Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Dorong Terciptanya Wirausaha Profesional di Bidang Tata Rias

Sekda Wiradana Ingatkan Pentingnya Menjaga Pakem Khas Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

Program Kecakapan Wirausaha
TUTUP PROGRAM: Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat menutup kegiatan program kecakapan wirausaha platinum keterampilan tata rias pengantin yang digelar di Ballroom The Vasini Hotel, pada Minggu (26/11). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong terciptanya wirausaha yang profesional, termasuk wirausaha yang bergerak dalam bidang rias pengantin. Hal tersebut diungkapkan Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat menutup kegiatan program kecakapan wirausaha platinum keterampilan tata rias pengantin yang digelar di Ballroom The Vasini Hotel, pada Minggu (26/11).

Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana dalam kesempatan tersebut mengatakan, Program Kecakapan Wirausaha (PKW) yang diusung oleh LKP Agung merupakan salah satu kontribusi positif untuk menciptakan wirausaha baru khususnya di Kota Denpasar yang disesuaikan dengan kearifan lokal Bali.

Lebih lanjut dijelaskan, terjadinya wabah Covid-19 lalu menyebabkan ekonomi Bali mengalami keterpurukan. Kondisi ini membutuhkan kehadiran lembaga atau kursus yang mampu memberikan peluang usaha baru yang menjanjikan, sehingga ekonomi bisa bangkit kembali. Tentunya PKW ini merupakan gayung bersambut dalam mendukung hal tersebut.

“Pasca-Covid-19 lalu, ekonomi Bali mengalami keterpurukan, kita butuh lembaga atau kursus yang mampu membangkitkan kembali ekonomi kita, dan PKW ini salah satu jawaban tantangan tersebut, dan satu hal yang tidak boleh dilupakan, yaitu pakem tata rias Bali yang khas,” ungkapnya.

Pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung, Dr. Dra. A A Ayu Ketut Agung, M.M. mengatakan bahwa promosi budaya terus digencarkan hingga ke mancanegara, termasuk salah satunya busana tengkuluk lelunakan yakni busana pembawa acara resmi. Antusiasme masyarakat yang terdiri atas ibu-ibu PKK dan remaja putri ini sangat tinggi mengikuti pelatihan ini.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi mengikuti pelatihan ini, dan kami pun terus gencar melakukan promosi ke mancanegara salah satunya busana tengkuluk lelunakan,” tuturnya.

Baca Juga  Pimpin Apel HUT Satpol PP dan Satlinmas, Sekda Alit Wiradana Dorong Tingkatkan Profesionalitas dan Kompetensi

Pihaknya berharap kepada seluruh peserta PKW yang telah mendapatkan kursus dan pelatihan tata rias pengantin dapat terus mengasah kemampuan. Sehingga terus bersemangat mewujudkan mimpi menjadi wirausaha yang handal dan berkarakter sesuai tujuan program.

“Tentunya kami berharap pelatihan ini mampu mengjadirkan wirausaha tata rias Bali yang profesional dan tentunya menjunjung tinggi pakem-pakem payas Bali,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bunda PAUD Menyapa TK Kuncup Mekar Kuta Utara

Tanamkan Kesadaran Peduli Lingkungan Sejak Dini Lewat Dongeng

Loading

Published

on

By

Bunda PAUD Rasniathi Adi Arnawa menyapa anak-anak TK Kuncup Mekar di Kuta Utara dalam kegiatan edukasi kebersihan dan pengelolaan sampah.
BUNDA PAUD MENYAPA: Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, hadir dalam kegiatan "Bunda PAUD Menyapa" di TK. Kuncup Mekar, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (17/7). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, hadir menyapa generasi emas dalam kegiatan “Bunda PAUD Menyapa”. Kali ini kegiatan dilaksanakan di TK Kuncup Mekar, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, pada Jumat (17/7), dengan mengusung tema edukasi kebersihan dan pengelolaan sampah yang dikemas secara menyenangkan bagi anak usia dini.

Kehadiran Bunda PAUD didampingi langsung oleh Forum Anak Daerah (FAD) Badung dan Forum Generasi Berencana (Genre) Badung, yang turut aktif berinteraksi serta mengajak anak-anak mencintai lingkungan sekitar.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung beserta jajaran, Kepala Kanwil Disdikpora Kecamatan Kuta Utara, Pengawas TK Kecamatan Kuta Utara, Kepala SPNF SKB Disdikpora Badung, serta para guru dan seluruh anak-anak TK Kuncup Mekar.

Dalam arahannya yang hangat dan penuh kasih sayang, Bunda PAUD Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan kebahagiaannya dapat bertemu langsung dengan anak-anak yang ceria dan penuh semangat. Ia menekankan bahwa menanamkan kebiasaan baik, termasuk cara menyayangi dan menjaga kebersihan lingkungan, paling tepat dilakukan sejak usia emas.

“Kalian adalah tunas bangsa, kebahagiaan dan harapan kita semua. Mulai dari hal paling sederhana: buanglah sampah pada tempatnya, jaga kebersihan sekolah dan rumah kita, serta cintai alam tempat kita tinggal. Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus akan menjadikan kalian generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Suasana semakin hidup dan disukai anak-anak ketika perwakilan Forum Anak Daerah Badung dan Forum Generasi Berencana Badung tampil menceritakan dongeng edukatif tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Lewat alur cerita yang ringan, tokoh-tokoh yang disukai, serta gaya penyampaian yang akrab, pesan-pesan tentang kebersihan lingkungan dengan mudah dipahami dan diserap oleh anak-anak dengan penuh antusiasme.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Hadiri Pelantikan IDI Denpasar, Harapkan Berikan Pelayanan yang Maksimal pada Masyarakat

Bunda PAUD juga mengapresiasi dedikasi para guru di TK Kuncup Mekar yang tak lelah mendidik dan membimbing anak-anak. Ia berharap sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat semakin kuat dalam membentuk pondasi karakter anak usia dini di Badung.

Kegiatan berlangsung hangat, penuh tawa, dan ditutup dengan pemberian dukungan sarana pendidikan kepada anak-anak TK sebagai wujud kepedulian nyata. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tutup MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar, Sekda Eddy Mulya Paparkan Keadaban Digital Citizenship

Published

on

By

Sekda Eddy Mulya menjadi narasumber sekaligus menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar dengan materi keadaban digital.
TUTUP MPLS: Sekretaris Daerah Kota Denpasar, yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menjadi narasumber bagi siswa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekaligus menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar pada Jumat (17/7) siang. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar, yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menjadi narasumber bagi siswa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekaligus menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar pada Jumat, (17/7) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy Mulya mengajak seluruh siswa peserta MPLS SMK PGRI 5 Denpasar untuk mendalami keadaban digital atau yang populer dengan istilah digital citizenship, yang merupakan sebuah pendekatan atau kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.

Kehadirannya di berbagai sekolah pada MPLS ini, kata Eddy Mulya menjadi komitmen dan kewajiban guna memproklamasikan, mengedukasi, dan menyampaikan bagaimana kita menciptakan sekolah dengan basis budaya yang aman, sehat, dan nyaman.

Lebih lanjut Eddy Mulya menekankan satu topik penting lainnya. Yakni, seluruh siswa saat ini berada di era adaptasi perubahan, era globalisasi, dan era digitalisasi. Seperti pesan sering disampaikan, kata Eddy Mulya, pihaknya mengajak untuk menghadapi proses globalisasi dan digitalisasi ini dengan sangat bijak, termasuk di dalamnya aspek-aspek digitalisasi.

“Pada sore hari ini, saya ingin mengajak adik-adik semua, mari kita jadikan SMK PGRI 5 Denpasar ini sebagai percontohan keadaban digital (digital citizenship),” ungkapnya.

Eddy Mulya kemudian memaparkan, definisi keadaban digital ini sebenarnya sangat mudah dan ringan. Ketika kita berhadapan dengan era dan arus globalisasi ini, keadaban digital dapat dijadikan sebuah pendekatan atau kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.

Agar pemanfaatan teknologi digital ini menjadi sangat efektif, lanjut Eddy Mulya, para siswa harus bisa menerapkannya di sepanjang waktu persekolahan, di rumah, di masyarakat, dan di mana saja berada. “Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk menggunakan teknologi digital seperti gawai (HP), laptop, komputer (personal computer), hingga iPad secara bijak,” tegasnya.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa dan Sekda Alit Wiradana Hadiri Upacara ‘’Petirtan’’ di Pura Dalem Penataran Sumerta

Lebih jauh, Eddy Mulya juga berpesan, manfaatkanlah berbagai media sosial dengan bijak. Begitu pula saat para siswa berada di kelas nanti, baik dalam menggunakan e-learning, menyusun PowerPoint, maupun aktivitas digital lainnya. Pihaknya sangat berharap semuanya dimanfaatkan dengan bijak.

“Saya menitipkan topik keadaban digital ini secara khusus kepada Ibu Kepala Sekolah dan kepada guru Teknologi Informasi (TI/IT) di sekolah ini. Dengan demikian, kita semua dapat bergerak cepat memanfaatkan teknologi terkini, namun tetap mempertahankan identitas bahwa SMK PGRI 5 Denpasar adalah sekolah percontohan keadaban digital,” katanya.

Sekolah ini lanjutnya, akan menjadi sekolah yang teristimewa ketika mampu menjadi pelopor keadaban digital, serta menjadi percontohan bagi sekolah dengan budaya yang Sehat, Aman, dan Nyaman (BASN). Salah satu poin penting dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman tersebut adalah melalui penerapan keadaban digital.

“Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) SMK PGRI 5 Denpasar resmi ditutup. Saya berharap adik-adik sekalian mendapatkan kesan teristimewa di sekolah ini. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan siap untuk memasuki tahun ajaran baru pada minggu depan,” ujar Eddy Mulya.

Sementara Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Nuning Kurniawati mengucap terimakasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan hadirnya Sekda Denpasar Eddy Mulya untuk memberikan motivasi dan menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar.

“MPLS SMK PGRI 5 Denpasar diharapkan dapat melahirkan generasi yang selain unggul dalam bidang akademik, juga berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman khususnya di keadaban digitalisasi,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua Pokja PAUD Ayu Kristi Arya Wibawa Tinjau Hari Terakhir MPLS, Tekankan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Published

on

By

Ketua Pokja Bunda PAUD Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa meninjau pelaksanaan MPLS di TK Sila Dharma dan SD Negeri 11 Pemecutan.
TINJAU MPLS: Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa bersama Ketua Persatuan Pelaksana Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulia saat meninjau pelaksanaan MPLS di 2 sekolah, yakni TK Sila Dharma Kota Denpasar, dan SD Negeri 11 Pemecutan, Jumat (17/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa bersama Ketua Persatuan Pelaksana Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulia meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di 2 sekolah, yakni TK Sila Dharma Kota Denpasar, dan SD Negeri 11 Pemecutan, Jumat (17/7). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses transisi siswa dari jenjang PAUD ke jenjang SD berjalan dengan lancar, nyaman, dan menyenangkan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Ni Made Ayu Agustini, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Nyoman Andika dan Bunda Paud Kelurahan Pemecutan, Ny. Komang Ayu Widiani Kusumajaya.

Dalam kunjungannya, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa turut serta dalam kegiatan MPLS seperti senam bersama dan bernyanyi, serta memberikan pesan moral kepada anak-anak agar belajar menjadi pribadi mandiri , serta terbentuk rasa yang aman, tenang, dan nyaman saat berada di sekolah.

“Kegiatan peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan MPLS berjalan lancar. Dalam kesempatan ini juga kami memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah mengemas MPLS dengan berbagai kegiatan edukatif yang bersifat non-akademik, seperti pengenalan lingkungan sekolah melalui permainan, bernyanyi, dan aktivitas kreatif lainnya. Sehingga nantinya para siswa yang baru akan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya serta terciptanya rasa aman, nyaman, dan bahagia saat berada di sekolah,” ujar Ayu Kristi.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar melalui Pokja Bunda PAUD dalam memastikan transisi anak usia dini menuju jenjang pendidikan dasar berjalan dengan nyaman dan menyenangkan.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Hadiri Pelantikan IDI Denpasar, Harapkan Berikan Pelayanan yang Maksimal pada Masyarakat

Kepala Sekolah TK Sila Dharma, Ni Made Suci Purwani, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar. Ia menyatakan bahwa pelaksanaan MPLS di sekolahnya telah berjalan dengan baik dan sesuai pedoman, diawali dengan senam bersama, doa pagi, dan pengenalan lingkungan sekolah.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 11 Pemecutan, I Gusti Nyoman Sri Artini yang juga menyatakan bahwa meskipun sekolahnya pada tahun ini menerima 64 murid baru, MPLS tetap dilaksanakan dengan semangat dan penuh tanggung jawab.

“​Kami di sekolah berkomitmen untuk memberikan ruang bagi anak-anak agar merasa senang berada di sekolah. Selama masa MPLS ini, kami fokus pada pembangunan karakter dan pengenalan lingkungan melalui metode bermain. Kami memastikan anak-anak tidak merasa terbebani dengan ekspektasi akademis yang berat di hari-hari pertama mereka, sehingga mereka bisa lebih percaya diri dalam bersosialisasi dengan teman baru,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca