Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Polisi Ungkap Kematian Mahasiswa Asal Medan, Ternyata Karena Ini

BALIILU Tayang

:

kematian Mahasiswa medan
KONFERENSI PERS: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Dr. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., SIK, M.Si. saat memimpin konferensi pers mengungkap kasus kematian Aldi Nababan, dengan didampingi para ahli dari Bid Labfor Polda Bali, Forensik RSUP Prof. Ngoerah dan RS Bhayangkara Medan, Rabu (13/12/2023) di Mapolresta Denpasar. (Foto: Hms Polresta)

Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Dr. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., SIK, M.Si. mengungkap kasus kematian Aldi Nababan, dengan didampingi para ahli dari Bid Labfor Polda Bali, Forensik RSUP Prof. Ngoerah dan RS Bhayangkara Medan, Rabu (13/12/2023).

Kapolresta mengungkapkan kematian mahasiswa asal Medan Aldi Sahilatua Nababan di kamar kosnya di wilayah Benoa, Kuta Selata, berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi dan otopsi, mahasiswa perhotelan berusia 23 tahun itu dipastikan tewas bunuh diri. Pihak Kepolisian sudah melakukan penyelidikan dan memeriksa 19 orang saksi termasuk dari pihak keluarga. Kesimpulan terkait kematian Aldi sesuai rangkuman hasil penyelidikan diantaranya, kondisi jenazah, hasil visum, autopsi, latar belakang, serta temuan di TKP.

“Kami melakukan olah TKP ulang dan ditemukan galon sebagai pijakan kaki untuk gantung diri dan juga tali. Tali itu terpantau dia beli di toko bangunan,” beber Kombes Bambang yang sebentar lagi akan menjabat Direktur Reskrimsus Polda Jambi.

Dijelaskannya lebih lanjut, kamar kos Aldi juga terkunci dari dalam, hanya ada akses masuk berupa pintu dan jendela di depan. Pasalnya, kamar kos itu berada di lantai satu dan langit-langit kamarnya full menggunakan beton (dak). Sehingga, kecil kemungkinan ada orang lain yang bisa masuk.

Sementara itu Ahli Forensik RSUP Prof. Ngoerah dr. Dudut Rustyadi menjelaskan bahwa pihaknya menerima jenazah Aldi Sahilatua Nababan pada 18 November 2023, sekitar pukul 11.20 Wita. Kemudian dilakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasilnya, tubuh korban sudah dalam keadaan membusuk. Dokter juga menjelaskan telah menemukan adanya tanda-tanda pembusukan berupa perubahan warna kulit, ada yang merah kehitaman atau kehijauan, kemudian di beberapa bagian tubuh kulit arinya sudah mengelupas, ada pembengkakan dari wajah, bibir, lidah menjulur, mata melotot.

Dr. Dudut kembali menjelaskan bahwa pembusukan disertai pembengkakan juga terjadi pada kantong zakar dan keluar cairan berwarna merah kehitaman dari hidung dan mulut yang merupakan proses pembusukan tersebut. Berikutnya, ditemukan ada luka lecet tekan yang melingkari leher, dengan arah miring dari kanan bawah ke kiri atas.

“Artinya kemungkinan simpul di sebelah kiri, dari arah tersebut menunjukkan bahwa yang aktif adalah berat badannya, jadi bukan talinya, dari kedokteran forensik kalau tali aktif itu biasanya talinya mendatar, pada kasus mati gantung itu, yang aktif adalah berat badan, sehingga menunjukkan arah miring,” sebutnya sembari mengatakan ia tidak menemukan luka lainnya pada tubuh Aldi.

Baca Juga  Polresta Denpasar Amankan WNA Viral Ngamuk di C Cafe Jimbaran

Menurut dr. Dudut diperkiraan waktu kematian pemuda asal Tapanuli Utara, Sumatera Utara itu berdasar proses pembusukan diduga sekitar kurang lebih dua hari. Hal ini diperkuat dengan hasil autopsi di RS Bhayangkara Medan. Ahli Forensik RS Bhayangkara Medan dr. Ismurizzal memaparkan, pihaknya sudah melakukan autopsi dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Jenazah Aldi memang sudah mengalami pembusukan dan sudah diformalin. Dari hasil autopsi, Ismurizzal hanya menjumpai jejas tali yang melingkar pada daerah leher dan terdapat daerah yang kosong pada telinga kiri seperti huruf V terbalik. Artinya di sana terdapat ikatan dari jejas tali tersebut.

“Kami tidak menemukan ada tanda-tanda kekerasan selain dari jejas tersebut,” ujarnya.

Terkait buah zakar yang sempat disebut pihak keluarga rusak, juga sudah diperiksa. Dokter sudah membuka buah zakar Aldi dengan cara disayat dan didapati jumlahnya lengkap. Tidak ada tanda kekerasan.

“Jadi, itu (buah zakar) berisi gas-gas pembusukan, tidak dijumpai tanda kekerasan, jadi dari semua pemeriksaan itu kami berkesimpulan bahwasanya korban meninggal akibat mati gantung,” tandasnya.

Sementara itu Dokter Psikiatri dan Bid Labfor Polda Bali saat jumpa pers di Mapolresta Denpasar pada Rabu, 13 Desember 2023 juga membeberkan hasil pemeriksaan. Menurut Kaur Kom Subbid Fiskom Bid Lab Forensik Polda Bali Kompol Made Agus Adiputra, pihaknya sudah melakukan uji forensik terhadap barang bukti handphone Vivo warna biru dengan casing coklat transparan milik Aldi.

Dalam pengecekan itu ditemukan data-data berupa panggilan telepon sebanyak 6.623, chat (percakapan pesan) 1.719, nomor kontak 16.151, data file limit sebanyak 122.999 data gambar dan video 2.143 data file video.

Selain itu, data ada juga percakapan Aldi dengan pacarnya yang dianalisa oleh Dokter Forensik Psikiatri RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Lely Setiawati Kurniawan. Dimana, percakapan tersebut terjadi pada 21 Maret 2023.

Demikian disampaikan Aldi dalam percakapan tersebut. “Aku gak bosan sama kamu, aku mau sama kamu, ini semua bukan tentang kamu lo, ada yang salah di diriku aku gak tau apa ini, tapi aku selalu cemas, aku pingin semua baik-baik saja tapi tidak pernah sesuai dengan keinginan”.

Baca Juga  OMB Agung 2023-2024, Polda Bali dan Polresta Gelar Pengamanan Kampanye

Menurut penjelasan Dokter Lely, dari kalimat tersebut bisa disimpulkan bahwa Aldi ingin berbuat lebih baik lagi, tapi tidak berhasil dan terus dikejar rasa bersalah. “Semua itu merupakan salah satu ciri gangguan depresi,” ujar Lely.

Selanjutnya, Aldi asal Tapanuli, Sumatera Utara itu mengatakan, “Gak taulah biar kamu yang menilai, aku juga sudah nyerah dengan hidupku, tinggalin aja aku, aku juga gak berhak dapat cinta dari siapa pun”. Dr. Lely menjelaskan bahwa perkataan itu menandakan bahwa perasaan Aldi tentang dirinya yang merasa tidak berharga lagi atau ungkapan putus asa yang juga merupakan pertanda depresi.

Ada lagi percakapan Mei 2023. “Di satu sisi aku gak kuat hidup ini, tapi aku punya rasa tanggung jawab yang kuat, aku harus bisa bantu keluarga bangkit, aku harus bisa bantu adik-adiku jalani hidup yang lebih baik biar gak kayak aku”.

Menurut Dr. Lely, ungkapan kalimat tersebut menandakan bahwa Aldi sebetulnya punya daya juang yang ingin merubah hidupnya untuk keluarga. Tapi dia tidak mampu melawan pikiran-pikiran yang mengganggu dia. Ada secercah semangat atau pikirannya berkali-kali mengingatkan dia, namun membuatnya merasa gagal, tidak kuat lagi menghadapi hidup. Hingga Aldi merasa benar-benar hidupnya tidak berarti.

Kemudian, percakapan pada 2 Mei 2023 barulah mulai benar-benar mengarah ke keinginan Aldi untuk bunuh diri.

“Di pikiranku itu ada suatu saat aku bakal ngelakuin itu pasti, aku gak tau beb, bukan karena kerja, tapi aku memang gak kuat, selama ini bunuh diri, aku gak kuat, emang selama ini bunuh diri cuma ada di pikiranku, tapi pasti suatu saat aku bakal lakuin itu, aku di luar saja sok pura-pura kuat, bercanda-canda sok paling enak nikmatin hidup, tapi sebenarnya aku yang paling mau mati, aku gak tau aku aneh, bahkan keluarga kadang gak bisa nahan keinginanku buat bunuh diri”.

Dr. Lely mengungkapkan bahwa cerita Aldi tersebut dapat disimpulkan bahwa dia memang ingin bunuh diri beberapa bulan sebelum ditemukan meninggal. Dia juga berusaha menutupi rasa sedih dan putus asa dengan bertingkah seolah-olah dirinya kuat dan bahagia.

Baca Juga  Cara Irjen Dedi Rawat Mental Pegawai Negeri Polri Guna Cegah Aksi Bunuh Diri

Berikutnya Aldi juga mengatakan, “Keputusanku sudah bulat, tinggal tunggu waktunya saja, aku sebenarnya bisa saja bergaul, bisa kerja kayak orang biasa, tapi ada orang di dalam diriku yang gak mau itu ada, orang yang menutup aku biar bisa berguna bagi orang lain, dan aku gak tau berguna ini gimana, aku sudah usaha.”

Percakapan ini adalah satu fenomena yang dari pandangan psikiatri, pertanda gangguan jiwa yang sangat berat. Jadi ada orang lain masuk ke dalam dirinya mengganggu dia berbuat sesuatu, sehingga membuat tidak bisa melakukan sesuai kehendaknya.

“Dalam medis kami sebut Tot of Insertion, jadi ada sesuatu yang masuk ke dalam dirinya yang kami sebut Ilusion of Control, jadi dia yakin banget orang di dalam dirinya mengontrol dia.

Pada malam harinya, Aldi menulis, “Bebeb sadar kan bahkan masalah kecil saja bisa buat aku merenung, bahkan gak cakapin bebeb di kos, emang gak tahan lagi, sudah puluhan tahun aku menahan ini” yang menandakan bahwa dia menderita gangguan jiwa ini sudah cukup lama, mengingat umurnya baru 23 tahun. Tapi korban tidak pernah terpikir untuk berobat ke psikiatri.

Setelah sembilan hari berlalu, Aldi berujar sudah tidak bisa mengontrol diri dan tak ingin berinteraksi dengan orang lain. Dia juga menyarankan pacarnya untuk meninggalkannya saja, agar tidak sakit hati menunggu Aldi yang dalam keadaan terpuruk.

Pemuda itu juga merasa ada satu rasa kekosongan di dalam dirinya yang merupakan pertanda Wahamnihilistik yang juga pertanda gangguan jiwa berat.

Berselang 12 hari kemudian, tepatnya 7 Juni 2023, Aldi akhirnya mengungkapkan bahwa dirinya sudah sering mencoba bunuh diri.

“Aku aja baru minum obat nyamuk, gak papa tuh, nyesel banget sih jadinya, mulut gak enak rasanya, terus badanku lemas, tau gak aku minum itu biar apa cobak? Biar mati, plus mati agak malam lagi, kita cobak ya ges, obat nyamuk gak berhasil, gantung diri gak berhasil, potong urat nadi kayaknya bisa mati,” ungkap Aldi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pegadaian Kanwil Bali Nusra Dukung Penuh Kemandirian Nelayan dan Kelestarian Pesisir Lewat Program Nelayan Tangguh di Sumbawa

Published

on

By

nelayan tangguh pegadaian
NELAYAN TANGGUH: PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar bersama Yayasan Samawa Berdaya Lestari secara resmi menutup Program Nelayan Tangguh yang dilaksanakan di Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa pada Kamis (21/5/2026). (Foto: Hms PT Pegadaian)

Sumbawa, NTB, baliilu.com – PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar atau Kanwil Bali Nusra terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan melalui Program Nelayan Tangguh yang dilaksanakan di Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa.

Program yang dijalankan bersama Yayasan Samawa Berdaya Lestari sejak Desember 2025 tersebut resmi ditutup pada Kamis (21/5/2026) dan menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Pegadaian dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Program Nelayan Tangguh hadir sebagai upaya mendorong kemandirian masyarakat nelayan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan guna menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Selama pelaksanaan program, PT Pegadaian bersama Yayasan Samawa Berdaya Lestari melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari pemetaan kondisi masyarakat pesisir, pelatihan perikanan berkelanjutan, penguatan kapasitas usaha masyarakat, edukasi pengelolaan sampah pesisir, hingga pembentukan kelompok bank sampah dan forum komunikasi masyarakat pesisir.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa Program Nelayan Tangguh merupakan bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

“Program Nelayan Tangguh diharapkan mampu menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas masyarakat pesisir yang tidak hanya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. PT Pegadaian akan terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak sosial dan lingkungan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi kontribusi Pegadaian dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pelestarian ekosistem laut, pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Baca Juga  Pantai Sanur Jadi Sasaran Patroli Sat Polairud Polresta Denpasar

Sementara itu, Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Pulau Sumbawa, Mustofa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program Nelayan Tangguh, khususnya masyarakat dan tim pendamping program di lapangan.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Labuhan Burung. Potensi desa yang ada diharapkan terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan penutupan program turut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana pendukung kepada kelompok masyarakat sebagai bentuk penguatan keberlanjutan program. Bantuan tersebut meliputi alat monitoring kualitas air, sarana produksi pengolahan hasil perikanan berupa perlengkapan pembuatan pentol ikan, serta perlengkapan pendukung bank sampah untuk edukasi lingkungan di sekolah.

Kegiatan penutupan program dihadiri oleh Kepala Desa Labuhan Burung, Camat Buer, perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, BKSDA Wilayah Sumbawa, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah terkait, kelompok masyarakat, serta para penerima manfaat program.

Melalui Program Nelayan Tangguh, PT Pegadaian berharap tercipta masyarakat pesisir yang lebih mandiri, tangguh, dan mampu menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai bagian penting dari kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat pesisir. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kembang-Ipat Salurkan Hewan Qurban Merata ke Semua Masjid di Jembrana

Published

on

By

bantuan qurban jembrana
SERAHKAN HEWN QURBAN: Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama Forkopimda secara resmi menyerahkan bantuan hewan qurban untuk masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana di UD Fajar, Desa Banyubiru, Senin (25/5). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan komitmen dan kehadirannya di tengah masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama Forkopimda secara resmi menyerahkan bantuan hewan qurban untuk masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana di UD Fajar, Desa Banyubiru, Senin (25/5).

Berbeda dari tahun sebelumnya, formula penyaluran hewan qurban tahun ini sengaja diubah demi mengedepankan asas pemerataan. Jika pada tahun lalu pemerintah daerah membagikan 6 ekor sapi dan 22 ekor kambing untuk 28 masjid, maka tahun ini 69 masjid di Kabupaten Jembrana dipastikan menerima bantuan berupa hewan qurban kambing.

Bupati Jembrana menyampaikan bahwa langkah ini diambil agar kebahagiaan dan perhatian pemerintah dapat dirasakan secara merata oleh seluruh umat muslim di Jembrana. Sejalan dengan perluasan jangkauan tersebut, alokasi anggaran qurban tahun ini juga mengalami peningkatan yang signifikan.

“Pemerintah daerah, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu hadir untuk bisa juga ikut berbagi. Tetapi tahun ini ada yang berbeda. Untuk tahun ini, kita berikan ke semua masjid berupa kambing supaya merata. Dari sisi anggaran tentu naik; kalau dulu Rp 180 juta, sekarang menjadi Rp 246 juta. Ada kenaikan sekitar Rp 66 juta,” ujar Bupati Kembang.

Manfaat dari bantuan ini dirasakan langsung oleh para pengurus masjid. Idrus, perwakilan dari Masjid Nurul Huda Melaya sekaligus penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian berlapis yang diterima umat muslim di Jembrana, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban yang diberikan kepada kami pada Idul Adha 1447 Hijriah ini. Dan juga, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati Jembrana yang telah memberikan sumbangan kambing kepada masjid-masjid di Kabupaten Jembrana,” kata Idrus.

Baca Juga  Polresta Denpasar Amankan WNA Viral Ngamuk di C Cafe Jimbaran

Ia menegaskan bahwa bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap umat. Pihaknya berkomitmen untuk mengelola dan mendistribusikan daging qurban tersebut secara adil, tepat sasaran, dan sesuai dengan syariat agama.

Di sisi lain, momentum Idul Adha tahun ini juga membawa berkah tersendiri bagi peternak lokal Jembrana. Ketut Suartini, seorang peternak asal Sumbersari sekaligus pemilik sapi yang terpilih sebagai bantuan qurban Presiden, mengungkapkan rasa bangganya. Sapi yang dirawatnya dengan telaten selama tiga tahun tersebut berhasil mencapai bobot prima.

“Sapi itu saya beli umur sekitar 1 tahun dan saya pelihara selama 3 tahun. Saat awal dicek oleh dinas terkait, bobotnya 630 kg, namun saat penyerahan hari ini timbangannya sudah mencapai 680 kg,” jelas Suartini.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana dalam menjaga kesehatan ternak menjadi kunci keberhasilannya. Berkat rekam jejaknya sebagai penyedia sapi berkualitas, dinas terkait merekomendasikan sapinya untuk dipinang sebagai hewan qurban Presiden RI.

Melalui penyerahan bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap semangat berbagi di hari raya kurban dapat mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta membawa keberkahan bagi kemajuan seluruh masyarakat Jembrana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Buleleng Dorong Pengadaan Digital Transparan melalui KKI dan E-Katalog V6

Published

on

By

pemkab buleleng
SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6 yang digelar Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Buleleng di Ruang Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (25/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6 yang digelar Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Buleleng di Ruang Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (25/5).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan seluruh perangkat daerah agar mampu beradaptasi dengan sistem pengadaan elektronik yang semakin terintegrasi dengan sistem keuangan daerah.

Kepala Bagian PBJ Setda Buleleng, I Made Suwitra Yadnya, mengungkapkan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terkait penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah atau KKI di Buleleng.

“Tujuan dari diselenggarakannya sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan dalam penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) atau KKI di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan KKI menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital di sektor pengadaan barang dan jasa. Sistem pembayaran non-tunai tersebut dinilai mampu mempercepat proses administrasi keuangan sekaligus meningkatkan transparansi penggunaan anggaran daerah.

Melalui sistem yang terintegrasi secara digital, proses transaksi pengadaan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan dapat berjalan lebih cepat, aman, dan efisien. Selain itu, digitalisasi pembayaran juga dinilai mampu meminimalkan potensi kesalahan maupun penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Pemkab Buleleng juga menjalin sinergi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali serta sejumlah marketplace lokal. Kolaborasi itu diharapkan dapat membangun ekosistem pengadaan digital yang lebih optimal di lingkungan pemerintah daerah.

Baca Juga  Cara Irjen Dedi Rawat Mental Pegawai Negeri Polri Guna Cegah Aksi Bunuh Diri

Keterlibatan marketplace lokal juga membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Buleleng untuk ikut terlibat dalam pengadaan pemerintah. Dengan demikian, belanja pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat lokal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca