Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara ‘’Tawur Balik Sumpah’’ di Pura Kahyangan Dalem Desa Adat Petang

BALIILU Tayang

:

Tawur Balik Sumpah Petang
TAWUR BALIK SUMPAH: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Tawur Balik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih lan Tawur Agung, Ngusaba Dalem di Pura Kahyangan Dalem Desa Adat Petang, Senin (11/9). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Tawur Balik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih lan Tawur Agung, Ngusaba Dalem di Pura Kahyangan Dalem Desa Adat Petang, Senin (11/9).

Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua DPRD yang diwakili oleh Anggota DPRD Badung Dapil Petang I Gst Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, Penglingsir Puri Agung Petang lan Puri Agung Carangsari, Kadis Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwitha, Camat Petang AA Ngr Raka Sukaeling serta unsur Tripika Kecamatan Petang, Perbekel Desa Petang I Dewa Gede Usadi dan Perbekel se-Kecamatan Petang, Bendesa Adat se-Pemaksan Pucak Tedung dan Bendesa Adat Pangsan serta tokoh masyarakat setempat.

Upacara ini dipuput oleh Ida Peranda Gede Griya Kemenuh Gianyar, Ida Peranda Griya Budha Saraswati Taman Sari Batuan Sukawati Gianyar dan Ida Rsi Bujangga Griya Anyar Sari Sembung Badung.

Sebagai bentuk Ngastiti Bhakti Ring Ida Betara, Bupati Badung membantu dana upacara sebesar Rp. 2 miliar serta secara pribadi mepunia sebesar Rp. 25 juta.

Dalam sembrama wecananya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengucapkan rasa syukur kepada Ida Hyang Widhi Wasa dan Ida Betara Betari yang berstana di Pura Kahyangan Dalem semoga semuanya diberi keselamatan dan kerahayuan dalam melaksanakan upacara ini. Dan semoga karya ini berjalan lancar sida sidaning don nemu labda karya, paripurna lan swadarma ring Kahuripan, serta mari secara bersama-sama ngrastiti bakti, semoga Ida memberikan jalan dan anugrah yang baik bagi semua warga masyarakat Desa Adat Petang dalam melaksanakan upacara seperti sekarang ini.

“Upacara ini dapat dikatakan utamaning utama untuk mengingatkan kepada generasi penerus upacara Ngusaba Dalem ini, wenang bendesa adat/prawartaka karya untuk membuatkan Prasasti karena upacara utamaning utama ini kalaksanayang nyabran 30 tahun sekali. Diharapkan untuk upacara utama ini agar dudonan karya harus benar sama seperti anak-anak masuk ke sekolah, harus dari PAUD ke TK baru SD, setelah itu SMP, SMA dan seterusnya dan tingkatan seperti itu yang utama diharapkan,” jelas Bupati Giri Prasta.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Badung, Bupati Giri Prasta Minta Seluruh OPD Cermati, Pahami dan Laksanakan Rekomendasi Dewan

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta, mengatakan dalam pelaksanaan pujawali ini dapat dikatakan Puja itu dilaksanakan oleh Sulinggih bersama Pemangku sedangkan Walinya dilaksanakan oleh welaka, ada Sekaa Gong, Pesantian, Topeng Sidakarya, tari Rejang lan Renteng itu yang dimaksud pujawali. “Diharapakan agar dudonan ini benar dan mautama dan sudah benar dan mautama ini yang dimaksud upacara, upakara lan uparengga itu sarana dan taksu jagat Bali yang mautama. Setelah itu diharapkan juga masyarakat semua untuk bersatu dalam melaksanakan upacara seperti ini karena dengan bersatu setengah perjuangan akan berhasil serta dengan bersatu kita bisa membuatkan jembatan emas untuk generasi ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu Manggala Karya I Made Sukawana, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Murdaning Jagat Badung bersama undangan lainnya atas kehadiran ikut ngrastiti bakti. Dilaporkan upacara Utamaning Utama Tawur Balik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas lan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih lan Tawur Agung, Ngusaba Dalem, Pura Kahyangan Dalem, Nemuning Rahina Buda Wage Merakih Pinanggal 20 September 2023 yang akan datang. Karya ini dipuput oleh 30 sulinggih dan upacara ini medasar 3 Kerbau, Wewalungan Suku 4, Kuku 2 semua berisi dan memakai Bebangkit 108 soroh.

“Upacara ini dimulai pada tanggal 8 Februari diawali dengan nyukat genah, tanggal 4 Mei nancep sanggar tawang, mari suda bumi, surya candra naga, pengrasa karya, pada tanggal 8 Mei nyengker setra, dan hari ini (11/9) kalaksanayang upacara Tawur Balik Sumpah, Rsi Gana, Melaspas lan Mendem Pedagingan, dan Puncak Piodalan pada tanggal 20 September, Penyineban tanggal 1 Oktober 2023,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Rangkaian Mepeed dan Persembahyangan Bersama, Bupati Sanjaya Perkuat Kebersamaan Jajaran Pemkab Tabanan

Published

on

By

Sanjaya Ikuti Mepeed Pujawali Tri Kahyangan Tabanan
MEPEED: Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Nuansa kebersamaan dan keharmonisan mewarnai rangkaian Upacara Pujawali ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dipimpin Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengikuti Mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9). Kegiatan berlangsung di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan dan dilanjutkan ke Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

Tradisi Mepeed yang diikuti jajaran Pemkab Tabanan dan juga ratusan pegawai yang berjalan bersama dalam satu rangkaian menuju tempat persembahyangan tersebut, tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam menjaga hubungan sosial serta nilai-nilai adat dan budaya di tengah masyarakat. Kehadiran bersama dalam rangkaian tersebut mencerminkan semangat gotong-royong sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan beserta istri, Sekda Tabanan beserta istri, Asisten III, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel Delod Peken, Bendesa Adat Kota Tabanan, serta para pegawai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Persembahyangan bersama yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memanjatkan doa bersama. Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa kehadiran dalam rangkaian pujawali merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memohon kerahayuan bagi seluruh masyarakat.

“Tujuan kami ngaturang ayah di pemerintah daerah ini adalah bagaimana kita bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan sesuai dengan visi dan misi yang sudah dicanangkan oleh bapak gubernur dan juga Pemkab Tabanan, aktualisasi dari visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita ajak pemerintah bersama jajaran ngayah, mepeed, nari rejang, menggambel di sini, kita ikut peran serta sehingga terjalin kebersamaan bagaimana kita kompak antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan desa adat sejebag Kabupaten Tabanan, rahayu,” ungkapnya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Ikuti Vidcon Pengarahan Presiden Terkait Penanganan Covid-19

Mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat, Bupati Sanjaya dan jajaran kemudian melanjutkan persembahyangan dari Pura Puseh Desa Bale Agung menuju Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan. Rangkaian tersebut berlangsung penuh kekhusyukan sebagai wujud shrada bhakti sekaligus doa bersama untuk kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian Karya di Pura Dalem Penataran Sari Banjar Pekandelan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Ngayah Nyangging di Pura Penataran Sari
NGAYAH NYANGGING: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, saat ngayah nyangging serangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis (17/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, melaksanakan ngayah nyangging serangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih di Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Adat Denpasar, Kamis (17/9).

Kegiatan ngayah tersebut merupakan bentuk partisipasi dan kepedulian Walikota Denpasar dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat di tengah masyarakat. Kehadiran Walikota juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan krama adat serta masyarakat Kota Denpasar.

Serangkaian karya di Pura Dalem Penataran Sari tersebut turut dirangkaikan dengan pelaksanaan upacara metatah yang diikuti 45 orang dan menek kelih diikuti 5 orang. Prawartaka Karya, I Wayan Arya, menyampaikan bahwa rangkaian karya dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong seluruh krama. Pelaksanaan metatah dan menek kelih yang dirangkaikan dalam karya tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga serta melestarikan adat dan tradisi Bali.

Walikota IGN Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya keagamaan dan adat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi, budaya, serta nilai-nilai kebersamaan masyarakat Bali.

“Melalui pelaksanaan karya seperti ini, kita tidak hanya menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjaga adat, tradisi dan budaya Bali agar tetap lestari serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jaya Negara.

Ia juga mengapresiasi semangat krama Banjar Pekandelan dan Desa Adat Denpasar yang secara bersama-sama menyukseskan rangkaian karya, termasuk pelaksanaan metatah massal dan menek kelih.

“Kebersamaan dan gotong-royong seperti ini menjadi kekuatan dalam menjaga adat dan budaya Bali. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi seluruh krama,” tambahnya.

Pelaksanaan karya berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, dengan melibatkan krama serta masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan upacara. (eka/bi)

Baca Juga  Hadiri Peresmian Puri Adhyaksa Bali, Bupati Giri Prasta Siap Dukung Kejati Bali Dalam Pelayanan Publik

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung “Ngupasaksi Karya Utama” di Pura Dalem Kahyangan Tuban

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Tanda Tangani Prasasti Karya Pura Tuban
TANDA TANGAN PRASASTI: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti menandatangani prasasti karya saat menghadiri sekaligus ngupasaksi upacara Melaspas di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri sekaligus ngupasaksi upacara Melaspas, Nyusun Pedagingan, Mecaru Manca Rupa, dan Rsi Gana di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9). Upacara ini merupakan rangkaian dari Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Manawa Ratna, Tawur Balik Sumpah Utama yang puncak karyanya dipimpin Yadnyamana Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijayananda pada 26 September 2026.

Dalam prosesi tersebut, Bupati Adi Arnawa naik ke Padmasana setinggi 12 meter untuk ngunggahang kwangen, menandatangani prasasti pura. Bupati mendoakan agar karya berjalan sida sidaning don labda karya dan sida paripurna demi kerahayuan jagat Badung dan Bali, serta berharap krama Tuban tetap menjaga persatuan dengan semangat sagilik saguluk, salunglung sabayantaka.

“Kebersamaan ini penting untuk menjaga Desa Adat Tuban yang menjadi gerbang pertama pariwisata Bali melalui jalur udara. Melarapan subakti, kita memohon kelancaran dalam menata Badung menjadi lebih nyaman dan berdoa agar PAD meningkat sehingga semakin banyak program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Adi Arnawa.

Pemkab Badung menegaskan komitmen melakukan penataan akses menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai guna mengurangi kemacetan.

Sementara itu, Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra, mengungkapkan bahwa pemugaran Pura Dalem Kahyangan didanai melalui hibah Pemkab Badung TA 2025 sebesar Rp 15,9 miliar pada APBD induk. Namun, karena dana tersebut hanya untuk fisik bangunan pura, kas desa adat harus mengeluarkan biaya mandiri hingga hampir Rp 9 miliar, sehingga total pembangunan diperkirakan mencapai Rp 25 miliar.

Prosesi upacara sendiri telah dimulai sejak 1 Agustus 2026 yang diawali dengan Pemarisuda Bumi, Pecaruan, hingga Melaspas Tetaring. Rangkaian akan memuncak pada Purnamaning Kapat, Sabtu Umanis Bala, 26 September 2026, dilanjutkan penganyaran selama empat hari, dan prosesi sineb pada 30 Oktober 2026 yang ditutup ritual Nyegara Gunung.

Mendra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas hibah besar dari Pemkab Badung, meski ia berharap dukungan ke depan terus ditingkatkan karena kebutuhan belum sepenuhnya tercukupi. Ia juga berharap pemerintah daerah serta PT. Angkasa Pura Indonesia memberikan perhatian lebih pada Desa Adat Tuban sebagai beranda depan dan belakang Bali.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Ikuti Vidcon Pengarahan Presiden Terkait Penanganan Covid-19

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah Anggota DPRD Badung Dapil Kuta seperti I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana, I Wayan Puspa Negara, dan I Made Sada. Hadir pula Camat Kuta I Made Agus Suantara, Majelis Desa Adat, Lurah Tuban, unsur TNI-Polri, manajemen PT Angkasa Pura Indonesia, BBMKG Wilayah III, serta jajaran Jasa Marga Bali Tol. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca