Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kapolri Luncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Permudah Akses Layanan Kesehatan Pekerja

BALIILU Tayang

:

Kartu Bhayangkara
LUNCURKAN KARTU: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi pekerja di seluruh Indonesia dalam rangkaian kegiatan Puncak Bakti Kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi pekerja di seluruh Indonesia. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung kesejahteraan buruh melalui kemudahan akses layanan kesehatan. Peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh dilakukan dalam rangkaian kegiatan Puncak Bakti Kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengatakan bahwa melalui program tersebut para pekerja dapat memperoleh akses layanan kesehatan di Rumah Sakit Polri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Polri memberikan berbagai layanan kesehatan di Rumah Sakit Polri yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga dapat diakses dengan lebih mudah oleh para buruh, ujar Kapolri.

Kapolri menegaskan, Polri akan terus memperkuat sinergi dengan kalangan pekerja melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi buruh dan keluarganya. Menurutnya, dukungan kepada pekerja tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan perlindungan ketenagakerjaan, tetapi juga melalui pelayanan sosial dan kesehatan yang dapat dirasakan secara nyata.

“Kami ingin memastikan kehadiran Polri dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk para pekerja yang menjadi salah satu elemen penting dalam pembangunan nasional,” ungkap Kapolri.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyambut baik peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh. Ia menilai program tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi pekerja yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sangat membantu buruh yang ingin berobat ke Rumah Sakit Polri di seluruh Indonesia. Kartu ini menjadi hal yang luar biasa bagi buruh,” kata Andi Gani.

Baca Juga  Korlantas Polri Buat Rancangan Peraturan TAA untuk Kurangi Fatalitas Korban Lalin

Melalui program ini, Polri berharap akses layanan kesehatan bagi pekerja dapat semakin mudah dan merata, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Polri dan kalangan buruh dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Ketut Kariyasa: Tak Ada Alasan Lagi Tunda Pembahasan RUU Masyarakat Adat

Published

on

By

Anggota Baleg DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana mengikuti Kunjungan Kerja Baleg DPR RI di Jayapura, Provinsi Papua.
KUNKER: Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI I, Ketut Kariyasa Adnyana saat mengikuti Kunjungan Kerja Baleg DPR RI di Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (7/8/2026). (Foto : dpr.go.id)

Jayapura, papua, baliilu.com – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menegaskan tidak ada lagi alasan untuk menunda penyelesaian pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat. Menurutnya, regulasi tersebut sangat dibutuhkan untuk memberikan kepastian hukum, perlindungan hak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat di seluruh Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketut saat mengikuti Kunjungan Kerja Baleg DPR RI dalam rangka penyusunan RUU Masyarakat Adat di Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (7/8/2026).

“Kita tidak memiliki alasan lagi untuk menunda lahirnya RUU Masyarakat Adat. Perbedaan pandangan mengenai masyarakat adat dan masyarakat hukum adat dapat dibahas dalam proses legislasi, tetapi yang paling penting adalah bagaimana undang-undang ini memberikan kepastian hukum, perlindungan hak, dan kesejahteraan bagi masyarakat adat,” tegas Ketut dikutip dari laman dpr.go.id.

Ia menilai masyarakat adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia. Bahkan, keberadaan masyarakat adat telah ada jauh sebelum negara berdiri sehingga negara memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengakuan dan perlindungan yang memadai melalui regulasi yang komprehensif.

“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana mengembalikan hak-hak masyarakat adat sebagai bagian dari karakter bangsa. Masyarakat adat sudah ada sebelum negara ini berdiri, sehingga keberadaannya harus dihormati dan dilindungi,” ujarnya.

Ketut mengakui hingga kini masih banyak persoalan yang dihadapi masyarakat adat, mulai dari konflik tanah ulayat, lemahnya kepastian hukum atas hak-hak adat, hingga masuknya investasi yang tidak selalu memberikan perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat adat.

“Masih ada masyarakat adat yang kehilangan kepastian atas hak-haknya, termasuk ketika investasi masuk ke wilayah adat. Karena itu, negara harus hadir memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan agar masyarakat adat tidak menjadi pihak yang dirugikan,” katanya.

Baca Juga  Netizen Penasaran 'Untuk Apa Robot Polisi', Ini Jawabannya

Menurut legislator Fraksi PDI-Perjuangan tersebut, penguatan masyarakat adat juga berarti menjaga karakter bangsa yang dibangun di atas keberagaman budaya dan adat istiadat. Ia mencontohkan Bali sebagai daerah yang mampu menjaga harmoni sosial karena keberadaan lembaga adat yang tetap kuat dan hidup di tengah masyarakat.

Masukan serupa juga disampaikan Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Jayapura. Dalam forum tersebut, AMAN menegaskan bahwa RUU Masyarakat Adat perlu memberikan pengakuan yang lebih kuat terhadap hak ulayat, wilayah adat, serta memastikan setiap investasi maupun pemanfaatan sumber daya alam memperoleh persetujuan masyarakat adat melalui mekanisme Free, Prior and Informed Consent (FPIC). Selain itu, RUU juga diharapkan memperkuat perlindungan terhadap hutan, laut, dan ruang hidup masyarakat adat tanpa mengurangi kekhususan yang telah diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.

AMAN Jayapura juga memandang pengakuan masyarakat adat harus dilakukan secara partisipatif dengan menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama. Pengakuan tersebut mencakup kepastian terhadap wilayah adat, hak ulayat, struktur kelembagaan adat, serta hukum adat yang masih hidup di tengah masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lepas Peserta Jambore Nasional 2026, Gus Bem: Banggalah Jadi Warga Gianyar

Published

on

By

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Gianyar Gus Bem melepas peserta Jambore Nasional 2026 di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar
LEPAS PESERTA JAMNAS: Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gianyar menggelar Pemberian Tanda Pramuka Penggalang Garuda sekaligus Pelepasan Peserta Jambore Nasional Tahun 2026 di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Sabtu (8/8). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gianyar menggelar Pemberian Tanda Pramuka Penggalang Garuda sekaligus Pelepasan Peserta Jambore Nasional Tahun 2026 di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Sabtu (8/8). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para Pramuka Penggalang yang berhasil mencapai predikat Penggalang Garuda sekaligus melepas peserta yang akan mewakili Kwarcab Gianyar dalam Jambore Nasional 2026.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama atau yang akrab disapa Gus Bem, menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang menerima Tanda Pramuka Penggalang Garuda. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta dukungan dari para pembina dan orang tua.

“Atas nama Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gianyar, saya mengucapkan selamat kepada adik-adik yang hari ini menerima Tanda Pramuka Penggalang Garuda. Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta bimbingan para Pembina dan dukungan penuh dari orang tua,” ujarnya.

Gus Bem berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi sebuah pencapaian, tetapi juga menjadi motivasi bagi para Pramuka Penggalang untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga sikap, serta menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Kepada peserta yang akan mengikuti Jambore Nasional 2026, Gus Bem berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana belajar, memperluas wawasan, membangun persahabatan, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Gianyar.

“Kesempatan ini adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah untuk mewakili Gianyar. Tunjukkan semangat persaudaraan, disiplin, kemandirian, dan karakter Pramuka yang sejati. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar, memperluas wawasan, menjalin persahabatan dengan Pramuka dari seluruh Indonesia, serta membawa nama baik Kabupaten Gianyar,” pesannya.

Baca Juga  Kompolnas: Pembubaran Diskusi di Kemang Harus Diusut Tuntas

Lebih lanjut, Gus Bem berpesan agar seluruh peserta mampu membawa nama besar Gianyar selama mengikuti Jambore Nasional. Ia meminta para peserta menunjukkan karakter sebagai generasi muda yang membanggakan serta menjunjung tinggi nilai kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Di Jambore Nasional nanti, bawalah nama besar Gianyar. Jadilah anak-anak yang membanggakan dan tunjukkan bahwa kalian adalah generasi muda serta warga Gianyar yang memiliki karakter, disiplin, semangat, dan tanggung jawab,” lanjutnya.

Ia juga mengajak para peserta untuk melihat berbagai perkembangan pembangunan di Kabupaten Gianyar sebagai motivasi untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus. Menurutnya, pemerintah terus memberikan perhatian terhadap berbagai sektor yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kita patut bersyukur karena Gianyar terus bergerak. Pelayanan kesehatan terus kita hadirkan, termasuk kesehatan gratis bagi masyarakat. Infrastruktur kita juga terus menggeliat, dan pendidikan menjadi salah satu fokus pemerintah. Semua ini harus menjadi semangat bagi generasi muda untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus,” ungkapnya.

Gus Bem juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pembina, pelatih, orang tua, serta seluruh pihak yang telah berperan dalam proses pembinaan dan persiapan peserta. Menurutnya, keberhasilan para Pramuka Penggalang hingga mampu mencapai prestasi dan kesiapan mengikuti Jambore Nasional tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama seluruh pihak.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Jambore Nasional dapat berjalan lancar dan aman, serta memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

“Jadikan Jambore Nasional sebagai pengalaman berharga. Banggalah menjadi warga Gianyar, jaga nama baik daerah, dan kembalilah dengan membawa ilmu, pengalaman, dan semangat baru yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan Gianyar,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Kecelakaan Beruntun KM 58 Tol Jakarta-Cikampek

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kobarkan Jiwa 45, 19 Regu Gerak Jalan Buleleng Rebutkan Hadiah Rp 405 Juta

Published

on

By

Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. melepas peserta Lomba Gerak Jalan 45 Kilometer Tingkat Dewasa Putra di Lapangan Sepak Bola Desa Celukan Bawang.
LEPAS LOMBA: Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. saat melepas lomba Gerak Jalan 45 Kilometer Tingkat Dewasa Putra pada Sabtu (8/8/2026) malam. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali memicu semangat patriotisme generasi muda melalui pelepasan Lomba Gerak Jalan 45 Kilometer Tingkat Dewasa Putra pada Sabtu (8/8/2026) malam. Berlokasi di Lapangan Sepak Bola Desa Celukan Bawang, ajang bernilai sejarah tinggi ini resmi dibuka langsung oleh Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG.

Lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini mengusung tema besar “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Kegiatan yang didanai penuh oleh APBD Kabupaten Buleleng Tahun 2026 tersebut diikuti oleh 19 regu pilihan. Angka tersebut terbagi dalam dua kelompok kompetisi, yakni Kategori Pelajar sebanyak 14 regu dan Kategori Umum sebanyak 5 regu.

Dalam sambutannya, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menegaskan pentingnya memaknai kemerdekaan bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia mengingatkan seluruh hadirin bahwa kemerdekaan Indonesia diraih atas pengorbanan, doa, dan air mata para pahlawan bangsa.

“Peristiwa bersejarah yang diproklamasikan 81 tahun lalu hendaknya tidak sekadar menjadi seremonial biasa, melainkan momentum untuk memperkuat rasa nasionalisme dan jiwa patriotisme di tengah masyarakat,” tegas Bupati Sutjidra di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Sutjidra menyoroti peran vital pemuda Buleleng sebagai tulang punggung masa depan daerah. Ia mengimbau generasi muda untuk menjadikan ketahanan fisik dan mental dalam ajang gerak jalan ini sebagai refleksi perjuangan dalam mengisi kemerdekaan melalui kedisiplinan dan proses belajar yang berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh pemuda untuk terus mengembangkan diri melalui proses belajar dan kedisiplinan yang dilandasi semangat Jiwa 45, serta menyatukan langkah untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera berlandaskan kearifan lokal Tri Hita Karana,” tutur Sutjidra.

Baca Juga  KWGI Apresiasi Polri dan TNI atas Dedikasi Selama Perayaan Natal dan Tahun Baru

Guna memacu daya juang para peserta, Ketua Panitia Lomba Gerak Jalan 45 Km, Putu Ariadi Pribadi, S.STP, M.A.P., melaporkan bahwa panitia menyiapkan total hadiah bernilai fantastis. Total dana yang disiapkan mencapai ratusan juta rupiah untuk mengapresiasi keikutsertaan para peserta.

“Hadiah total yang diperebutkan dalam lomba gerak jalan 45 Km Tingkat Dewasa Putra tahun ini, termasuk dana pembinaan, adalah sebesar Rp 405.000.000 (empat ratus lima juta Rupiah),” ungkap Putu Ariadi Pribadi.

Seluruh regu akan menempuh rute menantang sepanjang 45 kilometer yang terbagi ke dalam tiga etape utama, dimulai dari Celukan Bawang, melintasi wilayah Seririt, Pantai Lovina, dan berakhir di titik finish Depan GOR Bhuwana Patra Singaraja. Sebelum melepas bendera start, Bupati Sutjidra berpesan agar seluruh peserta menjaga stamina dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas sepanjang rute perlombaan.

Peserta nomor dada 1 dari SMAN 1 Seririt berkesempatan memulai lomba gerak jalan 45 km dengan pengibasan bendera start oleh Bupati Buleleng kemudian peserta penutup nomor dada 19 dari Pasikian Yowana Kecamatan Kubutambahan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca