Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

‘‘Renjana Sahitya Sandyakala’’, FKH Unud Rayakan BKKH Ke-40 dan HUT Ke-26

BALIILU Tayang

:

hut fkh unud
HUT FKH: FKH Unud menyelenggarakan acara puncak perayaan BKKH ke-40 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ke-26 bertempat di halaman Gedung Fakultas Kedokteran Hewan Kampus Bukit Jimbaran, Jumat (10/11/23). (Foto: Hms Unud)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) menyelenggarakan acara puncak perayaan Badan Kekeluargaan Kedokteran Hewan (BKKH) ke-40 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ke-26 bertempat di halaman Gedung Fakultas Kedokteran Hewan Kampus Bukit Jimbaran, Jumat (10/11/23).

Acara ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan dan dihadiri oleh Ketua Senat Unud, para Wakil Rektor, Para Dekan, para Ketua Lembaga, Ketua Senat FKH, para Mantan Dekan FKH, para Wakil Dekan FKH, para Dosen dan Civitas Akademika FKH, para mahasiswa serta undangan lainnya.

Ketua Panitia drh. Luh Made Sudimartini, M.Sc dalam laporannya menyampaikan, tema dari kegiatan BKKH kali ini adalah Renjana Sahitya Sandyakala yang memiliki makna agar selalu diberkahi untuk melangkah lebih baik ke tahap selanjutnya dengan solidaritas/kerukunan yang menyenangkan dan nyaman. Dalam menyambut BKKH Ke-40 dan HUT FKH Ke-26, serangkaian kegiatan telah dilakukan yaitu, pengabdian kepada masyarakat magister kedokteran hewan mengenai vaksinasi, KIE dan sterilisasi HPR sebagai upaya pembebasan rabies di Bali dan pengabdian masyarakat penanggulangan dermatis pada anjing jalanan di Desa Gulingan sebagai desa penyangga objek wisata Taman Ayun Gulingan mengwi.

Selain itu kegiatan pengabdian masyarakat dan hilirisasi hasil-hasil penelitian di Desa Batukandik Nusa Penida, Kuliah Umum, dan Visiting Profesor dengan narasumber Prof. Maria Pilan Vinardell dari University de Barcelona Spanyol, serta seminar nasional.

hut fkh unudDekan FKH Unud Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si (Foto: Hms Unud)

Sementara itu Dekan FKH Unud Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, FKH Unud sebenarnya sudah terbentuk sejak tahun 1962 bersamaan dengan Fakultas Pertanian yang awalnya bernama FKHP, tapi FKH masih dalam masa embrio dan baru menetas pada tahun 1979, dengan terlahir sebagai PSKH, suatu program studi yang berada langsung di bawah Rektor, dengan perjuangan para senior kerja sama para civitas dan dukungan dari Asosiasi FKH se-Indonesia, sehingga PSKH dapat disetujui menjadi Fakultas Kedokteran Hewan pada tahun 1997, dengan Dekan yang pertama Prof. Dr. N. Sadra Dharmawan, M.S., yang selanjutnya dilanjutkan oleh Prof. AA Mirah Adi, Ph.D, Prof. Dr. Made Damriyasa, M.Kes, Dr. Nyoman Adi Suratma, MP, Prof. Dr. I Nengah Kerta Besung, M.Kes dan selanjutnya ditugaskan kepada saya.

Baca Juga  FKH Unud Gelar Workshop Penyusunan Roadmap Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Saat ini FKH dikelola oleh 70 orang dosen dan 24 tenaga administrasi dan 11 orang tenaga kependidikan, dengan jumlah mahasiswa sarjana 641 orang, profesi 223 orang, dan pascasarjana 38 orang. Rasio dosen : mahasiswa S1 adalah 1 : 12,3, yang sangat mungkin untuk ditingkatkan lagi. Beban dalam menyelenggarakan pendidikan memang sangat berat karena 70% mata kuliah ada pratikum, sehingga memerlukan sebanyak 21 laboratorium. Dari Tenaga dosen yang ada 18 (25,71%) Guru besar, 27 (38,57%) lektor kepala, 24 (34,28%) lektor, 3 (4,28%) asisten ahli, dari lektor dan lektor kepala 30 orang sudah S3, dan 1 sedang program S3.

‘‘Kami mengelola 4 program studi yaitu Sarjana, Profesi, dan Magister, dengan akreditasi A untuk program studi S1 dan Profesi (yang akan melakukan reakreditasi pada tahun 2024) dan sudah tersertifikasi AUN QA, dan Unggul untuk S2. Program studi S3 sudah keluar ijin operasionalnya per 25 Oktober 2023. Ini merupakan tantangan untuk terus dapat mempertahankan keberadaannya. Semua itu berkat semangat dari civitas, kerja sama dengan para stakeholder, dan dukungan penuh dari Rektor dan pimpinan lainnya,‘‘ ujar Dekan.

Dekan mengungkapkan, dukungan dari Rektorat dalam dana dan sarana prasarana terus kami harapkan, tantangan dan tuntutan perkembangan dan akreditasi ke depan adalah adanya Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) yang berstandar. Ke depan tuntutan kelulusan Profesi Dokter Hewan harus lulus ujian kompetensi nasional sama seperti kolega di Kedokteran dan Kedokteran Gigi. Besar harapan agar Unud segera memiliki dan mendapatkan dana sehingga harapan Rumah Sakit Hewan bisa segera dibangun. FKH Unud juga bergerak bersinergi dengan Rektorat untuk memenuhi target-target IKU seperti apa yang telah disepakati dan hampir semuanya telah terpenuhi, dan ada yang masih belum terpenuhi. Rencana kedepannya adalah peningkatan dan menjaga kualitas FKH, menuju ke akreditasi Unggul untuk program studi S1 dan profesi serta menuju akreditasi internasional, peningkatan kerja sama internasional maupun nasional.

Baca Juga  FKH Unud Gelar Pembekalan Mahasiswa Program Profesi Dokter Hewan Periode Februari 2023

Kedepannya juga direncanakan peningkatan student body di FKH, karena peluang untuk memenuhi kebutuhan dokter hewan masih sangat tinggi yaitu diperlukan 90.000 dokter hewan seluruh Indonesia, yang saat ini hanya bisa dipenuhi 9.000 dokter hewan per tahun dari 11 FKH yang ada di Indonesia, dan sudah barang tentu hal itu harus didukung dengan peningkatan Sarana dan Prasarana Pembelajaran.

hut fkh unudWakil Rektor Bidang Akademik Prof. I Gede Rai Maya Temaja. (Foto: Hms Unud)

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. I Gede Rai Maya Temaja dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat karena telah dilaksanakannya Badan Kekeluargaan Kedokteran Hewan ke-40 dan Hari Ulang Tahun Fakultas Kedokteran Hewan Unud ke-26. Dalam kesempatan ini juga disampaikan terkait dengan cikal bakal berdirinya Fakultas Kedokteran Hewan hingga sampai sekarang ini. Wakil Rektor juga menyampaikan, ada satu program studi yang baru berdiri pada tahun ini di FKH Unud yaitu S3 Sains Veteriner dimana nantinya akan dipersiapkan penerimaan mahasiswa baru pada semester genap di tahun 2023/2024. Diharapkan pimpinan, dosen maupun pegawai semua yang ada di Fakultas Kedokteran Hewan saling bahu-membahu dan memfasilitasi kepada bapak/ibu yang berminat untuk melanjutkan di S3 khususnya di S3 Sains Veteriner.

Diharapkan ini bisa berjalan dengan baik seperti program studi yang lain yang ada di Fakultas Kedokteran hewan yang meraih akreditasi A, Unggul dan tersertifikasi AUN-QA. Selain itu pihak rektorat akan berusaha untuk menyelesaikan pembangunan ruang kuliah yang ada di lecture building sehingga nantinya mahasiswa ke depan dapat kuliah lebih baik di kelas tersebut. “Kita akan lakukan secara bertahap, oleh sebab itu kita lakukan secara pelan-pelan untuk melengkapi sarana dan prasarana untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan untuk mencetak SDM yang unggul, berkualitas di Fakultas Kedokteran Hewan,” ucap Wakil Rektor. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita6093-Fakultas-Kedokteran-Hewan-Universitas-Udayana-Rayakan-BKKH-ke-40-dan-HUT-ke-26.html (gs/bi)

Baca Juga  VEACE BEM FKH Unud Adakan ‘’Animal Feeding Activities’’ di Monkey Forest Sangeh

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki Pingsan di Gunung Agung

Published

on

By

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pendaki yang pingsan di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Seorang pendaki mengalami kelelahan hingga hilang kesadaran saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). Mulanya korban bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45) pergi bersama rombongan berjumlah 8 orang melaksanakan pendakian siang hari, sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka memulai titik awal perjalanan dari Pura Pasar Agung Selat. Berselang kurang lebih 2 jam, korban kelelahan dan tidak sadarkan diri di ketinggian 2200 MDPL.

Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan segera direspons dengan memberangkatkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Mempercepat upaya evakuasi, Pemandu KUPS Pasar Agung lebih dahulu menuju posisi korban.

“Pada pukul 15.00 Wita tim 1 yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi,” jelas Putu Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu 9 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangassm bergerak ke Pos Pendakian Pasar Agung.

Kira-kira 30 menit kemudian mereka bertemu dengan korban pada ketinggian 2200 MDPL. Pukul 16.40 Wita SRU 2 dengan jumlah 15 orang menyusul menuju atas. Mereka berhasil bertemu di ketinggian 2100 MDPL dan selanjutnya mengevakuasi korban menuju Pos Pasar Agung, dengan kondisi masih tidak sadarkan diri.

Akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos Pasar Agung, kemudian I Gusti Agung Eka Sanjaya langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas Selat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ia dievakuasi menuju Puskesmas Selat menggunakan ambulance.

Unsur SAR yang turut dalam upaya evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babhinsa Selat, Babhinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Disdamkar Selat, Puskesmas Desa Selat, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Jajaki Kerja Sama Riset, FKH Unud Terima Kedatangan Veterinary School University of Sydney Australia

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Tinjau Proyek Strategis Pengendali Banjir di Kuta

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau proyek pengendali banjir di Kecamatan Kuta
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026).

Adapun beberapa proyek strategis yang ditinjau diantaranya Pekerjaan Pembuangan Irigasi – Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Jalan Basangkasa – Jalan Sunset Road di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, dengan total ruas yang akan tertangani sebesar 6.330 m2.

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, banjir di wilayah Jalan Dewi Sri merupakan momok setiap tahun pada musim hujan. Untuk itu, setelah beberapa kali pemantauan dan tahun ini bisa dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR.

“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujarnya.

Dalam mengatasi banjir, Pemkab Badung akan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” jelasnya.

Baca Juga  FKH Unud Gelar Pembekalan Mahasiswa Program Profesi Dokter Hewan Periode Februari 2023

Bupati Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa pada November seluruh pekerjaan harus diselesaikan untuk mengantisipasi datangnya puncak musim hujan pada bulan Desember. Selain itu, pada titik banjir di Seminyak, akan segera dikerjakan setelah menunggu selesainya studi kelayakan.

“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara. Embung ini akan bisa dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk air bersih,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati dan Wabup Badung Tinjau Proyek Jalan Lingkar Barat

Percepat Solusi Kemacetan Badung Selatan dan Tengah

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Badung
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat meninjau pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.

Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.

Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.

Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini terjadi.

“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.

Baca Juga  Meriah, Reuni Akbar & HUT Ke-12 Minat Profesi Satwa Liar Rothschildi FKH Unud

“Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.

“Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca