Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Polisi Ungkap Kematian Mahasiswa Asal Medan, Ternyata Karena Ini

BALIILU Tayang

:

kematian Mahasiswa medan
KONFERENSI PERS: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Dr. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., SIK, M.Si. saat memimpin konferensi pers mengungkap kasus kematian Aldi Nababan, dengan didampingi para ahli dari Bid Labfor Polda Bali, Forensik RSUP Prof. Ngoerah dan RS Bhayangkara Medan, Rabu (13/12/2023) di Mapolresta Denpasar. (Foto: Hms Polresta)

Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Dr. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., SIK, M.Si. mengungkap kasus kematian Aldi Nababan, dengan didampingi para ahli dari Bid Labfor Polda Bali, Forensik RSUP Prof. Ngoerah dan RS Bhayangkara Medan, Rabu (13/12/2023).

Kapolresta mengungkapkan kematian mahasiswa asal Medan Aldi Sahilatua Nababan di kamar kosnya di wilayah Benoa, Kuta Selata, berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi dan otopsi, mahasiswa perhotelan berusia 23 tahun itu dipastikan tewas bunuh diri. Pihak Kepolisian sudah melakukan penyelidikan dan memeriksa 19 orang saksi termasuk dari pihak keluarga. Kesimpulan terkait kematian Aldi sesuai rangkuman hasil penyelidikan diantaranya, kondisi jenazah, hasil visum, autopsi, latar belakang, serta temuan di TKP.

“Kami melakukan olah TKP ulang dan ditemukan galon sebagai pijakan kaki untuk gantung diri dan juga tali. Tali itu terpantau dia beli di toko bangunan,” beber Kombes Bambang yang sebentar lagi akan menjabat Direktur Reskrimsus Polda Jambi.

Dijelaskannya lebih lanjut, kamar kos Aldi juga terkunci dari dalam, hanya ada akses masuk berupa pintu dan jendela di depan. Pasalnya, kamar kos itu berada di lantai satu dan langit-langit kamarnya full menggunakan beton (dak). Sehingga, kecil kemungkinan ada orang lain yang bisa masuk.

Sementara itu Ahli Forensik RSUP Prof. Ngoerah dr. Dudut Rustyadi menjelaskan bahwa pihaknya menerima jenazah Aldi Sahilatua Nababan pada 18 November 2023, sekitar pukul 11.20 Wita. Kemudian dilakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasilnya, tubuh korban sudah dalam keadaan membusuk. Dokter juga menjelaskan telah menemukan adanya tanda-tanda pembusukan berupa perubahan warna kulit, ada yang merah kehitaman atau kehijauan, kemudian di beberapa bagian tubuh kulit arinya sudah mengelupas, ada pembengkakan dari wajah, bibir, lidah menjulur, mata melotot.

Dr. Dudut kembali menjelaskan bahwa pembusukan disertai pembengkakan juga terjadi pada kantong zakar dan keluar cairan berwarna merah kehitaman dari hidung dan mulut yang merupakan proses pembusukan tersebut. Berikutnya, ditemukan ada luka lecet tekan yang melingkari leher, dengan arah miring dari kanan bawah ke kiri atas.

“Artinya kemungkinan simpul di sebelah kiri, dari arah tersebut menunjukkan bahwa yang aktif adalah berat badannya, jadi bukan talinya, dari kedokteran forensik kalau tali aktif itu biasanya talinya mendatar, pada kasus mati gantung itu, yang aktif adalah berat badan, sehingga menunjukkan arah miring,” sebutnya sembari mengatakan ia tidak menemukan luka lainnya pada tubuh Aldi.

Baca Juga  Kepergok Coba Mencuri di Kos, Warga Amankan Pelaku

Menurut dr. Dudut diperkiraan waktu kematian pemuda asal Tapanuli Utara, Sumatera Utara itu berdasar proses pembusukan diduga sekitar kurang lebih dua hari. Hal ini diperkuat dengan hasil autopsi di RS Bhayangkara Medan. Ahli Forensik RS Bhayangkara Medan dr. Ismurizzal memaparkan, pihaknya sudah melakukan autopsi dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Jenazah Aldi memang sudah mengalami pembusukan dan sudah diformalin. Dari hasil autopsi, Ismurizzal hanya menjumpai jejas tali yang melingkar pada daerah leher dan terdapat daerah yang kosong pada telinga kiri seperti huruf V terbalik. Artinya di sana terdapat ikatan dari jejas tali tersebut.

“Kami tidak menemukan ada tanda-tanda kekerasan selain dari jejas tersebut,” ujarnya.

Terkait buah zakar yang sempat disebut pihak keluarga rusak, juga sudah diperiksa. Dokter sudah membuka buah zakar Aldi dengan cara disayat dan didapati jumlahnya lengkap. Tidak ada tanda kekerasan.

“Jadi, itu (buah zakar) berisi gas-gas pembusukan, tidak dijumpai tanda kekerasan, jadi dari semua pemeriksaan itu kami berkesimpulan bahwasanya korban meninggal akibat mati gantung,” tandasnya.

Sementara itu Dokter Psikiatri dan Bid Labfor Polda Bali saat jumpa pers di Mapolresta Denpasar pada Rabu, 13 Desember 2023 juga membeberkan hasil pemeriksaan. Menurut Kaur Kom Subbid Fiskom Bid Lab Forensik Polda Bali Kompol Made Agus Adiputra, pihaknya sudah melakukan uji forensik terhadap barang bukti handphone Vivo warna biru dengan casing coklat transparan milik Aldi.

Dalam pengecekan itu ditemukan data-data berupa panggilan telepon sebanyak 6.623, chat (percakapan pesan) 1.719, nomor kontak 16.151, data file limit sebanyak 122.999 data gambar dan video 2.143 data file video.

Selain itu, data ada juga percakapan Aldi dengan pacarnya yang dianalisa oleh Dokter Forensik Psikiatri RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Lely Setiawati Kurniawan. Dimana, percakapan tersebut terjadi pada 21 Maret 2023.

Demikian disampaikan Aldi dalam percakapan tersebut. “Aku gak bosan sama kamu, aku mau sama kamu, ini semua bukan tentang kamu lo, ada yang salah di diriku aku gak tau apa ini, tapi aku selalu cemas, aku pingin semua baik-baik saja tapi tidak pernah sesuai dengan keinginan”.

Baca Juga  Lacak Pelaku Kasus Penipuan, Bhabin Polsek Denbar Dampingi Tim Penyidik Polres Bogor

Menurut penjelasan Dokter Lely, dari kalimat tersebut bisa disimpulkan bahwa Aldi ingin berbuat lebih baik lagi, tapi tidak berhasil dan terus dikejar rasa bersalah. “Semua itu merupakan salah satu ciri gangguan depresi,” ujar Lely.

Selanjutnya, Aldi asal Tapanuli, Sumatera Utara itu mengatakan, “Gak taulah biar kamu yang menilai, aku juga sudah nyerah dengan hidupku, tinggalin aja aku, aku juga gak berhak dapat cinta dari siapa pun”. Dr. Lely menjelaskan bahwa perkataan itu menandakan bahwa perasaan Aldi tentang dirinya yang merasa tidak berharga lagi atau ungkapan putus asa yang juga merupakan pertanda depresi.

Ada lagi percakapan Mei 2023. “Di satu sisi aku gak kuat hidup ini, tapi aku punya rasa tanggung jawab yang kuat, aku harus bisa bantu keluarga bangkit, aku harus bisa bantu adik-adiku jalani hidup yang lebih baik biar gak kayak aku”.

Menurut Dr. Lely, ungkapan kalimat tersebut menandakan bahwa Aldi sebetulnya punya daya juang yang ingin merubah hidupnya untuk keluarga. Tapi dia tidak mampu melawan pikiran-pikiran yang mengganggu dia. Ada secercah semangat atau pikirannya berkali-kali mengingatkan dia, namun membuatnya merasa gagal, tidak kuat lagi menghadapi hidup. Hingga Aldi merasa benar-benar hidupnya tidak berarti.

Kemudian, percakapan pada 2 Mei 2023 barulah mulai benar-benar mengarah ke keinginan Aldi untuk bunuh diri.

“Di pikiranku itu ada suatu saat aku bakal ngelakuin itu pasti, aku gak tau beb, bukan karena kerja, tapi aku memang gak kuat, selama ini bunuh diri, aku gak kuat, emang selama ini bunuh diri cuma ada di pikiranku, tapi pasti suatu saat aku bakal lakuin itu, aku di luar saja sok pura-pura kuat, bercanda-canda sok paling enak nikmatin hidup, tapi sebenarnya aku yang paling mau mati, aku gak tau aku aneh, bahkan keluarga kadang gak bisa nahan keinginanku buat bunuh diri”.

Dr. Lely mengungkapkan bahwa cerita Aldi tersebut dapat disimpulkan bahwa dia memang ingin bunuh diri beberapa bulan sebelum ditemukan meninggal. Dia juga berusaha menutupi rasa sedih dan putus asa dengan bertingkah seolah-olah dirinya kuat dan bahagia.

Baca Juga  Cegah Pelanggaran di Laut, Polair Denpasar Laksanakan Patroli

Berikutnya Aldi juga mengatakan, “Keputusanku sudah bulat, tinggal tunggu waktunya saja, aku sebenarnya bisa saja bergaul, bisa kerja kayak orang biasa, tapi ada orang di dalam diriku yang gak mau itu ada, orang yang menutup aku biar bisa berguna bagi orang lain, dan aku gak tau berguna ini gimana, aku sudah usaha.”

Percakapan ini adalah satu fenomena yang dari pandangan psikiatri, pertanda gangguan jiwa yang sangat berat. Jadi ada orang lain masuk ke dalam dirinya mengganggu dia berbuat sesuatu, sehingga membuat tidak bisa melakukan sesuai kehendaknya.

“Dalam medis kami sebut Tot of Insertion, jadi ada sesuatu yang masuk ke dalam dirinya yang kami sebut Ilusion of Control, jadi dia yakin banget orang di dalam dirinya mengontrol dia.

Pada malam harinya, Aldi menulis, “Bebeb sadar kan bahkan masalah kecil saja bisa buat aku merenung, bahkan gak cakapin bebeb di kos, emang gak tahan lagi, sudah puluhan tahun aku menahan ini” yang menandakan bahwa dia menderita gangguan jiwa ini sudah cukup lama, mengingat umurnya baru 23 tahun. Tapi korban tidak pernah terpikir untuk berobat ke psikiatri.

Setelah sembilan hari berlalu, Aldi berujar sudah tidak bisa mengontrol diri dan tak ingin berinteraksi dengan orang lain. Dia juga menyarankan pacarnya untuk meninggalkannya saja, agar tidak sakit hati menunggu Aldi yang dalam keadaan terpuruk.

Pemuda itu juga merasa ada satu rasa kekosongan di dalam dirinya yang merupakan pertanda Wahamnihilistik yang juga pertanda gangguan jiwa berat.

Berselang 12 hari kemudian, tepatnya 7 Juni 2023, Aldi akhirnya mengungkapkan bahwa dirinya sudah sering mencoba bunuh diri.

“Aku aja baru minum obat nyamuk, gak papa tuh, nyesel banget sih jadinya, mulut gak enak rasanya, terus badanku lemas, tau gak aku minum itu biar apa cobak? Biar mati, plus mati agak malam lagi, kita cobak ya ges, obat nyamuk gak berhasil, gantung diri gak berhasil, potong urat nadi kayaknya bisa mati,” ungkap Aldi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Laksanakan Mediasi Pasca Keributan Antar Penghuni Kos, Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai

Published

on

By

Polsek Dentim
DAMAI: Polsek Denpasar Timur (Dentim) saat melaksanakan mediasi terhadap kedua belah pihak yang sempat ribut pada Kamis (9/7/2026) di Ruang Reskrim Polsek Dentim. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai tindak lanjut atas keributan yang melibatkan penghuni kos di Jl. Akasia XVI, Gang Durian, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Polsek Denpasar Timur (Dentim) melaksanakan mediasi terhadap kedua belah pihak pada Kamis (9/7/2026) di Ruang Reskrim Polsek Dentim.

Mediasi tersebut turut dihadiri Kelian Lingkungan Kesiman Banjar Buaji Anyar, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kesiman, serta kedua belah pihak yang terlibat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penyelesaian permasalahan melalui musyawarah guna menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif.

Keributan diketahui terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 02.20 WITA. Peristiwa bermula saat sejumlah penghuni kos merayakan kemenangan tim Argentina usai menonton bersama pertandingan Piala Dunia 2026 dengan menggeber sepeda motor dan berteriak. Suara bising tersebut mengganggu penghuni kos di seberang gang yang sedang beristirahat. Teguran yang diberikan kemudian berkembang menjadi cekcok hingga berujung keributan. Berkat kesigapan warga, pecalang, dan personel Polsek Dentim, situasi berhasil dikendalikan sehingga tidak berkembang lebih jauh.

Dalam proses mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dengan menandatangani Surat Kesepakatan Perdamaian di atas materai. Selain sepakat untuk tidak saling menuntut, keduanya juga berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta bersedia diproses sesuai ketentuan hukum apabila mengulangi perbuatan serupa maupun melanggar isi kesepakatan yang telah dibuat.

Kapolsek Dentim, AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan bahwa penyelesaian melalui mediasi merupakan bentuk pendekatan problem solving yang selalu dikedepankan Polri dalam menangani permasalahan sosial yang masih dapat diselesaikan secara musyawarah.

“Kami mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan dengan tetap memperhatikan aturan hukum yang berlaku. Kami berharap kedua belah pihak dapat memegang komitmen yang telah disepakati bersama, menjaga hubungan baik, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di lingkungan tempat tinggalnya,” ujar AKP Udiana. (gs/bi)

Baca Juga  Tim Gegana Brimobda Bali Musnahkan Temuan Kembang Api Rusak di Gudang Jalan Sari Dana II Ubung Denpasar

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polsek Blahbatuh dan Masyarakat Bersinergi Dalam Pencarian Korban Kecelakaan Tunggal di Medahan

Published

on

By

Polsek Blahbatuh
Polisi dan warga masyarakat saat mengevakuasi korban. (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Pada Kamis, 9 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 Wita, terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal Out of Control (OC) di Jalan Persatuan Banjar Anggarkasih, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh. Sepeda motor yang dikendarai WEP, laki-laki, 35 tahun, warga Banjar Anggarkasih, Desa Medahan, diduga kehilangan kendali hingga terjatuh ke aliran Tukad Uma. Warga sekitar yang mendengar suara benturan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal.

Setelah menemukan sepeda motor di aliran sungai tanpa pengendaranya, warga bersama perangkat desa segera melakukan pencarian di sekitar lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Blahbatuh. Respons cepat masyarakat menjadi langkah awal yang sangat membantu dalam penanganan peristiwa ini.

Personel Polsek Blahbatuh yang dipimpin Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini, S.H., M.H., didampingi Wakapolsek AKP Dewa Nyoman Gede Wiratmaja, S.H., bersama unsur terkait segera mendatangi tempat kejadian perkara. Pencarian dilakukan secara terpadu bersama pemerintah desa, prajuru adat, dan warga setempat di sepanjang aliran Tukad Uma.

Sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian, korban berhasil ditemukan dalam kondisi tenggelam dan tersangkut di bendungan sungai. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa dengan ambulans PMI Kabupaten Gianyar ke RSUD Sanjiwani Gianyar untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Blahbatuh menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kerja sama seluruh pihak dalam proses pencarian dan evakuasi. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat epilepsi sehingga kejadian ini diduga berkaitan dengan kambuhnya penyakit tersebut saat berada di area perairan. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian korban. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pantai Sanur Jadi Sasaran Patroli Sat Polairud Polresta Denpasar
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kolaborasi Ogoh-ogoh Gajah Tainsiat dan Palawara Siap Buka Malam Puncak D’Youth Fest 6.0

Usung Pesan Kebangkitan Harmoni Alam

Loading

Published

on

By

d youth fest
JELANG PEMBUKAAN: Persiapan menjelang pembukaan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0 yang akan berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kolaborasi spektakuler Ogoh-ogoh Gajah, karya ST. Yowana Saka Bhuwana, Banjar Tainsiat bersama Kedux Garage bersama Palawara Music Company dan Manubada Art bertajuk “Tumbuh Kembali di Tengah Reruntuhan Semesta” siap membuka malam puncak Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0 yang akan berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.

Mengusung tema besar Feel the Growth, pertunjukan pembuka tersebut menjadi representasi semangat kebangkitan, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan yang selaras dengan semangat D’Youth Fest sebagai ruang tumbuh kreativitas generasi muda.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryastiti, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, AA Ngurah Mahendra Putra, saat ditemui di sela-sela gladi, Jumat (10/7), mengatakan bahwa kolaborasi seni tersebut menjadi salah satu sajian utama yang memadukan kekuatan seni tradisi, kreativitas kontemporer, dan pesan pelestarian lingkungan.

Menurutnya, karya tari kolosal “Tumbuh Kembali di Tengah Reruntuhan Semesta” mengangkat kisah perjalanan dari kehancuran menuju harapan. Berangkat dari tema Regrow, pertunjukan ini menggambarkan bagaimana keserakahan manusia merusak keseimbangan alam hingga menghadirkan kehancuran. Di tengah kondisi tersebut hadir sosok Sang Penjaga Agung sebagai simbol kebijaksanaan yang membangkitkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.

Pertunjukan dibagi dalam tiga babak. Babak pertama menggambarkan eksploitasi alam yang melahirkan kerusakan, babak kedua menjadi titik balik ketika kesadaran mulai tumbuh dan alam kembali bernapas, sedangkan babak ketiga menghadirkan harmoni baru ketika manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual kembali menyatu.

“Melalui kolaborasi Ogoh-ogoh Gajah Tainsiat dan tari kolosal Palawara, kami ingin menghadirkan sebuah pertunjukan yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Semangat Feel the Growth kami maknai sebagai ajakan untuk terus bertumbuh bersama melalui kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Luh Putu Ryastiti.

Baca Juga  Minggu Kasih, Polres Buleleng Serahkan Bingkisan di GKII

Lebih lanjut dijelaskan, malam puncak D’Youth Fest 6.0 akan menghadirkan beragam atraksi unggulan yang memadukan seni budaya, kreativitas modern, ekonomi kreatif, hingga hiburan musik dari musisi lokal dan nasional. Sederet penampil akan memeriahkan festival tersebut, di antaranya Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project. Selain itu, sedikitnya 20 pelaku UMKM kuliner dan lima unit food truck turut dilibatkan untuk memperkuat promosi produk lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Rangkaian D’Youth Fest 6.0 sendiri telah berlangsung sejak pertengahan Juni hingga Juli 2026 melalui berbagai kegiatan kreatif seperti Operet This Week, Bimbingan Teknis Penyiaran, Heritage Ride, Glory of Youth, Earthsy Day, Bali Fashion Bike, Mural Exhibition, Area Creator, Makin Dekat Film Fest, Community Paradise, Bali Screen Printing Community, hingga malam puncak festival yang dikemas dengan kampanye peduli lingkungan berkolaborasi dengan Komunitas Eling Ring Pertiwi. Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan puluhan komunitas kreatif lintas sektor sebagai bentuk penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Denpasar.

Pada penyelenggaraan tahun ini, D’Youth Fest juga memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi selama festival berlangsung. Langkah tersebut menjadi bagian dari edukasi budaya sadar lingkungan kepada generasi muda sekaligus mendukung penyelenggaraan festival yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Denpasar berharap D’Youth Fest 6.0 mampu menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat kewirausahaan generasi muda sehingga mampu melahirkan karya-karya yang berdampak bagi pembangunan daerah.

“D’Youth Fest bukan sekadar festival hiburan, tetapi ruang bersama bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan identitas kreatif Kota Denpasar. Kami berharap semangat yang lahir dari festival ini terus tumbuh menjadi energi positif dalam memperkuat ekonomi kreatif, melestarikan budaya, serta mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing,” tutup Luh Putu Ryastiti. (gs/bi)

Baca Juga  Pastikan Tak Ada Barang Berbahaya Masuk Rutan, Kasi Propam Lakukan Pengawasan dan Pengecekan

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca