Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Tabanan Gelar Lomba Barong Bangkung Se-Bali 

Bupati Sanjaya Bangga dan Bersyukur Miliki Generasi Muda yang Mampu Berkontribusi dalam Pelestarian Tradisi dan Budaya Adiluhung Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

barong bangkung
LOMBA BARONG BANGKUNG: Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, saat menghadiri pagelaran lomba Barong Bangkung se-Bali yang digelar di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Sanjaya Tabanan, Jumat (11/10). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Barong Bangkung adalah salah satu jenis tari Barong yang merupakan bagian penting dari budaya dan tradisi Bali. Untuk melestarikan budaya dan tradisi Bali serta mempromosikan seni pertunjukan unik ini kepada wisatawan dan masyarakat luas, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dukung penuh pagelaran lomba Barong Bangkung se-Bali yang digelar di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Sanjaya Tabanan, Jumat (11/10).

Dukungan tersebut ditunjukkan orang nomor satu di Tabanan dengan menghadiri langsung kegiatan lomba yang dimulai dari pukul 13.00 Wita tersebut hingga usai. Bupati yang saat itu didampingi anggota Komisi IV DPR RI, Ketua DPRD Bali, Ketua DPRD Tabanan beserta beberapa anggotanya, Tjokorda Anglurah Tabanan, dan Kepala OPD terkait, menikmati pertunjukan tari Barong Bangkung yang dipentaskan oleh puluhan Sekaa Barong Bangkung yang sangat energik dan atraktif.

Sebanyak 12 Sekaa Barong Bangkung yang mengikuti perlombaan, baik dari Tabanan maupun luar Tabanan, dimana dari sekian sekaa tersebut didominasi oleh para generasi muda usia belasan tahun. Lomba ini juga dapat menjadi sarana hiburan bagi masyarakat dan pendidikan bagi generasi muda tentang warisan budaya Bali. Terbukti, pertunjukan itu mampu mengundang decak kagum serta mendapat apresiasi dari ribuan penonton yang memadati area GWS saat itu. 

Selaku pemerintah, Bupati Sanjaya mengaku sangat bangga dan bersyukur memiliki generasi muda yang penuh kreasi dan inovasi, terlebih, mampu berkontribusi dalam pelestarian tradisi dan budaya adiluhung Bali. “Ketika melihat Barong Bangkung, saya selalu teringat, bahwa Barong Bangkung ini kita pentaskan pertama kali di Tabanan tahun 2002 yang saat itu Bapak Adi Wiryatama sebagai Bupati. Saya waktu itu audiensi dengan beliau minta dilaksanakan festival Barong Bangkung pertama di Bali, ada di Tabanan, tahun 2002. Sudah 21 tahun yang lalu,” kenang Sanjaya. 

Baca Juga  Sikat Praktik Nomine dan Alih Fungsi Lahan, Gubernur Koster Berlakukan Perda 4/2026, Sanksi Pidana Menanti Pelanggar

Hal ini dikatakan Sanjaya tiada lain agar lebih mudah mengorganisir para sekaa yang terdiri dari banyak komunitas. “Harus ada wadah atau lembaga, sehingga pemerintah gampang membantu dan tidak tumpang tindih. Seperti sekarang ini membuat kegiatan festival ini, sehingga ke depan bisa membuat festival-festival serupa secara bergantian dan nampak bagus. Astungkara ke depan ada forum yang mewadahi sekaa Barong di Tabanan atas inisiasi Pemkab Tabanan melalui Dinas Kebudayaan,” imbuh Sanjaya. 

Begitu perhatiannya terhadap tradisi dan budaya adiluhung Bali, Bupati Sanjaya menginisiasi kegiatan tersebut hingga menjadi seperti sekarang. Apalagi Tabanan merupakan salah satu Kabupaten di Bali yang memiliki begitu banyak maestro seni, sehingga kegiatan seni dalam rangka pelestarian tradisi dan budaya yang ada, akan selalu mendapat dukungan dari Bupati dan jajaran. Pihaknya juga berharap agar seluruh sekaa Barong di Tabanan membentuk suatu organisasi maupun forum yang menyatukan para sekaa. 

Salah satu peserta lomba, I Putu Gede Dharma Utama dari Sekaa Demen Menawaratna Kapal, mengatakan sangat berbahagia bisa turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Tujuan tiang ikut festival ini adalah turut berpartisipasi karena tergugah akan bangkitnya kesenian Bali. Harapan kedepannya, semoga masyarakat Bali selalu melestarikan tradisi ngelawang ini, karena dengan adanya ngelawang ini, hari raya Galungan dan Kuningan yang utama itu menjadi lebih ramai, lebih meriah. Kalau tidak ada barong, suasana itu terasa kurang,” pungkasnya. 

Demikian juga halnya seperti yang dituturkan oleh I Gede Agustina Yoga Putra selaku Panitia, selain ditujukan sebagai wahana adu bakat antar-Sekaa Barong serta pelestarian budaya dan tradisi Bali, lomba ini juga ditujukan untuk menyemarakan hari raya Galungan dan Kuningan serta memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI tahun 2023, juga Hari Ulang Tahun Komunitas Seni Bangkal Ganas. Pihaknya juga berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan euforia untuk meningkatkan kesenian di Tabanan, khususnya Barong Bangkung semoga semakin hebat dan jaya. (gs/bi)

Baca Juga  Sebagai Barometer Pariwisata Dunia, Munas I Septindo Digelar di Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Penuhi Target, Bupati Sanjaya Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Harganas Provinsi Ke-30

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Gubernur Koster Bangun 14 SMA/SMK Baru di Bali dengan Anggaran Rp 364 Milyar

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Pariwisata Berangsur Pulih, Kinerja Penjualan Eceran Bali Terus Meningkat

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca