Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tingkatkan Pengetahuan Diabetes, Unud Bekerja Sama dengan Yamaguchi University Gelar Kuliah Tamu

President of Yamaguchi University Prof. Yukio Tanizawa, M.D., Ph.D.: Jika Memiliki Lebih Banyak Gen Diabetes, Harus Memperbaiki Gaya Hidup, Mencegah Obesitas dan Lebih Banyak Berolahraga

Loading

BALIILU Tayang

:

unud
KULIAH TAMU: Universitas Udayana melalui Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unud bekerja sama dengan Yamaguchi University pada Kamis, 14 September 2023 menyelenggarakan kuliah tamu bertempat di RS Unud, Jimbaran, Badung, Bali. (Foto: gs)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Universitas Udayana melalui Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unud bekerja sama dengan Yamaguchi University pada Kamis, 14 September 2023 menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema Recent Advances in Diabetes Clinical Practice and Reaserch, bertempat di Rumah Sakit Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali.

Kuliah tamu menghadirkan President of Yamaguchi University Prof. Yukio Tanizawa, M.D., Ph.D. didampingi Prof. Tetsuji Umaba sebagai Professor Faculty of Economics Yamaguchi University, Hiroyuki Tanaka sebagai Directur International Exchange Division, dan Masahiro Ueda sebagai International Planning Section, International Echange Division.

unud
President of Yamaguchi University Prof. Yukio Tanizawa, M.D., Ph.D. (kanan) bersama moderator Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD. (Foto: gs)

Dari Universitas Udayana hadir Dekan Fakultas Kedokteran Unud Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes., Direktur Utama RS Unud Prof. Dr. dr. Dewa Putu Gede Purwa Samatra, Sp.N (K), para direktur, para kabag/kabid, para Ketua KSM, para Kepala Instalasi di bawah Direktorat Pelayanan Medik dan Keperawatan, para Kepala Ruangan Keperawatan, seluruh Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSPTN Unud dengan moderator Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD. Kegiatan Kuliah Tamu ini sekaligus dalam rangka memeriahkan perayaan Dies Natalis ke-61 Universitas Udayana dengan tema ‘‘Membangun Sinergi Menciptakan Prestasi‘‘.

dirut
Dirut RSPTN Unud Prof. Dr. dr. Dewa Putu Gede Purwa Samatra, Sp.N (K). (Foto: gs)

Pada kesempatan itu, Dirut RSPTN Unud Prof. Dr. dr. Dewa Putu Gede Purwa Samatra, Sp.N (K), dalam sambutannya menyampaikan atas nama civitas hospitalia RS Unud, pihaknya menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya. Saat ini, RS Unud berupaya untuk menghasilkan tenaga kesehatan terbaik, pengembangan ilmu pengetahuan atau pun pemanfaatannya yang nantinya akan diakui oleh internasional.

Dalam rangka pencapaian visi tersebut, RS Unud bersama Universitas Udayana aktif dalam membangun jejaring dan menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca Juga  ‘’Medical Educating and Learning’’, Wujud Pengabdian BEM FK Unud
unud
Para delegasi Yamaguchi University bersama undangan dari Universitas Udayana melakukan sesi foto bersama. (Foto: gs)

‘’Kami berharap kehadiran Prof. Tanizawa dan timnya untuk memberikan kuliah umum dan tur rumah sakit di RSPTN Unud dapat menjadi jembatan untuk menjalin kerja sama guna meningkatkan sumber daya manusia serta pengembangan pendididkan bagi mahasiswa di lingkungan Universitas Udayana,’’ ucap Dirut RS Unud.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unud Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes. Dalam sambutannya Prof. Putra Pinatih mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Prof. Tanizawa bersama seluruh delegasi yang telah mengunjungi Universitas Udayana dan RSPTN Unud.

dekan fk unud
Dekan Fakultas Kedokteran Unud Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes. (Foto: gs)

Kunjungan dari Universitas Yamaguchi merupakan kesempatan bagi RS Unud untuk meningkatkan dan memperkuat kapasitasnya. ‘’Karena ini rumah sakit akademik, maka kualitasnya tidak hanya pada pelayanan tapi juga pendidikan. Kunjungan Yamaguchi University adalah kesempatan besar bagi kami untuk dapat berdiskusi dan menyusun proyek kerja sama baik dalam bidang akademis maupun penelitian sehingga kami dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas,’’ ujar Dekan Prof. Putra Pinatih.

Mengawali kuliah umum, Moderator Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD memaparkan bahwa Prof. Tanizawa selaku pakar diabetes berbicara tentang pengetahuan ilmiah terkini tentang diabetes khususnya di bidang klinis dan juga riset. Untuk diketahui riset diabetes di Jepang telah jauh lebih berkembang daripada di Indonesia. Begitu banyak penelitian di Jepang yang diadaptasi sebagai penggunaan klinis di negara Indonesia.

unud
President of Yamaguchi University Prof. Yukio Tanizawa, M.D., Ph.D. (Foto: gs)

Selanjutnya President of Yamaguchi University Prof. Yukio Tanizawa, M.D., Ph.D. memaparkan bahwa komplikasi kronis pada penderita diabetes seperti retinopathy (penyakit mata), nephropathy (penyakit ginjal), dan neuropathy (penyakit saraf). Selain itu, masalah spesifik pada penderita diabetes yaitu penyakit makrovaskuler lainnya dan penyakit aterosklerotik seperti serangan jantung, mild cardiac infarction, dan stroke tiga sampai lima kali lebih tinggi pada penderita diabetes dibandingkan dengan mereka yang bukan penderita diabetes.

Baca Juga  Penandatanganan Kontrak Beasiswa Unggulan Wilayah Bali di Unud

Oleh karena itu, Prof. Yukio Tanizawa menegaskan sangat penting untuk mencegah komplikasi kronis ini dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Di Jepang, katanya, saat ini masa hidup pasien diabetes sudah hampir sama dengan mereka yang bukan penderita diabetes sehingga merupakan kabar baik bagi pasien diabetes. Jika mempersiapkan diri dengan tepat, maka penderita diabetes dapat memiliki jangka hidup yang baik dan kualitas hidup yang baik serta dapat mencegah komplikasi.

‘’Yang penting tetap melanjutkan pengobatan dan memonitor sendiri seberapa baik atau buruk diabetes dan bagaimana glukosa diabetes. Itu sangat penting,’’ ujar Prof. Yukio.

Dipaparkan, rata-rata harapan hidup masyarakat Jepang pada umumnya adalah 90 tahun dan pasien diabetes juga mendekati usia tersebut. Di masa lalu, orang mengatakan pasien dengan diabetes memiliki masa hidup 10 tahun lebih pendek dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes, dan hal tersebut tidak sepenuhnya benar saat ini. Namun jika tidak mengobati diabetes dengan tepat, akan ada banyak komplikasi yang dapat memperpendek masa hidup.

Terkait pemicu diabetes karena komponen genetiknya, maka tidak bisa menguranginya tapi kita bisa mengidentifikasi seberapa besar risiko yang kita miliki secara genetik dan dengan cara itu kita bisa mencegah berkembangnya penyakit tersebut. ‘’Jika memiliki lebih banyak gen diabetes, kita harus memperbaiki gaya hidup yang lebih baik seperti makan dengan benar, mencegah obesitas, dan lebih banyak berolahraga. Dengan cara itu kita dapat mencegah perkembangan diabetes,’’ pungkasnya.

dekan fk unud
Dekan FK Unud Prof. Putra Pinatih saat menyerahkan cinderamata plakat Unud kepada Prof. Yukio Tanizawa didampingi Dirut RS Unud Prof. Dewa Putu Gede Purwa Samatra (kiri) dan moderator Prof. Ketut Suastika (kanan). (Foto: gs)

Di pengujung acara, dilakukan sesi tukar menukar cinderamata. Dekan FK Unud menyerahkan plakat Unud kepada Prof. Yukio Tanizawa dan sebaliknya Prof. Yukio Tanizawa menyerahkan buku kepada Dekan FK Unud, Dirut RS Unud dan moderator Prof. Ketut Suastika.

Baca Juga  BEM FKH Unud Selenggarakan Kuliah Umum Perdana
kawaguchi
President Yamaguchi University dan rombongan juga berkesempatan meninjau poliklinik-poliklinik yang ada di Rumah Sakit Unud serta sarana prasarana yang dimiliki. (Foto: ist)

Usai kuliah tamu, President Yamaguchi University dan rombongan juga berkesempatan meninjau poliklinik-poliklinik yang ada di Rumah Sakit Unud serta sarana prasarana yang dimiliki yang dilanjutkan dengan pertemuan dengan Rektor Unud dan jajaran bertempat di Gedung Rektorat Kampus Jimbaran. (gs/Jubir Rektor Unud)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi-Fraksi

Soroti Krisis Air Bersih, Dorong Teknologi SWRO hingga Pelebaran Jalan

Loading

Published

on

By

Ketua DPRD Badung Serahkan Dokumen PU Fraksi kepada Bupati
SERAHKAN DOKUMEN: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyerahkan dokumen PU Fraksi-Fraksi DPRD Badung kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pada Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung, Kamis (5/11/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung pada Kamis, 5 November 2026, menggelar Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua dan segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam rapat tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menjelaskan bahwa agenda utama rapat paripurna ini adalah mendengarkan pandangan umum dari tiga fraksi yang ada di DPRD Badung—yakni Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, dan Fraksi PDI Perjuangan—terhadap empat Raperda, yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Dalam keterangannya usai rapat, Anom Gumanti menyoroti sejumlah catatan penting dari dewan, salah satunya terkait penuntasan krisis air bersih di wilayah Badung Selatan. Dewan mendorong Perumda Air Minum Tirta Mangutama tidak hanya bergantung pada sumber air konvensional, tetapi juga mulai mengkaji penerapan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih (Sea Water Reverse Osmosis / SWRO).

“Ketika melaksanakan penyelesaian kebutuhan air di Badung ini, dewan mendorong agar direksi melaksanakan atau mungkin melakukan teknologi SWRO, artinya bagaimana mengolah air laut untuk bisa menjadi air bersih,” ujar Anom Gumanti.

Baca Juga  Penandatanganan Kontrak Beasiswa Unggulan Wilayah Bali di Unud

Ia menambahkan, sebelumnya pasokan air di Kuta Selatan hanya mengandalkan Dam Estuari. Dengan adanya tambahan penyertaan modal yang baru, pihak perumda kini berencana mengambil air di wilayah Tukad Mati guna menambah suplai ke wilayah selatan, di samping harapan agar teknologi SWRO dapat segera direalisasikan.

Selain masalah air bersih, rapat paripurna juga menyoroti persoalan infrastruktur dan kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Kuta Selatan seperti Desa Pecatu. Dewan menerima usulan dari sejumlah fraksi agar jalan-jalan utama yang ada diperlebar atau dijadikan jalur operatif alternatif agar mobilitas pariwisata tidak terganggu.

Di sektor ketenagakerjaan dan keuangan, dewan mencatat adanya usulan untuk mengevaluasi dan meningkatkan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK). Terkait tren peningkatan pendapatan daerah, Anom Gumanti menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik serta perencanaan anggaran yang realistis.

“Intinya bahwa anggaran ini agar bisa tepat guna, tepat sasaran, dan kemudian lagi bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Anom Gumanti memastikan pihak legislatif akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana penyertaan modal yang telah disetujui. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kinerja pengelolaan sumber daya manusia dan program kerja benar-benar berada di jalur yang tepat (on the track) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung Terima Empat Raperda Strategis, Krisis Air di Bukit Jadi Sorotan Utama

Published

on

By

Fraksi PDI Perjuangan Serahkan Pandangan Umum di DPRD Badung
SERAHKAN DOKUMEN PU FRAKSI: Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom menyerahkan Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan kepada Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Badung menyatakan dapat menerima empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk selanjutnya ditetapkan menjadi peraturan daerah. Kendati demikian, persetujuan tersebut disertai berbagai catatan, koreksi, serta rekomendasi rinci yang akan dibahas lebih mendalam melalui rapat alat kelengkapan dewan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sikap politik tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Badung terhadap empat Raperda strategis. Rapat yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua serta segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom., memaparkan tanggapan fraksinya terhadap keempat Raperda yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Terkait penyertaan modal kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama sebesar Rp 150 miliar hingga tahun anggaran 2029—dengan alokasi Rp 37 miliar pada APBD 2027—Fraksi PDI Perjuangan menegaskan pentingnya landasan hukum yang kuat guna meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Fraksi PDI Perjuangan berharap penambahan modal ini dapat menyelesaikan masalah menahun di wilayah Bali Selatan.

Baca Juga  BEM FP Unud Bareng Distan Bali Gelar Diskusi ‘‘World Food Weeks‘‘

“Dengan adanya penambahan penyertaan modal ini, kami berharap Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama mampu mengatasi krisis air di daerah Bukit, seperti Desa Ungasan, Desa Pecatu, dan sekitarnya di Kecamatan Kuta Selatan. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi direksi untuk mengeluhkan kekurangan modal guna menuntaskan krisis air tersebut,” tegas Rai Wirata.

Sementara itu, untuk Raperda penyertaan modal kepada PT Jamkrida Bali Mandara, fraksi menyetujui pemenuhan kewajiban Pemkab Badung pada Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 10 miliar dari total rencana penyertaan modal Rp 150 miliar hingga 2030.

Terkait Raperda Pencabutan Perda No. 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan, fraksi menilai substansi aturan tersebut sudah tidak relevan dan berpotensi tumpang tindih. Pengaturan teknis kependudukan skala kabupaten dinilai cukup diatur melalui peraturan kepala daerah.

Rincian APBD Kabupaten Badung Tahun 2027

Dalam pandangannya terhadap Raperda APBD 2027, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti pentingnya menjaga stabilitas perekonomian dan keuangan daerah dalam menunjang pelayanan publik. Komposisi keuangan daerah dirancang dengan rincian sebagai berikut: Pendapatan Daerah: dirancang sebesar Rp 11.634.722.053.183,00, yang terdiri atas: Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 10.904.723.845.178,00, Pendapatan Transfer: Rp 729.998.208.005,00.

Belanja Daerah: Dirancang Rp 13.379.086.523.923,00, yang terdiri atas: Belanja Operasi: Rp 7.009.193.884.288,00, Belanja Modal: Rp 4.310.626.626.071,00, Belanja Tidak Terduga: Rp 145.421.455.883,00, dan Belanja Transfer: Rp 1.913.844.557.681,00.

Penerimaan Pembiayaan Daerah: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp 534.528.799.452,00 dan penerimaan pembiayaan utang daerah Rp 2.614.248.087.124,00 (termasuk pinjaman daerah Rp 2.079.719.287.672,00).

Pengeluaran Pembiayaan: Mencakup penyertaan modal pada Perumda Tirta Mangutama (Rp 37 miliar) dan PT Jamkrida Bali Mandara (Rp 10 miliar), serta pembayaran pembiayaan utang daerah sebesar Rp 822.883.616.384,00.

Baca Juga  BINUS University Bekerja Sama dengan KUI Unud Gelar ICDP 2023

Usulan Infrastruktur, Penataan Kawasan, dan Evaluasi Kebencanaan

Selain memberikan persetujuan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, di antaranya:

Penuntasan pavingisasi gang, pelebaran serta pengaspalan Jalan Cemongkak menuju Buana Sari, pembuatan akses menurun ke Pantai Labuan Sait, dan pengaspalan Jalan Merpati di Desa Pecatu, Kuta Selatan.

Penataan Pantai Cemagi secara tuntas untuk kepentingan keagamaan, serta kelanjutan program trotoarisasi dari Mengening ke Munggu dan pembangunan jalan alternatif dari Banjar Seseh ke SD 2 Cemagi guna mengurai kemacetan.

Pembebasan lahan di sebelah utara Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala untuk dijadikan ruang terbuka hijau, sarana olahraga, rekreasi keluarga, serta wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal.

Di sektor penanggulangan bencana, Fraksi menyampaikan duka mendalam atas tragedi tanah longsor di kawasan glamping eco park Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didorong untuk segera melakukan penanganan darurat serta mengevaluasi potensi kerawanan bencana alam guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Menutup pandangannya, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung beserta jajaran eksekutif atas kerja keras dalam mengatasi kemacetan melalui pembukaan akses jalan baru di Kuta Selatan serta koordinasi intensif yang membuat pembahasan penyertaan modal dapat berjalan lebih cepat dari target. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wagub Giri Prasta Tinjau Bedah Rumah di Jembrana, Tekankan Kualitas Bangunan demi Kenyamanan Warga

Bersumber dari Perubahan APBD 2026, Bantuan Rp 75 Juta Diharapkan Hadirkan Hunian Layak bagi Keluarga Kurang Mampu

Loading

Published

on

By

Wagub Giri Prasta Tinjau Program Bedah Rumah di Jembrana
TINJAU BEDAH RUMAH: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, meninjau program bedah rumah Pemerintah Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, meninjau program bedah rumah Pemerintah Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11).

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah rumah keluarga I Gede Yogi Agus Cahaya di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi hunian penerima manfaat sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Wagub Giri Prasta Tinjau Program Bedah Rumah di Jembrana

Program bedah rumah tersebut bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sebesar Rp 75 juta.

Bantuan diperuntukkan bagi pembangunan rumah satu lantai seluas 30 meter persegi yang dilengkapi dua kamar tidur, teras, dan kamar mandi. Pembangunan rumah diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

Saat meninjau kediaman I Gede Yogi Agus Cahaya, Wagub Giri Prasta mendapati kondisi rumah yang tergolong tidak layak huni. Salah satu kamar tidur juga difungsikan sebagai dapur, sementara atap genteng mengalami kebocoran dan lantai teras masih berupa tanah.

Kondisi sanitasi rumah tersebut juga belum memadai. Kamar mandi mengalami kerusakan berat dan tidak memiliki atap. Selain itu, rumah keluarga tersebut belum terhubung dengan jaringan air bersih PDAM sehingga masih mengandalkan sumur tradisional untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Wagub Giri Prasta meminta agar pelaksanaan program bedah rumah benar-benar memperhatikan kualitas bangunan, mulai dari konstruksi hingga kelengkapan fasilitas dasar.

Ia menekankan bahwa pembangunan rumah tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga harus memastikan hunian yang dihasilkan layak ditempati serta mampu memberikan rasa aman, sehat, dan nyaman bagi penghuninya.

Baca Juga  2022 Board Meeting: Laporkan Kinerja Tahun 2022 dan Rencana Tahun 2023 TCI Unud

I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini, istri I Gede Yogi Agus Cahaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan bedah rumah yang diterima keluarganya. Ia mewakili suaminya yang saat kunjungan berlangsung masih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Matur suksma, Bapak Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, atas bantuan bedah rumahnya. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ungkapnya saat berdialog dengan Wagub Giri Prasta dan Bupati Jembrana.

Dalam kesehariannya, I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini bekerja membuat perlengkapan upakara berupa tamas, sedangkan suaminya bekerja serabutan. Keduanya berupaya memenuhi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang belum layak.

Selain meninjau kondisi rumah, Wagub Giri Prasta juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 500.000 kepada Putu Bagus Andi Yoga Sulung, anak pasangan I Gede Yogi Agus Cahaya dan I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian sekaligus motivasi agar Putu Bagus, yang saat ini duduk di kelas II SD Negeri Banyubiru, terus rajin belajar dan bersemangat menempuh pendidikan.

Melalui program bedah rumah ini, Pemerintah Provinsi Bali berupaya membantu masyarakat yang masih tinggal di hunian tidak layak, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca