Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Giri Prasta Hadiri Pererenan Beach Festival I 2023

Komit Wujudkan Masyarakat Pererenan Jadi Tuan di Rumahnya Sendiri

Loading

BALIILU Tayang

:

Pererenan Beach Festival 2023
PERERENAN BEACH FESTIVAL: Bupati Giri Prasta saat menghadiri Pererenan Beach Festival I 2023 di Pantai Pererenan, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Minggu (15/10). (Foto: gs/bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri sekaligus memberikan apresiasi dan menyambut baik penyelenggaraan Pererenan Beach Festival I 2023, Minggu (15/10) di Pantai Pererenan, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan Bendera Pererenan Beach Fest oleh Bupati Giri Prasta kepada Perbekel Pererenan I Nyoman Sumertana sebagai tonggak awal dimulainya Pererenan Beach Festival untuk tahun-tahun berikutnya. Festival ini bertujuan untuk mengolaborasikan budaya masyarakat lokal dengan masyarakat mancanegara untuk bersama-sama mempromosikan budaya dan potensi yang ada di Desa Pererenan. Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, Camat Mengwi I Nyoman Suardana beserta tripika, Perbekel Pererenan I Nyoman Sumertana beserta jajarannya, Bendera Adat Desa Pererenan I Gusti Ngurah Rai Suara beserta jajarannya, Ketua Kadin Badung, Ketua Hipmi Badung serta warga lokal dan mancanegara.

Sebagai wujud dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, secara khusus Bupati Giri Prasta menyerahkan dana motivasi sebesar Rp. 334 juta. 

Dalam sambutannya Bupati Giri Prasta menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung di tahun 2016 telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 25 miliar untuk melaksanakan pembangunan penataan kawasan sempadan Pantai Pererenan, jembatan hingga patung Gajah Mina yang saat ini menjadi ikon Desa Pererenan. Dilihat dari perkembangan saat ini, masyarakat mancanegara yang datang di Badung rata-rata tinggal dalam jangka waktu panjang (longstay) yang didominasi oleh Australia, India, China selanjutnya di bulan Desember 2023 wisatawan China akan mendominasi datang ke Bali dan Badung khususnya. Terutama untuk Pererenan masyarakat mancanegara longstay-nya panjang sehingga disini menjadi berkumpulnya digital nomad yang artinya tamu-tamu yang ada di Pererenan tinggal lama disini dan juga bekerja dari sini untuk negaranya.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Sampaikan Penjelasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024

“Pada tahun 2016 saya datang ke sini dan berpikir sederhana, ketika melakukan penataan yang ada di Pererenan yang akan mulai berkembang. Dan astungkara hari ini kita lihat Pererenan berkembang dengan baik dan saya ingin memberikan kekuatan penuh kepada masyarakat Pererenan, saya minta hanya satu yaitu masyarakat Pererenan harus menjadi tuan di rumahnya sendiri,” pesannya.

Dari impiannya tersebut Bupati Giri Prasta meyakinkan sudah menghitung semua dan akan mempertimbangkan terhadap pembangunan hotel dan villa kedepannya, Pemerintah Kabupaten Badung akan merevitalisasi rumah milik masyarakat untuk menjadi kamar atau ruangan dengan memiliki fasilitas sekelas bintang lima, sehingga wisatawan yang berkunjung maupun nomad tidak hanya tinggal di hotel maupun villa melainkan bisa juga di rumah penduduk.

“Saya minta kepada Perbekel, BPD, LPM beserta perangkat desa, begitu juga dengan Bendesa Adat beserta prajuru adat, saya akan menata Pererenan ini khususnya yang ada di kawasan pantai, maka kita akan berikan sebuah legacy Pererenan ini adalah desa wisata, saya akan buktikan itu karena dari awal saya sudah berkomitmen untuk melakukan penataan,” tegasnya.

Terakhir Bupati Giri Prasta juga menjelaskan kedepannya untuk promosi pariwisata akan dibuatkan festival wisata bahari yang dilakukan di semua kawasan pantai dari Tanjung Benoa hingga Pererenan. “Kami akan jadikan satu paket sehingga betul-betul maju bersama sehingga masyarakat Pererenan gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja. Semoga dengan adanya Pererenan Beach Festival ini menjadi salah satu momentum yang baik untuk bagaimana kita mempromosikan Pererenan ini menjadi destinasi wisata dan bagaimana kita menunjukkan sikap bahwa masyarakat Pererenan luar biasa dan siap untuk menjadi tuan di rumahnya sendiri. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Buka Musrenbang RPJPD Badung 2025-2045

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station Hibah Proyek Bali E-Mobility

Published

on

By

Gubernur Koster luncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita
LUNCURKAN BUS LISTRIK: Gubernur Bali Wayan Koster, meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, pada Kamis (22/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, pada Kamis (22/10/2026).

Gubernur Koster menyampaikan bahwa peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station merupakan langkah nyata dalam mempercepat penerapan energi bersih di Provinsi Bali, khususnya pada sektor transportasi, sejalan dengan kebijakan Bali Energi Bersih.

Pemerintah Provinsi Bali menerapkan kebijakan energi bersih dari hulu hingga hilir. Di sektor hulu, melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Pemerintah Provinsi Bali mendorong pengurangan penggunaan energi fosil, seperti batu bara dan solar, serta percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Upaya tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat melalui alokasi kapasitas sebesar 1.000 megawatt untuk pengembangan PLTS di wilayah Jembrana dan Gilimanuk. Saat ini, proses perizinan tengah berjalan dan diharapkan pengembangan tersebut dapat mulai dilaksanakan pada 2027.

Sementara di sektor hilir, Pemerintah Provinsi Bali mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai. Setelah sempat terkendala pandemi COVID-19, pada periode kedua kepemimpinannya, Gubernur Koster menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi kebijakan tersebut.

“Hasil studinya di Bali 90 persen lebih polusi udaranya bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Oleh sebab itu kebijakan ini kita percepat,” katanya.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Republik Korea atas dukungan dan realisasi kerja sama dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan di Bali. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas yang telah menunjuk Bali sebagai penerima manfaat sekaligus lokasi percontohan kerja sama tersebut.

Baca Juga  Tak Hanya di Pulau Dewata, Giri Prasta Juga Beri Bantuan Hibah untuk Umat Hindu di Nusantara 

Melalui proyek Bali E-Mobility, Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan, bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI), memberikan hibah berupa 11 unit bus listrik dan 6 unit infrastruktur pengisian daya kepada Pemerintah Provinsi Bali. Bus listrik yang dihibahkan tersebut telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan pembuatan bodi bus dilakukan di Indonesia.

“Desain dan warnanya pun kami yang mengarahkan, kombinasi warna hitam, merah dan putih sebagai lambang tri datu sebagai simbol yang lekat dengan nilai budaya Bali. Ayo rame-rame kita beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai,” jelas Koster

Kepada Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Koster menjelaskan bahwa penjualan mobil listrik di Bali terus menunjukkan peningkatan walaupun peningkatan kendaraan listrik roda dua masih belum maksimal. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk bersama-sama beralih menggunakan kendaraan listrik karena lebih hemat, efisien, tidak bising dan tidak menghasilkan emisi gas buang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa Proyek Bali E-Mobility merupakan bukti nyata kekuatan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Republik Korea, dan GGGI dalam mendorong transisi energi dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi bersih. Bali menjadi lokasi percontohan yang diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi pengembangan kebijakan serupa di tingkat nasional.

Menteri Rachmat Pambudy mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah rumah tangga, tetapi juga mencakup pengurangan pencemaran yang bersumber dari pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan industri yang masih menggunakan energi fosil.

“Saya sejak muda saya sudah kagum dengan kearifan lokal Tri Hita Karana di Bali yaitu bagaimana masyarakat membina hubungan yang baik dan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dan manusia serta manusia dengan alam. Bagaimana masyarakat Bali bisa memberikan kita contoh bagaimana memuliakan alam dengan konsep Tri Hita Karana,” ungkap Pambudy.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Jadi Pembicara di BRIN

Menurutnya, filosofi tersebut relevan dengan upaya mewujudkan transisi energi dan pembangunan yang selaras dengan alam. Ia berharap Bali dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia, dengan mengintegrasikan kearifan lokal, pemanfaatan energi bersih, dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wujud Tri Hita Karana, WHDI Badung Gelar Aksi Sosial dan Penghijauan di Pura Sada Kuta

Published

on

By

Ketua WHDI Badung serahkan bantuan di Pura Sada
SERAHKAN BANTUAN: Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta menyerahkan bantuan saat memimpin kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial di Pura Sada Desa Adat Kuta, Jumat (23/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pengurus dan anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung menggelar kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial di Pura Sada Desa Adat Kuta, Jumat (23/10). Agenda bulanan ini menjadi wujud nyata pengamalan sradha bhakti serta implementasi ajaran Tri Hita Karana di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama untuk memohon kerahayuan. Setelah itu, WHDI Badung menyerahkan tali kasih berupa 10 paket sembako kepada para Pemangku, melaksanakan aksi mereresik (pembersihan lingkungan pura), serta menanam 10 pohon pelindung dan upakara yang terdiri dari 3 pohon sandat, 3 pohon cempaka, dan 4 pohon pucuk untuk menjaga keasrian kawasan suci.

Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, hadir secara langsung memimpin rombongan. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat bertatap muka dengan para penglingsir, pemaksan, serta pengempon Pura Sada Desa Adat Kuta.

“Kami Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Badung bersinergi dengan WHDI Kecamatan Kuta melaksanakan kegiatan sosial ini sebagai penjabaran sradha bhakti dan ajaran Tri Hita Karana. Sekaligus, kami memohon lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa semoga Provinsi Bali, Kabupaten Badung, Kecamatan Kuta, dan kita semua senantiasa diberikan kerahayuan, kesehatan, kesejahteraan, serta Kabupaten Badung gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujarnya.

Kehadiran rombongan WHDI Kabupaten Badung disambut hangat oleh Petengen Ketut Loka Santi selaku perwakilan pengempon dan pemaksan Pura Sada Desa Adat Kuta. Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kunjungan serta kepedulian yang diberikan kepada para pemangku maupun lingkungan pura.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Kuta, perwakilan Gatriwara Nyonya Graha Wicaksana, Lurah Kuta Gusti Ayu Putu Erawati, Jro Mangku Gede Pura Sada Kuta I Wayan Sudra, serta jajaran pengurus WHDI Kabupaten Badung dan Kecamatan Kuta. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan arisan di kawasan Pantai Jerman. (gs/bi)

Baca Juga  Pemkab Badung Peringati Hari Jadi Ke-65 Provinsi Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dorong Transformasi Digital, DWP Badung Bagikan Rahasia Sukses E-Reporting ke DWP Banjarbaru

Published

on

By

DWP Badung terima studi tiru DWP Banjarbaru
TERIMA KUNKER: Ketua DWP Kabupaten Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba saat menerima kunjungan kerja dan studi tiru dari DWP Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan di Ruang Rapat DWP Lantai III, Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (23/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung menerima kunjungan kerja dan studi tiru dari DWP Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pertemuan ini digelar untuk memperkuat sinergi antar daerah, meningkatkan tata kelola organisasi, serta berbagi pengalaman terkait program kerja dan penerapan sistem pelaporan elektronik (e-reporting). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat DWP Lantai III, Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (23/10).

Ketua DWP Kabupaten Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba, menyambut langsung rombongan yang dipimpin oleh Ketua DWP Kota Banjarbaru, Nyonya Atika Anggraini Sirajoni. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi praktik baik dalam hal administrasi dan transformasi digital organisasi.

Oliviana Surya Suamba menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan tersebut. Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi ruang diskusi yang produktif untuk bertukar gagasan kreatif. “Kami menyambut hangat kedatangan Ibu Ketua DWP Kota Banjarbaru beserta seluruh jajaran. Melalui kunjungan ini, kita dapat saling belajar, bertukar ide, dan mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan masing-masing daerah,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, DWP Kabupaten Badung memaparkan program kerja mereka pada tiga bidang utama, yakni Pendidikan, Ekonomi, dan Sosial Budaya. Bidang Ekonomi berfokus pada pemberdayaan UMKM lokal lewat bazar produk, Bidang Pendidikan mengelola TK binaan, sedangkan Bidang Sosial Budaya bergerak pada pelestarian budaya serta kepedulian sosial masyarakat. Pembahasan juga menitikberatkan pada pemanfaatan aplikasi e-reporting untuk mendukung tertib administrasi demi meningkatkan efisiensi dan transparansi program kerja organisasi.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Banjarbaru, Nyonya Atika Anggraini Sirajoni, yang hadir membawa 32 orang jajaran pengurus, menyatakan bahwa pengalaman yang didapat dari DWP Badung akan menjadi referensi utama untuk mengevaluasi kinerja organisasi mereka di Kalimantan Selatan.

Baca Juga  Tak Hanya di Pulau Dewata, Giri Prasta Juga Beri Bantuan Hibah untuk Umat Hindu di Nusantara 

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan penerimaan yang diberikan DWP Kabupaten Badung kepada kami. Melalui kunjungan ini, kami memperoleh banyak wawasan dan pengalaman, khususnya dalam pengelolaan program kerja, administrasi organisasi, serta penerapan sistem e-reporting. Semoga ilmu dan praktik baik yang kami dapatkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kinerja DWP Kota Banjarbaru. Kami berharap silaturahmi dan kerja sama ini terus terjalin dengan baik kedepannya,” ucapnya.

Acara kunker ini diakhiri dengan sesi pertukaran cinderamata, ramah tamah, serta foto bersama sebagai simbol eratnya komitmen persahabatan antardaerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca