Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Universitas Udayana, Embrio Pertama Resimen Mahasiswa di Bali

BALIILU Tayang

:

menwa
DEKLARASI: Rektor Universitas Udayana (Unud) bersama Korps Menwa Ugracena Bali dan elemen Gugus Kebangsaan (GK) Provinsi Bali menggelar acara Deklarasi Bela Negara di Kawasan Monumen Perjuangan Bangsal (MPB) Dalung-Sempidi Badung, Selasa (19/9/23). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Rektor Universitas Udayana (Unud) bersama Korps Menwa Ugracena Bali dan elemen Gugus Kebangsaan (GK) Provinsi Bali menggelar acara Deklarasi Bela Negara dalam rangka Memperingati 78 Tahun Puncak Pertemuan Rahasia Gerakan Bawah Tanah Perang Kemerdekaan RI di Bali tanggal 16 Agustus 1945, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-59 Menwa Ugracena yang jatuh pada tanggal 29 September 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan Monumen Perjuangan Bangsal (MPB) Dalung-Sempidi Badung, Selasa (19/9/23).

Dalam acara ini juga dilakukan Penandatanganan Deklarasi yang disimboliskan pada kain sepanjang 59 meter oleh Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU; Ketua Umum Monumen Perjuangan Bangsal dr. Bagus Ngurah Putu Arhana,Sp.A (K); Ketua Korps Menwa Indonesia Provinsi Bali Bagus Ngurah Rai, S.H.,MBA,M.M.; Ketua Gerakan Nasional Pembudayaan Pancasila Provinsi Bali Dr. I Made Gede Putra Wijaya, S.H.,M.Si; Komandan Korps Bela Negara Ugracena Drs. Made Darma Putra, M.T.; Koordinator Wilayah IKA Menwa Seroja Timor Timur Dra. Desak Ketut Kusumawati; Kasmen Korps Menwa Ugracena Mumtazah Mardliyah,S.Ked; Ketua Monumen Menwa Ugracena St. Heldy Ardiansyah.

menwa
Dansatgas Deklarasi Bela Negara Mumtazah Mardliyah. (Foto: ist)

Dansatgas Deklarasi Bela Negara Mumtazah Mardliyah dalam laporannya menyampaikan, kolaborasi bersama Gugus Kebangsaan Provinsi Bali telah mencetak sebanyak 10.000 kader bela negara dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga SMA/SMK atas swadaya bersama. Cikal bakal terbentuknya Gugus Kebangsaan Provinsi Bali pada tahun 2015 terdiri dari unsur Korps Menwa Indonesia Provinsi Bali, Monumen Perjuangan Bangsal, DHD Angkatan 45 Provinsi Bali dan Gerakan Nasional Pembudayaan Pancasila (GNPP) Provinsi Bali. Hingga kini, lebih dari 30 organisasi telah bergabung di Gugus Kebangsaan Provinsi Bali.

Dalam kurun waktu 8 tahun terakhir ini, Korps Menwa Ugraçenana Bali bekerja sama dengan Gugus Kebangsaan Provinsi Bali, selalu bekerjasama dalam berbagai kegiatan baik di bidang pendidikan dan latihan, kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, jurnalistik, dan lainnya. Deklarasi ini juga dimaksudkan sebagai bentuk penguatan dan penegasan terhadap kader bela negara.  

Baca Juga  Kasus Positif Covid-19 di Bali Bertambah 172 Orang, Kasus Aktif 1.561 Orang
unud
Ketua Umum Manajemen Monumen Perjuangan Bangsal Bagus Ngurah Putu Arhana (Foto: ist)

Ketua Umum Manajemen Monumen Perjuangan Bangsal Bagus Ngurah Putu Arhana mengucapkan banyak terima kasih kepada Rektor Unud karena sudah sangat peduli serta memberikan dukungan dalam kegiatan di Kawasan MPB maupun di luar MPB. Pihaknya berharap kegiatan PPBN dapat terus berjalan secara konsisten dan berkesinambungan serta sinergitas yang harus tetap terjaga. “Kami dari MPB dalam hal ini selalu mendukung kepada semua organisasi yang hadir ke sini untuk melaksanakan kegiatan yang terkait dengan semangat kebangsaan,” ucapnya.

Sementara itu Prof. Antara dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan merupakan suatu kehormatan dapat berkunjung ke tempat bersejarah ini. Kawasan Monumen Perjuangan Bangsal merupakan Markas Perjuangan Rahasia Bawah Tanah Perang Kemerdekaan Indonesia di Bali. Monumen Menwa Ugracena yang merupakan satu-satunya Monumen Menwa di Indonesia yang ketika itu diresmikan oleh Rektor Unud Prof. Dr. dr. I Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD sebagai tonggak sejarah setengah abad pengabdian Menwa Ugracena terhadap bangsa.

menwa
Rektor Unud Prof. Gde Antara. (Foto: ist)

‘’Saya selaku Rektor Unud mengapresiasi kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara yang dilaksanakan oleh Korps Menwa Ugracena Bali yang didukung penuh oleh Gugus Kebangsaan Provinsi Bali. Berdasarkan sejarah, organisasi Resimen Mahasiswa di Bali sejak awal dirintis di Fakultas Sastra Unud pada tahun 1964. Tentunya suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi Unud yang menjadi embrio pertama Resimen Mahasiswa di Bali yang selanjutnya diikuti dengan berdirinya Resimen Mahasiswa di berbagai perguruan tinggi yang ada di Bali,’’ ujarnya.

Perlu diketahui bahwa kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara diawali pada tahun 2015 dari tingkat TK bekerjasama dengan Korem 163/Wirasatya dan RRI Singaraja. Ketika itu yang menjabat sebagai Danrem yakni Kolonel Infanteri Nyoman Cantiasa, yang kini menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli KASAD. PPBN ini telah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Dirjen Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan pada tahun 2019 dan menjadikan Bali sebagai percontohan. Tidak Hanya itu, kegiatan ini pun juga telah mendapat apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia pada Agustus 2023.

Baca Juga  <strong>Dibuka Ketua Umum PB Pexi, Badung Optimis Raih Juara Umum Kejurprov III Cabor Pexi Bali 2023</strong>
unud
Foto bersama usai penandatanganan deklarasi. (Foto: ist)

Sebelumnya juga telah dilakukan Deklarasi terkait Bela Negara oleh Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) dengan unsur pimpinan lainnya. Selanjutnya direalisasikan melalui MoU dengan berbagai instansi yang memiliki perhatian khusus utamanya dalam hal bela negara dan Wawasan Kebangsaan. ‘’Saya mewakili Universitas Udayana siap mendukung kegiatan yang bernuansa kebangsaan semacam ini,’’ ujar Rektor.

Menwa Ugracena pun berhasil menerbitkan buku ‘’Merangkai Jejak Perjalanan Menwa Ugracena’’ edisi pertama yang telah sampai di tangan KASAD Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman beserta pimpinan lainnya; berhasil membentuk Yayasan Ugracena Membangun serta Unit Koperasi Konsumsi Castrena Sedana Nusantara untuk kesejahteraan para anggotanya. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita5955-Universitas-Udayana-Merupakan-Embrio-Pertama-Resimen-Mahasiswa-di-Bali.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Buka Pagelaran Budaya Desa Padangan, Bupati Sanjaya Dorong Penguatan Ekonomi Desa

Published

on

By

Bupati Sanjaya Buka Pagelaran Budaya Desa Padangan
PAGELARAN BUDAYA PADANGAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Pagelaran Budaya Desa Padangan di Lapangan Umum Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Minggu (20/9/2026). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam menjaga serta memperkenalkan kearifan lokal Desa Padangan. Hal itu dikatakannya saat membuka Pagelaran Budaya Desa Padangan bertema “Lokahita Samudaya Desa Padangan” Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Umum Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Minggu (20/9/2026).

Didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan jajaran, Bupati Komang Sanjaya menyaksikan rangkaian pembukaan yang diawali dengan penyambutan Baleganjur Okokan Desa Sanda. Pagelaran ini juga menggandeng pelaku UMKM, ada juga penampilan Tari Rejang Dedari Desa Padangan dan hiburan lainnya.

Pagelaran berlangsung selama dua hari, 20-21 September 2026, melibatkan lima banjar se-Desa Padangan, yakni Banjar Padangan Kaja, Padangan Kangin, Padangan Kawan, Padangan Kelod dan Padangan Dauh Tukad dan dimeriahkan penampilan seni budaya dari Desa Bantiran dan Pupuan.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pagelaran budaya ini dan menegaskan kegiatan seni dan budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan desa, khususnya dalam menjaga dan mengembangkan kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya pagelaran seni dan budaya di Desa Padangan dengan mengangkat tema kearifan lokal,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang juga turut dihadiri Perwakilan Gubernur Bali dan anggota DPR RI, unsur Forkopimcam dan para Perbekel serta Bendesa Adat se-Kecamatan Pupuan, Sanjaya menyebut, hal ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Desa Padangan dan sekitar kepada masyarakat luas.

“Tahun 2026 ini, parade pagelaran ini mengangkat seni budaya lokal yang luar biasa, warisan leluhur yang adiluhung dalam membangun seni budaya di Kabupaten Tabanan. Luar biasa,” imbuh Sanjaya.

Baca Juga  Bali Tuan Rumah Women Endurance Extra 2022

Lebih lanjut, Ia juga menegaskan pelestarian budaya merupakan bagian dari pembangunan yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pembangunan dikatakannya tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mencakup pelestarian alam, kehidupan masyarakat dan kebudayaan. Dalam konteks tersebut, keterlibatan masyarakat, pemerintah desa dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki setiap desa.

“Sepanjang event dan pembangunan tidak terjadi, tidak akan ada transaksi ekonomi,” tegas Sanjaya.

Senada dengan Bupati Sanjaya, Perbekel Padangan, I Wayan Warditha, menyampaikan Pagelaran Budaya Desa Padangan Tahun 2026 merupakan kegiatan perdana bagi Desa Padangan. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Selain itu, disampaikan pula sejumlah dukungan pembangunan yang telah diterima Desa Padangan dari Pemerintah Daerah, termasuk perbaikan trotoar yang telah diperjuangkan dan bersinergi bersama masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Penancapan Keris Tandai Puncak Peringatan Puputan Badung Ke-120

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Tancapkan Keris Peringatan Puputan Badung
PENANCAPAN KERIS: Penancapan keris oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama para penglingsir puri se-Kota Denpasar menjadi simbol puncak peringatan 120 tahun Puputan Badung yang berlangsung di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (20/9/2026) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Penancapan keris oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama para penglingsir puri se-Kota Denpasar menjadi simbol puncak peringatan 120 tahun Puputan Badung. Prosesi tersebut berlangsung di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (20/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, para penglingsir puri se-Kota Denpasar, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulia, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, LVRI Kota Denpasar, pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, serta undangan lainnya.

Puncak peringatan tahun ini dikemas melalui rangkaian apel dan penampilan Karya Mahabandana Puputan Badung bertajuk Mati Tan Pumut Pejah. Kegiatan berlangsung khidmat dengan mengangkat kembali nilai sejarah dan semangat perjuangan Raja serta rakyat Badung dalam menghadapi kolonialisme Belanda pada 1906.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Puputan Badung yang terjadi pada 20 September 1906. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan rakyat Bali, khususnya Kerajaan Badung, dalam mempertahankan wilayah dan kehormatan dari tekanan kolonial Belanda.

Dalam kesempatan tersebut, mandat dibacakan oleh Penglingsir Puri Denpasar, Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan, Dr. AA Ngurah Agung Wira Bima Wikrama. Dia menegaskan, peringatan Puputan Badung tidak semata-mata menjadi agenda mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga momentum untuk memahami nilai perjuangan dan pengorbanan Raja serta rakyat Badung.

“Hari ini kita hadir untuk memperingati sejarah perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa, khususnya Raja dan rakyat Badung tahun 1906. Bukan hanya sebagai pertempuran, tetapi sebagai simbol tekad dan semangat juang masyarakat Bali dalam memperjuangkan keadilan melawan Belanda,” ungkapnya.

Baca Juga  Dosen Institut Desain dan Bisnis Bali Raih Gelar Doktor Kajian Budaya di FIB Unud

Sementara itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan peringatan Puputan Badung setiap 20 September menjadi momentum untuk mengenang peristiwa heroik rakyat Bali, khususnya Kerajaan Badung, yang berjuang hingga titik darah penghabisan atau puputan dalam menghadapi penjajahan Belanda.

Dia menuturkan, peristiwa 20 September 1906 menunjukkan semangat perjuangan rakyat Bali yang dipimpin Raja Badung, I Gusti Ngurah Made Agung, dalam mempertahankan tanah kelahiran.

“Momentum ini diperingati sebagai tanda semangat sebagai bangsa besar yang tidak pernah melupakan sejarah perjuangan para pendahulunya. Pengorbanan nyawa dan perjuangan para pahlawan yang gugur harus senantiasa kita kenang,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, nilai-nilai kepahlawanan dan semangat perjuangan tersebut penting diwariskan kepada generasi muda sebagai bahan refleksi dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai kepahlawanan para pejuang kita harus kita wariskan kepada generasi muda penerus bangsa, sebagai cermin refleksi diri yang patut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat dijadikan inspirasi generasi muda untuk membangun Denpasar yang lebih maju lagi,” katanya.

Peringatan 120 tahun Puputan Badung ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah perjuangan serta menumbuhkan semangat menjaga persatuan, nilai kebangsaan, dan jati diri budaya Bali di tengah perkembangan zaman. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Badung Hadiri Sewindu MPP Kabupaten Badung

Pemkab Badung Komit Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik yang Cepat, Ramah, dan Responsif bagi Seluruh Lapisan Masyarakat

Loading

Published

on

By

Sekda Badung Hadiri Perayaan HUT Ke-8 MPP Badung
HADIRI HUT MPP: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba hadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-8 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Badung yang dipusatkan di Balai Budaya Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (19/9/2026). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan publik yang cepat, ramah, dan responsif bagi seluruh lapisan masyarakat. Penegasan arah kebijakan strategis daerah tersebut disampaikan secara formal oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-8 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Badung yang dipusatkan di Balai Budaya Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (19/9/2026).

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun semangat kebersamaan sekaligus berbagi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Saya berharap semangat kebersamaan dan kepedulian yang dibangun dapat menjadikan MPP Kabupaten Badung semakin maju, inovatif, dan senantiasa hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Sekda.

Puncak peringatan sewindu berdirinya pusat pelayanan terpadu yang diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung ini ditandai secara simbolis dengan prosesi pemotongan tumpeng. Mengusung tema filosofis “Bersama Dalam Harmoni, Melayani Sepenuh Hati, Mengabdi dengan Dedikasi”, momentum tahunan ini diarahkan sebagai ajang evaluasi menyeluruh sekaligus penguatan sinergi antar-instansi dalam menghadirkan sistem pelayanan publik yang terintegrasi secara digital dan inklusif.

Formulasi pelayanan publik di tingkat akar rumput kini dikembangkan agar tidak hanya berpusat di perkotaan, melainkan menyentuh langsung ke tingkat pedesaan melalui program inovasi yang adaptif. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan asas keadilan pelayanan dapat dirasakan oleh seluruh warga di wilayah Badung secara merata tanpa adanya hambatan geografis.

Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Badung, Made Surya Dharma dalam laporannya menyampaikan bahwa perayaan HUT kali ini sengaja dirancang agar tidak sekadar bersifat seremonial belaka. Pihak panitia menyinergikan acara dengan rangkaian kegiatan sosial kemasyarakatan serta pelayanan administratif langsung secara bergerak (mobile) guna memfasilitasi kebutuhan mendesak warga desa setempat di lapangan.

Baca Juga  Bali Tuan Rumah Women Endurance Extra 2022

Agenda diisi dengan jalan santai, pembagian paket sembako bagi warga membutuhkan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penyediaan Layanan Perizinan Bermobil Online Single Submission Terintegrasi Jemput Bola Desa yang dikenal dengan sebutan LIMOSSIN Jebol Desa.

“Perayaan HUT menjadi momentum untuk meningkatkan kebersamaan antarjajaran DPMPTSP dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” jelas Surya Dharma.

Acara di Desa Punggul ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Badung, para Kepala OPD di lingkup Pemkab Badung, pimpinan Instansi Vertikal, Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta serta Perbekel Desa Punggul Kadek Sukarma bersama masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca