Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sosialisasikan Gemarikan, Entaskan Masalah Stunting di Tabanan

BALIILU Tayang

:

SOSIALISASI: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M. saat acara sosialisasi gemarikan di radio, Selasa (24/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Beragam cara dan inovasi diupayakan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M, untuk terus menyosialisasikan penurunan angka stunting di Kabupaten Tabanan. Salah satu langkah yang ditempuh, yakni Gerakan Gemar Makan Ikan bagi seluruh masyarakat, khususnya Tabanan. Sosialisasi ini dilakukan secara daring, melalui media radio dan media sosial podcast yang disiarkan di Radio Global, Selasa (24/10).

Sebagaimana diketahui, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan atau biasa disebut dengan Gemarikan, telah digagas oleh pemerintah sebagai salah satu upaya peningkatan gizi sejak dini dengan meningkatkan konsumsi makan ikan di masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, melalui sinerginya dengan Dinas Perikanan, Bunda Rai inisiasikan Gerakan Makan Ikan di Kabupaten Tabanan, untuk dapat membantu pencegahan stunting.

Di kesempatan sosialisasi pagi itu, Bunda Rai didampingi langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan jajaran Pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan untuk menggalakkan program melalui media daring serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diresponnya secara aktual. Di samping itu, hal ini juga merupakan salah satu komitmen dari TP PKK Kabupaten Tabanan menyukseskan 10 Program PKK, terutama berkaitan dengan tumbuh kembang generasi muda.

Ikan merupakan salah satu sumber protein, karbohidrat, vitamin, mineral dan asam lemak omega 3,6,9, serta memiliki kandungan asam amino dan omega 3 yang terbukti jauh lebih baik dibandingkan bahan pangan sumber protein lainnya, kaya akan nilai gizi dan sangat mudah didapatkan di Indonesia. Oleh sebab itu, dengan mengonsumsi ikan secara teratur dan dengan jumlah yang diisyaratkan bagi kesehatan, dapat memberikan manfaat untuk membentuk manusia Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas serta terbebas dari stunting.

Baca Juga  Kembali Lakukan Aksi Sosial, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Berbagi dengan Lansia, Bumil dan Anak Kurang Gizi

Meskipun pengentasan kasus stunting tidak hanya bisa ditempuh lewat pemenuhan gizi dalam tubuh, serta banyak faktor yang harus diperbaiki, seperti pola asuh yang salah, perilaku hidup yang tidak bersih, dan kurangnya edukasi terkait kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan, Ketua TP PKK beserta seluruh kader dan sinerginya dengan seluruh stakeholder terkait, terus bersemangat dan berinovasi agar angka stunting semakin menurun. Terbukti lewat kegigihan tersebut, angka stunting sebesar 9,2% di Tabanan bisa turun sampai 8,2%, dan Bunda Rai sendiri optimis, di tahun 2023 presentase bisa semakin menurun.

‘’Pada tahun berikutnya, kita bertekad untuk terus menurunkan angka stunting dengan segala upaya dan dengan sinergi yang lebih baik lagi. Pada kesempatan ini, saya bersinergi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan, juga merupakan salah satu upaya agar angka stunting menurun lewat program Gerakan Makan Ikan. Terus bersosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan juga terus kita lakukan,’’ sebut Bunda Rai, sekaligus aksi nyata yang dilakukannya juga termasuk Lomba Posyandu yang beberapa waktu lalu telah melalui penilaian final 3 besar di desa-desa di Tabanan. Lomba tersebut, selain untuk pemacu semangat dan perbaikan kinerja posyandu, juga sebagai langkah strategis penanganan stunting langsung di masyarakat.

Bercerita mengenai Visi dan Misi penanganan stunting ke depan, Srikandi Tabanan tersebut jelaskan langkah yang ditempuh sudah diakomodir oleh Bapak Bupati Tabanan melalui Keputusan Bupati yang mana mengkondisikan Bapak Bunda asuh anak stunting di Kabupaten Tabanan.

‘’Isinya adalah bahwa sebagai upaya penurunan stunting dengan menetapkan seluruh kepala OPD di Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk menjadi Bapak/Bunda Asuh Stunting dan yang kedua setiap Kepala OPD menjadi Bapak/Bunda Asuh dari 2 anak stunting dengan bantuan paket senilai 150 ribu ke depan,’’ jelasnya, dimana PKK sebagai mitra pemerintah, pihaknya terus berkomitmen untuk menyosialisasikan dan menyukseskan program tersebut.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Peringatan HKG PKK Ke-51 di Medan

Gerakan Makan Ikan ini juga akan terus digalakkan dalam setiap kegiatan, seperti disampaikan Bunda Rai, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengajak masyarakat ikuti Gerakan Makan Ikan sebagai bagian dari rangkaian HUT Kota Tabanan pada 21 November mendatang. Jenis ikan yang bisa dikonsumsi pun juga beragam, sebab setiap jenis ikan memiliki kandungan nilai gizi masing-masing. Namun untuk meningkatkan minat makan ikan di masyarakat Indonesia khususnya Tabanan, Bunda Rai menyarankan konsumsi ikan lokal yang mudah ditemui di daerah masing-masing dengan harga yang relatif terjangkau. Teknik pengolahannya juga sangat mempengaruhi nilai gizi. Gunakan bumbu dan bahan yang juga tinggi nilai gizi, dengan sayuran pendamping yang kaya akan nutrisi.

Sementara itu di Kabupaten Tabanan, produksi ikan yang mendominasi yakni ikan jenis lele, nila dan karper. Sebagaimana dijelaskan oleh Kadis Perikanan, I Gusti Ngurah Agung Suryana yang saat itu juga hadir, bahwa produksi ikan di Tabanan sangat banyak, apalagi melihat kondisi alam Tabanan yang tidak kurang air. Antusias masyarakat dan kelompok-kelompok ikan di Tabanan, hasil binaan Dinas Perikanan juga semakin bergeliat.

‘’Kami sudah sampai 12 kali membuat kegiatan nyata di masyarakat, bersinergi dengan pemerintah dan PKK, kita datangkan anak-anak didik, anak SD, ibu-ibu lansia untuk kita sosialisasikan makan ikan ini, karena begitu pentingnya makan ikan untuk menjawab kasus stunting yang ada di Tabanan,’’ jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Korlantas Polri Imbau Masyarakat Waspada Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Published

on

By

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Korlantas Polri mengimbau masyarakat yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sebaran abu vulkanik yang terbawa angin berpotensi berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat. Abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan hingga gangguan pernapasan.

Selain berdampak pada kesehatan, abu vulkanik juga dapat mengganggu jarak pandang dan aktivitas transportasi. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian para pengguna jalan demi menjaga keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Dikutip dari website resmi Korlantas Polri, Korlantas Polri mengimbau masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi apabila terjadi hujan abu vulkanik, hal yang dilakukan adalah menggunakan masker, kacamata pelindung, tutup pintu serta jendela rumah, minum air putih yang cukup, dan mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas.

Korlantas Polri mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, BPBD, dan instansi terkait serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Bagi masyarakat yang tetap harus berkendara di wilayah terdampak, Korlantas Polri mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan, menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan jarak pandang, serta mengutamakan keselamatan.

Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat atau petugas kepolisian terdekat guna mendapatkan bantuan.

Korlantas Polri mengajak seluruh masyarakat tetap tenang, waspada, dan bersama-sama menjaga keselamatan di tengah potensi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Bangun Sinergitas Tangani Masalah Stunting di Tabanan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Putri Koster Hadiri Aksi Sosial “Membina dan Berbagi“ di Kota Denpasar

Aksi Sosial Membina dan Berbagi Perkuat Peran Kader Posyandu sebagai Penghubung Masyarakat dan Pemerintah

Loading

Published

on

By

Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan bantuan dalam Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Kota Denpasar.
SERAHKAN BANTUAN: Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menyerahkan bantuan saat menghadiri Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Kota Denpasar, Senin (7/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali kembali melaksanakan Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Kota Denpasar, Senin (7/9/2026). Menyasar kader Posyandu di Kelurahan Dangin Puri dan Kelurahan Renon, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan transformasi Posyandu melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus memberikan apresiasi atas pengabdian mereka dalam melayani masyarakat.

Kegiatan memadukan pembinaan kader dengan penyerahan bantuan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi terhadap kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di tengah masyarakat.

Aksi Sosial Membina dan Berbagi dilaksanakan di dua lokasi, yakni Balai Banjar Bun, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, serta Banjar Kelod, Kelurahan Renon, Denpasar.

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, hadir memberikan pembinaan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada para kader. Kegiatan juga melibatkan Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, kecamatan, kelurahan, OPD terkait, serta para kader Posyandu.

Ny. Putri Suastini Koster menekankan bahwa kader merupakan pihak yang berada paling dekat dengan masyarakat. Posisi tersebut membuat kader memiliki peran strategis dalam mengetahui kondisi, kebutuhan, permasalahan, dan aspirasi masyarakat di wilayah masing-masing.

Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan. Melalui transformasi enam SPM, cakupan pelayanan Posyandu meliputi bidang pendidikan; kesehatan; pekerjaan umum; perumahan rakyat; ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat; serta sosial.

Sejalan dengan perluasan fungsi tersebut, kader diharapkan meningkatkan kapasitas dan memahami enam SPM. Selain melaksanakan kegiatan Posyandu, kader berperan mendata dan mencatat kebutuhan, permasalahan, serta aspirasi masyarakat untuk selanjutnya diteruskan kepada pemerintah kelurahan maupun pihak terkait sebagai bahan tindak lanjut.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Perkenalkan Kerajinan Khas Tabanan kepada Ketua Dekranasda Labuhanbatu Utara

Melalui peran tersebut, kader Posyandu diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah sehingga kebutuhan masyarakat dapat diketahui lebih dini dan pelayanan dasar dapat diberikan secara lebih dekat, cepat, dan tepat.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan bahwa Kota Denpasar memiliki 459 kelompok Posyandu yang tersebar di 27 desa/kelurahan. Seluruh Posyandu tersebut terus didorong untuk melaksanakan pelayanan berdasarkan enam SPM.

9Pembinaan kader juga diperkuat melalui empat Tim Pembina Posyandu Kecamatan di Kota Denpasar. Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar bersama OPD pengarah secara berkelanjutan melaksanakan sosialisasi dan pembinaan untuk meningkatkan pemahaman serta kapasitas kader dalam menjalankan transformasi Posyandu.

Pada Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Kelurahan Dangin Puri, bantuan diberikan kepada 105 kader yang berasal dari tujuh kelompok Posyandu. Masing-masing kader menerima 30 kg beras, dua krat atau 60 butir telur, serta dua kotak susu.

Total bantuan yang disalurkan di Kelurahan Dangin Puri mencapai 3.150 kg beras, 210 krat atau 6.300 butir telur, serta 210 kotak susu. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan apresiasi terhadap pengabdian kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, di Kelurahan Renon, bantuan diberikan kepada 75 kader yang berasal dari lima lingkungan atau lima Posyandu. Masing-masing kader menerima 30 kg beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.

Total bantuan di Kelurahan Renon mencapai 2.250 kg beras, 150 krat atau 4.500 butir telur, serta 150 kotak susu. Dengan demikian, dari dua lokasi tersebut, Aksi Sosial Membina dan Berbagi menyasar 180 kader Posyandu.

Ny. Putri Suastini Koster menegaskan bahwa bantuan tidak semata-mata dinilai dari bentuk maupun jumlahnya. Bantuan tersebut merupakan wujud perhatian, kepedulian, dan apresiasi kepada kader yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam mendampingi serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga  Penuh Antusias, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Buka Lomba Gong Kebyar Wanita

Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menekankan bahwa transformasi enam SPM membutuhkan kolaborasi dalam membangun lingkungan. Pembangunan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut keamanan dan kebersihan lingkungan, jalan yang layak, permukiman yang sehat, serta pelayanan dasar lainnya.

“Membangun banjar atau wilayah menjadi tanggung jawab kita semua. Bukan hanya kesehatan, tetapi juga keamanan lingkungan, kebersihan lingkungan, jalan yang layak, serta permukiman yang sehat. Ini tentu menjadi bagian yang harus dikerjakan bersama, tidak hanya oleh perseorangan,” tegas Putu Anom Agustina.

Melalui enam SPM, Posyandu diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kader didorong aktif memberikan edukasi, mendeteksi berbagai persoalan di lingkungannya, serta membantu menghubungkan masyarakat dengan layanan pemerintah sehingga pelayanan dasar dapat diakses secara lebih dekat dan cepat.

Aksi Sosial Membina dan Berbagi sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Kota Denpasar, kecamatan, kelurahan, OPD terkait, dan kader. Kolaborasi tersebut diperlukan agar transformasi Posyandu tidak hanya berhenti pada perubahan administrasi atau penambahan jenis pelayanan, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dengan kader yang semakin berdaya dan memahami enam SPM, Posyandu diharapkan semakin kuat sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, mampu mengenali kebutuhan masyarakat sejak dari tingkat lingkungan, memberikan edukasi, serta memastikan masyarakat terhubung dengan pelayanan pemerintah yang dibutuhkan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Perintahkan Pengusutan Dugaan Kesengajaan Pembakaran Hutan dan Lahan

Published

on

By

Presiden Prabowo Perintahkan Usut Kesengajaan Pembakaran Hutan
RATAS: Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video pada Senin, 7 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto meminta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat, termasuk dengan mengusut dugaan kesengajaan pembakaran yang berkaitan dengan pembukaan lahan perkebunan. Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video pada Senin, 7 September 2026.

“Jadi ini benar-benar kesengajaan, dan apakah ini rakyat atau ini korporasi? Tapi tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya yang 8 maupun yang 18,” ujar Kepala Negara.

Selain itu, Kepala Negara meminta agar temuan tersebut ditindaklanjuti bersama oleh kementerian dan lembaga terkait, termasuk Menteri Kehutanan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

“Nanti akan saya minta mungkin Menteri Kehutanan, ATR, dan juga Satgas PKH untuk menilai, kalau perlu kita segera cabut semuanya itu, semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya dan sebagainya. Ini sudah kelewatan dan juga saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa,” imbuh Presiden Prabowo.

Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan bahwa upaya penegakan hukum terhadap pelaku karhutla terus dilakukan. Berdasarkan temuan di lapangan, Suharyanto menyebut terdapat indikasi pembakaran yang dilakukan secara sengaja, termasuk dengan cara memberikan imbalan kepada pihak tertentu untuk membakar hutan dan lahan.

“Memang ada upaya-upaya kesengajaan dengan cara membakar, kami menangkap itu di Jambi, ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang,” ujar Suharyanto dalam laporannya kepada Presiden Prabowo.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa hingga saat ini terdapat 200 laporan polisi yang sedang diproses. Dari jumlah tersebut, Kapolri menyebut aparat telah mengamankan 138 tersangka. Selain itu, terdapat delapan korporasi yang tengah diproses.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Peringatan HKG PKK Ke-51 di Medan

“Kemudian kami juga sedang melakukan pendalaman terhadap 18 perusahaan dan 42 perusahaan yang saat ini diberikan sanksi administrasi, pembekuan, atau pencabutan izin, apakah mereka juga melakukan pidana, Pak?. Kalau memang nanti mereka juga melakukan pidana, maka kami akan proses. Jadi angka ini akan terus bergerak, bertambah, disesuaikan dengan tim yang saat ini terus bergerak di lapangan,” ujar Kapolri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca