Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Badung Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Pilah Sampah di Rumah Tangga

Launching Gerakan Pemantauan Pemilahan Sampah Kolaborasi TNI, Polri dan PKK Desa

Loading

BALIILU Tayang

:

pilah sampah
LAUNCHING: Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa launching gerakan pemantauan pemilahan sampah dan pengolahan limbah rumah tangga kolaborasi TNI, Polri dan PKK Desa di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (26/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) secara resmi melaunching gerakan pemantauan pemilahan sampah dan pengolahan limbah rumah tangga kolaborasi TNI, Polri dan PKK Desa. Launching dilakukan secara resmi oleh Bupati Badung yang diwakili Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (26/10) ditandai pemukulan gong. Gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga atau di sumbernya.

Sekda Adi Arnawa menyampaikan, komitmen Pemkab Badung terhadap pengelolaan sampah sudah ditetapkan dengan kebijakan, dengan terbitnya Perda No. 7 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. Bahwa setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Namun realitanya menunjukkan masih banyak masyarakat yang membuang sampah secara langsung ke media lingkungan seperti drainase, saluran irigasi, sungai, jurang dan lainnya. Kondisi ini berpengaruh buruk terhadap kualitas lingkungan yaitu menurunnya kualitas air, pencemaran tanah dan udara.

Selain itu, sampah yang masih tercampur sangat sulit dalam melakukan pengelolaan berikutnya. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari menyiapkan infrastruktur pengelolaan sampah di masing-masing wilayah desa dalam bentuk TPS3R dan membangun TPST di tingkat kabupaten, namun belum mampu menyelesaikan pengolahan sampah yang volumenya mencapai 534,8 ton/hari hingga menjadi zero waste. Sampah yang masih tercampur juga berdampak pada kerusakan sarana prasarana yang ada, karena karakteristik sampah sangat beragam sehingga sampah tersebut perlu dipilih sejak dari sumbernya.

Kegiatan pemantauan pemilahan sampah berbasis sumber merupakan kunci keberhasilan bagi upaya pengelolaan sampah yang dapat menghasilkan manfaat ekonomi ”sampah menjadi berkah” dan mewujudkan pengelolaan sampah zero waste. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat penting dilaksanakan karena bermanfaat untuk mengurangi polusi udara, air dan tanah, menurunkan pencemaran lingkungan, mengurangi pemanasan global, menambah cadangan air tanah, yang nantinya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri ‘’Piodalan’’ Pura Dalem Pande Majapahit

“Kami menyambut baik terlaksananya kegiatan ini, kami yakin kolaborasi TNI, Polri dan PKK mampu melakukan pembinaan dan penyadaran masyarakat untuk memilah sampahnya sehingga optimis masalah sampah tertangani,” terangnya.

Sementara Kadis LHK Badung I Wayan Puja melaporkan, launching gerakan pemantauan pemilahan sampah ini didasarkan pada pertimbangan bahwa timbunan sampah masih tercampur yang sangat sulit untuk dikelola. Kesulitan pengelolaan sampah yang tercampur diperburuk oleh metode penanganan “kumpul-angkut-buang” dan persepsi masyarakat bahwa sampah yang dihasilkan sudah ada yang akan bertanggung jawab. Agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan mudah, murah dan menghasilkan manfaat ekonomi, kuncinya sampah harus dipilah.

“Untuk mengubah mindset dan perilaku penghasil sampah agar mau bertanggung jawab, dibutuhkan kegiatan pemantauan secara langsung pengelolaan sampah ke rumah penduduk,” jelasnya.

Dikatakan, untuk tahap awal, kegiatan ini menyasar tiga kecamatan yaitu Mengwi, Abiansemal dan Petang dengan penghasil sampah 335,3 ton/hari. Komposisi sampah berdasarkan hasil kajian adalah 65 % organik, 15% anorganik. Bila sampah organik mampu ditangani di rumah tangga, maka akan terjadi pengurangan sampah yang masuk ke ruang publik di tiga wilayah tersebut sebesar 217,94 ton/hari, sehingga yang perlu ditangani hanya 117,36 ton/hari. Dari 117,36 ton tersebut yang merupakan residu sebanyak 30% atau 35,2 ton/hari, jadi sisanya sebesar 82,16 ton/hari memiliki nilai ekonomis.

Untuk mendukung efektivitas kegiatan pemilahan sampah, pihaknya mengundang beberapa offtaker diantaranya: PT Waste for Change Alam Indonesia (Eco Bali Recycling), Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), PT Coca Cola Distribution Indonesia, Surabaya dan Yayasan Bali Wastu Lestari. “Kegiatan pemantauan ini akan dilaksanakan selama 60 hari dan berakhir akhir Desember 2023,” sambungnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Evakuasi Wayan Lanang Terjatuh ke Sumur di Nusa Penida

Published

on

By

Banjar Pundukaha
EVAKUASI: Tim SAR gabungan saat mengevakuasi seorang warga Banjar Pundukaha Kelod yang terjatuh ke dalam sumur di Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Senin (25/5/2026). (Foto: bi)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang warga Banjar Pundukaha Kelod yang terjatuh ke dalam sumur di Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Senin (25/5/2026). Diketahui identitas korban atas nama Wayan Lanang (36).

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 13.00 Wita dari Wahyu selaku Babinsa Desa Bunga Mekar. Dilaporkan bahwa korban sejak Minggu (24/5/2026) belum kembali ke rumah. Pencarian awal dilakukan oleh pihak keluarga dan warga setempat.

Pada Senin pagi sekitar pukul 06.45 Wita, bibinya menemukan barang milik korban di sekitar sumur yang berada di dekat lokasi. “Mencurigai karena ada sandal dan rokok di sekitar sumur,” terang Cakra Negara, selaku koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida. Berdasarkan temuan tersebut, warga menduga korban terjatuh ke dalam sumur. Warga kemudian melakukan pengurasan air sumur menggunakan pompa air dan menemukan korban berada di dasar sumur dengan kedalaman kurang lebih 4 meter, namun mengalami kesulitan dalam proses evakuasi sehingga meminta bantuan SAR.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 13.20 Wita Tim Rescue Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida yang terdiri dari 4 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Mereka tiba di lokasi kejadian pada pukul 14.00 Wita dan segera melaksanakan briefing serta proses evakuasi bersama unsur SAR gabungan lainnya. “Sekitar pukul 14.40 korban berhasil kita evakuasi dalam keadaan meninggal dunia selanjutnya kita serahkan ke pihak keluarga,” tutupnya.

Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini antara lain Tim Rescue Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar Koramil Nusa Penida, Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar Polsek Nusa Penida, personel Polsek Nusa Penida, BPBD Kabupaten Klungkung, aparat desa, keluarga korban, serta masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Perkuat Komitmen Digitalisasi Daerah, Pemkab Badung Laksanakan HLM TP2DD 2024

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ibu Putri Suastini Koster Ingin Lahir Generasi Pembaca Puisi yang Mampu “Menghidupkan” Karya Sastra

Published

on

By

putri koster
BACA PUISI: Putri Suastini Koster saat membacakan puisi Sumpah Kumbakarna pada Parade Puisi dan Akustik bertajuk Nuansa Harmoni di Kabupaten Buleleng sukses memukau penonton di Gedung Puri Seni Sasana Budaya, Singaraja, Sabtu (23/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Penampilan Ibu Gubernur Bali, Putri Suastini Koster, saat membacakan puisi Sumpah Kumbakarna pada Parade Puisi dan Akustik bertajuk Nuansa Harmoni di Kabupaten Buleleng sukses memukau penonton di Gedung Puri Seni Sasana Budaya, Singaraja, Sabtu (23/5). Dengan penghayatan kuat dan teknik vokalisasi yang matang, Ibu Putri Koster seolah menghadirkan langsung sosok Kumbakarna di atas panggung.

Latar belakangnya sebagai seniman di berbagai bidang seni budaya membuat pembacaan puisi tersebut terasa hidup, emosional, sekaligus sarat pesan nasionalisme. Menurut Ibu Putri Koster, puisi bukan sekadar rangkaian kata, melainkan media untuk menyampaikan jiwa, nilai perjuangan, dan kecintaan terhadap tanah air.

“Puisi Sumpah Kumbakarna memiliki makna mendalam yang mengingatkan siapa saja untuk mencintai dan membela negaranya tanpa syarat. Meski Kumbakarna tidak menyukai tindakan Rahwana, ketika negaranya diserang, ia tetap berdiri sebagai kesatria untuk membela tanah airnya,” ujarnya.

Ia berharap nilai nasionalisme dalam karya sastra tetap hidup di tengah generasi muda, sekaligus menjadi bagian dari pembentukan karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Dalam kesempatan itu, Ibu Putri Koster juga menyampaikan harapannya agar ke depan lahir lebih banyak generasi pembaca puisi yang tidak hanya mampu membaca teks, tetapi juga benar-benar mampu “menghidupkan” karya sastra di atas panggung.

Menurutnya, kemampuan membaca puisi harus dibangun dari dasar yang kuat, mulai dari penghayatan, penjiwaan, vokalisasi, hingga kemampuan memberi ruh pada setiap bait puisi yang dibacakan. Setelah kemampuan dasar itu matang, seni baca puisi dapat dikembangkan menjadi sebuah seni pertunjukan yang lebih besar melalui kolaborasi dengan berbagai unsur seni lainnya.

“Ibu berharap seni baca puisi dapat berkembang menjadi seni pertunjukan. Bisa dipadukan dengan gamelan, musik tradisional, maupun seni tari. Namun, yang paling utama tetap kemampuan membaca puisinya harus bagus dan mampu memberi ruh pada karya yang dibawakan,” katanya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Kejuaraan Catur Terbuka dan Pelajar 2024 di Gulingan

Ibu Putri Koster menilai kegiatan seperti Parade Puisi dan Akustik menjadi ruang penting untuk mencari sekaligus membina bibit-bibit pembaca puisi muda di Bali. Selain mengasah kreativitas, para peserta juga memperoleh pengalaman berharga dalam membangun karakter, rasa percaya diri, dan keberanian tampil di depan publik.

“Selain membaca puisi, generasi muda juga bisa memperdalam karakternya. Pengalaman berkesenian seperti ini akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka di kemudian hari,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni budaya, Putri Koster turut menyerahkan bantuan sebesar Rp 5 juta kepada sekaa gong pengiring yang mendukung jalannya pertunjukan.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Ariadi Pribadi, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai menjadi ruang kreativitas dan persatuan masyarakat, khususnya generasi muda.

Kegiatan yang disiarkan melalui radio dan layanan streaming tersebut digagas sebagai wadah ekspresi sastra modern bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Putri Koster Soroti Dominasi Endek Troso di Bali, Dorong Perkuat Perlindungan HAKI Perajin

Published

on

By

endek troso
PEMBICARA UTAMA: Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster saat menjadi pembicara utama dalam Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual yang diadakan DPD PDI Perjuangan Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, Minggu (24/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menyampaikan bahwa kain endek yang beredar di Bali masih didominasi oleh endek asal Troso, bukan produksi para perajin lokal Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual yang diadakan DPD PDI Perjuangan Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, Minggu (24/5).

Diketahui, Putri Koster sebelumnya pada tahun 2022 menerima penghargaan sebagai Tokoh yang Berperan Aktif dalam Memacu Pertumbuhan Kreativitas dan Inovasi Kekayaan Intelektual dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

“Kain tenun endek Bali yang ditenun di Bali hanya berkisar 17 persen, sementara 83 persen lainnya didatangkan dari luar Bali, khususnya daerah Troso,” katanya.

Sebagai sosok yang terus memperjuangkan kesejahteraan para perajin lokal Bali, dirinya merasa prihatin melihat eksistensi kain endek Bali yang tidak lagi menjadi tuan di rumahnya sendiri, padahal endek Bali telah memiliki hak kekayaan komunal.

Belum lagi tantangan lain yang dihadapi para perajin tenun Bali, seperti menjamurnya kain bordir yang secara terang-terangan mencaplok berbagai motif kain songket hasil karya para perajin songket lokal Bali.

Menurutnya, hal tersebut tidak boleh dibiarkan karena akan sangat berdampak terhadap kesejahteraan para perajin lokal Bali dan perekonomian Bali.

“Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali, saya mengambil fungsi kontrol dan melakukan pengawasan terhadap karya-karya kerajinan yang ada di Bali,” jelasnya.

Menurutnya, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) sangat penting dimiliki oleh IKM dan UMKM sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap karya-karya yang mereka hasilkan agar tidak digunakan secara tidak sah oleh pihak lain.

Baca Juga  Merger Dianulir, Kadis Perinaker Badung Minta Pekerja Batalkan Demo dan Kembali Bekerja

“Para perajin akan merasa aman dan nyaman karena sudah ada perlindungan hukum. Jadi, mereka bisa tenang dalam berkarya dan berinovasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala BRIDA Provinsi Bali, Ketut Wica, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali telah memfasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI) secara gratis bagi krama Bali sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga dan melindungi hasil kreativitas masyarakat Bali serta warisan leluhur agar dapat memberikan manfaat ekonomi.

“Sampai dengan 20 Mei 2026, Provinsi Bali sudah mendaftarkan sebanyak 821 KI, dengan sertifikat KI yang telah terbit sebanyak 730 sertifikat, terdiri atas 44 kepemilikan komunal dan 686 kepemilikan personal,” jelas Ketut Wica.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Isya Nalapraja, menyampaikan bahwa pelanggaran HAKI dapat dikenai sanksi pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Jenis pelanggaran tindak pidana kekayaan intelektual dapat berupa pembajakan, pemalsuan, maupun pelanggaran hak kekayaan intelektual lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca