Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Polisi Ungkap Kematian Mahasiswa Asal Medan, Ternyata Karena Ini

BALIILU Tayang

:

kematian Mahasiswa medan
KONFERENSI PERS: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Dr. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., SIK, M.Si. saat memimpin konferensi pers mengungkap kasus kematian Aldi Nababan, dengan didampingi para ahli dari Bid Labfor Polda Bali, Forensik RSUP Prof. Ngoerah dan RS Bhayangkara Medan, Rabu (13/12/2023) di Mapolresta Denpasar. (Foto: Hms Polresta)

Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Dr. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., SIK, M.Si. mengungkap kasus kematian Aldi Nababan, dengan didampingi para ahli dari Bid Labfor Polda Bali, Forensik RSUP Prof. Ngoerah dan RS Bhayangkara Medan, Rabu (13/12/2023).

Kapolresta mengungkapkan kematian mahasiswa asal Medan Aldi Sahilatua Nababan di kamar kosnya di wilayah Benoa, Kuta Selata, berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi dan otopsi, mahasiswa perhotelan berusia 23 tahun itu dipastikan tewas bunuh diri. Pihak Kepolisian sudah melakukan penyelidikan dan memeriksa 19 orang saksi termasuk dari pihak keluarga. Kesimpulan terkait kematian Aldi sesuai rangkuman hasil penyelidikan diantaranya, kondisi jenazah, hasil visum, autopsi, latar belakang, serta temuan di TKP.

“Kami melakukan olah TKP ulang dan ditemukan galon sebagai pijakan kaki untuk gantung diri dan juga tali. Tali itu terpantau dia beli di toko bangunan,” beber Kombes Bambang yang sebentar lagi akan menjabat Direktur Reskrimsus Polda Jambi.

Dijelaskannya lebih lanjut, kamar kos Aldi juga terkunci dari dalam, hanya ada akses masuk berupa pintu dan jendela di depan. Pasalnya, kamar kos itu berada di lantai satu dan langit-langit kamarnya full menggunakan beton (dak). Sehingga, kecil kemungkinan ada orang lain yang bisa masuk.

Sementara itu Ahli Forensik RSUP Prof. Ngoerah dr. Dudut Rustyadi menjelaskan bahwa pihaknya menerima jenazah Aldi Sahilatua Nababan pada 18 November 2023, sekitar pukul 11.20 Wita. Kemudian dilakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasilnya, tubuh korban sudah dalam keadaan membusuk. Dokter juga menjelaskan telah menemukan adanya tanda-tanda pembusukan berupa perubahan warna kulit, ada yang merah kehitaman atau kehijauan, kemudian di beberapa bagian tubuh kulit arinya sudah mengelupas, ada pembengkakan dari wajah, bibir, lidah menjulur, mata melotot.

Dr. Dudut kembali menjelaskan bahwa pembusukan disertai pembengkakan juga terjadi pada kantong zakar dan keluar cairan berwarna merah kehitaman dari hidung dan mulut yang merupakan proses pembusukan tersebut. Berikutnya, ditemukan ada luka lecet tekan yang melingkari leher, dengan arah miring dari kanan bawah ke kiri atas.

“Artinya kemungkinan simpul di sebelah kiri, dari arah tersebut menunjukkan bahwa yang aktif adalah berat badannya, jadi bukan talinya, dari kedokteran forensik kalau tali aktif itu biasanya talinya mendatar, pada kasus mati gantung itu, yang aktif adalah berat badan, sehingga menunjukkan arah miring,” sebutnya sembari mengatakan ia tidak menemukan luka lainnya pada tubuh Aldi.

Baca Juga  Ungkap Kasus Narkotika di Badung, Sekda Adi Arnawa Serahkan Sertifikat ke Polresta Denpasar

Menurut dr. Dudut diperkiraan waktu kematian pemuda asal Tapanuli Utara, Sumatera Utara itu berdasar proses pembusukan diduga sekitar kurang lebih dua hari. Hal ini diperkuat dengan hasil autopsi di RS Bhayangkara Medan. Ahli Forensik RS Bhayangkara Medan dr. Ismurizzal memaparkan, pihaknya sudah melakukan autopsi dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Jenazah Aldi memang sudah mengalami pembusukan dan sudah diformalin. Dari hasil autopsi, Ismurizzal hanya menjumpai jejas tali yang melingkar pada daerah leher dan terdapat daerah yang kosong pada telinga kiri seperti huruf V terbalik. Artinya di sana terdapat ikatan dari jejas tali tersebut.

“Kami tidak menemukan ada tanda-tanda kekerasan selain dari jejas tersebut,” ujarnya.

Terkait buah zakar yang sempat disebut pihak keluarga rusak, juga sudah diperiksa. Dokter sudah membuka buah zakar Aldi dengan cara disayat dan didapati jumlahnya lengkap. Tidak ada tanda kekerasan.

“Jadi, itu (buah zakar) berisi gas-gas pembusukan, tidak dijumpai tanda kekerasan, jadi dari semua pemeriksaan itu kami berkesimpulan bahwasanya korban meninggal akibat mati gantung,” tandasnya.

Sementara itu Dokter Psikiatri dan Bid Labfor Polda Bali saat jumpa pers di Mapolresta Denpasar pada Rabu, 13 Desember 2023 juga membeberkan hasil pemeriksaan. Menurut Kaur Kom Subbid Fiskom Bid Lab Forensik Polda Bali Kompol Made Agus Adiputra, pihaknya sudah melakukan uji forensik terhadap barang bukti handphone Vivo warna biru dengan casing coklat transparan milik Aldi.

Dalam pengecekan itu ditemukan data-data berupa panggilan telepon sebanyak 6.623, chat (percakapan pesan) 1.719, nomor kontak 16.151, data file limit sebanyak 122.999 data gambar dan video 2.143 data file video.

Selain itu, data ada juga percakapan Aldi dengan pacarnya yang dianalisa oleh Dokter Forensik Psikiatri RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Lely Setiawati Kurniawan. Dimana, percakapan tersebut terjadi pada 21 Maret 2023.

Demikian disampaikan Aldi dalam percakapan tersebut. “Aku gak bosan sama kamu, aku mau sama kamu, ini semua bukan tentang kamu lo, ada yang salah di diriku aku gak tau apa ini, tapi aku selalu cemas, aku pingin semua baik-baik saja tapi tidak pernah sesuai dengan keinginan”.

Baca Juga  Satgas OMB Agung 2024 Polresta Denpasar Gelar Pengamanan ‘’Creative Fun Walk’’

Menurut penjelasan Dokter Lely, dari kalimat tersebut bisa disimpulkan bahwa Aldi ingin berbuat lebih baik lagi, tapi tidak berhasil dan terus dikejar rasa bersalah. “Semua itu merupakan salah satu ciri gangguan depresi,” ujar Lely.

Selanjutnya, Aldi asal Tapanuli, Sumatera Utara itu mengatakan, “Gak taulah biar kamu yang menilai, aku juga sudah nyerah dengan hidupku, tinggalin aja aku, aku juga gak berhak dapat cinta dari siapa pun”. Dr. Lely menjelaskan bahwa perkataan itu menandakan bahwa perasaan Aldi tentang dirinya yang merasa tidak berharga lagi atau ungkapan putus asa yang juga merupakan pertanda depresi.

Ada lagi percakapan Mei 2023. “Di satu sisi aku gak kuat hidup ini, tapi aku punya rasa tanggung jawab yang kuat, aku harus bisa bantu keluarga bangkit, aku harus bisa bantu adik-adiku jalani hidup yang lebih baik biar gak kayak aku”.

Menurut Dr. Lely, ungkapan kalimat tersebut menandakan bahwa Aldi sebetulnya punya daya juang yang ingin merubah hidupnya untuk keluarga. Tapi dia tidak mampu melawan pikiran-pikiran yang mengganggu dia. Ada secercah semangat atau pikirannya berkali-kali mengingatkan dia, namun membuatnya merasa gagal, tidak kuat lagi menghadapi hidup. Hingga Aldi merasa benar-benar hidupnya tidak berarti.

Kemudian, percakapan pada 2 Mei 2023 barulah mulai benar-benar mengarah ke keinginan Aldi untuk bunuh diri.

“Di pikiranku itu ada suatu saat aku bakal ngelakuin itu pasti, aku gak tau beb, bukan karena kerja, tapi aku memang gak kuat, selama ini bunuh diri, aku gak kuat, emang selama ini bunuh diri cuma ada di pikiranku, tapi pasti suatu saat aku bakal lakuin itu, aku di luar saja sok pura-pura kuat, bercanda-canda sok paling enak nikmatin hidup, tapi sebenarnya aku yang paling mau mati, aku gak tau aku aneh, bahkan keluarga kadang gak bisa nahan keinginanku buat bunuh diri”.

Dr. Lely mengungkapkan bahwa cerita Aldi tersebut dapat disimpulkan bahwa dia memang ingin bunuh diri beberapa bulan sebelum ditemukan meninggal. Dia juga berusaha menutupi rasa sedih dan putus asa dengan bertingkah seolah-olah dirinya kuat dan bahagia.

Baca Juga  Pimpin Gelar Pemusnahan Barang Bukti Narkoba, Kapolda Bali : Mari Bekerja Sama Perangi Narkoba

Berikutnya Aldi juga mengatakan, “Keputusanku sudah bulat, tinggal tunggu waktunya saja, aku sebenarnya bisa saja bergaul, bisa kerja kayak orang biasa, tapi ada orang di dalam diriku yang gak mau itu ada, orang yang menutup aku biar bisa berguna bagi orang lain, dan aku gak tau berguna ini gimana, aku sudah usaha.”

Percakapan ini adalah satu fenomena yang dari pandangan psikiatri, pertanda gangguan jiwa yang sangat berat. Jadi ada orang lain masuk ke dalam dirinya mengganggu dia berbuat sesuatu, sehingga membuat tidak bisa melakukan sesuai kehendaknya.

“Dalam medis kami sebut Tot of Insertion, jadi ada sesuatu yang masuk ke dalam dirinya yang kami sebut Ilusion of Control, jadi dia yakin banget orang di dalam dirinya mengontrol dia.

Pada malam harinya, Aldi menulis, “Bebeb sadar kan bahkan masalah kecil saja bisa buat aku merenung, bahkan gak cakapin bebeb di kos, emang gak tahan lagi, sudah puluhan tahun aku menahan ini” yang menandakan bahwa dia menderita gangguan jiwa ini sudah cukup lama, mengingat umurnya baru 23 tahun. Tapi korban tidak pernah terpikir untuk berobat ke psikiatri.

Setelah sembilan hari berlalu, Aldi berujar sudah tidak bisa mengontrol diri dan tak ingin berinteraksi dengan orang lain. Dia juga menyarankan pacarnya untuk meninggalkannya saja, agar tidak sakit hati menunggu Aldi yang dalam keadaan terpuruk.

Pemuda itu juga merasa ada satu rasa kekosongan di dalam dirinya yang merupakan pertanda Wahamnihilistik yang juga pertanda gangguan jiwa berat.

Berselang 12 hari kemudian, tepatnya 7 Juni 2023, Aldi akhirnya mengungkapkan bahwa dirinya sudah sering mencoba bunuh diri.

“Aku aja baru minum obat nyamuk, gak papa tuh, nyesel banget sih jadinya, mulut gak enak rasanya, terus badanku lemas, tau gak aku minum itu biar apa cobak? Biar mati, plus mati agak malam lagi, kita cobak ya ges, obat nyamuk gak berhasil, gantung diri gak berhasil, potong urat nadi kayaknya bisa mati,” ungkap Aldi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

SIGAP DEWA, Inovasi Sekretariat DPRD Badung Menuju Tata Kelola Digital Terintegrasi

Published

on

By

Sekwan Dprd Badung
Sekretaris DPRD Kabupaten Badung DR. I Gde Surya Kurniawan, SSTP., M.Si. (Foto: dok)

Badung, baliilu.com – Transformasi digital pemerintahan tidak cukup hanya dengan memindahkan pekerjaan manual ke perangkat elektronik. Perubahan yang sesungguhnya membutuhkan integrasi proses kerja, penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan data, serta budaya organisasi yang kolaboratif dan berorientasi pada hasil. Menjawab tantangan tersebut, Sekretariat DPRD Kabupaten Badung mengembangkan SIGAP DEWA (Sistem Integrasi Governance, Administrasi dan Pelayanan Digital untuk Ekosistem Wujud Aspirasi) sebagai inovasi tata kelola yang mengintegrasikan administrasi, pelayanan, data, dan pengelolaan aspirasi.

SIGAP DEWA dikembangkan oleh DR. I Gde Surya Kurniawan, SSTP., M.Si., selaku Sekretaris DPRD Kabupaten Badung, sebagai bagian dari Rancangan Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XX Tahun 2026. Inovasi ini diarahkan untuk mendorong perubahan cara kerja organisasi dari proses yang berpotensi berjalan secara terpisah menuju tata kelola yang lebih terintegrasi, transparan, akuntabel, dan berbasis data.

Sekretariat DPRD memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, mulai dari fasilitasi administrasi, pengelolaan anggaran, pelayanan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Kompleksitas pekerjaan tersebut membutuhkan proses bisnis yang jelas, standar pelayanan yang konsisten, pengelolaan dokumen yang tertib, serta informasi yang mudah ditelusuri.

SIGAP DEWA hadir dengan pendekatan bahwa transformasi digital bukan semata-mata pembangunan aplikasi, melainkan pembenahan sistem kerja secara menyeluruh. Teknologi ditempatkan sebagai instrumen untuk meningkatkan efektivitas proses, sementara tata kelola, kompetensi aparatur, dan kolaborasi menjadi fondasi keberhasilannya.

Lima Pilar Transformasi

SIGAP DEWA dikembangkan melalui lima pilar utama yang saling terintegrasi.

Pertama, SIGAP Governance, yaitu penguatan tata kelola melalui pemetaan proses bisnis, penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP), kejelasan penanggung jawab, dan peningkatan koordinasi lintas bagian.

Baca Juga  Ops Yustisi Gabungan di Kuta, Tindak 35 Pelanggar Lalu Lintas

Kedua, SIGAP Administrasi, berupa digitalisasi alur kerja, pengelolaan dokumen elektronik, pengarsipan digital, dan peningkatan keterlacakan proses administrasi.

Ketiga, SIGAP Pelayanan, yang berfokus pada peningkatan standar pelayanan, pemantauan status permohonan, pengelolaan umpan balik, serta evaluasi kualitas layanan kepada pengguna.

Keempat, SIGAP Data, melalui inventarisasi, standardisasi, validasi, dan penguatan integrasi data agar informasi organisasi lebih konsisten dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Kelima, SIGAP Kebijakan, yaitu pemanfaatan data menjadi informasi strategis melalui analisis, ringkasan eksekutif, analisis tren, dan rekomendasi berbasis bukti.

Kelima pilar tersebut dirancang untuk saling mendukung. Tata kelola memastikan kejelasan proses dan tanggung jawab, administrasi memperkuat pelaksanaan pekerjaan, pelayanan memberikan manfaat kepada pengguna, data menyediakan informasi yang berkualitas, sedangkan analisis kebijakan membantu organisasi menentukan langkah yang lebih tepat.

Ekosistem Wujud Aspirasi

Salah satu unsur penting SIGAP DEWA adalah pengembangan DEWA atau Ekosistem Wujud Aspirasi. Konsep ini mendorong pengelolaan aspirasi secara lebih terstruktur, mulai dari penerimaan, pencatatan, klasifikasi, penetapan penanggung jawab, pemantauan tindak lanjut, hingga penyampaian informasi perkembangan kepada pihak yang berkepentingan sesuai kewenangan.

Ekosistem ini menghubungkan masyarakat, DPRD, Sekretariat DPRD, dan perangkat daerah terkait dalam alur koordinasi yang lebih jelas. Dengan dokumentasi dan pemantauan yang baik, proses penanganan aspirasi diharapkan menjadi lebih tertib, transparan, dan mudah ditelusuri.

Pengelolaan tersebut tetap menghormati tugas dan kewenangan masing-masing lembaga. SIGAP DEWA tidak mengambil alih kewenangan DPRD maupun pemerintah daerah, melainkan memperkuat dukungan administrasi, koordinasi, dan informasi agar proses tindak lanjut dapat berjalan lebih efektif.

Implementasinya dirancang secara bertahap, dimulai dari pemetaan dan penyederhanaan proses bisnis, penyusunan SOP, penetapan penanggung jawab, hingga penerapan instrumen digital pada proses prioritas. Beberapa proses yang dapat menjadi fokus meliputi administrasi pembentukan peraturan daerah inisiatif DPRD, penerimaan kunjungan atau tamu, pelayanan fasilitas gedung, pengelolaan anggaran, administrasi perjalanan dinas berbasis online, peminjaman ruangan, kinerja harian pegawai serta pengelolaan aspirasi masyarakat.

Baca Juga  Acara Kenal Pamit, Kapolda Bali Minta Pejabat Baru Segera Bekerja Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat

Kepemimpinan, Kolaborasi dan Keberlanjutan

SIGAP DEWA juga menekankan pentingnya kepemimpinan digital, kepemimpinan kewirausahaan, dan organisasi pembelajar. Kepemimpinan digital mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperbaiki tata kelola; kepemimpinan kewirausahaan mengembangkan inovasi yang berorientasi pada hasil; sedangkan organisasi pembelajar membangun budaya berbagi pengetahuan, coaching dan mentoring, evaluasi, serta dokumentasi praktik baik.

Pengembangan inovasi ini juga membuka peluang kolaborasi dengan perangkat daerah terkait, antara lain dalam pengembangan informasi pariwisata bagi tamu atau pengunjung dan gagasan Galeri UMKM Setwan. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan hasil kajian, kebutuhan pelayanan, serta tugas dan kewenangan masing-masing pihak.

Agar tidak berhenti sebagai proyek perubahan, SIGAP DEWA diarahkan untuk diintegrasikan ke dalam SOP, perencanaan organisasi, indikator kinerja, mekanisme evaluasi, dan pengembangan kompetensi aparatur. Keberhasilannya perlu dibuktikan melalui indikator yang terukur, seperti penerapan proses digital, konsistensi SOP, kualitas data, ketepatan penyelesaian layanan, dan peningkatan keterlacakan pekerjaan.

Inovasi ini sejalan dengan upaya memperkuat reformasi birokrasi, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, profesional, dan berbasis digital. Dalam pelaksanaannya, aspek keamanan informasi, pelindungan data pribadi, dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan tetap menjadi perhatian.

Pada akhirnya, SIGAP DEWA membawa pesan bahwa keberhasilan transformasi digital ditentukan bukan hanya oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi mengubah proses kerja, memanfaatkan data, membangun kolaborasi, dan menjaga keberlanjutan inovasi.

SIGAP DEWA bukan sekadar digitalisasi. SIGAP DEWA adalah komitmen untuk membangun tata kelola yang terintegrasi, pelayanan yang responsif, data yang berkualitas, kolaborasi yang kuat, dan aspirasi yang diwujudkan menjadi aksi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rakor Bappeda Se-Bali 2026, Jembrana Raih Peringkat Pertama

Published

on

By

Jembrana Raih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah
PERINGKAT PERTAMA: Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. Prestasi gemilang ini diumumkan secara resmi di sela-sela acara Rapat Koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Bali.

Tahun ini, Rapat Koordinasi Bappeda mengusung tema strategis, “Sinergi dan Keselarasan Pembangunan Pusat-Daerah: Mewujudkan Asta Cita RPJMN 2025-2029 Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali“.

Keberhasilan Kabupaten Jembrana dalam menyabet penghargaan tertinggi ini didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap konsistensi dan kualitas dokumen perencanaan daerah. Indikator utama penilaian mencakup: pertama, keselarasan sinkronisasi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kedua, keterpaduan program antara Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pusat dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Piagam penghargaan Terbaik I diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menjaga ritme pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan sejalan dengan visi pembangunan nasional serta visi daerah Bali.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi kuat bagi seluruh jajaran OPD di Lingkungan Pemkab Jembrana untuk terus meningkatkan performa perencanaan dan eksekusi program demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ops Yustisi Gabungan di Kuta, Tindak 35 Pelanggar Lalu Lintas
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Agung Mayun Hadiri Rapat Paripurna PU Fraksi DPRD Gianyar

Published

on

By

Rapat Paripurna DPRD Gianyar Bahas APBD 2027
RAPAT PARIPURNA: Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD I Ketut Sudarsana tersebut, empat fraksi DPRD menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan infrastruktur, penanganan kemiskinan, dan pengurangan.

Pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Gianyar dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Suteja. DPRD mengapresiasi pengajuan Ranperda APBD 2027 oleh Bupati Gianyar serta menekankan pentingnya pembahasan anggaran secara kritis, transparan, dan akuntabel agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“APBD bukan hanya persoalan angka, tetapi mencerminkan arah kebijakan pembangunan daerah, instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Suteja membacakan PU Fraksi.

Dalam rencana tersebut, pendapatan daerah direncanakan lebih dari Rp 3.751 triliun, terdiri atas PAD sebesar Rp 2.478 triliun lebih dan pendapatan transfer Rp 1.272 triliun lebih. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 3.690 triliun lebih.

Empat fraksi, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, dan Demokrat Bersatu, menyampaikan sejumlah catatan strategi terhadap rencana anggaran tersebut.

Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi perbaikan infrastruktur jalan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah. Fraksi ini juga mendorong agar kebijakan anggaran tetap berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam menyediakan kebutuhan dasar, peningkatan kesejahteraan, dan pemerataan pembangunan.

Fraksi Golkar menyoroti proyeksi SiLPA sebesar Rp 158,9 miliar lebih dan meminta penjelasan mengenai besaran yang bersumber dari efisiensi anggaran maupun kegiatan yang tidak terealisasi. Fraksi ini juga menyerap optimalisasi penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, serta alokasi anggaran untuk mengatasi kemiskinan, kemiskinan, dan masalah pendidikan serta kesehatan.

Baca Juga  Acara Kenal Pamit, Kapolda Bali Minta Pejabat Baru Segera Bekerja Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat

Selain itu, pembangunan jalan di pedesaan dinilai perlu mendapat perhatian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Fraksi Gerindra menekankan pentingnya perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi sekolah rusak, serta kepastian penyelesaian pembangunan dan peningkatan jalan pada tahun 2027. Fraksi ini juga meminta evaluasi terhadap pengelolaan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) yang dinilai belum optimal dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Persyaratan personalia administrasi penyaluran hibah juga menjadi perhatian agar anggaran yang telah ditetapkan dapat terserap tepat waktu dan tepat sasaran.

Sementara itu, Fraksi Demokrat Bersatu meminta penjelasan mengenai prioritas pembangunan, strategi peningkatan PAD dari sektor pariwisata, retribusi dan pengelolaan aset daerah, serta komitmen pemerintah dalam menjaga efisiensi belanja dan mencegah kebocoran anggaran.

Secara umum, keempat fraksi menegaskan bahwa APBD harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, memiliki target yang terukur, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.

Meski memberikan sejumlah catatan dan pertanyaan, keempat fraksi pada prinsipnya menerima Ranperda APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2027 untuk dilanjutkan ke tahapan pembahasan berikutnya sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan-undangan.

Pembahasan selanjutnya diharapkan menghasilkan kebijakan anggaran yang efektif, efisien, tepat sasaran, serta mampu mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gianyar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca