi kepada Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif atas perhatian dan dukungan kepada pihaknya. Seperti yang dikatakan oleh I Wayan Sukadana selaku Manggala Karya Ngenteg Linggih Desa Adat Lalanglinggah, menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif yang dikatakannya sangat bermanfaat bagi krama Desa Adat Lalanglinggah.

“Untuk diketahui, Pura Pengasahan ini diempon oleh 320 KK pengempon, menghaturkan swasti prapta, menghaturkan rahajeng semeng dan suksma ring manah, ritatkala Bupati beserta jajaran dan pihak legislatif sudah berkenan menghadiri kegiatan kami. Tadi juga Bupati dan jajaran beserta pihak legislatif dan krama juga telah bersama-sama mendoakan Karya ini. Suksma pisan atas kehadiran dan perhatian serta dukungannya selama ini,” ujarnya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Hadiri HUT Ke-21 Baladika Bali

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya Dorong Penerapan E-Katalog Menyeluruh pada Perangkat Daerah di Tabanan

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  Wujudkan Harmonisasi, Bupati Sanjaya Berbagi Kasih di Gereja Immanuel Tabanan

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Bupati Komang Sanjaya Laksanakan Persembahyangan Mohon Kerahayuan Jagat

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca