Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ketua DPRD Badung Harapkan Mahasiswa UHN Ikut Beri Edukasi Masyarakat Badung

BALIILU Tayang

:

UHN
AUDIENSI: Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat menerima audiensi Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Dharma Duta UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar di ruang kerjanya, Senin (13/11/2023). (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyampaikan, berdasarkan amanat Perda Badung terkait pelestarian adat, agama, tradisi dan budaya diharapkan agar mahasiswa Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat di Badung.

‘‘Itu karena Pemerintah melalui Dinas Kebudayaan sudah memfasilitasi dukungan terhadap pengembangan adat, budaya, agama, dan tradisi, supaya roh budaya itu tetap dapat dipertahankan. Jadi peran Dinas Kebudayaan bersama mahasiswa sangat diharapkan dan dibutuhkan,‘‘ ujar Putu Parwata selepas menerima audiensi Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Dharma Duta UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar di ruang kerjanya, Senin (13/11/2023).

Audiensi dilaksanakan dalam rangka Musyawarah Mahasiswa dan Sidang Paripurna Tahunan Fakultas Dharma Duta dengan tema ‘‘Koalisi (Keputusan Organisasi Adil, Ideal, Situasional)‘‘ yang akan dilaksanakan pada Sabtu Minggu, 18-19 November 2023 di ruang Rapat Madya Gosana III Kantor DPRD Badung. Hadir Ketua Panitia Tjokorda Istri Sindy, Sekretaris Ni Komang Sutyawini dan beberapa anggota panitia.

Putu Parwata lanjut mengatakan, tujuan audiensi dari mahasiswa Universitas Hindu Negeri (UHN) Sugriwa ini pertama mereka menyampaikan akan mengadakan musyawarah/rapat kerja bersama untuk menyusun program kerja tahun 2024 dan pemilihan kepengurusan.

‘‘Terkait hal itu, kami (DPRD Badung) sudah menghubungi sekretariat untuk memfasilitasi kegiatan musyawarah/rapat kerja mahasiswa UHN tanggal 18 – 19 November mulai dari tempat dan fasilitas lain,‘‘ ujar Parwata.

Kedua, saat audiensi, Politisi PDI Perjuangan asal Dalung Kuta Utara ini memberikan beberapa saran kepada mahasiswa agar bisa menyusun program kerja yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Seperti pelatihan serati banten (membuat canang, banten) sehingga memberikan kebaruan pengetahuan bagi masyarakat khususnya di Badung. (gs/bi)

Baca Juga  Dengar Aspirasi Yayasan Kesatria Keris Bali, DPRD Bali Siap Ambil Langkah Tegas Atasi Kasus Dugaan Penistaan Agama

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Di Antara Prasasti dan Kegelisahan Zaman: Teater Agustus Membaca Bali melalui Pentas “Prasasti” di FSBJ VIII 2026

Published

on

By

Adegan pementasan drama Prasasti karya Sanggar Teater Agustus dalam rangkaian FSBJ VIII 2026 di Gedung Ksirarnawa
PRASASTI: Salah satu adegan pementasan drama "Prasasti" karya Sanggar Teater Agustus dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (18/7/2026) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali sekaligus seniman, Putri Suastini Koster, menyaksikan pementasan drama “Prasasti” karya Sanggar Teater Agustus dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (18/7/2026) malam. Pertunjukan tersebut menghadirkan dialog antara sejarah, mitologi, dan kritik sosial melalui sebuah narasi yang mengajak penonton menafsirkan kembali identitas Bali dan Indonesia di tengah perubahan zaman.

Di tangan tim penyutradaraan Teater Agustus yang terdiri atas Wayan Sila Sayana, Ngurah Rai Riauadi, dan Gede Sustrawan, “Prasasti” menjelma menjadi sebuah pembacaan ulang terhadap jejak sejarah yang terukir pada batu, sekaligus refleksi atas kegelisahan manusia modern yang semakin jauh dari akar peradabannya. Pementasan ini menjadi salah satu agenda penting FSBJ VIII 2026 yang berlangsung pada 11–25 Juli.

Naskah yang ditulis IB Martinaya atau Gus Martin, yang juga bertindak sebagai penata musik, berangkat dari salah satu artefak sejarah terpenting di Bali, yakni Prasasti Blanjong di Sanur. Namun, alih-alih menjadikannya materi sejarah yang kaku, Teater Agustus mengolahnya menjadi narasi dramatik yang bergerak luwes antara masa lalu dan masa kini.

Cerita dibuka dengan sekelompok anak yang melakukan wisata sejarah ke kawasan cagar budaya Prasasti Blanjong. Dalam sebuah peristiwa yang nyaris magis, mereka tiba-tiba diterpa badai dan terbawa ke masa pemerintahan Raja Sri Kesari Warmadewa.

Di masa silam, mereka menyaksikan langsung proses peresmian dan pemancangan Prasasti Jaya Sama yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Blanjong. Melalui sudut pandang anak-anak, sejarah tidak hadir sebagai deretan fakta yang membosankan, melainkan sebagai pengalaman hidup yang dapat dilihat, disentuh, dan dirasakan.

Baca Juga  Dengar Aspirasi Yayasan Kesatria Keris Bali, DPRD Bali Siap Ambil Langkah Tegas Atasi Kasus Dugaan Penistaan Agama

Lapisan dramatik kemudian berkembang melalui kisah cinta segitiga antara I Tekek, seorang pemahat prasasti, dengan dua perempuan dari latar budaya berbeda, yakni Ni Sing Lian, gadis keturunan Tionghoa, dan Ni Gadung, perempuan pribumi.

Kisah tersebut mengingatkan bahwa Bali sejak berabad-abad silam telah menjadi ruang perjumpaan berbagai kebudayaan. Kehadiran tokoh Ni Sing Lian merujuk pada sejumlah sumber sejarah yang mencatat keberadaan komunitas pedagang Tionghoa yang hidup berdampingan dengan masyarakat kerajaan pada masa itu.

Namun, “Prasasti” tidak berhenti pada romantisme sejarah.

Cerita kemudian bergeser ke masa kini melalui sekelompok ibu yang resah melihat kehidupan yang dinilai semakin kehilangan arah. Mereka memulai pencarian “Prasasti Nusantara”, sebuah artefak yang diyakini menyimpan jawaban tentang asal-usul negeri ini.

Dalam pengembaraan itu, mereka bertemu mahasiswa yang sedang menggelar aksi demonstrasi. Sejumlah peristiwa ganjil dan simbolik pun bermunculan, membawa penonton memasuki ruang tafsir yang lebih luas mengenai kehidupan, sejarah, dan identitas.

Di sinilah kekuatan dramaturgi “Prasasti” terasa. Naskah tidak menawarkan jawaban tunggal, melainkan menghadirkan pertanyaan tentang identitas, memori kolektif, serta hubungan manusia modern dengan sejarahnya sendiri. Prasasti bukan lagi sekadar batu bertulis peninggalan masa lampau, melainkan metafora tentang ingatan yang terus dicari ketika masyarakat menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat.

Bagi Teater Agustus, sejarah bukan sesuatu yang telah selesai. Sejarah menjadi ruang dialog yang terus hidup dan dapat dibaca ulang dari perspektif kekinian. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Festival Seni Bali Jani yang sejak awal dirancang sebagai wadah eksplorasi seni modern dan kontemporer yang tetap berakar pada kebudayaan Bali.

Usai pementasan, Gus Martin menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada Sanggar Teater Agustus untuk tampil dalam festival tersebut.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Siap Bantu Tempat Pelantikan PD Pemuda Muhammadiyah Badung 

“Atas kesempatan untuk menampilkan pementasan ini, kami secara khusus menghaturkan dahating suksma kepada Ibu Ni Putu Putri Suastini Koster selaku penggagas utama FSBJ sebagai ranah berkreativitas para pegiat seni modern-kontemporer,” ujarnya.

Di tengah perkembangan seni pertunjukan Bali, Prasasti menunjukkan bahwa sejarah lokal dapat diolah menjadi karya teater yang tetap relevan dengan berbagai isu kontemporer. Melalui perpaduan narasi sejarah, fantasi perjalanan waktu, humor, kritik sosial, hingga refleksi kebangsaan, pementasan ini mengajak penonton menengok kembali jejak masa lalu sebagai cara memahami kegelisahan masa kini.

Pada akhirnya, yang tertinggal bukan sekadar kisah tentang Prasasti Blanjong atau pencarian artefak mitologis bernama Prasasti Nusantara. Yang tertinggal adalah kesadaran bahwa setiap generasi selalu memiliki prasastinya sendiri—sebuah penanda tentang siapa mereka, dari mana mereka berasal, dan ke mana mereka hendak melangkah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Jadi Pembicara Utama pada Konferensi Internasional di ITB

“Transformasi Digital harus Perkuat Budaya dan Kearifan Lokal“

Loading

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menjadi keynote speaker pada 5th International Conference on Digital Humanities 2026 di ITB
KEYNOTE SPEAKER: Gubernur Bali Wayan Koster saat menjadi keynote speaker pada 5th International Conference on Digital Humanities 2026 yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (18/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bandung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa transformasi digital harus menjadi instrumen untuk memperkuat identitas budaya dan menjaga kelestarian lingkungan, bukan justru mengikis nilai-nilai lokal yang menjadi jati diri masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker pada 5th International Conference on Digital Humanities 2026 yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (18/7).

Konferensi internasional yang mengusung tema AI, Digital Ethics, and the Future of Geotourism itu mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta pengambil kebijakan dari berbagai negara guna membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), etika digital, dan masa depan geowisata di era transformasi teknologi. Kehadiran Gubernur Bali sebagai pembicara utama mencerminkan pengakuan terhadap arah pembangunan Bali yang mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan pelestarian budaya melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Bali Era Baru.

Dalam paparannya, Gubernur Koster menekankan bahwa perkembangan teknologi digital harus diarahkan untuk memperkuat kebudayaan sebagai fondasi pembangunan Bali. Menurutnya, kecanggihan teknologi tidak boleh memutus hubungan masyarakat dengan akar budayanya, melainkan harus dimanfaatkan untuk mendokumentasikan, melestarikan, dan mempromosikan kekayaan budaya Bali kepada dunia.

“Kemajuan teknologi dan transformasi digital tidak boleh menerkam kearifan lokal, tetapi harus mampu menguatkan identitas budaya dan kearifan lokal itu sendiri,” tegas Koster di hadapan peserta konferensi internasional.

Gubernur Koster juga memaparkan berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam mengembangkan ekosistem digital yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya, pelestarian alam, dan pembangunan pariwisata yang berkualitas serta berkelanjutan. Pendekatan tersebut diyakini mampu menjadikan Bali sebagai contoh pembangunan daerah yang berhasil mengharmoniskan inovasi teknologi dengan pelindungan warisan budaya dan lingkungan.

Baca Juga  Diduga Lakukan PHK Sepihak, Komisi IV DPRD Badung Sidak Cafe Organic Petitenget

Partisipasi Gubernur Bali sebagai keynote speaker pada forum internasional tersebut sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai daerah yang aktif berkontribusi dalam diskursus global mengenai transformasi digital, etika pemanfaatan kecerdasan buatan, serta pengembangan geowisata yang berkelanjutan. Forum ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan paradigma pembangunan Bali kepada komunitas akademik dan para pengambil kebijakan dari berbagai negara. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perluas Jangkauan Pencarian Nelayan Hilang, Tim SAR Kerahkan Helikopter Finns SGi Air Bali

Published

on

By

Tim SAR gabungan mengerahkan Helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali untuk pencarian nelayan hilang di perairan
KERAHKAN HELIKOPTER: Pencarian terhadap nelayan yang hilang saat melaut di perairan Pantai Lebih, Gianyar, pagi ini (19/7) oleh Tim SAR gabungan dengan mengerahkan satu unit Helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali. (Foto: Hms SAR)

Gianyar, baliilu.com – Memasuki hari ke tiga pencarian terhadap nelayan yang hilang saat melaut di perairan Pantai Lebih, Gianyar pada Jumat (17/7) masih terus dilanjutkan. Pencarian pagi ini, (19/7) oleh Tim SAR gabungan dengan mengerahkan satu unit Helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali.

“Pagi ini, pengerahan helikopter dilakukan untuk menjangkau area pencarian yang lebih luas dari perairan Gianyar hingga perairan Selat Badung yang mencapai 25,6 mil laut. Harapannya korban dapat segera ditemukan,” terang Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya.

Ia menambahkan, upaya pencarian hari ini dengan melibatkan unsur SAR gabungan yang mencapai 95 orang. Pencarian oleh unsur SAR gabungan ini dibagi menjadi tiga SRU yaitu darat, laut dan udara.

“Upaya pencarian di laut juga masih terus dilakukan, dua unit rubber boat dikerahkan untuk mencari keberadaan korban. Tak hanya itu, kelompok nelayan setempat juga melaksanakan upaya pencarian dengan mengerahkan 10 unit jukung pada area yang telah ditentukan,” imbuh Sidakarya.

Dengan kekuatan alut dan personel yang memadai operasi pencarian dan pertolongan akan berlangsung secara maksimal.

“Kami memberikan apresiasi kepada Finns dan juga SGi Air Bali atas dukungan yang luar biasa di bidang kemanusiaan khususnya dalam upaya pencarian dan pertolongan menggunakan helikopter,” ucapnya.

Upaya pencarian akan terus dilakukan hingga memasuki hari ke-7 dengan pengerahan alut dan personel gabungan. Pelaksanaan proses pencarian dan pertolongan tentunya dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus laut, gelombang serta kecepatan angin di lapangan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Masyarakat Tak Bisa Bayar Pengacara, DPRD Badung Siap Fasilitasi Bantuan Hukum
Lanjutkan Membaca