Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Sanjaya Motivasi Seniman Tabanan untuk Semangat Berkreasi

Dari Sarasehan Seni Komunitas Maharupa Batukaru

Loading

BALIILU Tayang

:

acara komunitas maharupa batukaru
SARASEHAN: Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. saat membuka sarasehan seni Komunitas Perupa Tabanan Maharupa Batukaru di Gedung Kesenian, I Ketut Maria, Selasa (14/11). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Kabupaten Tabanan, selain dikenal sebagai lumbung beras juga sebagai lumbungnya seniman-seniman hebat di Bali yang selalu mendapatkan perhatian dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M.

Melalui acara sarasehan seni Komunitas Perupa Tabanan Maharupa Batukaru dengan tema “Bergerak Bersama Lumbung Seni Menuju Tabanan Era Baru” yang digelar di Gedung Kesenian, I Ketut Maria, Selasa (14/11), Sanjaya menyampaikan rasa bangganya sebagai orang Tabanan yang memiliki potensi SDM dengan jiwa kesenian yang begitu mengagumkan.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala OPD dan Kepala Bagian di Lingkungan Pemkab Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan. Kegiatan diikuti oleh peserta dari 30 orang Komunitas Perupa, 70 Guru Seni Budaya dan Siswa-siswi SMP dan SD se-Kecamatan Tabanan. Acara yang pertamakalinya dilaksanakan sebagai wadah untuk menaungi komunitas Maharupa Batukaru tersebut dibuka langsung oleh Bapak Bupati ditandai dengan pemukulan kulkul dan menggoreskan tinta di atas kanvas.

Di kesempatan itu Sanjaya mengajak masyarakat selalu bangga sebagai orang Tabanan. Sebab selain dengan potensi alam yang lengkap juga keseniannya yang begitu mengagumkan. “Apa pun bisa menjadi seni ketika mendapatkan sentuhan orang Tabanan. Lihatlah seni tari, gerak seekor kumbang pun bisa menjadi tarian yang sangat mengagumkan ketika diasah oleh I Ketut Maria. Lihatlah dalam bidang seni rupa, di tangan Bapak Nyoman Nuarta, seni rupa menjadi sangat monumental. Lihatlah seni ikur di Tabanan, lihatlah seni lukisnya, semuanya hadir dengan spirit berkesenian yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Selain memotivasi para seniman agar terus berkreasi menciptakan karya-karya yang menarik. Orang nomor satu di Tabanan juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi perupa yang telah menghasilkan karya-karya terbaiknya dan telah ikut mengharumkan nama baik Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Dukung Yadnya Krama Desa Lalanglingah dan Desa Adat Mambang

“Saya menilai pelaksanaan sarasehan seni, komunitas Maharupa Batukaru ini adalah sebuah acara yang penting untuk dilaksanakan karena momennya bertepatan dengan rangkaian HUT Kota Tabanan yang ke-530,” imbuh Politisi asal Dauh Pala Tabanan itu.

Pihaknya mengajak untuk menjadikan momen ini sebagai tonggak lahirnya kembali tokoh-tokoh seni rupa dengan cara kembali merangkul generasi muda, sekaligus sebagai pemetaan bagi para perupa yang ada di Kabupaten Tabanan agar bisa terhimpun menjadi satu komunitas atau wadah, sehingga bisa menyatukan konsep secara berkesinambungan.

Di kesempatan yang sama, I Made Yudiana selaku ketua panitia yang juga merupakan Kepala Dinas Kebudayaan menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Bupati Tabanan yang telah menginisiasi serta menfasilitasi kegiatan sarasehan sebagai bentuk kolaborasi kerja sama dan sinergi yang baik antara pemerintah Kabupaten Tabanan dengan para perupa yang ada di Kabupaten Tabanan.

“Kami beserta seluruh  perupa Tabanan menghaturkan banyak-banyak terima kasih kehadapan Bapak Bupati atas dukungan ide-ide dan pendanaan, sehingga sarasehan hari ini dapat berjalan sesuai dengan rencana. Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut di masa yang mendatang, sehingga iklim kesenian di Kabupaten Tabanan bisa tumbuh ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Salah seorang seniman yang hadir, I Wayan Susana, S.Sn, dalam wawancaranya menyampaikan harapannya, agar dari kegiatan ini dapat memberikan sinergi yang positif untuk kesenian di Tabanan dan semoga terselenggaranya kegiatan ini dapat membuat iklim kesenian di Tabanan semakin maju serta menjadi motivasi positif untuk seniman-seniman muda di Tabanan agar bisa berkembang lebih baik dan melahirkan karya-karya yang kreatif.

“Kami seniman Tabanan karena sudah didukung penuh oleh Pemda Tabanan tentunya merasa bangga menjadi orang Tabanan,” serunya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri dan Buka Kejuaraan Karate Inkai Dandim Cup VII 2025

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

HUT Ke-55 STT Tunjung Mekar, Bupati Adi Arnawa: Tingkatkan Kualitas SDM agar Mampu Berdaya Saing

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu
HADIRI HUT: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa saat menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Puncak perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, berlangsung meriah di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. Mengusung tema “Tunjung Mekar Amplify”, kegiatan ini menjadi momentum generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan desa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana kreativitas sebesar Rp 20 juta kepada STT Tunjung Mekar guna mendukung pengembangan potensi kepemudaan. Acara juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru oleh Jero Bendesa Adat Munggu melalui prosesi penyerahan kalung, sertifikat, plakat penghargaan kepada pengurus lama, serta penyerahan pataka organisasi sebagai simbol estafet kepemimpinan.

Aksi kepedulian sosial turut mewarnai acara dengan penyerahan bantuan kursi roda dan sembako kepada warga bernama Gede Miarta, yang diwakili Kelihan Dinas Banjar Sedehan. Bantuan diserahkan oleh Nyonya Rasniathi Adi Arnawa selaku Ketua Pembina Komunitas Badung Peduli.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan selamat dan berharap pengurus baru mampu melaksanakan visi misi organisasi. Ia juga mengingatkan generasi muda untuk menjaga Desa Munggu sebagai desa wisata dengan mempertahankan persatuan dan semangat menyama braya. Menghadapi arus pariwisata dan budaya luar, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM agar masyarakat lokal berdaya saing.

“Jangan sampai kita terlena dan hanya bangga karena banyak wisatawan datang. Di balik perkembangan pariwisata tersebut, kita harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan SDM, sehingga kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” ujarnya.

Bupati menjelaskan komitmen Pemkab Badung dalam meningkatkan SDM, seperti program beasiswa anak petani, pembangunan jalan baru, serta penataan pantai. Ia pun mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan keamanan demi keberlanjutan pariwisata. “Mari kita bersama-sama menjaga pariwisata, dengan menjaga lingkungan, menjaga keamanan, dan membangun ekosistem ekonomi agar terus bangkit,” ucap Adi Arnawa.

Baca Juga  Bupati Sanjaya: Perangkat Daerah Mampu Berkontribusi Lahirkan Inovasi

Sementara itu, Ketua Panitia I Made Rai Nikayasa menyampaikan bahwa organisasi dapat berjalan berkat dukungan seluruh anggota dan masyarakat. STT Tunjung Mekar berkomitmen menghadirkan kegiatan kreatif dan memperkenalkan potensi generasi muda Munggu ke kancah luas melalui bidang musik.

“Kami ingin STT Tunjung Mekar selalu menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berkreasi, dan menampung aspirasi demi memajukan Desa Munggu,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Badung dalam pelestarian budaya, termasuk melalui ajang ogoh-ogoh. “Kami sangat bersyukur atas dukungan dan dorongan dari Pemerintah Kabupaten Badung. Kami akan terus menjaga dan melestarikan budaya, khususnya melalui kegiatan ogoh-ogoh yang selama ini mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati Badung dan telah memberikan ruang bagi kami untuk berkarya,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan pergelaran musik. Turut hadir dalam kegiatan ini anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Bawa, anggota DPRD Badung Wayan Edi Sanjaya dan Made Rai Wirata, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel, serta Jero Bendesa Adat Munggu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gelar Pertemuan di Hambalang, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Rosan Roeslani, Menteri Bahlil Lahadalia, dan jajaran Danantara di kediamannya Hambalang Bogor
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Hambalang, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026.

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” demikian keterangan tertulis Seskab.

Selain hilirisasi, Presiden menerima laporan perkembangan pelaksanaan instruksinya terkait penataan dan perampingan BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan langkah tersebut disebut telah menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp 50 triliun.

Proses konsolidasi tersebut akan terus dilanjutkan dengan target penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari upaya menyederhanakan struktur perusahaan negara. Melalui restrukturisasi BUMN tersebut, diproyeksikan dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp 100 triliun.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penataan BUMN harus dilakukan secara terukur dan menyeluruh. Langkah tersebut diarahkan agar perusahaan negara memiliki struktur yang lebih efisien, sehat, profesional, serta mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian nasional.

“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” pungkas Seskab.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya ‘’Ngupasaksi’’ Rangkaian ‘’Karya Agung Ngenteg Linggih’’ di Desa Adat Anggasari Munduktemu

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lewat RUU Masyarakat Adat, Kariyasa: Dapat Perkuat Perlindungan Pura Luhur Poten

Published

on

By

Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama tim kunjungan kerja di Pura Luhur Poten Probolinggo Jawa Timur
KUNKER: Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama Tim melakukan kunjungan Kerja spesitik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Probolinggo, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menilai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat dapat menjadi momentum penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan tempat-tempat suci yang selama ini dijaga masyarakat adat, termasuk Pura Luhur Poten di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kariyasa mengatakan keberadaan pura dan ruang adat masyarakat Tengger perlu mendapatkan perlindungan yang jelas agar dapat terus dilestarikan. Menurutnya, masyarakat Tengger telah memiliki tradisi dan tempat ibadah tersebut jauh sebelum Indonesia merdeka sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian dalam penyusunan regulasi mengenai masyarakat adat.

“Kami dari Komisi VIII menuju ke Tengger itu diberikan penjelasan, sebenarnya sudah ada sebelum Indonesia. Mereka pun sudah ada pura ini, walaupun bentuknya tidak seperti ini. Ketika banyak umat Tengger sering sembahyang di sini, pura ini menjadi diperluas dan diperlebar,” ujar Kariyasa usai mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Komunitas Hindu Tengger, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mengatakan Pura Luhur Poten selama ini terus digunakan umat Hindu Tengger untuk beribadah dan secara bertahap mengalami perbaikan. Namun, status lahan pura yang berada di kawasan hutan perlu mendapatkan kepastian agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Tentu statusnya ini harus jelas. Karena bagaimanapun kalau kita melihat beberapa aset yang ada, pura-pura di seluruh Indonesia, termasuk kemarin di Rawamangun, itu sudah ada kepastian, disertifikatkan, sehingga itu sudah dimiliki oleh umat dan pengemponnya,” jelasnya.

Kariyasa mendorong agar pembahasan RUU Masyarakat Adat nantinya turut memberikan ruang bagi perlindungan terhadap tempat-tempat suci yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat adat. Ia menilai masyarakat Tengger merupakan salah satu komunitas yang selama ini konsisten menjaga adat, alam, hutan, serta tempat suci mereka.

Baca Juga  Bupati Sanjaya: Perangkat Daerah Mampu Berkontribusi Lahirkan Inovasi

“Masyarakat adat itu kan ada sebelum Indonesia merdeka dan itu menjaga kelangsungan adat-adat, menjaga hutan, menjaga tempat-tempat suci. Tentu kita inginkan nanti ketika undang-undang itu disahkan, melibatkan masyarakat adat yang ada di Tengger ini,” katanya.

Menurutnya, kepastian status Pura Luhur Poten bukan hanya menyangkut kepentingan umat Hindu Tengger dalam menjalankan ibadah, tetapi juga berkaitan dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Karena itu, perlindungan terhadap pura dan masyarakat yang menjaganya perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya mempertahankan warisan adat.

Kariyasa menambahkan, keberadaan adat dan Pura Luhur Poten juga memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan Tengger selama ini menjadi tujuan wisata alam sekaligus wisata spiritual yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Sekarang di sini kan wisata itu cukup ramai. Ada wisata spiritual, kemudian wisata alam dan sebagainya. Tentu tidak lepas dari rakyatnya dengan menjaga pura dan adat-adat itu sendiri,” pungkas Legislator Dapil Bali tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca