Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wabup Suiasa Hadiri Pra-Mahasabha I PTKA di Karangasem

BALIILU Tayang

:

Mahasabha tangkas kori agung
HADIRI PRA-MAHASABHA: Wabup Ketut Suiasa sekaligus sebagai Ketua Pratisentana Tangkas Kori Agung (PTKA) Kabupaten Badung menghadiri undangan Pra-Mahasabha I Pasikian Pratisentana Tangkas Kori Agung di Ruang Pertemuan Taman Surgawi Ujung, Karangasem, Minggu (19/11). (Foto: Hms Badung)

Karangasem, baliilu.com – Wakil Bupati l Ketut Suiasa sekaligus sebagai Ketua Pratisentana Tangkas Kori Agung (PTKA) Kabupaten Badung menghadiri undangan Pra-Mahasabha I Pasikian Pratisentana Tangkas Kori Agung, pertemuan berlangsung di Ruang Pertemuan Taman Surgawi Ujung, Karangasem, Minggu (19/11).

Pertemuan yang mengusung tema “Menguatkan Pasikian Pratisentana Berlandaskan Tri Hita Karana” dengan tujuan menyatukan persepsi dan menyamakan paradigma. Hadir pada pertemuan Ketua Umum PTKA I Made Mahayastra, Penglingsir Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung , Ketua Panitia Pengarah Mahasabha l PTKA Gede Nurjaya, Panitia Pelaksana Mahasabha PTKA Pusat Kadek Arimbawa, beserta perwakilan Pengurus PTKA se-Bali. Pada kesempatan tersebut sebagai bentuk dukungan dan partisipasi Wabup Suiasa memberikan bantuan dana pribadi sebesar Rp. 25 juta yang diterima langsung oleh Ketua panitia I Made Wijaya.

Keluarga besar pasikian Pratisentana Tangkas Kori Agung melaksanakan Pra-Mahasabha untuk mengatur persepsi lebih awal dengan membahas agenda-agenda yang akan diputuskan menjadi Keputusan Umum dan juga keputusan mengikat PTKA salah satunya pengukuhan pengurus. PTKA sebelumnya sudah memiliki pengurus akan tetapi pada pertemuan tersebut dilakukan kembali penyempurnaan-penyempurnaan personal.

“Karena ini mahasabha yang pertama ada suatu kebutuhan yang sifatnya mendesak untuk legitimasinya hingga nanti dalam mahasabha pertama bisa diputuskan dimana rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2023 di Pura Kawitan Tangkas Kori Agung di Klungkung,” ujar Wabup Suiasa.

Lebih lanjut Wabup Suiasa juga mengungkapkan, berkaitan dengan AD/ART dan juga program kerja akan dipersiapkan beberapa rekomendasi usulan untuk diberikan pada pengurus yang akan dikukuhkan pada Mahasabha, selain program kerja ada agenda-agenda yang sifatnya substansial lebih prinsipil dan lebih sifatnya identitas. Rekomendasi wajib yang diusulkan menjadi hal dasar tindak lanjut pra-mahasabha sebagai action awal pelaksanaan mahasabha nanti agar lebih cepat, lebih mudah, lebih praktis menghasilkan keputusan bersama.

Baca Juga  Wabup Suiasa Serahkan PMT bagi Penderita TBC

“Substansi-substansi yang akan menjadi keputusan mahasabha nanti itu sudah kita persiapkan dari sekarang perancangannya, dan rancangannya sudah disepakati bersama sehingga pada mahasabha nanti kita sahkan menjadi produk bersama,” jelasnya.

Ketua Panitia Made Wijaya menyampaikan ada beberapa program yang sudah dijalankan oleh Ketua Umum dan jajaran, salah satunya yaitu bedah rumah di Kabupaten Karangasem, harapannya program baik itu berlanjut ke Kabupaten lainnya. Sebelumnya Ketua Umum dan Pengurus PTKA Pusat juga sudah melaksanakan atur piuning mulai dari Pura Kawitan, Pura Sad Kahyangan hingga pura yang ada di luar Bali. Sehari sebelum pelaksanaan Mahasabha pada tanggal 26 November 2023  PTKA akan melaksanakan jalan sehat/jalan santai dan tanggal 27 November 2023 Mahasabha akan dilangsungkan dari pagi hingga selesai.

“Pada Mahasabha nanti juga akan ada pagelaran pentas budaya dan hiburan, dari tema yang kita angkat “Menguatkan Pasikian Pratisentana Berlandaskan Tri Hita Karana” semoga ke depan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan menjalankan program parahyangan, pawongan, dan palemahan dengan sukses. Tujuan sebenarnya adalah bagaimana kita memaketkan ini ke masyarakat Bali, semoga pra-mahasabha dan mahasabha juga menelorkan anggaran-anggaran dasar yang akan menjadi kerangka acuan dan pondasi untuk anak cucu kita kedepan,” harapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Sasar Remaja Dini, Ketua Forum PUSPA Bali Pesankan Anak-anak Fokus Belajar, Hindari Bullying, dan Jauhi Pernikahan Dini

Published

on

By

Ketua Forum PUSPA Bali
SAPA ANAK-ANAK: Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyapa anak-anak usai menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP N 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyampaikan agar setiap remaja mampu menjaga diri dengan pembatasan yang terkontrol.

Menurutnya, masa remaja merupakan fase rentan ketika seseorang sedang mencari jati diri, sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan. Pengawalan terhadap tumbuh kembang, pergaulan, serta kepedulian terhadap masalah internal dan beban yang dirasakan anak tentu dapat memberikan perlindungan mental dan batin bagi mereka.

“Jangan biarkan mereka menghadapi masalahnya sendiri hingga merasa terbelenggu, putus asa, dan memilih jalan pintas. Sebagai orang tua di rumah maupun guru di sekolah, kita harus peka terhadap kondisi anak agar mereka tidak merasa sendiri dan kesepian,” ungkapnya saat menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP N 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/4).

Ia menambahkan, “Kita boleh sibuk dengan kegiatan masing-masing, tetapi jangan pernah lelah untuk mengawasi pergaulan dan kondisi putra-putri kita. Jangan lalai saat ekspresi wajah mereka berubah dari biasanya. Cobalah mendekati anak-anak saat mereka menyendiri, murung, bahkan mengurung diri di kamar. Jangan sampai mereka mengalami bullying di sekolah atau lingkungan luar rumah tanpa kita mengetahuinya, yang pada akhirnya dapat merusak mental anak.”

Dengan demikian, anak-anak akan mampu bertanggung jawab di sekolah—dengan belajar dan memperkaya pengetahuan sebagai fondasi diri yang lebih baik dan matang—di rumah dengan memanfaatkan waktu untuk membantu orang tua, serta di lingkungan dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan fokus menjalankan kewajiban sesuai niat baik. Mereka juga diharapkan mampu menyayangi diri sendiri, sehingga dapat menyayangi orang lain tanpa terjerumus dalam pergaulan bebas yang membahayakan masa depan, serta menjaga kepercayaan yang diberikan orang tua agar terhindar dari pernikahan dini.

Baca Juga  Wabup Ketut Suiasa Paparkan Kinerja Penyelenggaraan PTSP dan PPB Kabupaten Badung

Ny. Seniasih juga menegaskan agar tidak membiasakan berkata kasar, karena hal tersebut termasuk kekerasan verbal yang dapat melukai perasaan dan menimbulkan tekanan batin.

“Lakukan tugas dengan baik untuk membentuk pribadi dan karakter yang berpotensi menggapai masa depan, sehingga menjadi individu yang berkualitas,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menyampaikan bahwa bullying di sekitar anak-anak sangat memengaruhi semangat dan fokus mereka dalam belajar serta menjalani kehidupan. Anak-anak menghabiskan sekitar 8 jam di sekolah, 8 jam di rumah, dan 8 jam di luar keduanya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menanamkan kesadaran bahwa tanggung jawab terhadap diri sendiri sangatlah penting.

Merencanakan masa depan yang baik dengan melewati masa remaja yang berkualitas tentu menjadi impian setiap orang. Oleh sebab itu, pola pengasuhan dan perhatian orang tua menjadi hal yang krusial.

Pada kesempatan ini, sosialisasi yang menyasar remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama dilakukan untuk memberikan gambaran bahwa hidup membutuhkan perencanaan yang jelas dalam menentukan masa depan, sehingga langkah untuk mencapainya dapat lebih terarah dan sistematis. Oleh karena itu, penting untuk memperbanyak informasi mengenai bahaya pergaulan bebas dan seks bebas guna menghindari terjadinya pernikahan dini.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber lainnya, yakni Putu Astri Dewi Miranti dan Ni Made Mery Setianingsih, yang memaparkan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 2 Tahun 2025. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa kesehatan reproduksi adalah kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi, bukan semata-mata bebas dari penyakit atau disabilitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Pencarian, Korban Hilang di Pantai Kelingking Akhirnya Ditemukan

Published

on

By

Pantai Kelingking
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi korban dengan ambulans menuju Rumah Sakit Gema Santi. (Foto: Hms SAR)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Operasi SAR hari kedua terhadap seorang warga Desa Bunga Mekar yang dilaporkan hilang akibat terhempas ombak di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Jumat (25/4/2026) malam dalam kondisi meninggal dunia.

Upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan telah dilaksanakan sejak pagi hari. Pada pukul 06.00 WITA, seluruh personel melaksanakan briefing, pembagian area pencarian (search area), serta penyampaian rencana pergerakan. Tim SAR Gabungan menggunakan RIB 05 Denpasar bergerak dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida menuju area pencarian untuk melaksanakan penyisiran sorty pertama. Hingga pukul 11.15 WITA hasilnya nihil dan mereka merapat di Jungut Batu Tlatak, Nusa Ceningan. Upaya pencarian dilanjutkan sekitar pukul 13.57 Wita hingga pukul 16.30 Wita, namun tak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pencarian hari itu sempat menghadapi beberapa kendala, yakni akses penyisiran yang sulit, kondisi gelombang tinggi dan ombak pecah, serta perubahan arah dan kecepatan angin yang cukup ekstrem di sekitar garis pantai.

“Pada 17.50 WITA kami menerima informasi dari warga bahwa korban mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian,” ungkap Cakra Negara, Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida. Menindaklanjuti laporan tersebut, RIB 05 Denpasar segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

Pada pukul 19.15 WITA, korban akhirnya berhasil ditemukan pada posisi kurang lebih 803,62 meter dari lokasi kejadian awal. Usai dibawa ke darat, jenasah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Gema Santi menuju Rumah Sakit Gema Santi.

Diberitakan sebelumnya, korban bernama Nyoman Rame (49) hilang saat melakukan aktivitas memancing bersama anaknya di atas tebing Pantai Kelingking pada Jumat (24/4/2026). Saat itu, korban diduga terhempas ombak besar hingga terjatuh ke laut dan hilang.

Baca Juga  Wabup Suiasa Hadiri Temu Wirasa PKVHI Kabupaten Badung

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan, di antaranya Unit Siaga SAR Nusa Penida, Pos TNI AL Nusa Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar, Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar, Polairud Polres Klungkung, BPBD Klungkung, petugas ambulans Gema Santi, serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Cari Seorang Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru

Published

on

By

pendaki tersesat di badukaru
Jalur pendakian hingga target terpisah dari rombongan. (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan terpisah dan tersesat dari rombongannya di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Informasi awal diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada hari Minggu (26/4/2026) pukul 04.40 Wita dari anggota BPBD Kabupaten Tabanan. Dari laporan tersebut, diperkirakan kejadiannya di hari Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Korban diketahui bernama Made Dibya (80), seorang warga asal Penebel, Tabanan.

Mulanya Made Dibya bersama 13 orang lainnya berangkat dari jalur pendakian Desa Sarin Buana kurang lebih pukul 06.00 Wita. Namun dalam perjalanan hanya 10 orang saja yang masih bisa melanjutkan pendakian. Sore harinya, saat mereka telah kembali tiba ke titik awal, baru disadari ada 1 orang belum bergabung. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Tabanan, akan tetapi korban belum berhasil ditemukan.

Pagi tadi, sebanyak 7 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berangkat menuju lokasi kejadian. Mereka dilengkapi dengan peralatan mountaineering, medis serta drone thermal untuk pencarian melalui udara dengan jangkauan yang lebih luas.

Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (7 personel), Polsek Penebel (2 personel), BPBD Kabupaten Tabanan (5 personel), masyarakat setempat dan rekan korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  TPID Badung Bersiap Antisipasi Dampak El Nino
Lanjutkan Membaca