Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Inovasi QRIS TUNTAS: Dengan Fitur Tarik Tunai, Transfer dan Setor Tunai

Wujud Nyata Komitmen Bank Indonesia dalam Pengembangan Inovasi QRIS Berkelanjutan

Loading

BALIILU Tayang

:

qris
SOSIALISASI: Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati (kiri) bersama Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Arya Rangga Yogasati (kanan) melakukan simulasi transfer dana melalui QRIS TUNTAS saat acara sosialisasi tentang QRIS TUNTAS, Jumat (8/12/2023) di Hotel Alila Seminyak Bali. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2023, Bank Indonesia meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk pemrosesan tarik tunai, transfer dan setor tunai yang dikenal dengan nama QRIS TUNTAS.

‘’Tentunya ini inisiatif menjadi mainstream implementasi blue print sistem pembayaran Indonesia 2025 sekaligus wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam pengembangan inovasi QRIS berkelanjutan bersinergi dengan industri dan seluruh pemangku kepentingan,’’ ujar Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati saat menjadi keynote speaker di acara sosialisasi tentang QRIS TUNTAS, Jumat (8/12/2023) di Hotel Alila Seminyak Bali.

Triswati lanjut menjelaskan bahwa QRIS TUNTAS adalah perluasan dari fitur QRIS yang sudah digunakan saat ini untuk transaksi pembayaran. Inovasi QRIS TUNTAS bertujuan untuk memfasilitasi aktivitas ekonomi lapisan masyarakat, khususnya masyarakat kecil termasuk daerah 3T (tertinggal, terpencil dan terdepan). QRIS TUNTAS juga diharapkan dapat memperluas akses pembayaran digital serta meningkatkan interkoneksi antara penyelenggara dan sumber dana.

Jadi, Triswati menegaskan, QRIS TUNTAS memungkinkan penggunanya melakukan transfer dana secara peer-to-peer. Selain itu dapat melakukan setor tunai dan tarik tunai di ATM atau agen QRIS TUNTAS. Caranya dengan memindai QRIS TUNTAS menggunakan aplikasi terintegrasi antarbank/antar non-bank. QRIS TUNTAS dapat dipasangkan dengan sumber dana (akun simpanan bank) yang sudah ada atau uang elektronik yang telah dilengkapi fitur notifikasi bagi pengguna. Implementasi QRIS didukung dengan skema harga yang lebih efisien dibandingkan layanan serupa.

Peluncuran QRIS TUNTAS telah melewati fase uji coba industri. Peserta ujinya berjumlah 16 PJP (penyedia jasa pembayaran) dan PIP (penyelenggara infrastuktur sistem pembayaran). Dan beberapa PJP dan PIP telah mengimplementaskan QRIS TUNTAS.

Baca Juga  Digitalisasi Bertemu Budaya: Petualangan Seru QRIS Jelajah Budaya Indonesia Bali 2025

Triswati mengungkapkan, jumlah transaksi QRIS pada periode Januari – Oktober 2023 mencapai 1,6 miliar transaksi atau melampaui target sebesar 1 miliar. Selain itu, jumlah pengguna QRIS nasional hingga Oktober sebesar 43 juta atau sekitar 90% dari target pengguna QRIS tahun 2023 (45 juta). Jumlah merchant QRIS sampai Oktober mencapai 29,6 juta merchant yang 92% adalah UMKM. QRIS juga sudah didukung 110 PJP QRIS dan 4 PIP.

qris

Simulasi tarik tunai dengan QRIS TUNTAS di ATM Bank Mega. (Foto: gs)

Sementara narasumber Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Arya Rangga Yogasati menambahkan bahwa perluasan fitur QRIS TUNTAS bertujuan untuk mencapai masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan. Karena transaksi keuangan saat ini berangsur semua digital. Preferensi anak muda sudah diatas 50% ke ekosistem digital. Walaupun ekosistem berubah, masyarakat dan juga pedagang di pelosok belum mendapat akses pembayaran digital. Selain itu, inovasi paling signifikan QRIS adalah memfasilitasi transfer antarnegara sehingga meningkatkan konektivitas pembayaran lintas negara.

Rangga menegaskan inovasi fitur QRIS TUNTAS dibanding QRIS adalah dapat melakukan tarik tunai, transfer dan setor tunai sehingga semua model transaksi sudah dapat difasilitasi oleh QRIS TUNTAS. Untuk fitur tarik tunai QRIS TUNTAS yaitu dapat dilakukan dengan kartu ATM bank atau penyedia layanan non-bank seperti Gopay dan sebagainya sehingga semua bisa melakukan tarik tunai di ATM. Selain ATM, tarik tunai juga dapat dilakukan di agen QRIS TUNTAS (merchant QRIS TUNTAS).

‘‘Jadi proses singkatnya adalah datang ke mesin ATM, pilih tarik tunai, nanti akan keluar barcode dan dapat dipindai dengan aplikasi lanjut masukkan PIN dan uang akan keluar. Untuk memperluas jangkauan, kami juga menyediakan agen-agen (misal warung) untuk menjangkau wilayah yang terpelosok sehingga tidak jauh hanya untuk mencari ATM,’‘ ujar Rangga. Skemanya adalah datang ke warung, bilang mau narik tunai, nanti agen akan memberikan barcode dan dapat dipindai dengan aplikasi – selanjutnya uang akan diberikan agen. Begitu juga setor tunai juga bisa dilakukan melalui agen.

Baca Juga  Festival Harmoni Imlek: Perayaan Keberagaman di Era Pembayaran Digital

Kauntungan QRIS TUNTAS, kata Rangga, adalah dapat melayani antarbank dan juga non-bank. Selain itu, QRIS menyediakan skema harga yang efisien.

Di akhir acara, dilakukan simulasi penarikan tunai di anjungan ATM Bank Mega dengan fitur QRIS TUNTAS kemudian dilanjutkan simulasi transfer melalui agen dan setor tunai juga melalui agen. (gs/bi)

 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Juli 2026, Keyakinan Konsumen Bali Menguat

Published

on

By

Infografis Indeks Keyakinan Konsumen Provinsi Bali periode Juli 2026.
Infografis konsumen Provinsi Bali. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pada Juli 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali mengalami peningkatan sebesar 126,3 (nilai indeks > 100) dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 121,5. IKK Bali lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 116,8. Peningkatan pada Juli 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran >Rp 8 juta sebesar 32,5% (mtm), Rp 7-8 juta sebesar 12,5% (mtm), Rp 6-7 juta sebesar 7,8% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11,4% (mtm), Rp 4-5 juta sebesar 9,0% (mtm), dan Rp 2-3 juta sebesar 7,2% (mtm). Meski demikian, masih terdapat moderasi keyakinan pada sebagian responden kelompok pengeluaran Rp 1-2 juta dan Rp 3-4 juta, masing-masing sebesar 2,6% (mtm) dan 10,4% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor formal (127,3) dan sektor informal (124,8).

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa lebih detail, peningkatan IKK pada Juli 2026 didorong oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mengalami peningkatan dari 119,3 pada Juni 2026 menjadi 122,3 pada Juli 2026 atau tumbuh sebesar 2,5% (mtm). Peningkatan IKE bersumber dari ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (132,0), penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (128,5), serta konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (106,5). Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga mengalami peningkatan dari 123,7 pada Juni 2026 menjadi 130,3 pada Juli 2026 atau tumbuh sebesar 5,4% (mtm). Peningkatan terutama terjadi pada komponen perkiraan penghasilan (127,5), perkiraan ketersediaan lapangan kerja (133,0), dan perkiraan kegiatan usaha (130,5).

Baca Juga  Digitalisasi Bertemu Budaya: Petualangan Seru QRIS Jelajah Budaya Indonesia Bali 2025

Achris Sarwani lanjut mengungkapkan, peningkatan IKK Bali pada Juli 2026 mencerminkan semakin kuatnya optimisme masyarakat terhadap perekonomian Bali, setelah menunjukkan tren moderasi sepanjang Semester I 2026. Kondisi tersebut sejalan dengan akselerasi pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan II 2026 yang tumbuh 5,78% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Triwulan I 2026 sebesar 5,58% (yoy). Pertumbuhan tersebut juga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% (yoy), didukung peningkatan aktivitas konstruksi, perdagangan, pertanian, serta berlanjutnya aktivitas pariwisata pada periode libur sekolah dan rangkaian Hari Raya Keagamaan. Optimisme konsumen juga tercermin dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama periode liburan sekolah dan masih kuatnya aktivitas sektor pariwisata dan perdagangan yang mendorong peluang usaha serta penyerapan tenaga kerja di Bali. Menguatnya keyakinan konsumen ini menjadi sinyal positif bagi prospek konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi Bali ke depan, seiring dengan semakin baiknya persepsi masyarakat terhadap kondisi perekonomian.

Achris Sarwani menegaskan bahwa menguatnya keyakinan konsumen juga ditopang oleh terjaganya daya beli masyarakat di tengah perkembangan harga yang kondusif. Inflasi Bali pada Juli 2026 tetap rendah dan berada dalam rentang sasaran nasional. Kondisi tersebut didukung oleh terjaganya pasokan serta menurunnya harga sejumlah komoditas pangan strategis. Kondisi tersebut turut memperkuat persepsi positif masyarakat terhadap kemampuan konsumsi dan prospek ekonomi ke depan.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta sinergi dengan pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penguatan pengendalian inflasi, antara lain melalui pelaksanaan operasi pasar, pemantauan harga komoditas strategis, serta penguatan kelancaran distribusi pangan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia juga menetapkan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Sinergi bauran kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga inflasi tetap rendah dan stabil sehingga menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. (gs/bi)

Baca Juga  BI Bali Terus Dorong Lahirkan Konsumen Cerdas Berdaya Melalui PQN

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Harga Properti Residensial Bali Meningkat pada Triwulan II 2026

Published

on

By

Infografis Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Provinsi Bali triwulan II 2026 dari Bank Indonesia.
Infografis SHPR Provinsi Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Provinsi Bali mengindikasikan harga property residensial di pasar primer pada triwulan II 2026 mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (HPR) pada triwulan II 2026 yang tumbuh sebesar 1,02% (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode triwulan I 2026 sebesar 0,87% (yoy).

Peningkatan IHPR Provinsi Bali utamanya disebabkan oleh kenaikan harga jenis properti menengah (luas bangunan antara 36 m² sampai dengan 70 m²), dan besar (luas bangunan> 70 m²) yang masing-masing meningkat sebesar 1,52 % (yoy), dan 0,82% (yoy).

Pada triwulan II 2026, pertumbuhan IHPR terutama dipicu oleh kenaikan harga bangunan yang dipengaruhi oleh peningkatan biaya faktor produksi. Sebanyak 81,3% responden menyatakan kenaikan harga bahan bangunan menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga rumah, diikuti oleh peningkatan upah tenaga kerja yang disampaikan oleh 46,9% responden. Selain itu, tekanan harga juga berasal dari peningkatan biaya perizinan, kenaikan harga BBM, serta penambahan fasilitas dan fasilitas sosial perumahan.

Di tengah tren kenaikan harga properti, para pengembang di Bali memandang sejumlah faktor masih menjadi tantangan dalam penjualan properti residensial primer. Beberapa hambatan utama tersebut meliputi tingginya suku bunga KPR, keterbatasan ketersediaan lahan, beban pajak, serta besarnya uang muka pembelian rumah.

Dari sisi pembiayaan, survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan property residensial di Bali masih bersumber dari dana sendiri (develope) dengan pangsa sebesar 56,6%, dikuti oleh pinjaman bank, dana nasabah, serta pinjaman Lembaga Keuangan (LK) non bank, masing-masing sebesar 35,3%, 5,9%, dan 2,2%. Dari sisi konsumen, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih memiliki porsi terbesar atas pembelian rumah dengan porsi sebesar 67,6% dari total pembelian rumah.

Baca Juga  Gubernur Koster dan BI Bali Buka Sinergi Edukasi dan Penukaran Uang Masyarakat Jelang HBKN di Bali

Ke depan, responden memperkirakan harga properti residensial masih akan mengalami peningkatan pada triwulan II 2026. Kenaikan harga diperkirakan terjadi baik pada harga tanah maupun harga rumah, termasuk untuk rumah yang dibeli melalui skema tunai maupun KPR. Namun demikian, ekspektasi kenaikan harga tersebut relatif terbatas, sejalan dengan kehati-hatian responden dalam melakukan penyesuaian harga di tengah kondisi penjualan yang masih menghadapi berbagai tantangan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Ekonomi Bali pada Triwulan II Tahun 2026 Tumbuh Kuat dan Berdaya Tahan

Published

on

By

Infografis pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan II 2026 yang menunjukkan angka pertumbuhan sebesar 5,78% (yoy).
Infografis pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan II tahun 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, perekonomian Bali pada Triwulan II 2026 tumbuh meningkat sebesar 5,78% (yoy). Di tengah gejolak geopolitik global, ekonomi Bali tumbuh meningkat, yang menunjukkan bahwa ekonomi Bali tetap kuat dan berdaya tahan. Perekonomian Provinsi Bali pada Triwulan II 2026 tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,58% (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan nasional yang tumbuh sebesar 5,29% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan hampir seluruh lapangan usaha (LU), kecuali LU Transportasi dan Pergudangan. Merujuk data BPS, LU dengan pertumbuhan tertinggi berada pada LU Pengad aan Listrik dan LU Administrasi Pemerintah yang tumbuh masing-masing sebesar 15,98% (yoy) dan 14,31% (yoy).

Lebih lanjut, LU Konstruksi tumbuh sebesar 8,40% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,03% (yoy), utamanya didorong proyek konstruksi pemerintah dan masih tingginya proyek swasta. LU Pertanian tumbuh sebesar 6,35% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,06% (yoy), didukung oleh peningkatan produksi hotrikultura tahunan (jeruk, alpukat, manggis), peternakan (daging ayam ras dan telur), perikanan, dan padi. Sementara itu, LU Akmamin tumbuh melambat imbas konflik Timur Tengah , yang berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara yang terkontraksi sebesar -5,17% (yoy).

Dari sisi pengeluaran, ekonomi Bali yang tumbuh menguat utamanya didukung konsumsi pemerintah yang tumbuh meningkat sebesar 14,90% (yoy) yang bersumber dari realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yakni tumbuh 9,81 % (yoy) sejalan dengan meningkatnya aktivitas konstruksi.

Baca Juga  Dari Survei IPR Bali Januari 2023, BI Bali: Penjualan Eceran Bali akan Tetap Terjaga

Lebih lanjut, konsumsi rumah tangga tumbuh tetap tinggi sebesar 5,48% (yoy) didukung oleh aktivitas konsumsi serta mobilitas masyarakat pada momen Hari Raya Galungan dan Kuningan, masa libur sekolah, dan pelaksanaan event Pesta Kesenian Bali (PKB). Di sisi lain, ekspor luar negeri tumbuh 2, 23% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan melambatnya ekspor jasa (kunjungan wisatawan).

Pada Triwulan III 2026, Bank Indonesia memprakirakan perekonomian Bali tetap tumbuh tinggi seiring meningkatnya kinerja pariwisata yang memasuki pola peak season yang bersumber dari kunjungan wisatawan mancanegara, terutama Australia, serta tingginya aktivitas konstruksi proyek strategis pemerintah dan proyek swasta, didukung oleh tetap terjaganya daya beli masyarakat.

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan III diprakirakan masih menghadapi risiko yang berpotensi menahan kinerja ekonomi, terutama berkaitan dengan ketidakpastian gejolak global dan potensi El Nino yang berdampak pada musim kemarau panjang.

Dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang tangguh, inklusif, berkelanjutan, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca