Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

‘‘Renjana Sahitya Sandyakala’’, FKH Unud Rayakan BKKH Ke-40 dan HUT Ke-26

BALIILU Tayang

:

hut fkh unud
HUT FKH: FKH Unud menyelenggarakan acara puncak perayaan BKKH ke-40 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ke-26 bertempat di halaman Gedung Fakultas Kedokteran Hewan Kampus Bukit Jimbaran, Jumat (10/11/23). (Foto: Hms Unud)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) menyelenggarakan acara puncak perayaan Badan Kekeluargaan Kedokteran Hewan (BKKH) ke-40 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ke-26 bertempat di halaman Gedung Fakultas Kedokteran Hewan Kampus Bukit Jimbaran, Jumat (10/11/23).

Acara ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan dan dihadiri oleh Ketua Senat Unud, para Wakil Rektor, Para Dekan, para Ketua Lembaga, Ketua Senat FKH, para Mantan Dekan FKH, para Wakil Dekan FKH, para Dosen dan Civitas Akademika FKH, para mahasiswa serta undangan lainnya.

Ketua Panitia drh. Luh Made Sudimartini, M.Sc dalam laporannya menyampaikan, tema dari kegiatan BKKH kali ini adalah Renjana Sahitya Sandyakala yang memiliki makna agar selalu diberkahi untuk melangkah lebih baik ke tahap selanjutnya dengan solidaritas/kerukunan yang menyenangkan dan nyaman. Dalam menyambut BKKH Ke-40 dan HUT FKH Ke-26, serangkaian kegiatan telah dilakukan yaitu, pengabdian kepada masyarakat magister kedokteran hewan mengenai vaksinasi, KIE dan sterilisasi HPR sebagai upaya pembebasan rabies di Bali dan pengabdian masyarakat penanggulangan dermatis pada anjing jalanan di Desa Gulingan sebagai desa penyangga objek wisata Taman Ayun Gulingan mengwi.

Selain itu kegiatan pengabdian masyarakat dan hilirisasi hasil-hasil penelitian di Desa Batukandik Nusa Penida, Kuliah Umum, dan Visiting Profesor dengan narasumber Prof. Maria Pilan Vinardell dari University de Barcelona Spanyol, serta seminar nasional.

hut fkh unudDekan FKH Unud Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si (Foto: Hms Unud)

Sementara itu Dekan FKH Unud Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, FKH Unud sebenarnya sudah terbentuk sejak tahun 1962 bersamaan dengan Fakultas Pertanian yang awalnya bernama FKHP, tapi FKH masih dalam masa embrio dan baru menetas pada tahun 1979, dengan terlahir sebagai PSKH, suatu program studi yang berada langsung di bawah Rektor, dengan perjuangan para senior kerja sama para civitas dan dukungan dari Asosiasi FKH se-Indonesia, sehingga PSKH dapat disetujui menjadi Fakultas Kedokteran Hewan pada tahun 1997, dengan Dekan yang pertama Prof. Dr. N. Sadra Dharmawan, M.S., yang selanjutnya dilanjutkan oleh Prof. AA Mirah Adi, Ph.D, Prof. Dr. Made Damriyasa, M.Kes, Dr. Nyoman Adi Suratma, MP, Prof. Dr. I Nengah Kerta Besung, M.Kes dan selanjutnya ditugaskan kepada saya.

Baca Juga  Ditunjuk Jadi Tuan Rumah, FKH Unud Terima Kunjungan Panitia 72nd IVSA Symposium

Saat ini FKH dikelola oleh 70 orang dosen dan 24 tenaga administrasi dan 11 orang tenaga kependidikan, dengan jumlah mahasiswa sarjana 641 orang, profesi 223 orang, dan pascasarjana 38 orang. Rasio dosen : mahasiswa S1 adalah 1 : 12,3, yang sangat mungkin untuk ditingkatkan lagi. Beban dalam menyelenggarakan pendidikan memang sangat berat karena 70% mata kuliah ada pratikum, sehingga memerlukan sebanyak 21 laboratorium. Dari Tenaga dosen yang ada 18 (25,71%) Guru besar, 27 (38,57%) lektor kepala, 24 (34,28%) lektor, 3 (4,28%) asisten ahli, dari lektor dan lektor kepala 30 orang sudah S3, dan 1 sedang program S3.

‘‘Kami mengelola 4 program studi yaitu Sarjana, Profesi, dan Magister, dengan akreditasi A untuk program studi S1 dan Profesi (yang akan melakukan reakreditasi pada tahun 2024) dan sudah tersertifikasi AUN QA, dan Unggul untuk S2. Program studi S3 sudah keluar ijin operasionalnya per 25 Oktober 2023. Ini merupakan tantangan untuk terus dapat mempertahankan keberadaannya. Semua itu berkat semangat dari civitas, kerja sama dengan para stakeholder, dan dukungan penuh dari Rektor dan pimpinan lainnya,‘‘ ujar Dekan.

Dekan mengungkapkan, dukungan dari Rektorat dalam dana dan sarana prasarana terus kami harapkan, tantangan dan tuntutan perkembangan dan akreditasi ke depan adalah adanya Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) yang berstandar. Ke depan tuntutan kelulusan Profesi Dokter Hewan harus lulus ujian kompetensi nasional sama seperti kolega di Kedokteran dan Kedokteran Gigi. Besar harapan agar Unud segera memiliki dan mendapatkan dana sehingga harapan Rumah Sakit Hewan bisa segera dibangun. FKH Unud juga bergerak bersinergi dengan Rektorat untuk memenuhi target-target IKU seperti apa yang telah disepakati dan hampir semuanya telah terpenuhi, dan ada yang masih belum terpenuhi. Rencana kedepannya adalah peningkatan dan menjaga kualitas FKH, menuju ke akreditasi Unggul untuk program studi S1 dan profesi serta menuju akreditasi internasional, peningkatan kerja sama internasional maupun nasional.

Baca Juga  Tingkatkan Layanan, RSHP FKH Unud Tambah Perangkat Komputer

Kedepannya juga direncanakan peningkatan student body di FKH, karena peluang untuk memenuhi kebutuhan dokter hewan masih sangat tinggi yaitu diperlukan 90.000 dokter hewan seluruh Indonesia, yang saat ini hanya bisa dipenuhi 9.000 dokter hewan per tahun dari 11 FKH yang ada di Indonesia, dan sudah barang tentu hal itu harus didukung dengan peningkatan Sarana dan Prasarana Pembelajaran.

hut fkh unudWakil Rektor Bidang Akademik Prof. I Gede Rai Maya Temaja. (Foto: Hms Unud)

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. I Gede Rai Maya Temaja dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat karena telah dilaksanakannya Badan Kekeluargaan Kedokteran Hewan ke-40 dan Hari Ulang Tahun Fakultas Kedokteran Hewan Unud ke-26. Dalam kesempatan ini juga disampaikan terkait dengan cikal bakal berdirinya Fakultas Kedokteran Hewan hingga sampai sekarang ini. Wakil Rektor juga menyampaikan, ada satu program studi yang baru berdiri pada tahun ini di FKH Unud yaitu S3 Sains Veteriner dimana nantinya akan dipersiapkan penerimaan mahasiswa baru pada semester genap di tahun 2023/2024. Diharapkan pimpinan, dosen maupun pegawai semua yang ada di Fakultas Kedokteran Hewan saling bahu-membahu dan memfasilitasi kepada bapak/ibu yang berminat untuk melanjutkan di S3 khususnya di S3 Sains Veteriner.

Diharapkan ini bisa berjalan dengan baik seperti program studi yang lain yang ada di Fakultas Kedokteran hewan yang meraih akreditasi A, Unggul dan tersertifikasi AUN-QA. Selain itu pihak rektorat akan berusaha untuk menyelesaikan pembangunan ruang kuliah yang ada di lecture building sehingga nantinya mahasiswa ke depan dapat kuliah lebih baik di kelas tersebut. “Kita akan lakukan secara bertahap, oleh sebab itu kita lakukan secara pelan-pelan untuk melengkapi sarana dan prasarana untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan untuk mencetak SDM yang unggul, berkualitas di Fakultas Kedokteran Hewan,” ucap Wakil Rektor. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita6093-Fakultas-Kedokteran-Hewan-Universitas-Udayana-Rayakan-BKKH-ke-40-dan-HUT-ke-26.html (gs/bi)

Baca Juga  Dalam Rangka Pembudayaan Mutu Lulusan Dokter Hewan, FKH Unud Gelar Workshop Revisi Pedoman PPDH

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Cipayung Plus Terkait Kelangkaan BBM di Bali

Published

on

By

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Demo Cipayung Plus
PIMPIN PENGAMANAN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dalam pelaksanaannya, personel Polresta Denpasar disiagakan di sejumlah titik untuk mengamankan jalannya aksi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Personel juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Kapolresta Denpasar menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat, termasuk dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Seluruh personel diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta bertindak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Selain itu, kata Kapolresta, koordinasi dan komunikasi dengan koordinator lapangan serta peserta aksi terus dilakukan guna menjaga situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya kesalahpahaman selama kegiatan berlangsung.

Ia menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polresta Denpasar dalam menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara terbuka, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Melalui pengamanan yang optimal dan sinergi antara aparat keamanan dengan peserta aksi, diharapkan kegiatan unjuk rasa Cipayung Plus dapat berlangsung dengan aman, damai, tertib, serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Minpro Rothchildi FKH Unud Gelar Kuliah Umum “Basic Skills of Avians Conservation And Necroption”
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Buka Indonesia Tourism Marketing Week 2026, Dorong Dukungan Pemerintah Pusat untuk Penguatan Infrastruktur Pariwisata Bali

Tekankan Pentingnya Kebijakan Pembiayaan yang Memperhatikan Kontribusi dan Karakteristik Daerah

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster Buka ITMW 2026 di Sanur
BUKA ITMW 2026: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya penguatan daya saing pariwisata Bali melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta dukungan kebijakan pembiayaan dari pemerintah pusat yang mempertimbangkan karakteristik dan kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional.

ITMW 2026 merupakan forum tahunan yang digagas MarkPlus Tourism (MCorp) dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata nasional, mulai dari pemerintah, pengelola destinasi, pelaku industri, akademisi, hingga praktisi pemasaran. Mengusung tema Reimagining Tourism: In a Fragmented World!, kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Oktober 2026, di sejumlah lokasi di Bali. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, mengembangkan inovasi, serta merumuskan strategi peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di tengah dinamika global.

Founder and Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ITMW 2026 diarahkan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia melalui integrasi promosi digital, pemberdayaan komunitas lokal, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ia menilai Bali memiliki keunggulan dalam pengelolaan pariwisata sehingga layak menjadi tempat pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

“Saya pikir, semua harus belajar dari Bali, juaranya di Indonesia,” ujarnya.

Rangkaian ITMW 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain kompetisi meracik kopi, aksi konservasi lingkungan dan pelepasan tukik, pembahasan digitalisasi dan penerapan kecerdasan artifisial (AI), serta konferensi yang menghadirkan sejumlah pembicara nasional.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis pariwisata dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, pariwisata merupakan sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang kehidupan dan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas. Pandangan tersebut, menurut Koster, telah dipelajarinya sejak menjabat sebagai anggota DPR RI, baik dari aspek teknokratis maupun filosofi ekonomi. Dengan mengacu pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, ia menjelaskan bahwa pada tingkatan kebutuhan tertentu, kegiatan berwisata menjadi bagian dari kebutuhan manusia.

Baca Juga  Ditunjuk Jadi Tuan Rumah, FKH Unud Terima Kunjungan Panitia 72nd IVSA Symposium

“Karena itu, pariwisata adalah dunia yang paling nyata. Kalau kita mampu mendorong pertumbuhan sektor ini, maka akan berdampak pada sektor yang lain. Karena itu, harus dibangun dengan sangat detail,” katanya.

Gubernur Koster selanjutnya memaparkan perkembangan sektor pariwisata Bali yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali tercatat mencapai 16,3 juta kunjungan. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sektor pariwisata Bali menghasilkan devisa sebesar Rp 176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp 319,9 triliun. Gubernur Koster juga menyebutkan besarnya peranan sektor pariwisata dalam menopang perekonomian daerah. “Kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Bali juga sangat tinggi, yaitu 66 persen,” sebutnya.

Pertumbuhan sektor pariwisata tersebut, menurut Gubernur Koster, memberikan dampak positif terhadap sejumlah indikator makroekonomi Bali, antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB), menurunkan tingkat kemiskinan, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kendati demikian, perkembangan pariwisata yang pesat juga menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan penanganan serius, mulai dari alih fungsi lahan sawah, persoalan sampah dan kemacetan, keterbatasan infrastruktur dan transportasi publik, hingga meningkatnya kasus penodaan tempat suci. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan tersebut, namun membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai agar dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, Gubernur Koster mendorong pemerintah pusat agar kebijakan pengalokasian dana transfer ke daerah tidak hanya menggunakan pendekatan yang seragam, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan, dan kontribusi masing-masing daerah terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, Bali memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan dengan daerah lain karena harus menyediakan infrastruktur dan layanan publik yang tidak hanya melayani masyarakat setempat, tetapi juga mendukung aktivitas jutaan wisatawan yang datang setiap tahun.

Baca Juga  Tingkatkan Layanan, RSHP FKH Unud Tambah Perangkat Komputer

“Setahu saya sejak duduk di DPR, kita belum pernah membuat kebijakan yang memperhatikan kondisi spesifik daerah. Transfer dana pembangunan untuk infrastruktur dipolakan dengan treatment yang hampir seragam untuk setiap daerah. Akibatnya kita tak memandang wilayah seperti Bali yang memberi kontribusi cukup besar bagi negara,” urainya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan budaya dan keindahan alam yang dimiliki Bali. Diperlukan dukungan ekosistem pariwisata yang memadai, terutama infrastruktur, transportasi, pengelolaan sampah, dan ketersediaan air bersih. Seluruh komponen tersebut harus dikembangkan secara terintegrasi untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Bali.

“Kalau budaya, itu memang sudah anugerah. Tapi untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas, itu saja tak cukup. Transportasi dan infrastruktur harus bagus, sampah teratasi, air tersedia dan lain-lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa persaingan pariwisata saat ini tidak lagi terbatas antardaerah di Indonesia, melainkan telah berlangsung pada tingkat internasional. Bali harus mampu bersaing dengan destinasi wisata di negara-negara tetangga yang terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Karena itu, ia menilai Singapura, Malaysia, dan Thailand dapat menjadi tolok ukur dalam pengembangan pariwisata Bali ke depan.

“Negara-negara itu yang kami jadikan role model untuk ditiru. Sebab kalau tidak, daya saing Bali akan turun,” tambahnya.

Untuk mempercepat pembenahan tersebut, Gubernur Koster berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pembiayaan yang lebih proporsional bagi Bali. Dari kontribusi devisa pariwisata yang disebutnya mencapai Rp 176 triliun, ia mengusulkan agar Bali dapat memperoleh dukungan pembiayaan dengan nilai setara sedikitnya 5 persen untuk memperkuat pembangunan infrastruktur antarwilayah. Menurutnya, dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan membantu Bali meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat konektivitas, serta menjaga daya saing pariwisata dalam jangka panjang.

Baca Juga  FKH Unud Bersama AFKHI dan FAO Laksanakan Percontohan Konsep ‘’One Health’’ Penanganan Rabies di Sanur

Gubernur Koster optimistis bahwa peningkatan kualitas infrastruktur dan penguatan daya saing pariwisata Bali tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa pariwisata. Setelah fondasi infrastruktur Bali semakin kuat, pengembangan pariwisata dapat diarahkan pada peningkatan konektivitas dan kolaborasi dengan berbagai destinasi di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan semangat penyelenggaraan ITMW 2026 yang mendorong sinergi dan pengembangan pariwisata nasional secara berkelanjutan.

“Ini juga akan mengangkat ekonomi nasional karena devisa makin tumbuh. Setelah itu, baru kita mulai bicara bagaimana mengkoneksikan pariwisata Bali dengan daerah lain, sebagaimana yang menjadi tujuan dari pelaksanaan Forum ITMW ini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jaga Warisan Budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan Bali dan Pemkot Denpasar Gelar Aksi Pemeliharaan Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan

Published

on

By

Aksi Pemeliharaan Bale Kulkul Puri Pemecutan
AKSI PEMELIHARAAN: Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bali bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Aksi Pemeliharaan Ngayah Ring Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Sabtu (17/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai wujud kepedulian dan semangat gotong-royong dalam menjaga warisan budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bali bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Aksi Pemeliharaan Ngayah Ring Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Sabtu (17/10).

Kegiatan yang berlokasi di Jalan Gunung Batur, Denpasar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar didampingi Kepala Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman, Ni Wayan Sri Witari, menyampaikan bahwa kegiatan yang digagas Balai Pelestarian Kebudayaan Bali (BPK) ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan cagar budaya sebagai identitas dan sejarah Kota Denpasar.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemeliharaan fisik, tetapi juga merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran, kecintaan, dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan serta keberlanjutan warisan budaya. Kebudayaan adalah jati diri bangsa yang harus kita jaga, kembangkan, dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya, Penglingsir Puri Pemecutan, jajaran Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, para kader Pelestari Budaya Kota Denpasar, serta Mahasiswa Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Melalui aksi dengan semangat gotong-royong ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah, puri, komunitas pelestari budaya, dan generasi muda dalam menjaga keberadaan cagar budaya agar tetap lestari.

“Melestarikan warisan budaya adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat ngayah, kita rawat warisan leluhur, kita jaga identitas budaya Bali,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Minpro Rothchildi FKH Unud Gelar Kuliah Umum “Basic Skills of Avians Conservation And Necroption”
Lanjutkan Membaca